Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, Desember 30, 2009

Kejaksaan Selidiki Korupsi Bus Perpustakaan Dan Peralihan Asset Brigif 9

Kasus Hukum Menjerat Para Pejabat Di Kabupaten Jember
Jemberpost.com-Sesuai dengan komitmennya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terus mendalami kasus dugaan korupsi pengadaan Bus Perpustakaan keliling oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Kejaksaan Jember telah sampai pada tahap tahap penyelidikankarena laporan awal telah masuk dan diindikasikan adanya korupsi pada pengadaan tersebut.
"Penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan perpustakaan keliling (bus) di Dinas Pendidikan terus kita lakukan, diduga telah merugiakn Negara sekitar Rp 800 juta," ungkap Kajari Jember, Irdham. Menurutnya, sejumlah nama yang diduga kuat terlibat didalamnya telah menjadi target kejaksaan, bahkan sudah ada calon tersangkanya. Sayangnya, Irdham enggan menyebutkan identitas calon tersangka tersebut.
Dari informasi yang diterima wartawan media ini, setidaknya ada dua nama yang diduga kuat terlibat, dan dipastikan seorang pejabat yang masih menjabat di Kabupaten Jember bahkan ada dari pihak luar dari Kabupaten Jember. Irdham juga menjelaskan, jika awalnya, kasus ini ditangani langsung oleh tim jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung), setelah ada informasi masuk dari kelompok masyarakat.
Sementara itu beberapa kasus yang mulai ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur adalah penyelidikan kasus penjualan asset Pemkab Jember berupa tanah Brigif 9 di Jalan Gajahmada. Sejumlah pejabat Pemkab Jember bahkan telah dimintai keterangan, yakni Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Sudianto, dan Kepala Bagian Hukum, Mujoko.
Ada dugaan kerugian negara dalam penjualan tanah seluas 1,25 hektar tersebut. Pemkab Jember melepas tanah Brigif 9 tersebut seharga Rp. 904 ribu permeter persegi, padahal harga tanah sepanjang double way Jalan Gajahmada mencapai 1 juta per meter persegi, sehingga diduga merugikan Negara sekitar Rp. 5 miliar
Menanggapi hal ini Kabag Hukum, Mudjoko menyatakan dirinya sudah dipanggil dan diperiksa di Kejti Jatim. Sayangnya Mudjoko enggan berkomentar akan materi yang dipertanyakan kepada dirinya secara detail. "Kalau saya soal administrasi dari sisi hukumnya saja, lainnya nggak tahu," ujarnya.
Perlu diketahui, pelepasan asset Pemkab yang saat ini masih ditempati Brigif 9 Kostrad tersebut ke pengusaha Jember, A. Gozi, diduga merugikan Negara Rp. 5 miliar. Hal tersebut didukung dengan audit BPK RI. Pada audit BPK tersebut dengan jelas terlihat selisih harga yang ditentukan oleh tim taksir atau panitia pelepasan tanah Pemkab Jember dengan tim taksir dari instansi lain.
Selain itu, penetapan harga juga tidak sepengetahuan Camat dan Lurah setempat. Bahkan DPRD Jember selaku legislator mengaku tidak tahu menahu soal pelepasan asset tersebut. Kasus yang mulai mencuat seusai dieksposnya audit BPK RI dan beberapa waktu lalu dilaporkan secara resmi oleh Yayasan Abdi Masyarakat ke Kejati Jatim dengan dugaan, dalam proses pelepasan aset tanah seluas lebih 12 ribu meter persegi tersebut menyalahi aturan dan merugikan negara lebih dari Rp. 5 miliar.
Dalam proses pelepasan dinilai tanpa sepengetahuan DPRD Jember dan tanpa adanya proses lelang, sehingga melanggar Keppres 80 tahun 2003. Sehingga patut diduga kuat harga tanah yang ditetapkan tidak sesuai dengan harga pasar atau NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak).
Hal itu terungkap pula dalam audit BPK RI dimana berdasarkan keterangan sejumlah ahli termasuk dari tim taksir dari Brigif 9 Kostrad, diketemukan selisih harga tanah. Dari hasil audit BPK, dengan luas tanah sebesar itu bisa bisa menyumbang kasda hingga lebih dari Rp. 16 miliar sehingga ada selisih sekitar Rp 5 miliar, karena dana yang disetor hanya Rp 11 miliar saja ke kasda. (rn)

Selengkapnya..

Jumat, Desember 18, 2009

BI Jember Rehab Gedung SMP dan Buat MCK

Jemberpost.com
Keterlibatan peran sektor perbankan dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat telah ditunjukan oleh kantor Bank Indonesia (BI) Jember dalam rangka HUT Jember Ke-81, dengan melakukan rehab gedung SMP Kartika dan pembuatan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di Desa Karanganyar Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates. Dalam rehab gedung sekolah dan MCK tersebut BI sengaja menggandeng Kodim 0824 dan Yon Armed 8, kedua proyek tersebut pelaksanaannya dilapangan dikerjakan oleh personil Kodim 0824 dan Yon Armed 8 setelah disurvei terlebih dahulu, sedang biaya pengerjaan proyek tersebut semuanya ditanggung oleh BI.
Hal tersebut dikemukakan oleh Herry Kurniawan analis muda bagian moneter BI di ruang kerjanya, menurut pria kelahiran kota pahlawan Surabaya itu rehab gedung SMP Kartika tersebut saat ini telah memasuki tahap penyelesaian dengan menelan biaya sebesar Rp.22 Juta dan pembuatan MCK senilai Rp. 28 Juta. Khusus untuk pembuatan MCK di Karanganyar tersebut sudah dirampungkan pada Nopember 2009 lalu dan telah diresmikan langsung oleh pimpinan BI Jember A.Rasyid Madjid dan Komandan Yon Armed 8 Letkol Choirul Hadi, MCK itu sendiri terdiri dari 2 unit dan 1 unit tempat untuk mencuci dan oleh warga setempat difungsikan sebagai sarana fasilitas umum.
“Pembangunan MCK oleh BI Jember diperuntukan bagi 100 KK di lingkungan Desa Karanganyar KelurahanTegalbesar, sebelum adanya MCK ini warga cenderung memanfaatkan sungai sebagai kegiatan mandi, cuci dan kakus yang rentan menimbulkan penyakit. Renovasi gedung SMP Kartika dan pembuatan MCK ini bagian dari kegiatan Social Responbility (SR) yang ada di BI Jember, hal tersebut diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Bahkan untuk tahun depan 2010 nantinya BI juga akan mengembangkan bantuannya di luar Kabupaten Jember, mengingat BI Jember wilayah kerjanya mencakup empat kabupaten yakni Jember, Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo, “tandas Herry.
Menurut salah seorang warga Desa Karanganyar Kelurahan Tegalbesar yang namanya enggan dikorankan mengungkapkan, dirinya dan warga di desa di desa tersebut sangat senang dengan adanya keberadaan MCK dan tempat mencuci bantuan dari BI Jember tersebut. Dengan adanya fasilitas MCK dan tempat mencuci yang baru itu, kini dirinya dan warga yang lain tidak perlu dipusingkan lagi dengan urusan MCK. Hal ini paling tidak juga menyadarkan warga masyarakat untuk merubah kebiasaan buruknya utamanya yang tinggal di pedesaan dengan memanfaatkan sungai sebagai MCK, untuk beralih menuju pola hidup sehat sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah
Selain itu menurut Herry, BI Jember sangat peduli dengan dunia pendidikan, kepedulian tersebut ditunjukan oleh BI dengan membantu kebutuhan biaya pendidikan bagi anak pegawai cleaning servis dalam bentuk bea siswa. Bea siswa tersebut terkumpul lewat seksi kerohanian Islam yang ada di BI, dengan diambilkan dari gaji karyawan yang disisihkan dan dikumpulkan melalui pengelola zakat, infaq dan sodaqoh (Ziz) . Tidak itu saja selama ini BI juga aktif membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bentuk bantuan teknis pelatihan bukan uang tunai, dengan pelatihan tersebut para peserta bisa memperoleh akses pelayanan perbankan kerjasama dengan konsultan keuangan mitra bank (KKMB). (sal)


Selengkapnya..

Kamis, Desember 10, 2009

Turki Akui Pendidikan di Jember Maju Pesat

Jemberpost.com.
Keberadaan sekolah di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Jember secara fisik ternyata jauh lebih bagus ketimbang di daerah lain seperti di Jawa Tengah, selain itu majunya bidang pendidikan di Jember bisa dirasakan dengan menonjolnya prestasi akademik dan non akademik yang dipunyai. Tingginya partisipasi masyarakat dalam pendidikan tidak hanya di perkotaan, namun di pedesaan sekalipun masyarakatnya sudah menyadari akan pentingnya pendidikan terbukti dengan rendahnya angka anak putus sekolah. Tidak salah bila pendidikan masuk dalam salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Jember, itu artinya pendidikan di Jember menjadi perhatian serius dari penyelenggara pemerintahan di daerah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bahram (21), warga negara Turki selaku pembina SMP & SMA Negeri Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) saat berada di Jember, Bahran yang juga tercatat sebagai mahasiswa fakultas teknik informatika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tersebut, menjelaskan, bahwa SBBS sendiri adalah sekolah yang didirikan di Indonesia kerjasama dengan pemerintah Turki.
Keberadaan sekolah semacam SBS tersebut di Indonesia ada 7 sekolah, selain di Sragen (Jawa Tengah) sekolah tersebut juga sudah didirikan di Nanggroe Aceh Darusalam (NAD), Depok, Bandung, Tangerang dan Semarang. Bahkan rencananya pemerintah Turki juga tertarik untuk mendirikan sekolah serupa di Jawa Timur.
“Saya pertama ke Jember tahun 2006 lalu dan harus diakui perkembangan dunia pendidikan disini sangat luar biasa pesatnya, saya datang ke SMPN 3 Jember sekarang ini untuk melihat langsung pelaksanaan kompetisi matematika Pasiad se Indonesia dari tingkat SD/MI dan SMP/MTS. Untuk babak penyisihan se eks Karisidenan Besuki dan Lumajang ditempatkan di SMPN 3 Jember, diikuti 550 orang peserta dari lima kabupaten seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Lumajang. SBBS sendiri termasuk koordinator wilayah IV meliputi Jawa Timur, animo peserta dengan lomba semacam ini sangat tinggi dengan banyaknya mereka yang mendaftar,”jelas Bahram yang betah tingal di Indonesia dan juga fasih berbahasa Indonesia itu.
Menjadi juara di kompetisi matematika Pasiad ini menurut Bahran tidaklah muda, selain pesertanya mencapai ribuan orang dengan penyelenggaraan terbagi dalam enam koordinator wilayah se Indonesia, juga mereka yang ikut dalam lomba ini adalah siswa pilihan yang menonjol dalam bidang mata pelajaran matematika. Dari ribuan peserta tersebut maka akan diseleksi untuk mengikuti babak final, mereka yang maju dalam babak ini adalah yang masuk dalam 2000 besar se Indonesia atau peringkat 20 besar se propinswi. Pihak panitia telah menyediakan total hadiah sebanyak Rp.51 juta, nantinya panitia bakal menetapkan 6 orang juara yakni juara I, II, III, IV, V, dan IV yang kesemuanya itu berhak atas piala, medali dan sertifikat penghargaan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Drs. Putut Purwonodadi, MPd salah seorang guru matematika di SMP Negeri 3 Jember yang memiliki predikat Sekolah Standart Nasional (SSN), menurut Putut jauh hari sebelum kompetisi matematika Pasiad digelar pihak sekolah telah memberikan pelatihan soal bagi para siswa yang akan maju mengikuti kegiatan tersebut, dengan demikian pada saat lomba berlangsung siswanya bisa mengerjakan soal yang ada. Putut optimis peserta dari SMPN 3 Jember paling tidak bisa maju ke babak final yang rencananya akan diadakan di Jember 20 Februari 2010, meski hampir seluruh sekolah baik itu SD/MI maupun MTS/SMP di Kabupaten Jember juga mengirimkan wakilnya dalam ajang ini. (sal/hms)


Selengkapnya..

Jumat, Desember 04, 2009

Tekan Pengangguran Dengan Diklat Otomotif dan Pertukangan

Jemberpost.com
Untuk menekan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Jember tengah dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemkab Jember, upaya tersebut diwujudkandalam bentuk pemberian pelatihan bantuan peralatan pada peserta diklat tenaga teknis otomotif dan pertukangan yang di adakan di SMKN 2 Jember bagi masyarakat pedesaan guna memberdayakan kemampuan (skill) sehingga diharapkan mampu membuka peluang kerja sendiri. Acara yang dibuka secara langsung oleh Kepala Bapemas Pemkab Jember Ir. Suhardiyanto,MM tersebut rencana akan diadakan selama dua hari yakni 2-3 Desember, para peserta tersebut mewakili dari berbagai kecamatan yang di Jember seperti Kecamatan Patrang, Sumbersari, Sukorambi, Rambipuji, Kaliwates, Jenggawah, Balung, Bangsalsari, Kencong, Sumberjambe, Sukowono, Silo, Gumukmas, Panti dan Jelbuk.
Diungkapkan oleh Suhardiyanto pihaknya sudah dua kali ini menggandeng SMKN 2 Jember dalam melakukan pelatihan ketrampilan bagi masyarakat, baik itu yang sudah terampil dan berpengalaman namun teori yang dimiliki masih kurang atau yang sama sekali belum punya keahlian dan ketrampilan dibidang otomotif dan pertukangan. Dipilihnya SMKN 2 Jember oleh Bapemas sebagai tempat diklat pelatihan ketrampilan tersesebut, mengingat sekolah yang terletak dikawasan Tegalgede tersebut dinilai layak dengan fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki baik di bidang pertukangan maupun pertukangan. Dengan mengikuti pelatihan seperti ini paling tidak ada korelasi dan interaksi yang dipunyai oleh para peserta baik pratek maupun teori, selain itu dengan pemberian peralatan bisa dikembang oleh peserta untuk meningkatkan tambahan penghasilan.
“Peserta diklat pertukangan dan otomotif yang dilakukan oleh Bapemas ini dibagi dalam tiap kelompok, untuk pertukangan sebanyak 20 kelompok dan otomototif 10 kelompok. Saya berharap dengsan diklat ketrampilan seperti ini paling tidak mampu menularkan pengalamannya kepada lingkungannya dimana mereka tinggal, dengan demikian apa yang mereka rintis dengan membuka wira usaha baik itu perbengkelan maupun pertukangan dapat berkembang secara meluas dalam ikut mengentas kemiskinan dan mimimalisir angka pengangguran. Saya sangat berterimakasih dengan SMKN 2 Jember yang telah memfasilitasi kegiatan yang dilakukan oleh Bapemas, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan dapat memberi manfaat kepada para peserta yang memang membutuhkan ketrampilan semacam ini untuk bisa diaplikasikan ,”jelas Suhardiyanto.
Dibagian lain Suhardiyanto juga menambahkan, dengan pelatihan seperti ini selain untuk menekan angka pengangguran juga tidak mentutup kemungkinan untuk mengurangi kenakalan remaja karena dari peserta yang ikut tersebut ada juga yang masih dikatagorikan usia remaja. Paling tidak dengan skill yang dimiliki khususnya mereka yang masih remaja bisa berbuat banyak untuk menolong dirinya sendiri dengan menciptakan lapangan kerja baru, ketimbang mereka nongkrong dipinggir jalan, kebut-kebutan maupun mabuk-mabukan. \Kegiatan ketrampilan dari Bapemas ini diambilkan dari anggaran ABPD yakni bidang Sumber Daya Manusia(SDM) dan Teknologi Tepat Guna (TTG), selain mengadakan pelatihan ketrampilan bidang SDM dan TTG Bapemas Pemkab Jember juga memberikan bantuan stimulan irigasi pedesaan dengan memberdayakan masyarakat desa.
Sementara itu Kepala SMKN 2 Jember Drs. Rinoto menyambut baik dengan diklat ketrampilan tersebut, bahkan pihaknya merasa bangga dengan ditunjuknya sekolah tersebut sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan dirinya selalu membuka pintu bagi Satuan Perangkat Daerah (SKPD lain, yang akan bekerjasama dengan SMKN 2 Jember untuk mengadakan pelatihan ketrampilan bagi masyarakat seperti apa yang sudah dilakukan oleh Bapemas ini. Bahkan di sekolahnya sudah tersedia tenaga dan instruktur yang mumpuni ditunjang dengan kelengkapan alat yang memadai, siap memberikan bimbingan dan pengarahan selama pelatihan diadakan dan apa yang dilakukan oleh Bapemas dengan menggandeng SMKN 2 Jember merupakan ketiga kalinya. (sal/hms)


Selengkapnya..

Rabu, November 25, 2009

PWI Gelar KLW Gandeng Bursa Efek Indonesia

Jemberpost.com
PWI Jember hari ini mengadakan Karya Latihan Wartawan (KLW) menggandeng Bursa Efek Indonesia. Acara KLW merupakan agenda rutin yang digelar PWI Jember dalam rangka pelatihan dan edukasiuntuk para wartawan yang bertugas di Jember.

Menurut Salim Umar BSA sebagai ketua panitia menuturkan bahwa dalam KLW kali ini menggandeng Bursa Efek Indonesia, khususnya studi tentang pasar modal.
“Dalam KLW ini para wartawan sama-sama belajar dan mendalami pasar modal sebagai alternatif investasi, sehingga wartawan dapat memahami semua bidang termasuk masalah ekonomi”ujarnya.Acara digelar di Hotel Bintang Mulia Jember dengan pemateri Edison Hulu Ceif Economist BEI (sal)


Selengkapnya..

Jumat, Oktober 30, 2009

Pil Dextro Kembali Tewaskan Remaja Jember

Jemberpost.com
Nasib tragis menimpa Dian Purnama Putra (17) warga Lingkungan Sumberketangi Dusun Krajan Desa / Kecamatan Tempurejo. Siswa kelas I SMA Ma’arif Tempurejo ini harus pergi untuk selama-lamanya setelah diduga minum suplemen dicampur pil dektro.
Nyawa korban tak berhasil diselamatkan setelah keluarga membawanya ke Puskesmas Jenggawah. Karena belum sampai ditujuan, nyawa korban telah melayang. Korban dilarikan ke puskesmas dalam kondisi sekarat. Anggota tubuh korban tidak bergerak sama sekali hanya nafasnya terlihat ngorok.
Peristiwa tragis yang menimpa buah hati pasangan suami istri (Pasutri) Hariyanto dan Misnati ini, diketahui keluarganya sekitar pukul 03.30 dini hari kemarin. Tak seperti biasanya korban pulang kerumah diantar pulang oleh temannya dalam kondisi tak sadar.
Korban dibonceng sepeda motor dalam posisi diapit oleh dua temannya yang bernama Mat dan Misto. Tiba dirumah, korban tidak langsung dan berjalan sendiri tapi dipapah oleh kedua temannya.
Mendapati kondisi anaknya mengalami sekarat, Misnati bergegas membawanya ke puskesmas. Tapi apa yang terjadi, ditengah perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya. ”Kalau nafasnya masih ada, tapi anggota tubuhnya tidak ada yang bisa bergerak. Dan dari hidungnya keluar busa,” ujar Misnati.
Begitu tiba di puskesmas, kondisi tubuh korban langsung dicek petugas setempat. Dalam pengecekkan itu, ternyata korban telah meninggal. Saat itu juga saya bawa pulang. Tapi sampai dirumah, kembali saya bawa ke Jember,” katanya.
Ibu kandung korban, tidak mengira akan secepat ini kepergian buah hatinya yang pertama itu. Karena, habis mahgrib korban sempat minta digorengkan telur. Begitu telur telah masak, langsung disantap oleh korban.
Hanya saja, ditengah menikmati makan mendadak ada temannya yang bernama Mat datang dirumah. Tanpa banyak komentar, kedua remaja seusia ini langsung ngeber dengan sepeda motornya. Entah kemana tujuannya, sekitar pukul 03.30 dini hari itu tiba dirumah dalam kondisi sekarat.
Informasi menyebutkan, korban bersama tiga teman sepermainannya itu berkumpul dirumah Asmar. Ditempat itulah diduga korban bersama tiga temannya yang masing-masing bernama Mat (19), Misto (19) dan Anwar (18) mengelar pesta minum minuman suplemen dicampur pil dektro.
Bisa jadi, korban minum minuman suplemen dicampur pil dektro yang berlebihan. Sehingga, mengakibatkan korban mengalami over dosis dan tak sadarkan diri.”Dilokasi kami temukan pil dektro dan minuman suplemen. Barang bukti itu kami amankan,” kata Kapolsek Tempurejo, AKP Gatot Supriyadi, melalui kanitreskrim, Aiptu Sudiono.
“Ketiga teman korban tengah kami mintai keterangan. Mereka kami mintai keterangan untuk mengungkap tabir kematian korban. Dan kami ingin tahu bagaimana berempat melakukan hal itu,” imbuhnya. (sal/kot)


Selengkapnya..

Bupati Resmikan SMPN 2 Mumbulsari

Jemberpost.com,
Untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, memang sangat diperlukan kerjasama yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah. Indonesia sebagai bagian dari negara yang ada di dunia telah menandatangi komitmen bersama dengan negara-negara lain untuk mewujudkan Millenium Development Golds (MDG’s) sampai pada tahun 2015 untuk memacu Human Development Indexs sebagai langkah peningkatan sumber daya menusia. Didirikannya pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dimaksudkan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) anak usia dini, serta mempertahankan APK wajardikdas 9 tahun 2008/2009 sebesar 99,49 %. Disamping itu juga meningkatkan perbandingan antara SMA/MA dengan SMK pada tahun 2008 sesuai dengan SPM yaitu 40:60., serta meningkatkan APK Rintisan wajib belajar pendidikan menengah 12 tahun dan peningkatan SDM.
Bupati Jember, MZA Djalal, dalam sambutannya pada saat peresmian SMPN 2 Mumbulsari, 29/10, di Ds lengkong Kec. Mumbulsari, menyampaikan dirinya selaku Bupati Jember sangat senang sekali, dengan adanya pembangunan gedung sekolah tersebut, hal ini disebabkan didalam pembangunan gedung sekolah in terdapat partisipasi aktif dari masyarakat. Disamping itu melihat kenjuan pendidikan yang sudah cukup menggembirakan ini, Bupati Djalal berharap agar masyarakat benar-benar iku memiliki atau hanggar beni, oleh karenanya, Bupati Djalal agar gedung sekolah ini dirawat dan dijaga agar tidak cepat rusak.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Drs. H. Akmad Sudiono Msi. Mengatakan Gedung SMPN 2 Mumbulsari ini dibentuk dari pilar kebijakan pemerintah, yaitu perluasan akses sarana dan prasarana, sehingga masyarakat tidaka ada alasan lagi untuk tidak menyekolahkan anaknya, ungkap Achmad.
Terkait dengan peresmian ini, lebih lanjut Achmad juga menyampaikan, ini merupakan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat, melalui anggaran sharing antara APBD-APBN serta dukungan masyarakat yang paling penting.

Lebih dari itu dengan penambahan 9 sarana dan prasarana pendidikan, yaitu 4 lembaga PAUD, diantaranya PAUD Tunas Bangsa, Ds. Karangbayat, Kec. Sumberbaru, PAUD Babusalam, Ds Darsono, Kec. Arjasa, PAUD Kasiful Ulum, Ds. Rowo Tamtu, Rambipuji, dan PAUD Miftahul Abror, Ds Sukorambi, Kec. Sukorambi. Untuk TK adalah TK Pembina jemnggawah. Adapun Unit Sekolah Baru (USB) untuk SMP dan SMK adalah SMPN 2 Mumbulsari, SMPN 3 Jenggawah, SMPN 3 Sukowono, SMKN Sumberbaru. Pembangunan ini merupakan bagian dari perluasan akses pendidikan bagi masyarakat, termasuk bantuan dana kepada masyarakat khususnya siswa melalui sekolah yang ada. (sal)


Selengkapnya..

Rabu, Oktober 21, 2009

Perdalam KTSP Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Bimtek


Jemberpost.com,
Sebanyak 45 orang yang berasal dari kalangan guru dan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Jember mengikuti diklat bimbingan teknis (bimtek) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA di Hotel Rembangan yang dilaksanakan empat hari, kegiatan diklat tersebut merupakan salah satu program Direktorat Pembinaan SMA Departemen Pendidikan Nasional di tingkat kabupaten/kota. Di Kabupaten Jember sendiri pelaksanaan diklat KTSP 2009 tersebut pelaksanaannya diserahkan kepada SMAN 1 Balung, diikuti oleh 15 SMA Negeri dan SMA swasta. KTSP itu sendiri merupakan wujud dari standart nasional pendidikan (NSP), oleh karena itu kalangan pendidik paling tidak harus memahami NSP secara baik dan benar.
Lima belas SMA yang mengikuti bimtek itu diantaranya SMAN 5, SMAN 1 Balung, SMAN 1 Arjasa, SMAN 1 Kalisat, SMAN 1 Rambipuji, SMAN 1 Jenggawah, SMAN 1 Ambulu, SMAN 1 Tanggul, SMAN Pakusari, SMAN 1 Umbulsari, SMAN 1 Mumbulsari, SMA Pancasila Ambulu, SMA Baitul Arqom, SMA Bustanul Ulum Mlokorejo Puger, dan SMA Satya Dharma Balung. Kegiatan bimtek tersebut meliputi diantaranya presentasi, diskusi interaktif, simulasi selama 21 jam (48,9%), praktik menyusun perangkat 8 jam (l8,6%). Selain itu praktik presentasi 10 jam (23.3%), pembukaan, orientasi program dan penutupan 2 jam (4.5%) serta pre tes dan postes 2 jam (4.5%).
Drs.I.Wayan Wesa Atmaja, MSi usai membuka kegiatan tersebut mengatakan, usai mengikuti diklat KTSP paling tidak para peserta dapat menerapkannya di sekolah masing-masing. Program bimtek KTSP itu sendiri oleh pemerintah pusat dimulai sejak tahun 2006 hingga 2012, karena luasnya ruang lingkup materi dan beragamnya kateristik sasaran peserta bimtek maka dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan dan terkordinasi dengan baik. Pada tahun 2009 ini bimtek KTSP SMA berlangsung di 310 lokasi pada 306 kabupaten/kota meski jadwal pelaksanaannya tidak bersamaan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman pencapaian NSP dan KTSP itu sendiri.
“Peserta KTSP ini adalah mereka yang belum pernah mengikuti bimtek KTSP, memiliki kemampuan penggunaan komputer yang terwakili dari kelompok mata pelajaran MIPA, IPS, bahasa dan umum. Sedang kreteria untuk menjadi fasilitator, paling tidak pernah menjadi tim fasilitator bimtek KTSP baik ditingkat pusat, propinsi, maupun kabupaten/kota. Selain itu juga pernah menjadi tim pengembang berbagai naskah atau program diklat bimtek KTSP yang dikembangkan oleh direktorat pendidikan SMA, serta memiliki kemauan dan kemampuan untuk mendesiminasikan hasil workshop bimtek,”terang Wayan yang juga Ketua PGRI Kabupaten Jember itu.
Sementara itu Drs. Suparno, MSi Kepala SMAN1 Balung mengatakan, pelaksanaan KTSP di sekolahnya sudah berjalan sejak 2 tahun lalu yakni tahun 2007. Bahkan untuk siswa kelas X dan kelas XI di sekolah tersebut sudah menerapkan KTSP, selain itu juga menerapkan muatan lokal (mulok) yang mengacu pada potensi daerah dengan memberikan ketrampilan pada anak didik. Meski SMAN 1 Balung bukan sekolah kejuruan, mengingat di Balung Kulon ada sentra industri manik-manik, sekolah tersebut mengajarkan pada siswanya membuat manik-manik. Dengan adanya kecakapan hidup (life skill ) tersebut bisa dijadikan bekal untuk membuka peluang usaha sendiri, bagi siswa yang nantinya tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi. (sal)


Selengkapnya..

Kamis, Oktober 15, 2009

Film karya Arek Jember Lolos Final

Jemberpost.com-. Prestasi gemilang, berhasil diraih putra Jember, Topan. Dia yang tamatan SMAN 1 Kalisat dan kini kuliah di Malang itu, berhasil meloloskan karya film dokumenternya dalam lomba Film Dokumenter yang digelar stasiun televisi swasta nasional, Metro TV. Meski belum sampai menyabet penghargaan Eagle Award, namun proposal film dokumenter yang diajukan Topan, berhasil masuk 50 besar dari ratusan peserta seluruh Indonesia yang mengikuti lomba.
Keikutsertaan Topan yang sebenarnya awam dengan dunia film dokumenter pada lomba ini, bermula dari keinginannya untuk mengangkat Jember Fashion Carnaval (JFC). Dari inisiatif itu, dia lalu membuat proposal lomba pada Metro TV yang ternyata mendapat tanggapan serius dari pihak panitia penyelenggara lomba bergengsi tersebut.
Hasilnya proposal film dokumenter berdurasi 20 menit dengan judul Menggapai Impian di Balik Catwalk Jalanan tersebut berhasil menjadi 5 nominator terbaik. Dengan keberhasilan ini, membuat pihak Metro harus turun ke Jember selama dua minggu untuk memproduksi film dokumenter tersebut
Proses pembuatannya pun diawali dari rangkaian kegiatan keseharian kru JFC. Mulai dari saat mengadakan latihan di depan kantor Dynan Fariz, kemudian ditindaklanjuti saat JFC mengadakan perhelatan akbar turun ke jalan di awal bulan Agustus lalu.
Suyanto wakil dari Dynan Fariz mengatakan, setelah tim teknisi Metro TV tersebut melalukan pengambilan gambar barulah dilakukan proses editing sebelum film tersebut ditayangkan untuk diikut sertakan dalam lomba. Bahkan bila film dokumenter JFC mampu mengalahkan finalis lainya, pintu semakin terbuka luas bagi JFC untuk melenggang ke lomba yang sama di tingkat dunia. Rencananya film bertema JFC tersebut akan ditayangkan oleh Metro TV berulang-ulang yakni tanggal 13, 14 dan 20 Oktober 2009.” Pemutaran film dokumenter JFC ini sudah dilakukan di Jakarta akhir September lalu, yang dihadiri juga oleh menteri pariwisata dan kebudayaan ”terang Suyanto.
Mengingat film dokumenter ini pengambilan gambarnya tidak bisa diulang berbeda dengan pembuatan film biasa, maka saat pelaksanaan JFC 8 lalu kru dari Metro TV harus bekerja ekstra hati-hati untuk mendapatkan gambar yang bagus. Diakui oleh Suyanto film tentang JFC tersebut boleh jadi termasuk kolosal, mulai dari jumlah pemain yang mencapai ratusan serta penonton yang mencapai ribuan. “Saya rasa tingkat kesulitannya cukup tinggi bagi kru Metro TV, nggak mungkinlah pelaksanaan JFC diulang tidak seperti pembuatan film biasa. Ini film kolosal yang pernah ada di Jember, mulai dari biaya penyelenggaran JFC, jumlah pemain dan jumlah penonton,”jelasnya.
Diakui oleh Suyanto, dirinya merasa bangga dengan adanya pembuatan film tersebut, paling tidak ini merupakan penghargaan luar biasa bagi JFC untuk mengikuti lomba film dokumenter. Untuk bisa menjadi juara tentu butuh dukungan dari masyarakat Jember pecinta JFC, karena itu Suyanto menghimbau agar masyarakat untuk mengirimkan SMS dukungannya.“Bupati Jember MZA Jalal bersama jajarannya rencananya juga akan memberi dukungan SMS untuk film dokumenter JFC ini, begitu juga dengan masyarakat Jember silahkan kirim SMS-nya dengan cara ketik EA spasi catwalk kirim ke 6876 paling lambat tanggal 20 Oktober ini, “pungkas Suyanto, menurutnya dalam waktu dekat seluruh finalis lomba film dokumenter ini bakal diundang Metro TV dalam acara Kick Andy. (sal)


Selengkapnya..

Jumat, Oktober 09, 2009

Kadispendik: Guru Jangan Mudah Terjebak Fitnah


Jemberpost.com-Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkab Jember kemarin mengadakan halal bihalal dalam rangka 1 syawal 1430 H, acara yang berlangsung cukup sederhana dan penuh keakrabantersebut dikuti para kepala sekolah SD, SMP, SMA dan SMK, pengawas, UPT dinas pendidikan, serta seluruh staf dan karyawan yang ada di dinas tersebut. Halal bihalal yang sudah menjadi kegiatan rutin tahunan di dispendik tersebut, sekaligus merupakan ajang silahturahmi untuk saling memaafkan dan mengakrabkan hubungan yang sudah terjalin di lingkungan keluarga besar dispendik. Halal bihalal yang juga dihadiri oleh puluhan wartawan baik cetak maupun elektronik yang ada di Jember tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Jember Drs. Ahmad Sudiyono,SH.MSi MPSi yang juga didaulat sebagai pembicara tunggal untuk memberikan siraman rohani pada acara tersebut.
Saat memberikan wejangan dihadapan ratusan tamu undangan halal bihalal, Ahmad Sudiono dengan ciri khas yang dimiliki yakni kocak ternyata mampu mencairkan suasana yang ada. Tentu saja apa yang disampaikan oleh petinggi nomer satu di Dinas Pemkab Jember tersebut kerap kali membuat mereka yang hadir sedikit terhibur, bahkan terkesan hubungan antara Ahmad Sudiono sebagai kepala dispendik dengan jajarannya sangat bersahabat.” Saya sengaja berdiri disini tidak hanya sebagai kepala dispendik, tapi lebih dari itu saya sebagai bapaknya para guru di Jember menganggap yang hadir disini sebagai anak. Sudah sepantasnya kalau anak mengeluh pada bapaknya, sebagai bapak tentu akan saya carikan jalan keluar setiap ada masalah yang timbul,”tukas Ahmad.
Ahmad berharap hubungan yang sudah terjalin dengan baik ini kedepan harus lebih ditingkatkan, dirinya siap melayani 24 jam kepada para guru yang ingin bertemu dengan dirinya. “Kalau ada guru yang mau berkeluh kesah silahkan temui saya dan terbuka selama 24 jam, kalau tidak bisa di kantor silahkan bapak-ibu guru datang ke rumah saya. Jangan kawatir kedatangan bapak-ibu guru ke rumah saya tidak akan saya tolak, selama saya ada waktu dan ada di rumah sebagai seorang muslim tidak ada alasan untuk mengusir setiap tamu yang datang. Kalau itu memang penting tidak perlu sungkan atau malu menemui saya, jangan sampai bapak-ibu guru menceritakan permasalahan kepada pihak lain yang akan cenderung menjadi bahan fitnahan,”jelas Ahmad.
Ditengarai oleh Ahmad Sudiyono, selama ini ada pihak yang ingin mengacaukan suasana yang sudah kondusif di lingkungkan dispendik. Bahkan dirinya tidak luput dari fitnahan tersebut, Ahmad juga tidak habis pikir fitnahan yang dialamatkan kepada jajarannya kerapkali muncul. “Gara-gara diri saya difitnah terkait Bantuan Siswa Miskin (BMS) membuat nama saya tercemar, bahkan nyaris saya masuk penjara. Belum tuntas fitnahan tersebut beredar isu saya mencari keuntungan dibalik penjualan laptop, ini tentu membuat saya dan keluarga gelisah tidak bisa beristirahat dan mengganggu tugas keseharian ,”pungkas Ahmad, yang berharap guru jangan mudah terjebak fitnah.(sal)


Selengkapnya..

Rabu, September 09, 2009

Berdalih Pelatihan Komputer, SMK Kartini Jember Tipu Siswa

Jemberpost.com-Saat ini Pemerintah Indonesia memang sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Keberadaan SMK-pun menjamur baik itu swasta ataupun negeri. Namun alangkahbaiknya para orang tua hati-hati memilihkan sekolah bagi anak-anaknya, untuk menyekolahkan anaknya di SMK, apalagi yang statusnya swasta.
Seperti yang dialami oleh sekitar 30 wali murid yang menyekolahkan anaknya ke SMK Kartini Jember yang berada di bilangan Jalan Letjen Suprapto Jember. Saat anak-anak mereka disekolahkan di SMK Kartini, mereka ditarik biaya Rp. 450 ribu saat masih duduk di kelas dua. Padahal saat itu jumlah siswa yang ditarik uang sebesar itu mencapai 150 siswa.
Penarikan uang tersebut dilakukan dengan dalih untuk pelatihan Komputer. Namun berdasarkan pengakuan para siswa tersebut, sampai mereka lulus pada tahun 2009 lalu, tidak sekalipun mendapatkan pelatihan. “Menyentuh apa yang dikatakan sebagai komputerpun tidak pernah,” ujar Saiman, koordinator wali murid berdasarkan pengakuan anaknya.
Hal itu juga ditunjang saat pembagian Ijasah, tidak ada satu lembarpun keterangan yang menyatakan siswa lulusan SMK Kartini telah diberi bekal pelatihan Komputer. “Padahal bagi para siswa tersebut, pelatihan komputer itu sangat penting untuk mendapatkan pekerjaan,” imbuhnya.
Dirinya sempat mengirimkan surat kepada pihak sekolah mempertanyakan hal itu, bahkan melampiri dengan tanda tangan pengakuan siswa yang juga merasa ditipu oleh sekolah mereka. Setelah mengirimkan surat tersebut, dirinya sempat didatangi oleh perwakilan sekolah bernama Endang dan Suyatno.
“Mereka minta agar permasalahan tersebut jangan sampai melebar ke media massa dan LSM, dan pihak sekolah siap untuk mengembalikan uang tersebut kepada para siswa,” imbuhnya. Setelah ditunggu hampir sekian lama, justru dirinya belum mendapatkan penyelesaian ataupun penjelasan apapun dari pihak SMK Kartini Jember.
Bahkan saat menghubungi via telepon, hanya mendapatkan jawaban jika wartawan dan LSM telah “ditutup” dan persoalan ini tidak bakal melebar kemana-mana. Dirinya juga mendapatkan pengakuan dari siswa SMK Kartini, pihak sekolah mengumumkan agar bila ada permasalahan diekolah tersebut untuk tidak berhubungan dengan LSM maupun Wartawan.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK Kartini, Badriah kepada wartawan, membenarkan adanya penarikan uang untuk pelatihan Komputer, namun jumlahnya tidak sebesar itu. “Sebentar saya cek dulu, besaran penarikan uang tersebut, karena saya lupa,” dalihnya.
Dirinya juga mengelak jika SMK yang dipimpinnya tidak melakukan pelatihan Komputer. Menurutnya pelatihan telah dilakukan, kalaupun tidak ada sertifikat yang dikeluarkan, disebabkan sekolah tidak mempunyai hak untuk mengeluarkan sertifikat pelatihan komputer. “Yang berhak mengeluarkan adalah lembaga kursus, kita tidak berhak,” kilahnya lagi.
Apa yang diungkapkan oleh kepala SMK Kartini itu tentunya bertentangan dengan pengakuan dari para siswa. Lebih lanjut Saiman selaku koordinator wali murid mengaku hanya menuntut pengembalian uang itu kepada siswa. “Pihak perwakilan SMK sempat menawarkan untuk dilakukan pelatihan kepada siswa-siswa tersebut, namun dirinya menolak karena tidak mungkin para siswa itu mau, apalagi mereka telah lulus sekolah,” tegasnya.
Bila permasalahn ini tidak segera dielesaikan, Saiman akan mengadu hingga ke Dinas Pendidikan Jember, bahkan bila perlu akan mengadukan hal ini ke Departemen Pendidikan Jawa Timur maupun Jakarta karena merasa ditipu oleh pihak SMK Kartini Jember. “Bahkan bila tetap tidak ada respon, kami telah menyiapkan untuk melaporkan hal ini ke Polisi karena ada unsur penipuan dari pihak SMK ke pada siswanya,” pungkas Saiman. (tim)-


Selengkapnya..

Senin, September 07, 2009

10 Keluhan Siswa Terhadap Pelayanan Pendidikan

Jemberpost.com,
Hasil survey pengaduan yang dilakukan oleh Asistensi Teknis Pemerintah Republik Federal Jerman melalui lembaga Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit (GTZ) dengan KementerianPendayagunaan Aparatur Negara menunjukkan bahwa pengaduan tertinggi siswa dan orang tua murid merasa kamar mandi untuk siswa yang kotor yaitu sebanyak 9.033 responden.
Sasaran survey kepada siswa Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jember, Jawa Timur. Hal tersebut terungkap dalam penandatangan janji dan rekomendasi perbaikan pelayanan bidang pendidikan di Jember.
Menurut Perwakilan GTZ, Hamim Wajdi, mengatakan pihaknya sudah melakukan survei pengaduan di 10 lembaga sekolah yang berstandar nasional (SSN) dan berstandar internasional (SBI) di Kabupaten Jember, untuk mengetahui keluhan siswa dan wali murid terhadap pelayanan pendidikan di sekolahnya masing-masing. “Kami menerima 10 pengaduan tertinggi yang dikeluhkan siswa dan wali murid dalam pelayanan pendidikan, “kata Hamim.
Hamim mengungkapkan, sepuluh urutannya pengaduan tertinggi itu adalah kamar mandi untuk siswa kotor, guru sering menggunakan ponsel saat mengajar, kamar mandi untuk siswa kurang, meja dan kursi siswa rusak, jumlah komputer kurang dan sering rusak, jumlah dan koleksi buku di perpustakaan kurang, metode mengajar membosankan, informasi jenis pembiayaan yang gratis dan tidak jelas, rancangan anggaran belanja sekolah (RAPBS) tidak diumumkan, dan sistem penerimaan siswa baru (PSB) belum baku dan selalu berubah.
Menurut Hamim, survey yang dilakukan dengan menyebarkan daftar pertanyaan berisi 33 jenis pengaduan kepada 18.600 responden siswa dan wali murid di 10 SSN dan SBI terkait Indeks Pengaduan Masyarakat (IPM) di bidang pendidikan. “Sebanyak 15.429 responden di antaranya mengisi dan mengembalikan daftar pertanyaan tersebut, “ujarnya.
Untuk itu, bersama Lembaga Administrasi Negara RI akan dilakukan kembali survei peninjauan terhadap 10 lembaga sekolah tersebut setelah enam bulan ke depan. Hal itu untuk memastikan adanya tindak lanjut dari pengaduan tersebut. “Kami sudah memberikan rekomendasi kepada 10 lembaga sekolah itu sesuai jumlah pengaduan paling tinggi di sekolah-sekolah, agar mereka memperbaiki pelayanan pendidikan kedepan, “katanya.
Sementara itu Bupati Jember MZA Djalal minta kepada para sekolah yang menjadi sasaran survey untuk menindaklanjuti komitmen ini dengan berbagai cara, bahkan Djalal mencontohkan sebaiknya setiap sekolah memasang komitmen itu berupa tulisan dan baliho, agar setiap hari baik siswa maupun guru dapat melihat dengan jelas dan selalu ingat akan komitmennya untuk segera memperbaikinya. “Ihktiar ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat/publik, “jelasnya.
Lebih jauh Bupati Djalal menjelaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan dari adanya proses belajar mengajar saja, melainkan ada faktor lain yaitu lingkungan yang juga sangat menpengaruhinya. “Terbukti dari hasil survey faktor lingkungan menempati rangking teratas berupa kamar mandi untuk siswa yang kotor sebanyak 9.033, “ujarnya.
Adanya survey yang dilakukan oleh lembaga Gesellschaft fur Technische Zusammenarbeit (GTZ) dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Drs. Ahmad Sudiyono yang mengatakan kegiatan ini merupakan langkah maju untuk melakukan perbaikan dibidang pendidikan. “Namun demikian pihaknya juga akan melakukan pemantauan dan monitoring terhadap 10 sekolah yang menjadi sasaran survey, agar komitmen yang telah disepakati bersama dapat diwujudkan secara bersama-sama, “pintanya.
Ahmad Sudiyono juga berharap agar nantinya komitmen perbaikan pelayanan bidang pendidikan ini juga dilaksanakan kepada semua sekolah yang ada di Kabupaten Jember. “Saya minta semua sekolah dapat meniru dan melaksanakan komitmen ini berjalan dengan baik, “pungkasnya. (sal)


Selengkapnya..

Kamis, Agustus 13, 2009

Suparno: Pembinaan Pemuda Sesuai Kondisi Riil

Jemberpost.com,
Boedi Oetomo adalah gerakan pertama yang bersifat nasional didirikan oleh pemuda dan mahasiswa, disaat itu nasionalisme generasi muda mulai ada sejak jaman kolonial Belanda. Seiring dengan itu pada tahun 1928 pemuda bangkit kembali melihat ada gerakan ke daerah yang sangat luar biasa dan ini perlu untuk di himpun menjadi satu gerakan nasional muncul yang namanya Sumpah Pemuda, ditambah lagi pada tahun 1945 – 1947 tidak bisa lepas dari peran generasi muda juga dalam ikur berjuang melawan penjajah semuanya untuk mengangkat senjata
.Hal ini sampaikan oleh Kepala Kantor Pemuda dan Olah Raga, Drs. Suparno, MM. Ketika di temui di ruang kerjanya. Lebih lanjut kata Suparno, saat akan dilakukan pembacaan proklamasi generasi muda ngotot segera di bacakan, hal ini bertolak belakang dengan generasi tua pada waktu itu. Soekarno – Hatta menghendaki menunggu dulu untuk tidak membacakan teks tersebut, sehingga terjadi perdebatan antara generasi muda dan tua yqang dikenal dengan peristiwa Rengasdeklok
Perbedaan pendapat antara generasi muda dan generasi pendahulunya dalam rangka untuk segera memproklamirkan 17 Agustus 1945, nasionalisme itu bangkit kembali pada tahun 1965 dimana generasi muda termasuk mahasiswa, dan pelajar turun ke jalan bersama dengan TNI masyarakat semuanya dalam rangka ingin membubarkan PKI.
Seiring dengan itu munculah tritura atau tiga tuntutan rakyat, tuntutan waktu itu bubarkan PKI bubarkan kabinet dan dan turunkan harga.ini adalah semangat generasi muda patut kita contoh dan kita bangkitkan kembali.Hal ini bertolak belakang dengan kondisi sekarang, reformasi dan globalisasi berdampak pada generasi pemuda kita dengan mulai lunturnya rasa nasionalisme, hal ini tentu butuh penanganan secara serius. Selain itu sebagai orangtua perlu memberi bekal pada anak kita dalam menghadapi globalisasi paling tidak yang bersifat positif, sehingga orang tua punya andil untuk mensukseskan tujuan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk itu ke depan Kantor pemuda dan Olah raga akan mencoba metode pembinaan generasi muda sesuai kondisi riel sekarang, termasuk saat ini yang perlu ditangani adalah kepribadian anak, minimmya kesempatan kerja, serta memberikan ketrampilan pada generasi muda. Perlu diketahui banyaknya pengangguran utamanya dari para lulusan perguruan tinggi menjadi bahan pertimbangan tersendiri untuk memberi ketrampilan dalam rangka untuk menuntaskan para pengangguran.
Oleh karena itu Kata, Soeparno, kedepan pihaknya mengajak para orangtua, para pelaku pendidikan, dan mereka yang berkompeten ikut memikirkan nasib para pemuda dengan semakin majunya teknologi. Generasi muda perlu dibekali budi pekerti melalui bangku sekolah, dan pendidikan agama sebagai pelengkap, disamping mata pelajaran lainnya seperti PPKN ini perlu di masukan untuk menanamkan budi pekerti pada generasi muda saat ini.
Dengan demikian tertanam nasionalisme kepada generasi muda, Soeparno berharap generasi muda ikut merenungi arti kemerdekaan, dengan demikian di hati mereka terbangun semangat nasionalisme dan patriotisme bahwa kemerdekaaan adalah jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga .(sal)


Selengkapnya..

Minggu, Agustus 09, 2009

72 Pemuda Siap Jadi Paskibra HUT RI ke 64



Jemberpost.com.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI sebagai momentum yang sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, dalam rangka menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan anak bangsa.Karena itu, dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64 tahun ini, Kantor Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Jember, berusaha melakukan persiapan sejak dini. Diantara yang sudah dilakukan adalah, menyiapkan petugas yang akan mengibarkan bendera Merah Putih pada saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64 dilangsungkan.
Ada 72 orang yang akan diberi tugas untuk mengibarkan bendera kebangsaan itu. Mereka yang terdiri atas anak-anak muda itu,. diharapkan tidak hanya akan bertindak sebagai petugas pengibar bendera Merah Putih, namun juga diharapkan akan tumbuh semangat kebangsaan di dalam dada mereka.
“Ini untuk membangkitkan kembali semangat generasi muda, betapa besarnya peran generasi muda dalam pembangunan negara kita. Seperti lahirnya Boedi Oetomo yang memotori adalah generasi muda, termasuk Sumpah Pemuda yang memotori juga pemuda. Lahirnya orde baru juga yang memotori pemuda, baik itu mahasiswa, pelajar, maupun pemuda umum,” ujar Drs Suparno, MM, Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Jember.
Persiapan pasukan pengibar bendera Merah Putih yang ditugaskan pada pelaksanaan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64 di Jember ini, kata Suparno, dilakukannya melalui proses seleksi. Seleksi yang diikuti 361 siswa SLTA seluruh Kabupaten Jember, dilaksanakan lewat dua tahap untuk melihat posisi kaki, tinggi badan dan bentuk kaki.
Hasilnya, 72 orang siswa ditetapkan menjadi petugas pengibar bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64, tanggal 17 Agustus 2009 mendatang. “Kami juga lakukan pendidikan dan pelatihan di gedung Pramuka dalam rangka untuk memberikan materi pembekalan mental, materi tentang kebangsaan, menggugah mereka tentang nasionalisme, menyiapkan tentang mental sebelum 72 orang ini melakukan persiapan latihan,”tandasnya.
Usai dilaksanakan seleksi, ke 72 siswa yang terpilih sebagai petugas pengibar bendera itu, dilatih oleh TNI bersama Pol PP. Latihan yang berlangsung di Secaba ini kata Suparno, sudah berjalan sejak tanggal 3 hingga 10 Agustus, kita tempatkan di Secaba. “Latihan berikutnya dilaksanakan tanggal 11 s/d 14 di alun alun, karena pelaksanaan Paskibra HUT RI yang ke 64 itu di alun-alun lebih banyak menggenal di sana. Kami sportif membantu dan mengawasi,”jelasnya.
Pemilihan petugas pengibar bendera lanjut Suparno, sengaja dipilih dari kalangan muda, karena aturannya memang begitu. Mereka yang bertugas sebagai pengibar bendera merah putih harus pemuda, yang diantaranya siswa sekolah.
“Kita tahu bahwa peran pemuda sangat besar, karena layak dan pantas kalau pelaku pelaksana pengibar adalah generasi muda untuk menanamkan rasa nasionalisme mereka. Apalagi rasa nasionalisme sudah mulai berkurang bahkan sudah luntur,”ungkapnya.(sal)

Selengkapnya..

Rabu, Agustus 05, 2009

Disnaker Gelar Pelatihan Tekhnisi HP


Jemberpost.com- Pelatihan Tenaga kerja siap pakai kembali di gelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Setelah Outomotif kini pelatihan yang ditunggu-tunggu masyarakat pecinta handphone akhirnya digelar yaitu pelatihan Teknisi HP.Diikuti 15 peserta, Disnaker menggelar pelatihan di MAN 1 Jember selama 20 hari.
Dalam Penutupan pelatihandi aula Duisnaker, Kepala Dinas Tenaga Kerja HM Thamrin menjelaskan bahwa Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memberikan skill/ketrampilan pada masyarakat dan diharapkan dapat merubah pemikiran 15 peserta dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Setiap kegiatan akan berkesinambungan dari dasar menengah hingga terampil. Sementara itu para peserta menyambut gembira kegiatan tersebut dan berharap kegiatan pelatihan lanjutan dapat segera digelar. Selain itu Peserta juga berinisiatif menjalin komunikasi lebih erat dengan membentuk Komunitas Pecinta HP Jember.
Sementara itu Thamrin pada jemberpost.com menjelaskan bahwa focus kegiatan Disnaker selama ini adalah memberikan Pelatihan dan ketrampilan Teknis.
“Harapan saya, para peserta ini dapat menjadi embrio dan menularkan ilmunya pada masyarakat umum sehingga pemikiran masyarakat dengan mencari kerja dapat berubah menjadi pencipta lapangan kerja. Kedepan saya juga berharap ada sinergitas antara Dinas terkait seperti, Pendidikan, Perdagangan dan koperasi. Sehingga SDM di Jember begitu lulus sekolah akan siap pakai.(sal)


Selengkapnya..

Selasa, Agustus 04, 2009

Siswa Jember Dari Thailand Diawasi Ketat

Jemberpost.com - Dinas Kesehatan menilai, keberangkatan sedikitnya 80 orang siswa ke Thailand untuk studi banding, tak perlu dibatalkan karena isu flu babi. Namun, diperlukan adanya pengawasan ketat sepulang para siswa ini dari Negeri gajah Putih"Kalau dulu di sini masih steril (tidak ada flu babi di Indonesia), itu harus kita jaga betul. Tapi karena di sini sudah kebobolan, ya percuma. Tidak usah sudah," kata Kepala Dinas Kesehatan Jember dr. Olong Fajri Maulana.

Namun, para siswa ini tetap akan dipantau. Jika ada yang mengalami gejala demam seperti flu, maka Dinkes akan bertindak. "Masa inkubasinya 1-7 hari, 10 hari sudah save (aman)," kata Olong.

Para siswa yang berangkat ke Thailand adalah siswa sekolah menengah pertama dan atas yang berhasil meraih prestasi bagus, saat ujian nasional tempo hari. Ini bukan tahun pertama Dinas Pendidikan Jember memberikan kado bagi para siswa berprestasi.
Sementara itu, terkait wabah flu babi yang mulai merebak di pesantren, Dinkes sudah memerintahkahn puskesmas meningkatkan kewaspadaan. "Mobilitas santri lebih tinggi dibanding siswa sekolah biasa," kata Olong. Selain itu, para santri tak hanya berasal dari Jember, tapi juga dari luar kota. Setiap puskesmas sudah dibekali lima kotak tami flu.[bj]


Selengkapnya..

Sabtu, Agustus 01, 2009

Ratusan Siswa SDN Mrawan Negatif Flu Babi

Jemberpost.com – Setelah membuat tegang dan risau keluarga dan masyarakat ,Ratusan siswa SDN Mrawan Kecamatan Mayang yang mulai beberapa hari terakhir ini tidak masuk sekolah karena sakit demam tinggi dan sesak nafas, ternyatatidak terserang flu babi, seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Wali murid dan masyarakat sekitar boleh bernafas lega, pasalnya penyakit yang dikhawatirkan menyerang lebih dari 120 siswa mulai kelas I hingga kelas VI tersebut hanya ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) biasa bukan flu babi.

Menurut Humas Dinas Kesehatan Jember, Yumarlis SH, siswa yang sedang demam tinggi dan sesak nafas serta mual-mual tersebut terserang ISPA.

"Minimnya kesadaran kebersihan lingkungan menjadi penyebab utama terjangkitnya penyakit infeksi saluran pernafasan akut," terangnya, usai meninjau lokasi di SDN Mrawan, Sabtu (1/8/2009).

Yumarlis menambahkan, seluruh masyarakat sebaiiknya tetap menjadi kebersihan lingkungan dan makanan, agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Hasil pemantauan Dinas Kesehatan, kebersihan lingkungan SDN Mrawan 2, masih kurang.

"Apalagi jajanan di sekitar sekolah kurang hygienis. Sehingga, virus penyebab infeksi tumbuh subur, dan menyerang anak-anak," imbuhnya.

Selain itu peran orang tua dan lingkungan juga penting untuk menjaga lingkungan dan menjaga kebersihan rumah. Pasalnya selama berkeliling ke sejumlah rumah, pegawai dari dinas kesehatan menemukan beberapa kamar anak yang berdekatan dengan kandang sapi. "Pola hidup seperti itu sudah seharusnya dirubah," tuturnya.

Selain itu lokasi MCK juga harus diatur jangan disungai atau didekat rumah tanpa saluran yang jelas. Apalagi di musim kemarau seperti ini, sungai banyak yang tercemar, sementara sumber air berkurang. [sal/bj)


Selengkapnya..

Pemerintah Ajak Guru di Indonesia Tahun 2014 Harus S-l

Jemberpost.com-Kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat bahwa tahun 2014 mendatang tenaga pendidik di Indonesia harus sudah S-1, hal itu terungkap saat Dirjen Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik Kependidikan (PMTPK) Departemen Pendidikan Nasional menghadiri seminar internasional pendidikan dalam rangka bulan berkunjung ke Jember (BBJ). Bertempat di hall RM. Sari Utama Jl.Hayam Wuruk Jember. Seminar yang diprakasai oleh Dinas Pendidikan Pemkab Jember dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengangkat topik profesinalisme guru, ratusan peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan UPT dinas pendidikan yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember diundang dalam acara tersebut.
Menanggapi keinginan pemerintah terkait perningkatan sumber daya manusia (SDM) guru di Indonesia tahun 2014 sudah S-1, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Drs.H.Ahmad Sudiyono, SH.MSi.MPsi menyambut baik dan mendukung semua upaya yang diambil oleh pemerintah pusat demi peningkatan kwalitas pendidikan nasional. “Saya mendukung apa yang dikemukan oleh wakil dari pemerintah pusat yang datang dalam seminar pendidikan ini, sudah saatnya pendidikan di Indonesia mutunya lebih ditingkatkan untuk mengejar ketinggalan dengan negara lain salah satunya guru harus lebih profesional saat menjalankan fungsinya sebagai tenaga pendidik disaat jam belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung,”kata Ahmad .
Apabila dalam tahun tersebut masih ada guru yang belum melaksananakan anjuran pemerintah maka yang bersangkutan tidak berhak menerima tunjangan profesi, mengingat batasan waktu guru harus S-1 masih cukup lama oleh karenanya para guru yang belum melanjutkan ke bangku kuliah hendaknya segera menindak lanjuti himbauan pemerintah tersebut.Di Jember sendiri menurut Ahmad masih ada guru yang berlatar belakang pendidikan D-II, namun hal itu tiap tahunnya bisa diatasi oleh Pemkab Jember untuk mengkuliahkan guru tersebut lewat jalur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBD) .“Ada juga yang kuliah atas biaya sendiri mengingat keterbatasan anggaran APBD, dengan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi paling tidak guru di Jember telah memenuhi syarat dan layak untuk mengajar,” kata Ahmad.
Ahmad menambahkan, apa yang diinginkan oleh pemerintah agar semua guru nantinya S-1 sangat dilematis, mengingat banyak guru di Jember yang mendekati purna tugas masih belum S-1. ” Kebijakan pemerintah dengan memberikan tunjangan profesi ini kepada para guru untuk menaikan harkat dan martabat guru paling tidak harus diimbangi oleh kwalitas pribadi guru yang bersangkutan. Kepada guru yang masih muda dan tamatan D-II jangan takut dengan seruan itu, ini tantangan bagi para guru untuk memperbaiki diri. Kedepan pendidikan butuh guru yang profesional dan berwawasan luas, salah satunya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi. Saya senang apa yang jadi rencana pemerintah, dan saya berharap di Kabupaten Jember sendiri 2014 juga tidak dijumpai lagi guru yang hanya tamat D-II”tandasnya. (sal)

Selengkapnya..

Jumat, Juni 26, 2009

NILAI UASBN JEMBER TEMBUS NILAI ABSOLUT

Jemberpost.com
Dalam upaya mendukung program pemkab. jember untuk memberikan pelayanan pendidikan, merupakan salah satu program prioritas. Keberhasilan sebuah ujian apapun bentuknya, tidak di tentukan oleh satu faktor sajanamun juga harus memenuhi factor-faktor lain, yang biasa dalam istilah dunai pendidikan ada factor tri sukses, yaitu sukses persiapan, sukses pelaksanaan, hal tersebut hendaknya perlu dukungan dari 3 element yang ada, yaitu guru, siswa, serta orang tua murid. Kalau ketiga ini bersama-sama memberikan kontribusinya untuk peningkatan mutu pelayanan pada anak anak, maka kemajuan yang kita harapkan kedepan akan terbukti dan bisa kita rasakan.
Demikian disampaikan oleh Kabid TK/SD Dispendik Jember, Drs.H Jumari Msi. Ketika di temui di ruang kerjanya, bahwa ujian adalah bukan satu satunya jawaban daris ebuah tingkat kualitas siswa, namun demikian kita terus berupaya bagaimana supaya peningkatan mutu pendidikan khususnya di kabupaten jember bisa berhasil adalah, yang salah satu indikatornya adalah ujian (UAS/UASBN) oleh karena itu, ketika tahun kemarin UASBN dilaksanakan nilai kurang memenuhi standart dan kurang tinggi, dalam setahun kedepan, pihak Dispendik melalui UPTD-UPTD Pendidikan berupaya terus memacu bagaimana tingkatan mutu guru, melalui pelatihan pemberdayaan gugus, yang pada akhirnya untuk UASBN tahun ini adalah peningkatan yang signifikan telah kita nampakan, kata Jumari
Meskipun bicara masalah UAS masih jauh yang kita harapkan, lanjut Jumari, tetapi menggingat jumlah peserta di kabupaten jember yang cukup besar lebih dari 38.921 sangat wajar kiranya kalau masih ada beberapa sekolah untuk beberapa siswa yang perlu kita pertajam lagi, dengan harapan hasil kedepan bisa digunakan sebagai pembanding. Tahun 2008 untuk nilai rata rata hanya 5,70, Tahun 2009 sudah mencapai nilai rata rata se kabupaten jember 6,15 yang artinya kalau di rujuk nilai jumlah itu adalah 19,03 dari jumlah 0,3. Jumlah tersebuta dibagi 3 mata pelajaran bisa mencapai nilai lebih dari 6, dan ini sudah cukup baik. Nilai 6 tersebut memang kecil, lanjut Jumari, akan tetapi, kita sebagai orang tua jangan melihat besar kecilnya nilai tersebut, melainkan keberhasilan anak kita dalam UAS.
Ada 222 anak yang nilai matematikanya sangat memuaskan artinya absolut atau mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran Matematika, begitu juga untuk mata pelajaran IPA .hanya kalau mata pelajaran Bahasa Indonesia memang masih belum ada yang bisa dapat nilai absolud, ungkap Jumari. Lebih lanjut juga dijelaskan oleh Jumari, bahwa beberapa lembaga sekolah di kabupaten jember yang tembus di tingkat propinsi dengan nilai rata rata lebih 26, sekarang ini ada yang mencapai ± 28,06, berarti rata rata 9,4, mislanya SDN Bangsalsari I. dan, ini sangat membanggakan, tandas Jumari.
Nilai tertinggi untuk perorangan ada 5 anak yaitu : Muhammad kholid Abdullah dari SD Alfurqan dengan nilai 29,20, Wulan Rahmadani SD Jember lor I dengan nilai 29,15,Nurfaijah Titisari suliha dari SD Alfurqan dengan nilai 29,10, Muhammad Miftahul Ulum dari SDN Ambulu 4 dengan nilai 29,00, Settiyani Deby Suharto dari SD Maria fatimah dengan nilai 29,00. Dengan nilai rata rata sebesar 28,00 ini menunjukan bahwa hampir sebagian besar siswa sekolah di Kab Jember dipastikan hamper mendapat nilai dengan rentang 27 sampai 29, pungkas Jumari. ( sal)

Selengkapnya..

Senin, Juni 22, 2009

Siswa SMPN 1 Raih Nilai Terbaik se-Jember

Jemberpost.com - Hasil nilai UNAS tahun ini naga-naganya mampu mengangkat citra SMPN 1 Jember. Pasalnya, sekolah yang tidak mempunyai predikat SSN atau SBI ini, justru mampu mengantarkan salah satu siswanya, Nahdatul Huda meraih nilai tertinggi.

Nahdatul mampu meraih rata-rata nilai 39,50 mengalahkan siswa-siswa di SMPN 2 yang berstandar Nasional (SSN) dan SMPN 3 yang berstandar Internasional (SBI). "Kami patut bangga dengan nilai siswa kami, meski kita tidak berpredikat standar nasional atau internasional, tetapi prestasi kami luar biasa," ujar Kepala sekolah SMPN 1 Jember, Sunaryono.

Pihaknya menegaskan dengan prestasi yang diraih siswanya maka pihak sekolah menyatakan mampu melanjutkan prestasi tersebut untuk mencapai sekolah rintisan internasional. "Kita mampu meraih itu, dan kalau itu tercapai maka kita siap menunjukkan prestasi yang luar biasa, apalagi dengan dana yang disuplai dari pusat," imbuhnya.

Sementara itu, SMPN 3 sebagai sekolah SBI masih mempunyai prestasi seperti tahun sebelumnya dan menduduki peringkat di nomor tiga sekabupaten Jember. Ketiga SMP negeri ini merupakan sekolah yang siswanya lulus seratsu persen. [bj]


Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna