Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 17, 2009

JFC Pantik Perhatian Designer Dunia


Jemberpost.com
Gelar Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang pada tahun dibidik designer, mereka berminat untuk menyaksikan pagelaran BBJ, khususnya Jember Fashion Carnival (JFC). “JFC cukup mendapat respon dari designer. Mereka bahkan berniat akan datang ke sini (Jember), untuk menyaksikan pagelaran JFC,” terang Agus Sutrisno, Pejabat dari Bank Tabungan Negara (BTN), Jember.
Keinginan designer untuk menyaksikan pagelaran JFC pada BBJ tahun 2009 ini, sudah barang tentu cukup melegakan masyarakat Jember. Betapa tidak. Karena kehadiran mereka ke kota Jember dalam rangka menikmati BBJ ini, juga akan diikuti designer-designer lain dari beberapa negara.
“Kehadiran mereka ke Jember nantinya, mungkin masih sebagai penonton. Tapi untuk tahun depan, rencananya mereka akan ambil bagian dalam parade JFC di BBJ,” tandasnya.
Kepastian akan hadirnya designer dunia untuk hadir pada pagelaran BBJ itu, menurut Agus, setelah Maria Ima, pemilik Kapal Laut Galery, Sanur, Bali, membeberkan niatnya untuk datang ke Jember. Maria sendiri, kata Agus, adalah seorang designer, yang link nya cukup luas, meliputi Perancis, Singapura, Belanda dan beberapa negara lain.
“Rencananya, Maria akan menggkoordinir teman-temannya sesama designer untuk hadir ke Jember, dalam rangka menyaksikan JFC. Karena itu di sini perlu kesiapan tempat istirahatnya (hotel),”katanya.
Menurut Agus, ketertarikan Maria untuk mengajak teman-temannya sesama designer datang ke Jember, karena dari dua kali gebyar BBJ yang dilaksanakan, penampilan yang disajikan JFC cukup memukau. Informasi soal BBJ dan JFC ini, menurut Agus, kian menguatkan designer untuk datang ke Jember, setelah pada pagelaran ke tiga BBJ, pihak Humas semakin meningkatkan publikasinya hingga menyapu seluruh pelosok tanah air.
Informasi soal BBJ ini bahkan mencapai negara lain lewat pengiriman Tabloid Jember Terbina ke 50 kantor kedutaan dan perwakilan negara asing. Selain juga publikasi lewat majalah Garuda yang diterbitkan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia Airways.
“Designer itu mendapatkan informasi dari publikasi yang dilakukan Humas. Baik internet, maupun lewat penayangan di layar televisi, media cetak dan penyebaran pamflet serta baliho di beberapa daerah, termasuk ibukota,” katanya
Dari niatan Mari ini, Agus mengaku, semakin antusias untuk turut mensosialisasikan BBJ ke seluruh teman-temannya, baik yang ada di dalam negeri, maupun mancanegara. “Teman-teman saya di luar negeri juga banyak yang saya baru tahu soal BBJ dan JFC yang menjadi mascotnya,”jelasnya.(sal)


Selengkapnya..

Selasa, Juni 09, 2009

Manohara Divisum, Dokter Temukan Luka Sayatan

Jemberpost.com-Jakarta – Akhirnya setelah ditunggu-tunggu Model cantik Manohara Odelia Pinot (17), melakukan visum. Dari hasil visum luar, ditemukan banyak luka sayatan di tubuhnya."Yang kita temukan memang ada bekas luka-luka di tubuhnya. Hasil visum dilihat dari luka adalah luka sayatan," ujar ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Mun'im kepada wartawan di kantor pengacara Hotman Paris, Gedung Summitmas I, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2009) malam.

Sementara itu, Hotman Paris, pengacara Manohara mengatakan visum luar dilakukan oleh dr Mun'im sendiri pada pukul 18.00 WIB. Proses visum sendiri dilakukan di sebuah hotel yang enggan disebutkan oleh Hotman.

Lebih lanjut, Mun'im mengatakan, bekas luka sayatan yang terdapat di tubuh Manohara bentuknya tidak searah. Dan sayatan itu, tambah Mun'im, ditemukan di sekujur tubuh Manohara diantaranya bagian dada, punggung dan paha.

"Di punggung masih terlihat luka berbentuk titik, bisa disebabkan suntikan," lanjut Mun'im.

Dari hasil visum tersebut pula, ada riwayat bahwa Manohara pernah diberi obat. Untuk membuktikannya, Mun'im pun mengambil sampel darah dan urine Manohara.

"Kita sudah ambil sampel darah dan urine," urai Mun'im.

Adapun benda yang digunakan untuk menganiaya Manohara, Mun'im tidak menjelaskan. "Yang jelas pakai benda tajam," tutupnya.(sal/dtk)


Selengkapnya..

Minggu, Maret 01, 2009

Negara Arab Penanggung Jawab Krisis Palestina

Jemberpost.com
Isyu konflik Palestina dan Israel tetap menjadi hal menarik dalam berbagai kegiatan baik itu demonstrasi, seminar, dan sebagainya. Tadi pagi ratusan mahasiswa dan masyarakat menghadiri seminar solidaritas konflik Palestina Israel di Aula A.Zenuri Universitas Muhammadiyah Jember. Acara yang dibuka Rektor tersebut berlangsung gayeng. Diantara pembicaranya adalah Dr.Mukhsin Labib, Imam Munawir, dan Irman Abdurahman.
Menurut DR.Mukhsin Labib Sebagai bangsa yang besar dan berdaulat kita punya kewajiban terhadap Palestina yang nun jauh disana “Namun yang semestinya bertanggung jawab adalah Negara- Negara Arab. Palestina semestinya sudah tidak mempunyai persoalan lagi. Tapi karena konspirasi Negara Arab dengan Doktrin Amerika maka 60 tahun lalu sampai sekarang konflik tersebut tidak selesai”. Papar pemateri yang juga Caleg DPR RI dari PAN tersebut.
Labib menjelaskan bahwa Agresi terhadap Gaza adalah hasil konspirasi yang dirancang bukan di Tel afif tapi di Riyadh, Amman dan Cairo. Dari konspirasi tersebut juga membelah Palestina menjadi dua faksi yang bertikai antara penganut perundingan yaitu fatah dan anti perundingan karena seringkali ditipu yaitu Hamas.
Keberanian Hamas dalam menyuarakan dan memperjuangkan Palestina mendapat dukungan penuh masyarakat yang akhirnya memenangkan Pemilu tapi Hamas dengan kemenangannya karena tak sesuai dengan keinginan Amerika maka “Polisi Dunia” dengan segala cara berusaha untuk meruntuhkan Hamas.
“Salah satu Negara yang konsen membantu Palestina adalah Iran, Hal inilah yang menimbulkan harapan baru bagi rakyat palestina. Iran bahkan mengalokasikan APBN nya untuk Negara Palestina”.Ujar pemateri yang juga pakar filsafat ini.(sal)


Selengkapnya..

Jumat, Februari 27, 2009

PROYEK AIR BERSIH HIBAH DARI JEPANG DIRESMIKAN

Jember Derap,
Bantuan hibah dari pemerintah Jepang untuk proyek pembangunan pengadaan sarana prasarana air bersih, diresmikan oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Kemuning Lor. Dalam peresmian proyek tersebut Konjen Jepang Mr. Yasuji Odoko didampingi Wakil Bupati Jember Kusen Andalas.
Proyek pembangunan pengadaan sarana air bersih di Desa Kemuning Lor dan Desa Suco Pangepok, masing-masing di Kecamatan Arjasa dan Jelbuk, pembangunannya dikerjakan dengan pola pembangunan pemberdayaan masyarakat yang diorganisir oleh Pusat Studi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PS-PSDM) dengan menggunakan Dana Bantuan Hibah dari Pemerintah Jepang untuk keamanan manusia di tingkat grassroots atau yang lebih dikenal dengan Grass-roots Grant Assistance Scheme.
Konjen Jepang Mr. Yasuji Odoko di Kemuning Lor menjelaskan terlaksananya pembanguan pengadaan air bersih tersebut atas adanya hubungan kerjasama yang baik antara perintah Jepang dan Indonesia serta terlaksananya koordinasi yang baik antara pengelola proyek PS-PSDM di Jember. “Kami mengharapkan adanya kerjasama antara masyarakat sekitar dan pemerintah daerah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah kita bangun ini agar dapat bermanfaat dengan baik, ”pesannya.
Lebih jauh dikatakan bahwa proyek ini memakan biaya sebesar US$ 84,039 dan telah diselesaikan dalam waktu satu tahun dari tanggal ditandatanganinya proyek bantuan hibah ini pada 27 Pebruari 2008. “Kerjasama antara Konsulat Jenderal Jepang dengan PS-PSDM telah terjalin dengan baik dan telah dilaksanakan dengan sukses sebanyak tujuh kali dari tahun 2000 sampai sekarang dan proyek ini difokuskan kepada pengadaan air bersih diberbagai wilayah di Indonesia, “ujarnya.
Sementara itu Ketua PS-PSDM, Nur Akhmad Yani juga berharap dengan telah dibangunnya sarana prasarana air bersih ini, masyarakat sekitar yang berjumlah 1500 orang bisa mendapatkan air bersih yang memadai, sehingga mengurangi beban ekonomi masyarakat. “Sehingga kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat Desa Kemuning Lor dan Desa Suco Pangepok dapat ditingkatkan, “harapnya.
Pembangunan proyek ini tidak langsung serta merta dibangun, melainkan terlebih dahulu masyarakat diajak untuk melakukan survey secara bersama-sama, sehingga nantinya masyarakat punya rasa memiliki dan tanggung jawab untuk mengelola proyek ini dengan baik. “Sebelum bangunan fisik dibangun, masyarakat diajak terlebih dahulu untuk berpola hidup yang sesuai dengan standart kesehatan, “jelasnya.
Dari data yang terhimpun, maka proyek pembangunan sarana prasarana air bersih ini sudah rampung seluruhnya yaitu di Desa Kemuning Lor meliputi pembuatan Bak Sumber (1 bh), Bak Saring (1 bh), Bak Tandon (10 bh), Kran Umum (43 bh) dan Kantor Hipam sebanyak 1 unit. Sementara di Desa Suco Pangepok Kecamatan Jelbuk meliputi pembuatan Bak Sumber (2 bh), Bak Saring (2 bh), Bak Tandon (8 bh), Kran Umum (54 bh) dan MCK sebanyak 2 unit.
Sedangkan sasaran pelayanan untuk Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa akan melayani jumlah penduduk sebanyak 1015 jiwa (276 KK) meliputi dusun Darungan, Kopang Kebun dan Dusun Krajan, sementara di Desa Suco Pangepok Kecamatan Jelbuk akan melayani penduduk sebanyak 600 jiwa (180 KK) dengan cakupan wilayah dusun Tenap.
Peresmian tersebut ditandai dengan pembukaan kran air oleh Konjen dan dilanjutkan dengan pemaparan oleh tim pendamping dan organisir dari PS-PSDM. Dan sebelum memasuki tempat berlangsungnya acara di Desa Kemuning Lor, rombongan Konjen Jepang dan Wakil Bupati Jember disambut dengan tarian tradisional oleh penari yang berasal dari Kecamatan Arjasa yang membuat suasana penyambutan tersebut lebih semarak. (sal)


Selengkapnya..

Sabtu, Januari 24, 2009

Bongkar Kejahatan Perang Israel


Jemberpost.com, Jakarta – Pasukan Israel sudah mundur dari Jalur Gaza. Bukan berarti persoalan selesai. Kejahatan perang Israel terhadap rakyat Palestina harus dibongkar. Kubu Israel tetap berkilah soal roket Hamas ke wilayah mereka. Lagu lama! Kejahatan perang? Setidaknya begitulah keyakinan Rashidi Khalidi, inteligensia Palestina dan profesor studi Arab dan Timur Tengah di Columbia University, New York. Dia menyatakan bahwa penyerangan dan pembunuhan warga sipil di Palestina, baik oleh Israel maupun Hamas, secara potensial merupakan kejahatan perang.
Di masa lalu, Hamas sempat bentrok dengan anggota Al-Fatah Palestina dan mengusir mereka. Namun, warga sipil Palestina sempat pula jadi sasaran. Karena itu, pernyataan Khalidi bisalah dimengerti.
Hanya saja, mengenai serangan Israel ke Gaza, jelas menjadi kejahatan perang. Dalam hal ini, investigasi independen seharusnya dibentuk untuk menetapkan apakah Israel telah melaksanakan kejahatan perang di Gaza seusai dilancarkannya serangan militer belakangan.
Prof Richard Falk, mahaguru emeritus hukum internasional di Princeton University, AS, dan pakar independen hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menjelaskan, terdapat bukti Israel melanggar prinsip dasar kemanusiaan dan undang-undang perang. Mereka menggencarkan operasi militer berskala besar terhadap penduduk yang tak berdaya.
“Perlu diadakan investigasi secara independen mengingat terjadi pelanggaran besar terhadap Konvensi Jenewa dalam serangan Israel ke Gaza, yang seharusnya diperlakukan sebagai kejahatan perang,” kata Falk.
Falk menjelaskan, memang benar bahwa serangan roket yang diluncukan oleh Hamas ke Israel selatan juga merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional. “Namun Israel telah melakukan kejahatan perang di Gaza,” katanya.
Menghadapi tudingan ini, utusan Israel untuk PBB, Aharon Leshno, menerangkan pendapat Falk sebagai pandangan yang bias. Leshno menyebut pandangan bias itu telah mendiskualifikasi Falk sebagai seorang pakar yang seharusnya bersikap netral. Israel selama ini menekankan operasi militernya ditujukan untuk menghentikan serangan roket Hamas.
Operasi militer Israel di Gaza berakhir Minggu (18/1) dengan dicapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Sekitar 1.300 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka berat akibat serangan militer Israel. Sementara di pihak Israel, hanya 13 warga yang tewas.
Sampai saat ini, Pemerintah AS dan Uni Eropa serta Israel masih menganggap Hamas sebagai kelompok teroris yang bertekad untuk menghancurkan Israel. Karena itu, Hamas diboikot dan tidak diajak bicara. Negara-negara Barat lebih memilih berbicara dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang moderat.
AS dan Uni Eropa menegaskan tidak akan berbicara atau bahkan berunding dengan Hamas kecuali dengan beberapa syarat. Apa saja? Hamas mengakui Israel, menghentikan perlawanan bersenjata, dan menerima kesepakatan perdamaian yang ditandatangani Otoritas Palestina. Namun, tuntutan itu ditolak Hamas.
Negara-negara di Barat menyatakan bersedia berunding dengan Hamas jika Hamas menerima ‘solusi dua negara’ untuk mengakhiri konflik Palestina dan Israel. Hal ini juga masih ditolak Hamas.
Pemimpin Hamas, Khaled Meshaal di Suriah, telah mendesak negara-negara di Barat untuk mulai ‘mengajak bicara’ kelompok ini, membuka pemblokiran, sekaligus membuka perbatasan dan penyeberangan yang menghubungkan Gaza dengan dunia luar. Hamas memenangi pemilihan parlemen pada tahun 2006 dan ‘mengusir’ lawannya, Fatah, keluar Gaza dengan paksa di tahun 2007.
Meshaal juga protes kepada para pemimpin negara-negara Arab yang tidak mendukung Hamas ketika perang. Meshaal juga menuding Abbas meninggalkan perlawanan terhadap Israel. Untuk itu, Meshaal mengajak warga Palestina di Tepi Barat bergabung dengan Hamas di Gaza melawan pendudukan Israel.
Rashid Khalidi menegaskan, perundingan perdamaian Israel-Palestina mesti mencakup Hamas dan Fatah agar bisa tercapai kesepakatan. Namun, Hamas dan Fatah harus bersatu dulu untuk menghadapi Israel. Selama ini, Hamas dan Fatah saling berkelahi sehingga Israel makin digdaya di kawasan pendudukan. [inilah]


Selengkapnya..

Minggu, Januari 18, 2009

Pertemuan Doha, Dunia Arab Bekukan Hubungan Dengan Israel


Qatar dan Mauritania menyatakan membekukan hubungan ekonomi dan politik dengan Israel sebagai protes atas agresi Israel ke Jalur Gaza. Kedua negara itu mengambil keputusan tersebut sebagai respon atas hasil pertemuan para pemimpin Arab dan Muslim di Doha, ibukota Qatar hari Jumat kemarin.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 13 negara dari 22 negara anggota Liga Arab. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, perwakilan dari Turki dan perwakilan dari faksi-faksi pejuang di Palestina antara lain perwakilan dari Hamas Khaleed Misyaal, perwakilan dari jihad Islam dan perwakilan dari Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP).
Pertemuan itu menghasilkan dua poin penting yaitu seruan agar negara-negara Arab membekukan semua bentuk hubungan dan kerjasama dengan Israel serta membatalkan inisiatif perdamaian yang ditawarkan negara-negara Arab pada Israel.
Tahuan 2002, saat pertemuan tingkat tinggi negara-negara Arab di Beirut, negara-negara Arab menawarkan inisiatif perdamaian dengan Israel, dengan syarat Israel harus mundur dari seluruh tanah Arab dan memberikan solusi yang adil bagi para pengungsi Palestina. Namun Israel menolak inisiatif tersebut.
Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa inisiatif perdamaian dengan Israel sudah "mati." Secara khusus al-Assad mengatakan bahwa Suriah juga tidak akan melanjutkan lagi negosiasi damai dengan Israel.
Sementara Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani mengatakan, ia akan meminta Israel untuk menutup kantor perwakilan dagang dan menarik semua semua staffnya yang ada Doha, sampai situasi dianggap sudah membaik. Sedangkan Mauritania menyatakan sudah membekukan hubungan politik dan ekonominya dengan Israel, setelah Israel memanggil dutabesar Mauritania pekan kemarin. Israel memanggil dutabesar Mauritania terkait aksi-aksi protes anti-Israel di negeri itu.
Pertemuan Doha hari Jumat kemarin juga mendesak agar Israel menarik pasukan militernya dari Jalur Gaza, membuka semua perbatasan, mencabut blokade atas Gaza dan meminta Israel membayar kompensasi atas kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza. Seluruh negara yang hadir dalam pertemuan Doha, sepakat membentuk apa yang disebut "jembatan laut" untuk jalur pengiriman bantuan ke Jalur Gaza.
Qatar juga menyerukan penggalangan dana untuk membangun kembali Jalur Gaza. Negara Qatar memberikan sumbangan sebesar 250 juta dollar untuk program pembangunan itu.
Belum diketahui apa sikap Arab Saudi atas hasil pertemuan tersebut. Termasuk Mesir dan Yordania, dua negara Arab yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Seperti diketahui, Mesir dan Arab menolak hadir dalam pertemuan Doha.
Disayangkan memang sikap negara-negara Arab yang terpecah dalam merespon agresi brutal di Jalur Gaza. Negara-negara Arab dalam masalah Palestina kini terbagi menjadi dua kubu. Selain kubu yang hadir dalam pertemuan Doha, kubu lainnya yang disebut kubu moderat dimotori Mesir, Arab Saudi, Yordania dan sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab. Kubu ini tidak suka dengan hubungan baik Hamas dengan Iran karena menganggap Iran memanfaatkan negara-negara Arab untuk memperluas pengaruhnya di kawasan.
Sementara itu, Mesir masih terus memediasi negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Setelah sebelumnya menerima perwakilan Hamas, hari Jumat kemarin Mesir menerima wakil dari Israel, Amos Gilad. Gilad pada pejabat Mesir mengatakan bahwa Israel menginginkan gencatan senjata terbuka dan tidak terikat. Israel juga tetap mengajukan syarat agar tembakan roket dari Gaza dihentikan dan dibentuk tim internasional untuk mencegah penyelundupan senjata ke Gaza yang diklaim Israel berasal dari Mesir.
Israel meminta gencatan senjata terbuka engan alasan, Israel berhak menggunakan kekuatan militer jika merasa terancam. Untuk itu, kabinet Israel akan membuat keputusan tentang usulan gencatan senjata sepihak itu.


Selengkapnya..

Rahbar: Tiba Saatnya Masyarakat Dunia Akui Hak Bangsa Palestina


Pemimpin Besar Revolusi Islam atau Rahbar, Ayatullah Al-Uzma Sayyid Ali Khamenei kemarin dalam pesannya kepada Perdana Menteri Palestina pilihan rakyat, Ismail Haniyah mengatakan, iman dan perjuangan bangsa Palestina dalam menghadapi aksi paling brutal dalam sejarah telah menyingkap kebejatan AS sebagai pelindung utama Rezim Zionis Israel dan penghianatan serta kelompok munafikin di tubuh umat Islam. Rahbar mengingatkan, kesabaran bangsa Palestina selama 20 hari menghadapi kebrutalan Israel telah mengibarkan keagungan terhadap umat Islam di dunia.
Dalam pesannya yang ditujukan kepada Haniyah, Rahbar menyebutkan, saat ini bukan hanya umat Islam yang mengakui kebenaran kalian, bahkan mayoritas bangsa Eropa dan AS juga menyatakan hal serupa. Saat inipun kalian telah menang dan dengan kesabaran kalian dalam berjuang telah membuat musuh kian hina. Beliau melanjutkan, peristiwa tragis dan berdarah yang menimpa bangsa Palestina khususnya anak-anak membuat hati kita semua sangat perih. Hal ini membuat kita, umat Islam di dunia senantiasa dalam kondisi duka.
Kepada para pengkhianat dari dunia Arab, Rahbar mengingatkan bahwa bangsa di dunia senantiasa bersama rakyat dan pejuang Palestina dan pemerintah yang tidak bersedia mendukung perjuangan Palestina akan semakin jauh dengan rakyatnya. Negara seperti ini nasibnya sudah sangat jelas. Rahbar berkata, "Kami mengucapkan salam kepada kalian pejuang dan rakyat Palestina dan semoga Allah swt memberikan kalian kesabaran dan kemenangan".


Selengkapnya..

Selasa, Januari 13, 2009

Jember Masih Jadi Pemasok Utama Kakao di Pasar Dunia


Jemberpost.com,
Selain terkenal akan tembakaunya, Kab. Jember juga diperhitungkan oleh kancah dunia akan produksi kakaonya. Betapa tidak, dengan ekspor kakao ke manca negara, Jember rupanya telah berhasil mendatangkan devisa bagiNegara dan peningkatan PAD.Seperti yang dituturkan oleh DR. Surip Mawardi dari Kantor Penelitian Kopi dan Kakao Kab. Jember, selama ini kebutuhan kakao Amerika di pasok oleh Indonesia, selain di ekspor juga ke Malaysia.
Ia mengatakan saingan utama produksi kakao Indonesia adalah negara Malaysia, Brazil dan Afrika Barat. Namun, saat ini produksi kakao Kab. Jember cenderung menurun. “Produksi kakao dari PTP saat ini tidak banyak, hanya sekitar 5.000 ton saja, sedang yang lainnya dari kakao perkebunan rakyat, sehingga total produksinya adalah sekitar 600 ribu ton”, cetusnya.
Karena produksi kakao dari negara asing menurun, kata DR. Surip Mawardi, hal ini merupakan angin segar bagi Indonesia untuk memasok kakao sebanyak mungkin ke pasar dunia. “Namun demikian, permintaan pasar dalam negeri semakin meningkat seiring dengan makin banyak pabrik kakao di Indonesia”, tegasnya. (sal/dn)


Selengkapnya..

Minggu, Desember 28, 2008

Israel Bantai Gaza, Dunia Diam


Jemberpost.com, Kairo – Untuk kesekian kalinya dunia diam tak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya melontarkan kecaman, kutukan dan imbauan untuk saling bergandeng tangan menghadapi kekejaman Zionis Israel. Apa sebenarnya yang dapat mereka perbuat?
Mengapa jika Umat Islam yang dibantai dunia semuanya diam ?
Yang jelas tak cukup hanya dengan kecaman atau kutukan, tapi dunia islam harus benar-benar bersatu untuk memberikan tekanan politik dan ekonomi, bila tak mampu melalui jalur militer.
Coba lihat reaksi dari dunia Arab ketika pasukan udara Israel membombardir sejumlah fasilitas pertahanan Hamas di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 200 orang, Sabtu (27/12). Mereka hanya bereaksi dengan melontarkan protes dan seruan aksi balasan atas kebengisan Israel. Tapi apakah sikap itu mewakili seluruh dunia Islam? Sepertinya tidak seperti itu, mereka yang bereaksi keras hanyalah negara-negara yang selama ini berseberangan sikap dengan Barat.
Meskipun Liga Arab menyerukan pertemuan para menlu negara-negara Arab pada Rabu mendatang (31/12) untuk fokus menanggapi serangan udara Israel, kata ketua Liga Arab Amr Moussa. Namun, banyak orang menerka hasil pertemuan itu hanyalah akan menghasilkan keputusan atau kebijakan basa-basi tanpa tindakan yang nyata untuk memukul negeri Yahudi itu.
Begitu juga dengan sikap Mesir, yang ditunjukkan oleh Menlu Ahmed Aboul Gheit. Ia hanya menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban warga Palestina dalam serangan Israel itu. Ungkapan belasungkawa Mesir itu dinilai sejumlah kalangan hanya sebagai menutupi rasa malu dan bersalah, karena merekalah yang menjembatani hingga tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang habis masa berlakunya Jumat pekan lalu.
Kairo juga berjanji untuk membuka perbatasan Mesir dengan Gaza di Rafah untuk memberikan kesempatan warga Palestina yang menjadi korban keganasan Israel itu berobat ke Mesir.
"Sekarang saatnya semua bergandengan tangan dengan rakyat Palestina dan menghentikan aksi militer membabi buta ini," seru Gheit.
Dari situ tampak Mesir mencoba menutupi kesalahannya menutup perbatasan dengan Gaza, sehingga menyebabkan 1,5 juta rakyat Palestina di wilayah yang dikuasai Hamas itu bagai sansak hidup dan rentan terhadap serangan Israel. Itulah sebabnya, setelah serangan terjadi, dunia Arab mengecam peran Mesir bersama Israel yang memblokade Jalur Gaza menyusul naiknya Hamas sebagai penguasa wilayah itu pada Juni 2007.
Di Lebanon, sekitar 4.000 pengunjukrasa turun ke jalan menuju kamp pengungsian di kawasan selatan negara itu untuk menyampaikan kecaman atas serangan itu secara umum dan khusus terhadap peran Mesir yang ikut memblokade Gaza.
"Hosni Mubarak, Anda adalah agen Amerika, Anda pengkhianat!" teriak pengunjukrasa. Mereka juga mendesak kelompok Hizbullah untuk segera menyerang Israel.
Sementara PM Lebanon Fuad Saniora menggambarkan serangan Israel itu sebagai tindakan kriminal. Begitu juga dengan kelompok Hizbullah yang menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang dan pembantaian dan mereka juga mengritik Arab yang tak mampu berbuat apa-apa atas kebiadaban Zionis itu.
Nah, tampak sekali kegamangan di antara bangsa Arab sendiri dalam merespons tindakan Israel. Tak ada target yang jelas yang akan dibahas dalam pertemuan para menlu Arab itu, kecuali hanyalah pernyataan sikap tanpa disertai tindakan nyata. Padahal, negara-negara di kawasan Teluk itu memiliki kekuatan maha besar untuk menekan Israel dan kroninya, Amerika Serikat, yaitu minyak.
Dengan kondisi ekonomi Barat yang mulai kelimpungan, seharusnya dapat dimanfaatkan bagi Arab untuk ’memainkan’ harga sebagai negosiasi atas penyelesaian konflik Israel-Palestina. Bukan malah mengikuti irama permainan Amerika dan Israel, dengan terus menekan Palestina demi mewujudkan ambisi menguasai emas hitam di kawasan panas itu.
Jika Arab sepakat untuk menghentikan atau memangkas dengan drastis pasokan minyak ke pasar dunia, tak dapat dibayangkan kesulitan yang akan dihadapi negara-negara maju di Barat, meski imbasnya juga akan memukul ekonomi global. Tapi setidaknya kerugian terbesar akan dialami AS dan konco-konconya.
Arab juga harus segera menyatukan sikap dan melakukan pendekatan dengan tim Presiden terpilih AS Barack Obama, karena sekitar dua pekan lagi pemerintahan George W Bush akan berakhir. Dan yang paling penting adalah sikap Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang tidak hanya mengikuti permainan AS dan Israel demi memberikan keuntungan kepada kelompoknya, Fatah, tanpa melibatkan Hamas dalam menentukan nasib bangsa dan negara Palestina.
Tanpa sikap yang merangkul seluruh rakyat Palestina dan tanpa persatuan yang hakiki di kalangan negara-negara Arab dalam menghadapi Israel, jangan harap negara Yahudi itu jeri untuk menyerang Hamas atau kelompok-kelompok lainnya di negeri tetangganya itu. [tra/inilah]


Selengkapnya..

Senin, Desember 22, 2008

Kutuk Amerika Dan Israel, Demo Kumail Lempari Wajah Bush

Jemberpost.com - Presiden Amerika Serikat George W. Bush memang pas jadi sasaran lempar. Laki-laki, perempuan dan anak-anak menjadikannya sasaran 'lempar jumroh' di depan gedung DPRD JemberTapi berbeda dengan di Irak, kali ini yang dilempari adalah foto George W. Bush. Sepatu dan sandal jepit melayang ke arah foto yang dipegangi seorang aktivis Komite Umat Islam Anti Amerika-Israel (Kumail).

Kumail menganggap Bush ikut bertanggungjawab atas kekejaman Israel yang memblokade jalur Gaza. "Kami mengutuk blokade rezim Zionis di jalur Gaza," teriak Sudarsono, koordinator aksi Kumail.

Kumail memandang blokade tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan. Akibat blokade ribuan anak-anak kelaparan. "Kami memperingatkan negara Arab dan kaum Muslimin untuk mengakhiri sikap bungkam selama ini," kata Sudarsono.
Kumail menyerukan kepada semua elemen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Tidak ada kata mundur.

Aksi unjuk rasa berakhir. Di bawah rintik hujan, para demonstran pulang, dan menyisakan dua pasang sandal dan sepatu. [wir/BJ]


Selengkapnya..

Jumat, Desember 12, 2008

Selamat Jalan Ali Alatas….


Pimred Jemberpost.com Salim Umar,SE ketika bertemu dengan Ali Alatas Dalam sebuah Konferensi Internasional.

Jemberpost.com-Menteri Luar Negeri Ali Alatas yang juga ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) meninggal dunia di RS Mount Elizabeth, Singapura, Kamis (11/12/2008) pukul 07.30 waktu setempat. Diplomat senior ini meninggal karena sakit yang diidapnya. Hari ini Presiden Yudhoyono memimpin pemakaman Diplomat senior Indonesia
ALI Alatas merupakan salah satu diplomat andal yang dimiliki Indonesia. Kelahiran Jakarta, 4 November 1932 ini, telah menuaikan baktinya pada Negeri ini
Selama dua dasawarsa lebih, Alex memperlihatkan kelas tersendiri sebagai diplomat. Sebagai bukti keandalannya, Alex juga pernah dinominasikan menjadi Sekjen PBB oleh sejumlah negara Asia pada 1996. Selain itu, Alex juga diakui oleh dunia internasional, hal itu terbukti dengan diangkatnya Alex menjadi Utusan Khusus (Special Envoy) Sekjen PBB untuk Reformasi PBB pada 2005.
Menurut ensiklopedia tokoh Indonesia, kisah hidup Alatas adalah diplomasi. Padahal, pada masa kecil ia bercita-cita menjadi pengacara meski ia juga sempat mencicipi dunia jurnalistik sebagai korektor Harian Niewsgierf (1952-1953) dan redaktur kantor berita Aneta (1953-1954).
Ia mengawali tugas diplomatnya sesaat setelah ia menikah sebagai Sekretaris Kedua di Kedutaan Besar RI di Bangkok (1956-1960). Sebelumnya ia nyanggong di Direktorat Ekonomi Antarnegara, Departemen Luar Negeri RI (1954-1956).
Selepas bertugas di Kedubes RI Bangkok, ia kemudian menjabat Direktur Penerangan dan Hubungan Kebudayaan Departemen Luar Negeri (1965-1966). Lalu ditugaskan menjabat Konselor Kedutaan Besar RI di Washington (1966-1970). Kembali lagi ke Tanah Air, menjabat Direktur Penerangan Kebudayaan (1970-1972), Sekretaris Direktorat Jenderal Politik Departemen Luar Negeri (1972-1975), dan Staf Ali dan Kepala Sekretaris Pribadi Menteri Luar Negeri (1975-1976).
Ia dipercaya mejalankan misi diplomat sebagai Wakil Tetap RI di PBB, Jenewa (1976-1978). Kembali lagi ke Tanah Air, menjabat Sekretaris Wakil Presiden (1978-1982). Lalu, kemampuan diplomasinya diuji lagi dengan mengemban tugas sebagai Wakil Tetap Indonesia di PBB, New York (1983-1987). Selepas itu, ia pun dipercaya menjabat Menteri Luar Negeri (1987-1999) dalam empat kabinet masa pemeritahan Soeharto dan Habibie.
Saat menjabat Wakil Tetap Indonesia di PBB, ia harus menghadapi berbagai kritikan mengenai masalah Timor Timur. Ia dengan cekatan bisa melayaninya dengan diplomatis. Apalagi, saat pecah insiden Santa Cruz yang menewaskan puluhan orang pada 12 November 1991, ia cekatan untuk meredam kemarahan dunia. "Diplomasi itu seperti bermain kartu. Jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan jatuhkan kartu itu satu per satu," katanya.
Pada zaman Megawati Soerkarnoputri, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1956 ini ditunjuk menjadi penasihat untuk urusan luar negeri. Sebagai penasihat presiden, Alex, demikian ia akrab disapa, antara lain telah menjalankan misi diplomat ke berbagai negara, termasuk membicarakan perdamaian Aceh dengan Hasan Tiro di Swedia.
Pada 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Alex sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.
Dalam mengisi waktu senggan, Alex mewujudkan impiannya menjadi pengacara, sebagai salah satu penasihat hukum di Biro Pengacara Makarim & Taira’s. Ia menikmati hidup dengan keluarga di rumah kediamannya di Kemang Timur, Jakarta Selatan. Ali Alatas memperistri Junisa dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Soraya Alatas, Nadita Alatas, dan Fauzia Alatas.


Selengkapnya..

Minggu, Agustus 31, 2008

Poltek Kerjasama Pendidikan Dengan Thailand

Jemberpost.com
Politeknik Negeri Jember akhirnya merealisasikan joint / double degree dengan perguruan tinggi terkemuka di Thailand. MOU langsung diteken oleh Dirut Poltek Ir Asmudji dengan Prof Wallop Pronthong Dekan Faculty of Agriculture Universitas Teknologi Thanyaburi ThailandDengan ditekennya MOU ini maka Poltek dan lulusannya diakui Internasional.
MOU ini merupakan lompatan besar dunia pendidikan di Jember bahkan di Imdonesia, sebab para mahasiswa selain menempuh pendidikan di Poltek Jember, mereka juga harus berkuliah di Thailand. “ Mereka nanti akan kuliah di dua perguruan tinggi” Ujar Asmuji. Dan setelah lulus mereka akan mendapat dua ijazah. Mahasiswa selain tetap mendapat ijazah Poltek juga mendapat dua sertifikat bertaraf internasional.
“ Pengakuan dunia internasional inilah yang menjadi nilai tambah. Artinya lulusan dijamin akan diterima di dunia kerja internasional”Pungkasnya.
Saat ini Poltek juga menjajaki kerjasama dengan negara lain dengan harapan seluruh jurusan di Poltek dapat menjalin joint/ double degree dan pada akhirnya seluruh lulusan Poltek mendapat sertifikasi internasional.(sal)

Selengkapnya..

Kamis, Agustus 07, 2008

Kongres AS Surati SBY Soal Papua

Jemberpost.com,
New York - 40 Anggota Kongres AS melayangkan surat kepada Presiden SBY. Isinya meminta SBY memastikan pembebasan segera dan tanpa syarat 2 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Filep Karma dan Yusak Pakage. Surat itu dialamatkan kepada SBY dengan penulisan alamat "Dr. H Susilo Bambang Yudhoyono, President of the Republic of Indonesia, Istana Merdeka, Jakarta 10110, Indonesia".Surat antara lain berbunyi, "Kami, para anggota Kongres AS,yang bertanda tangan di bawah ini, dengan hormat meminta Bapak memberikan perhatian terhadap kasus Filep Karma dan Yusak Pakage, yang pada Mei 2005 dijatuhi hukuman karena keterlibatan mereka dalam kegiatan damai yang dilindungi hukum, yaitu bebas mengeluarkan pendapat, di Abepura, Papua, pada 1 Desember 2004."
"Kami mendesak Bapak mengambil langkah untuk memastikan pembebasan segera dan tanpa syarat bagi Bpk. Karma dan Bpk. Pakage," demikian bunyi kalimat di bagian bawah surat.
Dubes RI untuk AS Sudjadnan Parnohadingrat membenarkan adanya surat dari sejumlah anggota Kongres AS yang langsung ditujukan kepada SBY.
"Memang benar. Surat itu tertanggal 29 Juli 2008 dan dikirimkan melalui kita. Sudah kita kirimkan ke Jakarta," kata Sudjadnan melalui telepon, Kamis (7/8).
Ia melihat bobot kepentingan yang terkandung dalam surat tidak ringan. "Yang mengirimkan sudah tingkat Kongres AS. Dan yang memberikan tanda tangan pun cukup banyak, 40 anggota Kongres," ujarnya.
Menurutnya, pertanyaan dan kritik seputar penahanan Filep Karma dan Yusak Pakage juga cukup banyak dilontarkan oleh berbagai pihak di AS.
"Tapi selalu kita katakan bahwa keduanya ditahan karena ada unsur pidana. Proses hukumnya juga sudah tuntas dijalankan, mulai dari tingkat pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga keputusan dari MA," kata Sudjadnan.
Ditekankan dia, pemerintah Indonesia tidak mungkin campur tangan dalam masalah pembebasan Filep dan Yusak dari tahanan. Sebab itu kewenangan yudikatif. Untuk itu pihak KBRI Washington DC dalam waktu dekat akan mengirim surat balasan.
Filep Karma dan Yusak Pakage pada Mei 2005 dijatuhi hukuman 15 dan 10 tahun penjara dalam kasus makar pengibaran bendera Bintang Kejora di Lapangan Trikora, Abepura, pada 1 Desember 2004.[inilah.com/L3]

Selengkapnya..

Minggu, Juli 20, 2008

Pertukaran Tawanan, Kekalahan Israel, Kemenangan Baru Bagi Hizbullah


Jemberpost.com
Pertukaran tawanan antara Israel dan Hizbullah yang berlangsung Rabu kemarin merupakan kemenangan besar bagi Hizbullah setelah perang 34 hari melawan Israel pada tahun 2006 lalu. Hizbullah dan para pendukungnya mengungkapkan kegembiraan dan sukacitanya menyambut para tawanan yang telah dibebaskan IsraelBerbeda dengan situasi di Israel yang menyambut tawanannya dengan dukacita dan susana berkabung.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah melakukan penyambutan langsung kelima tawanan Libanon yang dibebaskan Israel, dalam acara penyambutan di selatan kota Beirut. Puluhan ribu pendukung Hizbullah datang dengan membawa bendera Hizbullah yang berwarna kuning dan hijau, merayakan "kemenangan" mereka.

Dalam pidatonya, Hassan Nasrallah mengatakan, "Orang-orang ini, bangsa ini dan negara ini, telah memberikan gambaran yang jelas pada dunia... kita tidak bisa dikalahkan."

"Inilah caranya untuk meraih kemenangan, inilah caranya untuk membebaskan para tawanan, " tukas Nasrallah yang memberi nama pertukaran tawanan itu dengan nama "Operasi Radwan" sebagai penghormatan terhadap Imad Moughniyah yang juga dikenal sebagai "Haji Radwan." Moughniyah adalah salah seorang komandan Hizbullah yang dibunuh di Suriah pada bulan Februari lalu. Israel dicurigai berada di balik pembunuhan itu.

Pada kesempatan itu ia juga menyerukan negara-negara Arab dan dunia Islam, bahwa masih ada 11.000 warga Palestina yang berada di penjara-penjara Israel dan ini adalah tanggung jawab dunia Aran untuk membebaskan mereka.

Samir Kuntar, salah seorang tawanan yang bebas juga memberikan pidatonya. Ia mengungkapkan rasa syukur pada Allah Yang Maha Besar atas apa yang telah terjadi hari itu, atas kemenangan yang mereka raih.

"Saya berjanji pada kalian semua dan pada saudara-saudara saya di Palestina, bahwa saya dan rekan-rekan saya dalam perjuangan Islam akan kembali, " kata Kuntar.

Kuntar dan empat tawanan lain yang dibebaskan Israel, diserahkan ke Komite Palang Merah Internasional di perbatasan Naqoura, Libanon Selatan hari Rabu kemarin. Mereka kemudian dibawa ke Beirut dengan menggunakan helikopter militer dan diterima oleh presiden, perdana menteri dan sejumlah pejabat Libanon.

"Kepulangan Anda ada kemenangan baru dan masa depan Anda akan bersinar hanya jika kita bisa mempertahankan kedaulatan negara ini dan kemerdekaan rakyatnya, " kata Michael Suleiman, presiden Libanon di bandara.


Situasi di Israel
Situasi berberda terjadi di Israel. Kesedihan menggantung di wajah para pejabat Israel dan keluarga, saat mereka menerima dua peti mati berisi jenazah Ehud Goldwasser dan Eldad Regev, dua prajurit Israel yang tertangkap pejuang Hizbullah diperbatasan, yang kemudian memicu perang 34 hari antara Israel-Hizbullah.

"Berat buat saya melihat peti mati diturunkan. Saya meminta mereka untuk mematikan televisi, " kata ayah Regev yang menyaksikan pertukaran tawanan itu lewat televisi.

"Saya selalu berharap Eldan dan Udi kembali ke rumah dalam kondisi hidup sehingga kami bisa memeluk mereka, " sambungnya.

Sejumlah pengamat mengatakan pertukaran tawanan dengan Hizbullah adalah peristiwa yang paling sulit dan paling membuat Israel menderita.

"Hari ini, di Israel, kita melihat harga yang harus kita bayar di negeri ini untuk mempertahankan perbatasan-perbatasan, " kata Miri Eisin, mantan penasehat PM Israel Ehud Olmert.

Sementara jurnalis dan pengamat Timur Tengah Robert Fisk mengatakan, pertukaran tawanan ini merupakan final dari perang tahun 2006. "Israel sudah jelas kalah perang, mereka tidak mendapatkan para tawanan mereka kembali, bahkan sampai sekarang dan mereka mendapatkan prajurit mereka dikembalikan dengan kondisi sudah tewas, " ujar Fisk.

Ia melanjutkan, "Maka, seribu warga sipil Libanon dan lebih dari 160 orang Israel-kebanyakan prajurit Israel-semuanya tewas untuk sesuatu yang sia-sia. Pertukaran tawanan hari ini menjadi bukti."

Selain membebaskan lima tawanan asal Libanon, dalam pertukaran kemarin, Israel juga menyerahkan sekitar 200 peti mati berisi jenazah warga Libanon dan Palestina yang tewas di tangan rezim Zionis. (/eramuslim)


Selengkapnya..

Kamis, Juli 17, 2008

Pertanian Kuno Ditemukan di Yaman

Jemberpost.com,
Beijing - Ahli arkeologi yang bekerja di dataran tinggi di Yaman selatan telah menemukan bukti baru mengenai peralihan peternakan ke pertanian irigasi sekitar 5.200 tahun lalu.
Michael Harrower dari University of Toronto dan tim The Roots of Agriculture in Southern Arabia (RASA) melakukan eksplorasi di Wadi Sana.
Mereka mendokumentasikan 174 jaringan irigasi kuno, mengambil contoh topografi dan hidrologi, dan mewawancarai peternak kambing dan unta saat ini serta petani irigasi.
"Pertanian di Yaman tampaknya relatif terbelakang dibandingkan dengan daerah lain di Timur Tengah, tempat pertanian pertama kali berkembang mendekati akhir zaman es terakhir, sekitar 12.000 tahun lalu," kata penulis Michael Harrower dari Fakultas Antropologi di University of Toronto.
"Jelas bahwa petani terdahulu di Yaman menghadapi tantangan, kondisi sosial dan lingkungan hidup yang unik," katanya.
Temuan itu memperlihatkan pertanian di Yaman selatan memerlukan teknologi peralihan yang disesuaikan dengan musim beternak (musim panas) dari tanah lapang bergelombang bersama dengan pemahaman baru mengenai lahan sosial dan hak atas sumber air --yang langka.
Para peneliti itu menggunakan pemetaan Geographic Information Systems (GIS) komputer guna memastikan bahwa peternak kuno mengembangkan pengetahuan keahlian hidrologi dan menjadikan tempat penampungan air kecil serta lahan untuk irigasi.
Beberapa kajian mengenai hak atas air dan lahan kontemporer, termasuk prinsip yang termaktub di dalam hukum Islam menunjukkan asal mereka berada pada awal penanganan air sebagai prinsip hak kewajaran akan air suku yang diwarnai dengan perubahan ideologi dan budaya.
Temuan itu dan temuan lain di bagian selatan Jazirah Arab belum lama ini telah membantu pencatatan keragaman peralihan dari peternakan ke pertanian.[*/L2]



Selengkapnya..

Rabu, Juli 16, 2008

Anwar Ibrahim Ditangkap


jemberpost.com, Kuala Lumpur – Anwar Ibrahim mantan Deputi Perdana Menteri akhirnya kembali ditangkap oleh pasukan khusus kepolisian Malaysia. Penahanan Anwar Ibrahim oleh kepolisian Malaysia terkesan menjadi bagian dari pembunuhan karakter atas tokoh oposisi itu. Tujuannya, tak lain, pembungkaman sekaligus penyingkiran Anwar dari gelanggang politik Malaysia.Konspirasi elit politik Malaysia ditengarai berada di balik penahanan tersebut.
Para pengamat politik di Kuala Lumpur melihat, pemerintah sudah kehilangan akal dan kehabisan cara untuk menyingkirkan pesaing berat elit politik yang kini berkuasa. Sehingga tuduhan sodomi merupakan alternatif paling mudah untuk menahan dan menghempaskannya dari kancah politik Malaysia.
“Kami sudah menduga Anwar akan ditahan dalam dua tiga hari ini. Tujuannya jelas untuk memojokkannya,” kata Ketua Pengarang Suara Keadilan, Zulkifly Anuar Ul Haq.
Sementara intelektual Malaysia Dr Chandra Muzafar mencela penahanan tokoh opisisi yang kini berusia 60-an tahun itu. "Ia sudah berusia 60 tahun dan memiliki seorang cucu. Saya harap mereka menghentikan tuduhan itu," ujar Chandra.
Bagi Anwar sendiri, penyingkiran itu memang tinggal soal waktu saja. Ia bahkan pernah mengungkapkan kemungkinan diracun oleh Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, karena dia menjadi ancaman bagi kekuasaan Badawi. Selain itu, kini Anwar juga harus menghadapi persaingan sengit lain, yaitu Deputi PM Najib Razak yang disebut-sebut sebagai pengganti utama PM Badawi.
Terhadap perlakuan yang kejam atas dirinya, Anwar sebelumnya juga telah meminta dukungan Perdana Mendteri Australia Kevin Rudd dan pemerintah Amerika Serikat. Namun sejauh ini harapan itu masih belum terpenuhi.
Anwar Ibrahim ditahan sekitar satu jam sebelum batas akhir baginya untuk hadir ke kantor polisi pukul 14.00 waktu setempat, Rabu (16/7). Sebelumnya, Anwar mangkir memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa seputar dugaan kasus sodomi terhadap pembantu laki-lakinya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan (23).
Polisi tidak mengalami kesulitan saat menangkap mantan deputi perdana menteri era Mahathir Mohamad itu. Puluhan polisi, beberapa dari mereka menggunakan balaclava (penutup kepala) mengelilingi jalan menuju rumah Anwar, sebelum menghentikan mobil Anwar.
Pengacara Anwar, Sankara Nair, sebagaimana dilaporkan Associated Press, menyatakan kliennya digiring ke mobil dan dibawa ke markas polisi. Tidak ada satu pun dari rekan-rekan dan ajudan Anwar yang diperbolehkan berada satu mobil dengannya.
Terhadap tuduhan sodomi itu, Anwar tegas-tegas membantahnya. Anwar bahkan menilai tuduhan itu tak lebih dari sekadar bentuk konspirasi politik untuk menyingkirkannya. Demi melindungi diri dari ancaman, ia sempat bersembunyi di Kedubes Turki di Kuala Lumpur.
Karena tak tahan atas tuduhan sodomi itu, Anwar kemudian bahkan menantang penuduh sodomi dengan melaporkannya ke pengadilan syariat Islam.
Sebaliknya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan, 23, penuduh sodomi yang berlindung di kantor polisi, akan menghadapi tuntutan pencemaran nama baik dan pemfitnahan di Pengadilan Syariat Islam. Saiful dinilai menuduh Anwar tanpa bukti-bukti kuat. Itu merupakan pelanggaran syariat (hukum) Islam.
"Sebagai orang yang melaksanakan ajaran Islam, saya memutuskan untuk membuat laporan ke pengadilan syariat Islam di Malaysia. Laporan tentang penghinaan dan pelecehan membunuh karakter pribadi dan merendahkan martabat saya, juga keluarga saya," kata Anwar.
Sepekan terakhir Anwar membangkang perintah untuk hadir dalam pemeriksaan polisi. Tuduhan serupa pernah dialaminya pada 1998. Atas proses hukum yang tak seimbang, tuduhan itu kemudian membuatnya terpaksa menerima vonis untuk mendekam di balik jeruji besi.
Sodomi, meskipun dilakukan suka sama suka, di Malaysia merupakan tindakan yang dilarang. Pelanggaran ini dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga 20 tahun.
Anwar dapat ditahan hingga 14 hari. Setelah itu dia harus menghadapi tuntutan di pengadilan. Dengan tuduhan sodomi, seorang tertuduh tidak bisa mengajukan uang jaminan untuk pembebasan. [slm/P1]


Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna