
jemberpost.com, Kuala Lumpur – Anwar Ibrahim mantan Deputi Perdana Menteri akhirnya kembali ditangkap oleh pasukan khusus kepolisian Malaysia. Penahanan Anwar Ibrahim oleh kepolisian Malaysia terkesan menjadi bagian dari pembunuhan karakter atas tokoh oposisi itu. Tujuannya, tak lain, pembungkaman sekaligus penyingkiran Anwar dari gelanggang politik Malaysia.Konspirasi elit politik Malaysia ditengarai berada di balik penahanan tersebut.
Para pengamat politik di Kuala Lumpur melihat, pemerintah sudah kehilangan akal dan kehabisan cara untuk menyingkirkan pesaing berat elit politik yang kini berkuasa. Sehingga tuduhan sodomi merupakan alternatif paling mudah untuk menahan dan menghempaskannya dari kancah politik Malaysia.
“Kami sudah menduga Anwar akan ditahan dalam dua tiga hari ini. Tujuannya jelas untuk memojokkannya,” kata Ketua Pengarang Suara Keadilan, Zulkifly Anuar Ul Haq.
Sementara intelektual Malaysia Dr Chandra Muzafar mencela penahanan tokoh opisisi yang kini berusia 60-an tahun itu. "Ia sudah berusia 60 tahun dan memiliki seorang cucu. Saya harap mereka menghentikan tuduhan itu," ujar Chandra.
Bagi Anwar sendiri, penyingkiran itu memang tinggal soal waktu saja. Ia bahkan pernah mengungkapkan kemungkinan diracun oleh Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi, karena dia menjadi ancaman bagi kekuasaan Badawi. Selain itu, kini Anwar juga harus menghadapi persaingan sengit lain, yaitu Deputi PM Najib Razak yang disebut-sebut sebagai pengganti utama PM Badawi.
Terhadap perlakuan yang kejam atas dirinya, Anwar sebelumnya juga telah meminta dukungan Perdana Mendteri Australia Kevin Rudd dan pemerintah Amerika Serikat. Namun sejauh ini harapan itu masih belum terpenuhi.
Anwar Ibrahim ditahan sekitar satu jam sebelum batas akhir baginya untuk hadir ke kantor polisi pukul 14.00 waktu setempat, Rabu (16/7). Sebelumnya, Anwar mangkir memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa seputar dugaan kasus sodomi terhadap pembantu laki-lakinya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan (23).
Polisi tidak mengalami kesulitan saat menangkap mantan deputi perdana menteri era Mahathir Mohamad itu. Puluhan polisi, beberapa dari mereka menggunakan balaclava (penutup kepala) mengelilingi jalan menuju rumah Anwar, sebelum menghentikan mobil Anwar.
Pengacara Anwar, Sankara Nair, sebagaimana dilaporkan Associated Press, menyatakan kliennya digiring ke mobil dan dibawa ke markas polisi. Tidak ada satu pun dari rekan-rekan dan ajudan Anwar yang diperbolehkan berada satu mobil dengannya.
Terhadap tuduhan sodomi itu, Anwar tegas-tegas membantahnya. Anwar bahkan menilai tuduhan itu tak lebih dari sekadar bentuk konspirasi politik untuk menyingkirkannya. Demi melindungi diri dari ancaman, ia sempat bersembunyi di Kedubes Turki di Kuala Lumpur.
Karena tak tahan atas tuduhan sodomi itu, Anwar kemudian bahkan menantang penuduh sodomi dengan melaporkannya ke pengadilan syariat Islam.
Sebaliknya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan, 23, penuduh sodomi yang berlindung di kantor polisi, akan menghadapi tuntutan pencemaran nama baik dan pemfitnahan di Pengadilan Syariat Islam. Saiful dinilai menuduh Anwar tanpa bukti-bukti kuat. Itu merupakan pelanggaran syariat (hukum) Islam.
"Sebagai orang yang melaksanakan ajaran Islam, saya memutuskan untuk membuat laporan ke pengadilan syariat Islam di Malaysia. Laporan tentang penghinaan dan pelecehan membunuh karakter pribadi dan merendahkan martabat saya, juga keluarga saya," kata Anwar.
Sepekan terakhir Anwar membangkang perintah untuk hadir dalam pemeriksaan polisi. Tuduhan serupa pernah dialaminya pada 1998. Atas proses hukum yang tak seimbang, tuduhan itu kemudian membuatnya terpaksa menerima vonis untuk mendekam di balik jeruji besi.
Sodomi, meskipun dilakukan suka sama suka, di Malaysia merupakan tindakan yang dilarang. Pelanggaran ini dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga 20 tahun.
Anwar dapat ditahan hingga 14 hari. Setelah itu dia harus menghadapi tuntutan di pengadilan. Dengan tuduhan sodomi, seorang tertuduh tidak bisa mengajukan uang jaminan untuk pembebasan. [slm/P1]
Kategori
Blog Archive
Rabu, Juli 16, 2008
Anwar Ibrahim Ditangkap
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Internasional
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar