
Jemberpost.com,
Meski di Jember sempat diguyur hujan pada saat pergantian tahun namun tidak meyurutkan keinginan masyarakat untuk meluapkan kegembiraan dimalam tersebut, sejumlah ruas jalan terlihat terjadi kemacetan akibat menumpuknya kendaraan bermotor khususnya roda dua. Banyak ragam yang dilakukan oleh masyarakat dalam menanti datangnya tahun 2010, ada yang sekedar kumpul bareng bersama rekan sejawat maupun sanak keluarganya di seputaran alun-alun hingga mendatangi tempat hiburan yang sengaja digelar untuk mewarnai detik-detik pergantian tahun. Salah satu tempat yang menawarkan hiburan gratis bagi masyarakat Jember adalah lapangan parkir Gedung Serba Guna yang lokasinya menyatu dengan GOR PKPSO Kaliwates, pasalnya saat itu Pemkab Jember dalam hal ini bagian Humas Pemkab Jember mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Pagelan wayang kulit dengan dalang Ki Timbul Lukito mengambil lakon Bimo Sakti tersebut dalam rangka memperingati HUT Jember Ke 81, hadirnya Ki Timbul Lukito ternyata mampu memukau ratusan penonton hingga tidak bergeser sedikitpun dari tempat duduknya yang memadati tempat tersebut. Mengingat Ki Timbul Lukito sendiri reputasinya sebagai dalang wayang kulit tidak diragukan lagi, bisa dipastikan bila dalang asli Kecamatan Ambulu itu tampil selalu dipadati oleh para pengemar kesenian tradisional wayang kulit. Pagelan wayang kulit itu sendiri dibuka langsung oleh wakil bupati Jember Kusen Andalas, juga dihadiri oleh Asisten I Hamid Sudiono, Asisten II Urip Santoso, Kabag Humas Agus Slameto serta sejumlah camat diantaranya Camat Mumbulsari Fariqul Mashudi dan Camat Balung Ruslan Abdul Gani.
Dalam sambutannya wakil bupati Jember Kusen Andalas mengatakan, dengan diselenggarakannya pagelaran wayang kulit ini tidak hanya sekedar memberi hiburan kepada masyarakat dalam rangka malam tahun baru dan HUT Jember Ke 81 tapi lebih dari itu hal ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Jember dalam pelestarian budaya bangsa utamanya kesenian tradisional. Menurut Kusen sendiri dalam cerita pewayangan banyak filosofi luhur didalamnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tidak bertentangan nilai-nilai kepribadian ketimuran bangsa Indonesia. Dalam kesempatan itu Kusen Andalas menyerahkan gunungan wayang kulit kepada Ki Dalang Timbul Lukito sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut.
Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember Agus Slameto mengatakan, pagelaran wayang kulit tersebut juga merupakan salah satu wujud syukur atas peringatan hari jadi Jember Ke 81. Selain itu menurut Agus banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkab Jember untuk memperingati hari jadinya, mulai dari kegiatan keagamaan seperti semaan Al Qur’an, hiburan wayang kulit, pesta kembang api dan konser ST 12, pemutaran film keliling, pagelaran musik dangdut yang diadakan di berbagai kecamatan, serta fun bike yang akan dilangsungkan tanggal 3 Januari 2010 menempuh jarak 81 Km Rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Pemkab Jember bertujuan untuk menghibur masyarakat sebagai kado ulang tahun Ke 81, namun demikian tetap dalam suasana kesederhanaan. (hms)
Kategori
Blog Archive
Senin, Januari 04, 2010
Pagelaran Wayang Kulit Wujud Kepedulian Kesenian Tradisional
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Wisata
Jumat, Januari 01, 2010
Selamat Tahun Baru 2010
Jemberpost.com- Sejak pukul 19.00 wib hingga pergantian tahun pukul 00.00 wib ini ribuan orang menyemut di pusat kota Jember baik di seputar alun-alun hingga ke seputaran kampus. Suara petasan mewarnai malam pergantian tahun 2009 ke tahun 2010. Memasuki detik-detik terakhir tahun 2010, warga Kota Jember, selain membunyikan terompet, mereka juga menyalakan petasan.
Seperti yang terlihat di depan jalan Jawa, Kalimanatan, Bengawan Solo, Ciliwung hingga ke Alun-alun kota, mereka terlihat sangat antusias menyambut pergantian tahun. Sejumlah petugas kepolisian dan jajaran terkait standby dibeberapa titik rawan.
Selain itu di beberapa gang kota juga terlihat musik yang memekakkan telinga, mereka bersama-sama berjoget bahkan pantauan jemberpost.com menemukan tak jarang mereka sambil pesta miras.
Disamping itu, pengendara motor yang melintas juga tidak ketinggalan dengan menggeber gas kendaraan bermotornya dengan keras-keras. Belum diketahui tentang jumlah korban akibat kebut-kebutan di jalan raya. Segenap pimpinan staff dan karyawan media online Jemberpost.com mengucapkan Selamat datang 2010. Semoga tetap menjadi yang terdepan dalam menyajikan berita online pada masyarakat.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Wisata
Kamis, Desember 31, 2009
Malam Ini Dishub Pengamanan 1 Pleton PJR
Jemberpost.com,
Malam pergantian tahun 2009-2010, Dinas Perhubungan Kab Jember akan melakukan pengaman lalu lintas dengan kekuatan personil sekitar sebanyak 1 peleton PJR di titik titik rawan kecelakaan.Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten jember, Drs. Sunarsono, menyampaikan bahwa Dishub jember telah menyiapkan 1 pleton PJR, bersama satlantas dalam rangka pengamanan tahun baru.
Hal ini dilakukan Dishub juga di malam tahun baru dengan harapan tidak ada kemacetan, sekaligus sebagai wujud sosialisasi perubahan arus lau lintas kota kepada masyarakat yang ada di pedesaan. Sunarsono juga menghimbau pada masyarakat untuk mematuhi rambu rambu dan perubahan arus yang sekarang ini, yang akan di pandu langsung petugas yang ada di lapangan.
Disamping pergantian tahun, Kab Jember juga akan merayakan hari jadinya yang ke 81, bisa di pastikan akan terjadi penumpukan arus di segitiga emas. perubahan arus ini juga merupakan sebuah kado dari Dishub kepada masyarakat jember, sehingga semua yang berkepentingan di jalan raya bisa melakukan aktifitasnya dengan nyaman. Selain daripada itu, jajaran Dishub akan memberikan partisipasi penuh dengan memberikan kelancaran di lalin, dengan didukung oleh petugas lalin Dishub yang bekerjasama dengan pihak Satlantas Polres Jember.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Jember, Drs Agoes Slameto, saat di konfirmasi di ruang kerjanya menyampaikan bahwa perubahan arus yang dilakukan oleh Dishub dan satlantas Polres Jember ini merupakan upaya untuk menekan angka kemacetan di kota, utamanya saat menjelang pergantian tahun. Upaya ini juga dilakukan dengan melibatkan banyak instansi pengamanan, misalnya Satpol PP, ungkapnya. Agoes juga menyampaikan dalam menyambut hari jadi Kab Jember ini, Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan banyak kegiatan sekitar tanggal 31 sampai dengan tanggal 4 januari 2010 nantinya, oleh karenanya, memang diperlukan pengamanan penuh, disamping dukungan partisipasi masyarakat guna mewujudkan lalu lintas jember yang nyaman dan aman, selain dari itu juga hari jadi kabupaten tersebut mrupakan refleksi dari pa yang telah dilakukan pemerintah selama ini, sehingga pemerintah nantinya mampu memberikan yang terbaik pada masyarakat Jember dalam bidang apapun, terutama menekan angka kemacetan lalu lintas melalui perubahan arus ini. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Gaya Hidup, Layanan Publik, Wisata
Minggu, Desember 27, 2009
Ribuan Penonton Padati Pentas Dangdut
Jemberpost.com,
Safari dangdut yang digelar oleh Humas Pemkab Jember hasil kerja bereng dengan Soka Radio FM dan didukung sponsor seluler terkemuka di Indonesia ikut serta memeriahkan pentas musik dangdut di Jember.Pentas Dangdut yang berkolaborasi dengan layar tancap milik Humas Jember dalam rangka Memperingati Hari Jadi Pemerintahan Kabupaten Jember, ternyata diminati oleh banyak orang baik dari kecamatan Wuluhan dan sekitarnya.
Ada sekitar ribuan penonton yang ikut bergoyang dan menyaksikan tampilan penyanyi dari lokal Jember, seperti yang dituturkan Rasid Mukdori jauh dari Desa Dukuh Dempok meski harus naik speda ontel mengayuh sekitar 7 kilometer dari kediamannya asalkan bisa menonton hiburan dangdut dirinya merasa senang. "Meskipun jauh dari rumah saya yang peting saya lihat tontonan dangdut disini,"ungkapnya.
Hiburan yang digelar oleh Humas ternyata menjadikan maghnit tersendiri dan bagi warga Wuluhan dan Ambulu yang haus akan hiburan seperti musik dangdut. Lebih jauh dituturkan oleh Rasid dirinya merasa senang. "Apalagi dangdut ini gratis dan tampilannya ngak kalah dengan panggung lainya yang pakai karcis,"jelasnya sambil berjoget.
Rencananya Humas Jember, termasuk salah satu panitia inti menwujudkan niatan Bupati Jember dalam rangka Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jember berkeinginan menghibur masyarakat Jember lewat safari dangdut yang akan berkeliling di 5 kecamatan selama bulan desember ini.
Dalam pentas dangdut itu menurut Agoes Slameto penggungjawab acara itu tidak saja sekedar menghibur masyarakat yang dengan ditampilkannya artis lokal Jember dan Banyuwangi. "Hiburan dangdut sudah menghibur di 2 kecamatan, kemarin kec. Wuluhan dan Kec. Ambulu, banyak penonton yang memadati dan tidak menyia-nyiakan hiburan dari kita," terang sekretaris panitia Hari Jadi Jember
Safari dangdut masih menyisakan di 3 Kecamatan yakni Kalisat tanggal 26/12, Kencong 27/12 dan sebagai tutup tahun akan digelar di Bangsalsari 31/12 yang dapat ditonton dengan gratis oleh masyarakat Jember. Jika semua pihak mendukung Humas Jember pada Bulan Januari 2010 mendatang akan menggelar dangdut yang sama di kecamatan lain.
Ini dilakukan sebagai perwujudan kerbersamaan Bupati sebagai orang nomor satu di Jember bersama masyarakat Jember selama setahun membangun Jember dan perwujudan kebahagian kita yang telah ikut andil dalam melaksanakan pembangunan,"Sebagai kadonya hiburan ini untuk rakyat Jember,"cetus Agoes.
Menarik lagi kesempatan itu bagi Humas sebagai corongnya Pemerintah Kabupaten Jember sebelum berlangsungnya acara itu ada pesan pembangunan dan ajakan Bupati Jember untuk menjaga kondusifitas wilayah, jaga tali silaturahmi dan sebagainya. "Dan Paling penting akhir pesan itu Bapak Bupati Djalal menyampaikan, I Love You Full untuk masyarakat Jember,"tegas Kabag Humas.
Hal senada dijelaskan oleh Tato sebagai direktur Soka Radio FM pihaknya ikut serta mersakan terpanggil sebagai warga Jember untuk bersama-sama ikut terlibat secara langsung di Hari Jadi Pemerintahan Kab. Jember, "Siapa lagi kalau tidak kita memperingati kota yang kita cintai ini,"tandasnya.
Diakui meski dalam menyelesaikan setiap event pihaknya kerja bakti dengan besarnya operasional. " Namun kesuksesan kemarin atas dukungan dari pihak pihak termasuk pihak Kepolisian yang memudahkan perijinannya,"ucap Tato. (sal).
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Layanan Publik, Wisata
Senin, Desember 14, 2009
Segera Dikembangkan Desa Wisata
Jemberpost.com.
Perjalanan ke Eropa agaknya telah membuka cakrawala Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Jember, untuk lebih mengoptimalkan keberadaan usaha kerajinanyang banyak terdapat di Kabupaten Jember. Tingginya minat masyarakat Eropa terhadap hasil kerajinan Indonesia, khususnya Jember, mengundang minat Disperindag untuk mengembangkan desa penghasil kerajinan, menjadi daerah tujuan wisata.
Potensi kewisataan pada daerah penghasil kerajinan di Kabupaten Jember ini, sebenarnya sangatlah besar. Begitupun dengan multyplier efect yang akan ditimbulkan dengan dijadikannya daerah penghasil kerjainan menjadi daerah tujuan wisata, tidak hanya akan lebih memperkenalkan nama Jember sebagai penghasil kerajinan di dunia internasional, tapi perajin juga dipastikan akan ikut menikmati keuntungan.
Seperti dikatakan Kepala Disperindag, Kabupaten Jember, Ir Hariyanto, bahwa dengan berbagai potensinya, Jember sudah selayaknya menjadikan beberapa desanya sebagai Desa Wisata. Gagasan Desa Wisata sebagaimana pernah disampaikan Bupati Jember, MZA Djalal ini, menurut Hariyanto, karena ada beberapa desa yang mempunyai karakteristik dan ciri khas tersendiri, berbeda dengan desa lainnya.
Seperti Rembangan misalnya, dengan banyaknya dilakukan penanaman buah naga, baik oleh Pemkab Jember sendiri, maupun masyarakat sekitar, menjadi daerah itu sangat spesifik, berbeda dengan desa lainnya. Hampit di sepanjang jalan menuju ke kawasan wisata Rembangan, hampir bisa dipastikan akan ditemui tanaman buah naga di pekarangan-pekarangan penduduk. “Ini kan spesifik, di situ bisa dikatakan sebagai desa wisata, wisatawan bisa berwisata menikmati buah naga,” kata Hariyanto.
Desa lain yang menurut Hariyanto bisa dikembangkan menjadi Desa Wisata, adalah Desa Tutul, Kecamatan Balung. Kelebihan yang dimiliki desa ini, yakni hampir setiap rumah penduduknya, ada kegiatan kerajinan membuat manik-manik, serta tasbih dari kayu.
Hasil kerajinan manik-manik dan tasbih kayu dari Desa Tutul ini, tidak hanya dijual untuk pasar lokal saja, tapi juga diekspor ke negara-negara di Timur Tengah. Menariknya lagi, pengerjaan kerajinan di desa ini dilakukan di rumah masing-masing penduduk.
“Ini bisa kita angkat menjadi desa wisata, kita kembangkan, kita poles sedemikian rupa, sehingga fasiltas-fasilitas, seperti parkir dan fasilitas lain untuk tamu yang mau berwisata bisa enak menikmati dan tidak terlalu terburu-buru,” paparnya.
Bahkan bisa saja, untuk membuat senang pada wisatawan, mereka diberikan kesempatan mencoba membuat sendiri manik-manik atau kalung. “Ini merupakan salah satu obyek wisata seperti Yogya, ada asongan khusus untuk membuat garabah dan sebagainya ini kita bisa ciptakan,”tandasnya.
Gagasan menjadikan desa yang memiliki karakteristik tersendiri, untuk dijadikan sebagai Desa Wisata ini, lanjut dia, ke depan bisa dikembangkan. Yang terpenting dalam hal ini, yakni tersedia fasilitas yang memang dibutuhkan oleh pengunjung.
“Tinggal kita kembangkan, kita buat fasilitas yang memadai untuk tujuan wisata. Kita membuat desa wisata tidak hanya sekedar menciptakan, tetapi apa yang sudah ada di situ, yang dimiliki oleh masayarakat dan sudah dikerjakan oleh masyarakat,” tambahnya.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Ekonomi, Pemberdayaan, Wisata
Minggu, November 22, 2009
Bupati Ajak Pejabat Jual Jember Di Eropa
Jemberpost.com,
Keinginan kuat Bupati Jember, untuk menjadikan daerah yang dipimpinnya, lebih baik dari sebelumnya, ternyata tidak hanya sebatas tataran wacana. Ini dibuktikan, berbagai upaya dilakukan demi terwujudnya obsesi besar menjadikan Jember dan masyarakatnya lebih baik.
Salah satu kiat yang dilakukan dalam rangka itu, adalah membuat satu gelaran yang bisa menyedot perhatian orang banyak, tidak hanya lokal, tapi juga nasional bahkan mancanegara. Contoh yang masih hangat di benak masyarakat Jember, adalah gelaran Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).
Meski BBJ tahun 2009 sudah berlalu hingga akhir Agustus lalu, namun gairahnya masih terasa sampai sekarang. Dari perhelatan akbar yang digelar tahunan di Jember ini, diperoleh satu terobosan, yakni menindaklanjuti upaya sosialisasi beragam potensi yang dimiliki Kabupaten Jember.
Dalam kaitan ini, Bupati Djalal, berusaha menjual kekayaan yang dimiliki Kabupaten Jember, pada para pemilik modal di daratan Eropa. “Ijin untuk Pak Bupati sudah turun dari Depdagri,” ujar Saptono Yusuf, Ketua DPRD Jember, dalam sebuah kesempatan.
Ada lima negara yang menjadi tujuan dari acara tandang selama sepekan oleh Bupati Jember itu. Di antara negara Eropa yang didatangi Bupati Djalal dan romobongan itu, adalah Jerman, Italia dan Belanda.
Adapun tujuan dari kepergian ke Eropa, yakni Bupati Djalal bermaksud menjalin kemitraan dengan negara-negara di kawasan itu. “Tujuannya untuk menjalin kemitraan dan membuka pasar yang lebih menjanjikan untuk perdagangan tembakau,” tandas Ketua DPRD Jember dari Partai Demokrat itu.
Upaya Bupati Djalal untuk membuka pasar lebih pasar bagi komoditi unggulan Kabupaten Jember ini, merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan bersama pengusaha perkebunan beberapa waktu sebelumnya di Pendopo Wahya Wibawagraha, Pemkab Jember. Dalam pertemuan itu Bupati Djalal, berjanji akan membantu mensosialisasikan potensi perkebunan agar dapat mengembangkan peluang pasarnya.
Karena itu untuk menindaklanjuti janji yang pernah disampaikan kepada para pengusaha perkebunan itu, Bupati Djalal, berusaha mencari terobosan pasar di negara-negara daratan Eropa. Diharapkan dari upaya ini, akan ada tindak lanjut yang menguntungkan kedua belah pihak, baik pengusaha perkebunan dan industri atau perdagangan sebagai produsen maupun importir negara-negara Eropa sebagai buyers.
Harapan lain dari terjalinnya kemitraan antara Kabupaten Jember dengan pelaku usaha di Eropa, yakni potensi besar lain yang dimiliki Jember bisa lebih dikenal dan dijual. Potensi itu tidak hanya pada sektor pertanian dan perkebunan saja, tapi juga potensi-potensi lain yang cukup melimpah Jember. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Ekonomi, Wisata
Senin, September 28, 2009
Bupati Bersepeda Onthel Keliling Kota
Jemberpost.com,
Tepat pukul 07.30 WIB, puluhan sepeda onthel lengkap dengan pengendaranya dan tampak Bupati Jember MZA Djalal berada paling depan mengambil garis star di halaman Pendopo Wahya Wibawa Graha Jember,Bupati Jember MZA Djalal bersama sejumlah pejabat Pemkab Jember dan para Camat bersepeda ontel menuju Kecamatan Tempurejo yang selanjutnya melewati jalan protokol menuju Kecamatan Jenggawah dan terus belok kanan singgah di Kecamatan Ajung sambil melepaskan lelah sejenak.
Sepeda santai yang diikuti oleh klub sepeda onthel dari Kecamatan Wuluhan ini berlangsung meriah dan unik. Bagi yang terbiasa mengendarai sepeda, rute yang dilalui dan berjarak sekitar 50 kilo meter itu tentu bukan apa-apa. Namun, bagi mereka yang jarang bersepeda, rute tersebut sangat melelahkan. Meski cukup melelahkan, tidak sedikitpun tampak diraut wajah peserta, terutama bagi Bupati MZA Djalal merasa kelelahan. Mereka terlihat tetap bersemangat hingga ke garis finish di Pendopo.
Bagi Bupati MZA Djalal, bersepeda mengingatkan kembali pada masa lalu, saat di Jember belum ada kendaraan bermotor, seperti sepeda motor dan mobil. Bersepeda tentunya sangat banyak manfaatnya. Selain bagi kesehatan, mengendarai sepeda juga sangat berperan dalam mengurangi polusi udara dan penghematan BBM. Bukan hanya itu, silaturahmipun semakin erat.
Untuk itu, masyarakat diminta membangkitkan kembali kecintaan untuk bersepeda, karena sepeda merupakan transportasi aman dan nyaman. Hasil pantauan lainnya, para peserta sangat antusias mengikuti sepeda keliling ini, terbukti mulai dari garis start hingga finish kekompakan mereka tetap terjaga. Di antara mereka ada yang bersepeda dengan kostum yang berbeda dan tentunya dilengkapi dengan helm pengaman dan bagi yang belum biasa mengayuh sepeda sambil miring karena pantatnya sakit.
Konvoi sepeda ontel tersebut juga berjalan lancar meski tidak ada pengawalan dari petugas kepolisian, dan menjadi tontonan menarik warga di sepanjang rute yang dilalui rombongan peserta. Rasa kebersamaan sepeda ontel itu juga semakin kental saat peserta singgah sejenak di Kantor Kecamatan Ajung yang disambut oleh perangkat setempat. Dengan sajian kue lebaran dan disuguhi minuman kelapa muda (degan), peserta merasakan kenikmatannya setelah disiang yang terik mereka mengayuh sepeda onthelnya.
Setelah waktu sudah agak siang dan panas terik matahari tidak bersahabat, rombongan yang dipimpin langsung Bupati Jember MZA Djalal melanjutnya perjalanannya menuju Jember. Namun setelah melewati pertigaan lampu merah Ajung, rombongan mengambil jalan setapak melewati PTP Ajung belok kiri, bahkan jalan tikuspun dilalui dengan sangat hati-hati.
Tepat pukul 12.30 WIB, rombongan tiba digaris finish di Pendopo, tampak mereka sangat kelelahan dan sekitar 30 menit mereka melepaskan capeknya, baru peserta diberi hidangan makan siang yang cukup lezat.
Dukungan dari peserta akan olahraga dengan bersepeda onthel ini sangat tinggi, salah satunya dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, H. Moh. Thamrin. Beliau sering mengikutinya bersepeda bersama Bupati Djalal. Maka dari itu Thamrin rela mengganti sepedanya dengan yang lebih bagus. “Sepeda saya yang kemarin terasa agak berat, karena medan yang dilewati kebanyakan sulit dan terpaksa sepeda harus digotong, maka sepeda yang saya pakai hari ini (sambil menunjukkan sepedanya.red) tergolong ringan dan bisa digotong dengan mudahnya, “katanya.
Oleh karena itu dengan sepeda ini saya siap kemana saja meski lewat jalan makadam seperti yang ada di Bandealit dan rencananya rombongan dalam waktu dekat akan bersepeda santai ke lokasi Bandealit. “Tidak mahal sepeda ini, tapi cukup untuk melalui medan yang berat sekalipun, “yakin Thamrin.
Mengenai soal sepeda, lain lagi yang dipunyai oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Drs. Ahmad Sudiyono, SH, Msi, meskipun tidak tahu berapa harganya yang jelas sepeda miliknya tergolong bagus dan mahal. Terbukti dengan ringanya sepeda miliknya digotong sambil berlarian mengejar rombongan sangat fantastis, ayo mas difoto jepret.......satu jepretan dari kameramen humas Pemkab Jember yang mengikuti rombongan mulai dari garis start. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Wisata
Kamis, Agustus 27, 2009
Jember Paling Layak Kembangkan Desa Wisata

Jemberpost.com
Ada gagasan menarik yang dikembangkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Pariwisata Provinsi dalam upaya lebih mengenalkan obyek tujuan wisata daerah kepada para wisatawan baik domestik maupun mancanegara, salah satunya adalah dengan mengemas wisata daerah melalui pengembangan desa wisata.
Program yang tengah dilakukan oleh departemen pariwisata tersebut sebagai langkah awal untuk lebih memberdayakan masyarakat yang ada disekitar tempat tujuan wisata, konsep desa wisata itu dengan memaksimalkan potensi yang dipunyai oleh desa baik dari aspek ekonomi maupun sosial budayanya.
Dengan adanya desa wisata itu praktis akan meningkatkan pendapatan masyarakat yang membuka usaha kecil dilokasi tujuan wisata dengan menjual berbagai macam kerajinan dan warung makanan, selain itu keberadaan desa wisata bisa memberikan kontribusi pendapatan kepada daerah.
Dari data yang ada di kantor Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Timur sendiri menyebutkan, selain di Kabupaten Jember desa wisata juga tengah dikembangkan di kabupaten lain seperti Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pacitan.
Kepala Kantor Pariwisata Pemkab Jember Arif Tjahjono,SE mengatakan, di Kabupaten Jember ada tiga desa yang disiapkan menjadi desa wisata diantaranya Desa Kemuning Kecamatan Arjasa, Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi, dan Desa Sumber Rejo Kecamatan Ambulu. Dipilihnya desa wisata tersebut menurut Arif bukan tanpa alasan, dirinya mencontohkan di Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi terdapat wisata agro Taman Botani, Desa Kemuning Kecamatan Arjasa dikenal dengan pemandian Rembangan, serta di Desa Sumber Rejo Kecamatan Ambulu ada pantai watu ulo dengan keindahan wisata lautnya.
“Kantor Pariwisata Kabupaten Jember sangat mendukung program desa wisata ini, upaya persiapan desa wisata terus dilakukan dengan berbagai upaya mulai dari mempercantik sarana dan prasana yang ada hingga mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat desa wisata, mengingat desa wisata ini akan dilaksanakan pada tahun 20l0. Bahkan Kabupaten Jember dinilai oleh kepala dinas pariwisata Propinsi Jawa Timur sebagai kabupaten yang paling layak untuk melaksanakan desa wisata ketimbang kabupaten lain, penilain tersebut menurut saya tidaklah terlampau berlebihan,”ungkap Arif mantan Camat Ambulu itu.
Dirinya menambahkan, seharusnya penerapan desa wisata tersebut bisa dilakukan oleh pemerintah pusat di setiap kabupaten yang ada di Indonesia sebab tiap-tiap kabupaten pasti mempunyai objek wisata.” Di Kabupaten Sleman Propinsi DIY (Yogyakarta) saat ini ada sekitar l50 desa yang disiapkan menjadi desa wisata, itu wajar karena memang sejak lama Yogyakarta dikenal dengan kota budaya dan merupakan salah tujuan wisata di Indonesia. Bila agenda departemen pariwisata dengan dibentuknya desa wisata itu bisa berjalan dengan baik, maka visit Indonesian Year atau tahun kunjungan wisata Indonesia akan dibanjiri oleh turis mancanegara,”terang Arif, kedepan Jember berencana akan mengembangkan lebih banyak lagi desa wisata. (win)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Wisata
Jumat, Agustus 14, 2009
Rembangan Akan Jadi Kawasan Wisata Potensial
Jemberpost.com-Pasca disetujuinya Rembangan dikelola oleh Investor oleh DPRD Jember, Pemkab Jember akan segera menggandeng Investor yang kabarnya berasal dari Surabaya itu. “Nilai investasinya sekitar 15 Milyar” Ujar Drs Suprapto,MSiKepala Dinas Pendapatan Jember ketika ditemui Jemberpost.com diruang kerjanya tadi siang.
Suprapto berharap dengan dikerjasamakan pengelolaannya, target pendapatan asli daerah dari kawasan wisata Rembangan bisa terdongkrak. Selama ini, Rembangan hanya mampu menyumbang Rp 400 juta per tahun. "Harapannya kalau sudah digarap investor bisa menyumbang PAD Rp 750 Juta per tahun," jelas Prapto.
Diperkirakan usia kerjasama tersebut akang berlangsung sekitar 20-30 tahun dan
diharapkan Efek dari digaetnya Investor tersebut selain Jember menjadi tujuan wisata juga dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat khususnya Sekitar Rembangan.
Selain Perhotelan wilayah Rembangan yang sekitar 43 Hektar itu akan juga dibangun Wisata agro dan Peternakan Sapi penghasil susu yang lebih terpadu.
Terkait nilai historisnya, Prapto menuturkan bahwa Bangunan induk Hotel Rembangan termasuk cagar budaya. Ini dibangun saat zaman Belanda. Oleh sebab itu, pembangunan kembali hotel itu tak akan mengubah bentuk aslinya
Kawasan wisata Rembangan terletak 600 meter di atas permukaan air laut. Hotel Rembangan dibangun oleh Mr. Hoffside tahun 1937. Rembangan terletak di desa Kemuning Lor kecamatan Arjasa, sekitar 15 kilometer ke utara dari pusat kota Jember. Suhu udaranya berkisar 18 - 25 derajat celcius, dengan rata-rata curah hujan 4.626 milimeter per tahun. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Wisata
Sabtu, Agustus 08, 2009
Tajem, Jalur Alternatif Macet Lagi

Jemberpost.com-Walaupun telah ada pengumuman tentang penutupan jalan karena tajem namun kepadatan jalan tak berkurang, bahkan hingga pukul 21.00 WIB malam ini kepadatan semakin meningkat. Diseputaran kampus walaupun didepan DPRD telah ditutup polisi namun pengendara menerobos lewat jalur alternatif tembus jalan berantas. Begitu juga kepadatan di Talangsari Di Gebang. Selain itu tampak juga ribuan orang berjalan menuju pusat kota melihat kedatangan rombongan peserta tajem.
Seperti diketahui Penutupan total secara bertahap oleh pihak Dishub dibagai menjadi 3 bagian, pada pukul 08.00 wib penutupan mulai jalur Tanggul sampai dengan Gambirono. “Mulai pukul 12 tadi siang penutupan mulai dari Rambipuji sampai dengan Mangli, ini yang perlu diingat oleh pengguna jalan,”jelas Made, Kabid Lalulintas Dishub Jember.
Sedangkan yang lebih penting pada pelakasanaan itu menurut Made ketika masyarakat pengguna jalan di perkotaan akan ditutup siang hari. “Mulai pukul 17.00 wib jalur di kawasan kota akan ditutup total untuk itu agar mencari jalur alternatif,”tandasnya senbari menunjukkan rutenya.
Sebagai jalur alternatifnya bagai pengguna jalan dari Surabaya menuju Banyuwangi yang ingin melanjutkan perjalanannya tentunya meperhatikan rute alternative. Semula melalui rute : Wonorejo-Jatiroto-Tanggul-Bangsalsari-Rambipuji-Jember-Mayang-Genteng/Banyuwangi. “Rute itu akan dilaihkan ke Wonorejo/Lumajang-Jatiroto-Pondokdalaem-Belok kanan-Kencong-Kasiyan-Balung-Ambulu-Ajung-Gladakpakem-Jln. Yos Sudarso-Simpang Tiga Wirolegi ke kanan menuju Mayang-Genteng/Banyuwangi begitu sebaliknya,” jelasnya.
Terkait dengan menaikkan dan menurunkan penumpang baik dari Surabaya maupun menuju Banyuwangi yang sedianya di Tawangalun untuk tujuan kota Jember, sementara terminal dialihkan di Terminal Ajung. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Layanan Publik, Wisata
Jumat, Agustus 07, 2009
Festival Rujak Cingur Di Kodim Jember
Jemberpost.com,
Ratusan pedagang rujak yang ada di Jember, memadati halaman dan areal parkir KODIM 0824 Jember kemarin untuk mengikuti Festival Rujak Cingur yang baru pertama kali ini diadakan di JemberLayaknya seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di warung-warung, pedagang rujak dengan asyiknya meracik (meng-ulek.red) bahan rujak sambil disaksikan penonton dan pejabat serta dewan juri seolah mereka tidak memperdulikan kehadiran mereka. “Saya sudah biasa kok mas berjualan rujak dan langganan saya sudah banyak, bahkan sering melayani pesanan dari hotel yang ada di Jember, “ujar Suparmi salah satu penjual rujak yang biasa mangkal di Jalan Letjen Suprapto Kebonsari Jember.
Menurut Letkol ARM. Totok Suhartono, Dandim 0824 Jember mengatakan dipilihnya rujak cingur dalam festival kali ini, karena rujak cingur sudah terkenal dan identik dengan ikon masyarakat Jember. “Bahkan kalau bicara tentang rujak cingur, pasti Jember gudangnya, “katanya.
Lebih jauh Totok Suhartono menjelaskan peserta yang akan ikut berpartisipasi dalam festival rujak cingur ini ditargetkan sebanyak 200 pedagang rujak yang tersebar di Kabupaten Jember, namun hingga lomba ini berlangsung baru 170 pedagang yang sudah terdaftar dan siap mengikuti lomba. “Tapi tidak menutup kemungkinan peserta terus berdatangan dari penjuru Jember, sehingga lomba akan semakin ketat dan meriah, “lanjutnya.
Terkait dengan perhelatan untuk memperoleh penghargaan dari MURI, Totok Suhartono menjelaskan bahwa kegiatan itu memiliki 3 kriteria diantaranya pertama harus unik dan jarang dilaksanakan, kedua baru kali pertama festival ini dilaksanakan di KODIM sebab biasanya festival ini diselenggarakan di tempat umum dan melibatkan juri terbanyak. “Dan tim MURI sudah berada di Jember untuk melihat festival rujak cingur ini layak atau tidak masuk kategori, “terangnya.
Sementara itu Bupati Jember MZA Djalal merasa sangat senang atas inisiatif jajaran KODIM 0824 Jember untuk mengadakan festival rujak cingur dan mungkin baru kali pertama dalam sejarah kantornya kodim dipakai untuk berjualan rujak cingur. “Jadi pedagang rujak cingur ini sahabatnya tentara dan kalo rujaknya kurang laris minta tolong tentara untuk menghabiskannya, “ujar Djalal.
Lain lagi kisah Suparmi pedagang rujak cingur, kali Nur pedagang rujak yang sering mangkal di Hotel Bandung Permai ini merasa rujak cingurnya berbeda dengan rujak cingur lain karena sausnya. Saus rujak yang dibuat Nur terbuat dari campuran petis, kecap (pengganti gula merah), kacang, dan sejumlah bumbu yang dihaluskan. Untuk menambah kesegaran, ditambahkan daun kangkung yang sudah direbus matang.
Nur merintis usaha rujak cingur ini bertahun-tahun. Awalnya warung Nur ini hanya sebuah bedak (kios) kecil di depan rumahnya. Saat itu, Nur menjual bermacam-macam makanan seperti rujak hingga gado-gado. Lambat laun, jumlah pelanggannya terus bertambah dan rujak cingur Nur dikenal orang.
Untuk menjalankan warung, Nur dibantu oleh anggota keluarganya. Mereka bertugas menyiapkan bahan rujak, mengulek bumbu di cobek, dan menghidangkannya ke pembeli. Khusus untuk meracik bumbu dan mengolah petis, dikerjakan Nur sendiri. “Agar rasanya tetap terjaga,” kata wanita beranak tiga ini.
Nur mengaku keahlian meracik bumbu rujak ia peroleh secara otodidak. Keahliannya ini diperoleh dari ketekunannya selama bertahun-tahun. Untuk mengetahui apakah ulekan rujaknya sudah pas atau belum, biasanya harus dicicipi dulu oleh Nur. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Wisata
Minggu, Agustus 02, 2009
Wajah Manis JFC
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Gallery Foto, Wisata
JFC Fantastis Dan Keunikannya
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Gallery Foto, Wisata
JFC Fantastis
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Gallery Foto, Wisata
JFC Fantastis
Jemberpost.com.
Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah menjadi ikon Kabupaten Jember itu ternyata mampu menyedot puluhan ribu orang menyaksikan JFC.
Jember menjadi sorotan dunia saat JFC berlangsung dan itu diakui sebagai kehebatan kreasi dibidang busana yang dimiliki oleh seorang putra daerah, ratusan wartawan media cetak dan elektronik serta fotografer ikut andil mempopulerkan JFC sehingga menjadi besar.
Ternyata JFC juga mendapat perhatian seniman Didik Nini Towok yang beberapa hari yang lalu hadir sebelum dimulainya acara JFC, hadir pula pengusaha kosmetik cukup terkenal dari Jakarta yakni Martha Tilaar.
Melihat kehadiran tamu dari berbagai pelosok nusantara dan manca negara Bupati Jember MZA Djalal sesaat melepas JFC 8 mengungkapkan rasa senangnya dan bangga. “Terima kasih atas kehadiran tamu dari seluruh nusantara maupun dari manca negara hadir di kota kami dan sekaligus ikut memeriahkan BBJ,”tandasnya.
Tidak berhenti sampai disitu Djalal dalam sambutannya dijelaskan bahwa JFC merupakan persembahan dari anak-anak bangsa dari kota Jember. “Inilah persembahan anak-anak bangsa dari Jember untuk Indonesia dan dunia,”ungkapnya sembari menebarkan senyum kegembiraannya.
Terus terungkap dibibir orang nomor satu di Jember sembari berharap dan berdo’a untuk dunia. “Dengan irian doa penduduk diatas bumi, tidak ada peperangan dan penuh dengan kedamaian serta gembira lewat sajian JFC di BBJ ini,”ujarnya dengan akhir sambutan jayalah Jember dan JFC. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Wisata
Sabtu, Agustus 01, 2009
Festival Drumband Jalan Kembali Ditutup
Jembepost.com– Sudah 4 kali jalur utama kota Jember ditutup, namun upaya penanggulangan kemacetan atau persiapan jalur alternatif tak pernah diindahkan pejabat terkait..Sabtu tadi siang mulai pukul 11.00 wib jalur dalam kota Jember kembali ditutup total hingga sore ini. "Kali ini jalan ditutup karena ada festival drum band," terang Kasat Pol PP Pemkab Jember, Sunyoto.
Warga Jember maupun luar Jember, diharapkan bersabar dan mengikuti jalur alternatif selama penutupan terjadi. "Pengguna jalan harus menghindari jalan Gajah Mada, Sultan Agung dan Alun-laun Jember, agar tidak terjebak macet, karena akan digunakan jalur kirap drum band," imbuhnya.
Pada festival drum band yang diikuti sekitar 32 grup tersebut bakal melintasi jalan Gajah Mada menuju alun-alun Jember melalui jalur jalan Sultan Agung. Untuk itu jalur didalam kota tersebut ditutup total hingga sore hari selesainya festival.
Pada penutupan jalur selain pengerhaan anggota Sat Pol PP Pemkab Jember, Polres juga mengerahkan 500 personelnya. Semua anggota pengamanan tersebut selain menjaga arus lalin juga mengamankan kirab 32 grup drumband dewasa dan anak-anak tersebut. Sekali lagi perlu upaya sistematis antara dishub dan polisi untuk mengatasi jalur alternatif [sal]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Layanan Publik, Wisata
Jumat, Juli 31, 2009
Fotografer Jember Gelar Pameran
Jemberpost.com-Awalnya para penghobi fotografi di Jember ini cuman sekedar iseng ngumpul bareng sekedar sharing terkait hobi yang mereka miliki, akhirnya muncul gagasan untuk membentuk klub fotografi yang dinamai Jember Photograpy(JPG).Meski JPG ini baru berusia beberapa bulan belum genap satu tahun namun keberadaan mereka patut diperhitungkan, lihat saja disaat bulan-bulan berkunjung ke Jember (BBJ) tengah berlangsung justru JPG membuat ide cerdas merekam berbagai kegiatan BBJ dan potret kehidupan masyarakat Jember melalui foto yang di pamerkan di Kantor Pariwisata Kabupaten Jember dari 27Juli-2 Agustus 2009.
Seorang lelaki muda mengenakan kaos oblong warna putih bercelana jeans warna biru bersandal jepit malam itu tampak terheran-heran saat matanya menerawang sebuah foto off road bagian kegiatan dari BBJ Ke III 2009 yang tengah dipamerkan di Kantor Pariwisata Kabupaten Jember, sesekali nafasnya tertahan sambil menghisap sebatang rokok yang ada digenggaman jari tangannya.Luar biasa kalimat pendek seperti itulah yang terdengar lirih dari mulutnya, lama lelaki tersebut tidak beranjak dari tempatnya berdiri larut oleh foto hasil jepretan anggota JPG tersebut. Itulah sekilas gambaran yang ada disaat JPG menggelar pameran foto Jember dalam bingkai BBJ dan berbagai foto pariwisata, serta foto potret kehidupan masyarakat Jember bertema human interest, semua disajikan dengan apik didukung dengan foto berkwalitas menjadikan pameran ini semakin punya gengsi tinggi.
Foto yang dipamerkan oleh JPG itu berkisar 60 foto dari 30 fotografer yang tergabung dalam klub tersebut dengan memanfaatkan ruangan depan yang ada di kantor pariwisata yang berlokasi di Jl.Jawa itu, ini adalah pameran ke 2 yang digelar JPG setelah sebelumnya sempat mengadakan pameran di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) beberapa waktu lalu. Pameran ini sengaja dilaksanakan oleh JPG untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa di Jember ada komunitas fotografi, selain itu JPG sengaja ingin mengabadikan kemeriahan BBJ dalam foto. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum JPG Muhammad Romdi bahwa sangat disayangkan kalau kegiatan akbar seperti BBJ itu dilewatkan begitu saja, bahkan rencananya semua foto yang telah dipamerkan tersebut akan diboyong di kantor bupati untuk dipamerkan kembali dalam rangka menyambut HUT RI Ke-64.
“Sengaja JPG menggandeng kantor pariwisata karena foto yang dipamerkan sebagian memang bernuansa wisata dan BBJ selain potret masyarakat Jember, disamping itu dengan pola kemitraan seperti ini kehadiran JPG mampu mengangkat potensi wisata di Kabupaten Jember melalui foto. Paling tidak JPG bisa membantu kantor pariwisata dalam mempromosikan wisata daerah, karena foto-foto yang telah dipamerkan oleh JPG ada yang bertemakan wisata dan bisa diakses di internet oleh masyarakat luas. JPG tiap dua minggu sekali rutin mengadakan pertemuan membahas segala sesuatu yang terkait dengan permasalahan fotografi, dan JPG sering mengadakan hunting foto bareng-bareng anggota, mengikuti lomba foto di luar kota seperti di Probolinngo beberapa waktu lalu saat perayaan tahun baru Cina ” Jelas Romdi.
Romdi juga menambahkan, JPG yang terbentuk 23 Nopember 2008 kini anggotanya tidak hanya dari Kabupaten Jember saja tapi tidak sedikit juga ada yang dari luar kota, mereka kebanyakan baru bergabung dengan JPG usai membuka website internet kelompok penghobi fotografi di Jember itu. Beragam profesi disandang oleh para anggotanya mulai dari pelajar, mahasiswa, wiraswasta,bankers, polisi, bahkan wartawan sekalipun yang tiap harinya memang berkutat dengan kamera. Kamera yang dipunyai para anggota ini pun juga cukup bervariasi. Mulai dari kamera SLR yang super canggih dengan harga selangit hingga kamera pocket yang cukup simpel dan praktis, sebab kamera bukan parameter bagi seorang untuk menghasilkan foto yang bagus dan meraih kejuaraan dalam lomba foto.”Bahkan ada salah satu orang anggota JPG yang hanya memakai kamera pocket sedanya, ternyata mampu lebih dari satu kali meraih juara dalam lomba foto meski hanya ditingkat lokal,”terang Romdi.
Sementara itu Kepala Kantor Pariwisata Pemkab Jember Arief Tjahyono, SE menyambut gembira pameran yang dilaksanakan oleh JPG bersamaan dengan pelaksanaan BBJ 2009, karena fotografi adalah bagian dari ekspresi seni yang merupakan dokumentasi kehidupan sehari-hari.”Biarkan foto bicara itu makna yang ingin disampaikan oleh JPG kepada masyarakat Jember, sebab foto mampu memberikan makna dan arti ketimbang kata-kata.Foto-foto yang dipamerkan disini semuanya boleh dibilang sudah memenuhi syarat untuk dipamerkan, selain objek foto yang menarik juga didukung oleh pencahayaan yang cukup sehingga menghasilkan foto yang berkwalitas. Kedepan JPG paling tidak semakin berprestasi lagi dan mampu mengangkat nama Jember melalui fotografi, dan keprofesinalannya sudah dibuktikan oleh mereka dengan foto-foto yang dipamerkan disini ,”tandas Arief mantan Camat Ambulu yang juga penghobi fotografi itu.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 1 komentar
Label: Berita Umum, Wisata
Selasa, Juli 28, 2009
MTQ di Jember Termewah
Jemberpost.com,
Acara MTQ yang diawali pawai tadi siang berlangsung meriah, acara diawali dengan Pelantikan Dewan Hakim dan pawai Ta’aruf kafilah MTQ dari masing-masing daerah (Kabupaten/Kota).Gus Ipul (Saifullah Yusuf), selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Timur yang sekaligus juga Wakil Gubernur Jawa Timur, bahkan memberikan apresiasinya atas kinerja panitia, hingga gelar MTQ ke XXIII di Jember terkesan mewah. Menurut Gus Ipul (panggilan akrab Saifullah Yusuf), pelaksanaan MTQ di Jember ini merupakan yang termewah dibanding penyelenggaraan acara yang sama di lain daerah di Jawa Timur.
Hanya saja harapannya, kemewahan yang ada dalam penyelenggaraan MTQ di Jember ini tidak hanya pada sisi penyelenggaraannya saja. “Semoga kemewahan ini juga tercermin pada sisi kualitas maupun kuantitasnya, ”kata Wagub Saifullah Yusuf, dalam sambutannya pada acara pengambilan sumpah Dewan Hakim MTQ ke XXIII di Aula PB. Sudirman, Pemkab Jember, kemarin.
Kepada dewan hakim yang akan memimpin jalan lomba, Wagub meminta agar tugas dan amanah yang diemban bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Penilaian terhadap peserta MTQ kata wagub, haruslah jauh dari unsur subyektifitas tarik menarik kepentingan apapun, “lanjutnya.
Harapan ini disampaikannya karena menurut Wagub pada banyak event yang digelar di beberapa daerah, unsur kepentingan daerah selalu dimunculkan, bahkan mengemuka. “Sehingga tidak jarang, karena adanya kepentingan itu, daerah tertentu bisa keluar menjadi juara, meski peserta yang disertakan dalam MTQ kualitasnya di bawah peserta dari daerah lain, “pintanya.
“Sebagaimana sering kita dengar di beberapa daerah yang berusaha mengangkat nama daerahnya dengan meloloskan peserta yang dikirimnya menjadi juara, ”ungkap Gus Ipul.
Di sisi lain, Gus Ipul menambahkan bahwa momentum MTQ adalah saat yang paling tepat untuk menunjukkan kepada pihak lain bahwa bangsa Indonesia umumnya kaum Muslimin sangat cinta perdamaian. “Kita tunjukkan kepada dunia, bahwa kita cinta perdamaian, ”tandasnya.
Rasa cinta damai ini pun oleh Wagub Saifullah Yusuf kemarin ditunjukkan dengan memukul Gong Perdamaian Dunia (Gong Peace Word), yang diusung kafilah dari Kabupaten Blitar. Pemukulan Gong Perdamaian Dunia oleh Wagub Saifullah Yusuf yang diikuti Bupati Jember, MZA Djalal itu, mengisyaratkan bahwa kaum Muslim Indonesia, khususnya Jawa Timur, sangat cinta perdamaian. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 1 komentar
Label: Berita Umum, Prestasi, Wisata
Jember Macet Total, Polisi dan Dishub Dihujat
Jemberpost.com- Kemacetan total tadi siang menjadi ajang hujatan pada Pemkab Jember, Penutupan jalan untuk Kirab pawai MTQ membuat arus alternatif menjadi macet. Kemacetan sebenarnya tak perlu terjadi jika Dishub dan Polisi terlebih dahulu mensosialisasikan pada masyarakat.Ironisnya penutupan jalan di pusat kota seperti A.Yani,Trunojoyo dll terkesan mendadak, jadi ketika pawai akan lewat jalan tersebut baru ditutup sehingga kendaraan terhenti mendadak dan sulit mengalihkan kendaraannnya. Tak ayal hujatan dan makian dari pengguna jalan meluncur keluar seketika.
Di Talangsari sempat terjadi ketegangan antara warga dengan polisi yang bertugas, warga menyesalkan dishub dan polisi atas penutupan jalan yang tidak memikirkan pengguna jalan umum lainnya. Sementara itu menurut polisi, ia hanya menjalankan tugas dari atasan.
Mengingat banyaknya kegiatan yang menggunakan jalan utama seperti JFC dan Tajemtra, seharusnya segera dilakukakn komunikasi efektif antara Dishub dan Polisi sehingga pengalihan jalan ke jalur alternatif tidak menyusahkan masyarakat pengguna jalan.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Layanan Publik, Wisata
Minggu, Juli 26, 2009
Tanggul Gelar Karapan Sapi

Jemberpost.com-Ada saja cara yang dilakukan oleh pihak kecamatan dalam ikut meramaikan kegiatan bulan berkunjung ke Jember (BBJ), salah satunya seperti apa yang dilakukan oleh Kecamatan Tanggul yang akan menggelar karapan sapi tingkat regional Jawa Timur 1-2 Agustus 2009 di Lapangan Klatakan Desa Tanggul Wetan.
Karapan sapi yang berasal dari pulau garam Madura ini ternyata keberadaannya di Jember sudah tidak asing lagi, mengingat Tanggul sebagian besar masyarakatnya berasal dari suku Madura maka diharapkan mampu menjadi salah satu tontonan yang cukup menghibur tidak hanya bagi warga Jember saja tapi juga mereka yang berasal dari daerah lain, apalagi kegiatan ini bersamaan dengan dilangsungkannya BBJ yang diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri.Bahkan kabarnya tontonan karapan sapi di Kecamatan Tanggul ini sengaja digratiskan oleh pihak panitia penyelenggara, dengan harapan akan dibanjiri oleh penonton yang ingin melihat dari dekat karapan sapi.
Camat Tanggul Drs.Budiarto,MSi menjelaskan meski karapan sapi ini baru diadakan pertama kali di Kabupaten Jember dalam rangka memeriahkan BBJ namun banyak peserta yang sudah mendaftar berasal dari luar kabupaten diantaranya dari Kabupaten Probolinggo, Situbondo bahkan dari kabupaten yang ada di pulau Madura juga ikut datang ke Jember dan berpartisipasi dalam lomba karapan sapi ini.”Memang untuk tahun ini di BBJ baru pertama kali diadakan karapan sapi, rencananya karapan sapi akan menjadi agenda tahunan seiring pelaksanaan BBJ. Dengan digelarnya kegiatan tersebut paling tidak masyarakat tahu dan memahami bahwa karapan sapi termasuk aset budaya yang perlu dipertahankan dan dilestarikan, sebab di Madura karapan sapi sudah dikenal sejak lebih dari satu abad yang lalu, “ungkap Budiarto mantan Camat Sukowono itu.
Digagasnya karapan sapi di Kecamatan Tanggul itu atas usulan dari Kepala Desa Tanggul Wetan H.Sulton satu bulan yang lalu, dan kemudian ditindak lanjuti oleh pihak kecamatan yang diteruskan ke bupati untuk disetujui.Menginggat pelaksanaan karapan sapi sudah semakin dekat maka pihak panitia karapan terus merampungkan tugasnya menyulap lapangan Klatakan yang pernah ditempati dialog solutif bedah potensi beberapa waktu lalu menjadi arena karapan sapi, bahkan saat ini lapangan tersebut terus dibuldoser untuk diratakan sebagai arena pacu karapan sapi dan tempat parkir yang mampu menampung 200 kendaraan bermotor.”Lahan yang disiapkan hampir 4 hektar dan undangan sudah disebar oleh panitia hingga ke Madura, bahkan bupati Jember telah menyanggupi untuk membuka secara langsung karapan sapi ini,”tukas Budiarto
Ditambahkan oleh Budiarto dari data yang masuk ke meja panitia karapan sapi tercatat 72 pasang sapi telah mendaftarkan diri dan siap berlaga diarena lapangan Klatakan , bahkan rencananya sebagai iming-iming kepada para peserta nantinya dalam karapan ini pantia akan menyediakan 6 unit sepeda motor dan hadiah menarik lainnya.”Untuk karapan jenis sapi yang diikutkan lomba bukan sembarang sapi seperti limousin, tapi sapi khusus untuk balapan yang larinya kencang.Jenis sapi seperti ini banyak dijumpai di Madura, meskipun begitu di Tanggul sendiri tidak sedikit masyarakat yang memelihara sapi karapan ini seperti di Desa Manggisan, Kramat Sukoharjo, dan Klatakan yang memang di wilayah tersebut banyak tersedia rumput sebagai makanan sapi Titik tekan penilaian karapan sapi ini terletak pada kecepatan lari yang dimiliki oleh sapi, semakin cepat larinya sapi maka akan menang”jelas Budiarto. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Wisata