Jemberpost.com,
Persediaan beras di Kabupaten Jember menjelang Natal dan tahun baru 2009 dirasa cukup, bahkan kesediaan beras hingga enam bulan kedepan tersedia dalam jumlah yang banyak sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu resah.Stok beras menjelang akhir tahun ini di gudang Bulog Subdrive XI mencapai 23.555 ton, bahkan sepanjang tahun 2009 Bulog Subdrive Jember tidak melakukan operasi pasar mengingat selama ini tidak ada gejolak harga beras yang meningkat tajam. Bahkan realisasi pengadaan beras dan gabah sampai awal Desember 2009 telah mencapai target 100%, yakni sebanyak 88.362 ton setara beras, sedang realisasi penyaluran beras raskin 2009 juga mencapai 44.520.42 ton.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bulog Subdrive XI Jember Chairul Anwar terkait dengan ketersediaan beras di Jember di penghujung tahun 2009, bahkan tidak hanya itu saja dalam tiap tahunnya disaat puasa dan lebaran Bulog Jember selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras. Dengan tersedianya jumlah beras yang ada di Bulog Jember sekarang ini dinilai Chairul mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat hingga datangnya musim panen pada pertengahan Februari 2010, bahkan Kabupaten Jember dikenal sebagai salah satu kabupaten di Jember sebagai penghasil beras dengan kwalitas yang cukup bagus hingga mampu memenuhi kebutuhan beras diluar pulau sekalipun seperti NTB.
“Ketersediaan beras di Bulog Jember cukup melimpah bahkan dari stok yang ada di bawa ke Sumatra yang tengah mengalami defisit, mengingat di Bulog sendiri mempunyai mekanisme pengaturan logistik yang aktif. Bila suatu drive jumlah stok berasnya tidak mencukupi, maka drive tersebut bisa meminta ke drive lain untuk mengirimkan berasnya. Kalau ada kenaikan harga beras itupun relatif kecil karena dipicu oleh tingkat kebutuhan masyarakat akan beras yang cukup tinggi seperti pada saat hari besar keagamaan, biasanya pada saat lebaran dan natal masyarakat membeli beras dalam jumlah banyak melebihi dari hari biasanya baik itu untuk konsumsi keluarga maupun untuk keperluan zakat fitrah,”ungkap Chairul.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Agung Gunawan wakil kepala Bulog Sub drive XI Jember, menurutnya stok beras yang ada di masing-masing drive termasuk di Jember juga merupakan bagian dari stok nasional. Harga beras yang ada dipasaran dinilai oleh Agung kenaikannya masih cukup wajar, karena kenaikannya tidak terlampau tinggi dengan harga beras yang ditetapkan oleh Bulog per Kg-nya. Selain itu tahun 2009- 2010 Bulog Subdrive Jember akan memberi perhatian khusus terkait dengan produksi beras, mengingat musim hujan yang tidak menentu menyebabkan pergeseran musim panen sehingga mempengaruhi stok beras namun tidak sampai terjadi Bulog kekurangan beras.
“Khusus untuk program beras keluarga miskin (raskin) Bulog Subdrive XI Jember dari target 44.704.080 mencapai 100%, bahkan Bulog Jember mampu melaksanakan raskin dengan baik dan tidak mempunyai tunggakan pembayaran raskin baik tunggakan tahun berjalan maupun tahun sebelumnya.Untuk bulan Desember ini saja target raskin mencapai 3.725.340 dengan realisasi target sebanyak 1.235.385, begitu pula pada bulan sebelumnya yakni Nopember dengan target yang sama dengan bulan Desember yakni3.725.340 dengan realisasi target sebanyak 4.361.505,”tandas Agung.(hms)
Kategori
Blog Archive
Minggu, Desember 27, 2009
Bulog Jember Jamin Stok Beras Aman
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Ekonomi, Nasional, Pertanian Peternakan
Jumat, Oktober 16, 2009
PTPN XII Sumbang Rp.500 Juta Untuk Korban Gempa
Jemberpost.com – Upaya bantuan korban Gempa dilakukan oleh berbagai pihak tak terkecuali PT Perkebunan Nusantara XII . PTPN XII melakukan penggalangan dana dari para karyawantetap, untuk disumbangkan kepada korban gempa bumi Sumatra Barat. Diperkirakan nominalnya bisa mencapai Rp 400-500 juta.
Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama PTPN XII Nur Hidayat, saat memberikan sambutan acara halal bihalal di aula PTPN XII.
Jumlah karyawan tetap PTPN XII sekitar tujuh ribu orang. "Kita kumpulkan dana per pribadi dalam waktu dekat. Kalau ada tujuh ribu karyawan, mudah-mudahan bisa terkumpul Rp 400-500 juta," kata Nur Hidayat. Bantuan PTPN XII sendiri akan diserahkan dan dikoordinasi oleh PTPN VI.(sal/bj)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Layanan Publik, Nasional
Rabu, Agustus 05, 2009
JMF, Ajang Kompetensi Pencari Kerja

Jemberpost.com- Jember Job Marker Fair (JMF) sebagai ajang bertemunya pencari kerja dengan perusahaan akan segera digelar 12 Agustus mendatang. JMF merupakan kegiatan initi yang amat ditunggu-tunggu masyarakat kota Jember. Ribuan pengangguran akan bersaing ketat memperebutkan lebih dari 3000 (tiga ribu) job title (Pekerjaan-red).
“Jika tahun-tahun sebelumnya kami hanya mengkhususkan hanya masyarakat Jember, maka tahun ini para pencari kerja dari luar kota sudah tak terbendung dan masyarakat Jember harus siap berkompetisi dengan Pencari kerja kota lain” Ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember H.Thamrin.
Thamrin Menjelaskan bahwa JMF merupakan terobosan dan inovasi Pemkab Jember, JMF memberikan kemudahan dan ajang bertemunya para pencari kerja dan para pencari tenaga kerja. Event ini langka karena diadakan setahun sekali, perlu diketahui persiapannya memakan waktu enam bulan untuk hunting perusahaan peminat pencari tenaga kerja se Indonesia. Tercatat Freeport,Exxon dan Perusahaan besar serta menengah turut serta dalam event ini.
“Saat ini kesempatan kerja sangat besar, tinggal bagaimana masyarakat Jember memenuhi kebutuhan para pencari tenaga kerja tersebut, ini tantangan kompetensi masyarakat Jember saat mencari kerja.”Tegasnya.
Pemkab melalui JMF memanjakan para pencari kerja di Jember, ada banyak perusahaan, dan setiap pelamar boleh melamar 10 perusahaan sekaligus. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan pengangguran di Jember akan semakin kecil.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Nasional, Pemberdayaan
Rabu, Juni 17, 2009
JFC Pantik Perhatian Designer Dunia
Jemberpost.com
Gelar Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang pada tahun dibidik designer, mereka berminat untuk menyaksikan pagelaran BBJ, khususnya Jember Fashion Carnival (JFC). “JFC cukup mendapat respon dari designer. Mereka bahkan berniat akan datang ke sini (Jember), untuk menyaksikan pagelaran JFC,” terang Agus Sutrisno, Pejabat dari Bank Tabungan Negara (BTN), Jember.
Keinginan designer untuk menyaksikan pagelaran JFC pada BBJ tahun 2009 ini, sudah barang tentu cukup melegakan masyarakat Jember. Betapa tidak. Karena kehadiran mereka ke kota Jember dalam rangka menikmati BBJ ini, juga akan diikuti designer-designer lain dari beberapa negara.
“Kehadiran mereka ke Jember nantinya, mungkin masih sebagai penonton. Tapi untuk tahun depan, rencananya mereka akan ambil bagian dalam parade JFC di BBJ,” tandasnya.
Kepastian akan hadirnya designer dunia untuk hadir pada pagelaran BBJ itu, menurut Agus, setelah Maria Ima, pemilik Kapal Laut Galery, Sanur, Bali, membeberkan niatnya untuk datang ke Jember. Maria sendiri, kata Agus, adalah seorang designer, yang link nya cukup luas, meliputi Perancis, Singapura, Belanda dan beberapa negara lain.
“Rencananya, Maria akan menggkoordinir teman-temannya sesama designer untuk hadir ke Jember, dalam rangka menyaksikan JFC. Karena itu di sini perlu kesiapan tempat istirahatnya (hotel),”katanya.
Menurut Agus, ketertarikan Maria untuk mengajak teman-temannya sesama designer datang ke Jember, karena dari dua kali gebyar BBJ yang dilaksanakan, penampilan yang disajikan JFC cukup memukau. Informasi soal BBJ dan JFC ini, menurut Agus, kian menguatkan designer untuk datang ke Jember, setelah pada pagelaran ke tiga BBJ, pihak Humas semakin meningkatkan publikasinya hingga menyapu seluruh pelosok tanah air.
Informasi soal BBJ ini bahkan mencapai negara lain lewat pengiriman Tabloid Jember Terbina ke 50 kantor kedutaan dan perwakilan negara asing. Selain juga publikasi lewat majalah Garuda yang diterbitkan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia Airways.
“Designer itu mendapatkan informasi dari publikasi yang dilakukan Humas. Baik internet, maupun lewat penayangan di layar televisi, media cetak dan penyebaran pamflet serta baliho di beberapa daerah, termasuk ibukota,” katanya
Dari niatan Mari ini, Agus mengaku, semakin antusias untuk turut mensosialisasikan BBJ ke seluruh teman-temannya, baik yang ada di dalam negeri, maupun mancanegara. “Teman-teman saya di luar negeri juga banyak yang saya baru tahu soal BBJ dan JFC yang menjadi mascotnya,”jelasnya.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Gaya Hidup, Internasional, Nasional, Prestasi, Wisata
Selasa, Juni 09, 2009
Manohara Divisum, Dokter Temukan Luka Sayatan
Jemberpost.com-Jakarta – Akhirnya setelah ditunggu-tunggu Model cantik Manohara Odelia Pinot (17), melakukan visum. Dari hasil visum luar, ditemukan banyak luka sayatan di tubuhnya."Yang kita temukan memang ada bekas luka-luka di tubuhnya. Hasil visum dilihat dari luka adalah luka sayatan," ujar ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr Mun'im kepada wartawan di kantor pengacara Hotman Paris, Gedung Summitmas I, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2009) malam.
Sementara itu, Hotman Paris, pengacara Manohara mengatakan visum luar dilakukan oleh dr Mun'im sendiri pada pukul 18.00 WIB. Proses visum sendiri dilakukan di sebuah hotel yang enggan disebutkan oleh Hotman.
Lebih lanjut, Mun'im mengatakan, bekas luka sayatan yang terdapat di tubuh Manohara bentuknya tidak searah. Dan sayatan itu, tambah Mun'im, ditemukan di sekujur tubuh Manohara diantaranya bagian dada, punggung dan paha.
"Di punggung masih terlihat luka berbentuk titik, bisa disebabkan suntikan," lanjut Mun'im.
Dari hasil visum tersebut pula, ada riwayat bahwa Manohara pernah diberi obat. Untuk membuktikannya, Mun'im pun mengambil sampel darah dan urine Manohara.
"Kita sudah ambil sampel darah dan urine," urai Mun'im.
Adapun benda yang digunakan untuk menganiaya Manohara, Mun'im tidak menjelaskan. "Yang jelas pakai benda tajam," tutupnya.(sal/dtk)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Internasional, Nasional, Selidik Kasus
Jumat, April 03, 2009
Jalan Double Way Perlu Kerjasama Propinsi
Jemberpost.com
Kendatipun proyek pembangunan double way menjadi program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Tapi pengerjaannya perlu menggandeng pihak Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jatim. Pasalnyasepanjang jalan double way itu merupakan jalan propinsi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappekab) Kabupaten Jember, Mudhar Syarifuddin, mengatakan, pembangunan double way di sepanjang jalan Hayam Wuruk mulai patung Kaliwates hingga perempatan Mangli perlu menggandeng pihak Pemprop Jatim. “Pembangunan double way di sepanjang jalan Hayam Wuruk harus melibatkan pihak Pemprop Jatim,” katanya.
Pasalnya, jalan tersebut termasuk jalan Propinsi. Sehingga yang mempunyai kewenangan membangun jalan itu sebenarnya pihak Pemprop Jatim. Hanya saja, sejauh ini yang memiliki program jalan double way adalah Pemkab Jember. “Sebenarnya jalan itu milik Pempop Jatim, hanya saja yang memiliki program adalah Pemkab Jember,” tandasnya.
Oleh karenanya, pihaknya masih meragukan kalau pembangunan jalan tersebut pada tahun ini bakal kelar. Soalnya, anggaran yang dipergunakan harus memakai dana dari APBD Propinsi. “Saya tidak yakin kalau tahun ini pembangunannya harus selesai, karena anggarannya harus dari Pemprop,” tukasnya.
Agaknya, menurutnya, pembangunannya bias terealisasi asalkan ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Yakni Pemkab Jember dan Pemprop Jadi, sebagai stake holder yang memiliki program dan kewenangan mengijinkan pembangunan. “Sehingga kita harus menunggu, kecuali ada semacam negoisasi oleh Pemprop Jatim dengan Pemkab Jember,” terangnya.
Apakah tidak ada upaya jemput bola? Mudhar menandaskan, walaupun kebijakan pembangunannya untuk kepentingan masyarakat Jember, tapi kalau tidak ada rambu-rambu dari pihak Pemprop Jatim tentunya penggarapannya belum bias dirampungkan tahun 2009. “Rencana itu memang dari kita, tapi kan wilayahnya propinsi,” imbuhnya.
Pihaknya menengarai, jika Propinsi memiliki itikad guna membangun secara langsung pihak Pemkab Jember hendak menindaklanjutinya. “Kalau anggaran Propinsi itu mencukupi untuk tahun ini bias saja dilaksanakan tahun ini. Karena anggaran untuk infrastruktur sekarang ini tinggi,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengatakan, bila pihak propinsi menawarkan dana sharing masing-masing pihak 50 persen. Pemkab Jember tetap bakal melakukan pengkajian yang matang mengenai ihwal pembangunan double way yang panjangnya sekitar 6 km itu. “Kalau semua dana pembangunan jalan dikonsentrasikan ke double way tunggu dulu, mungkin perlu dikaji ulang. Karena desa-desa juga memerlukan pembangunan infrastruktur jalan,” tegasnya lagi.
Sementara itu, Camat Kaliwates, Sigit Akbari, mengatakan, tim pembebasan lahan kecamatan yang tergabung dengan tim pembebasan lahan kabupaten jalan Hayam Wuruk hingga kini masih menemui kendala. Lantaran, beberapa pemilik tanah di kawasan itu masih alot melepaskan sebagian kecil lahannya.
“Masih ada beberapa lahan yang masih alot dinegoisasi supaya sebagian lahannya mau dibebaskan. Tapi pada prinsipnya kita tidak banyak kendala, berhubung pemilik lahan itu jauh dan yang dititipi tempat tidak mempunyai kewenangan menyebabkan proses negoisasi masih berjalan agak lambat,” paparnya.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Layanan Publik, Nasional
Selasa, Maret 31, 2009
Medio 2009 Bandara Jember Beroperasi
Jemberpost.com - Dinas Perhubungan (Dishub) berjanji pada pertengahan tahun 2009 ini, Bandara Notohadinegoro akan operasional lagi. Hal ini ditegaskan Kepala Dishub Jember Sunarsono baru-baru iniBandara yang dibangun sejak tahun 2001 tersebut dipastikan bakal beroperasi lagi, karena mendapat tambahan anggaran dari APBD Rp 11 milliar.
"Dengan dana itu kita akan rencanakan proses tender sesuai syarat-syarat pengumuman, lelang dan aanwijzing dan lainnya. Obyeknya adalah operasioal pesawat di Bandara dan apakah sewa atau kerjasama itu tergantung saat pendaftaran, prinsip dasar saling menentukan," ujarnya,
Dishub Jember telah memetakan maskapai mana yang bonafid dan mampu melanjutkan penerbangan, melalui proses tender nantinya. "Sudah ada 4 maskapai seperti Daraya, Wira, Merpati, Trigana.
Maskapai dan operator yang akan ditenderkan. Terkait pihak yang bisa mengoperasionalkan dengan kapasitas pesawat lebih dari 18 penumpang meliputi beberapa syarat. Tentu saja dengan proses tender itu operasional Bandara mundur lagi.
" Ada syarat dokumen bagi peserta tender. Kita sekarang sedang konsultasi dengan BPKP Jatim agak tidak salah proses. Mudah – mudahan bisa operasi medio tahun ini," tegasnya.
Sementara itu soal infrastruktur Bandara di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung itu dinilai sudah layak. [sal/bj]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Ekonomi, Nasional, Wisata
Senin, Maret 30, 2009
Perhutani Berikan Dana Sharing 7 LMDH
Jemberpost.com
Bagi hasil hutan diberikan kepada masyarakat yang berdomisili di pinggiran hutan, karena partisipasinya dalam merawat sekaligus menjaga hutan dari pembalakan liar. Hasil pemberdayaan itu berupa dana sharing dari penjualan hasil hutan oleh Perum Perhutani JemberDengan begitu, diharapkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan mampu meningkat melalui program Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang terus digulirkan itu.
Konsep pemberdayaan yang dikembangkan pada masyarakat yang desa hutan itu berkembang relatif maju, dan membuahkan hasil yang cukup signifikan bagi reboisasi hutan-hutan gundul. Pasalnya, penduduk sekitar hutan turut menjaga keberhasilan proses reboisasi yang dilakukan oleh Perum Perhutani, Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Jember.
Salah satu yang dikembangkan pemerintah guna mengoptimalkan masayrakat dalam kelestarian hutan adalah melalui LMDH. Sampai dengan saat ini di Jember jumlah lembaga tersebut sebanyak 49 lembaga dengan anggota aktif sejumlah 16.145 orang. Itu berarti partisipasi masyarakat Jember cukup besar dalam menjaga keseimbangan populasi hutan Jember.
Setelah beberapa tahun berjalan, kerjasama antara masyarakat desa hutan dan Perum Perhutani pun membuahkan hasil yang bisa dinikmati bersama oleh ribuan orang tersebut. Selain masyarakat desa hutan bisa menikmati nilai ekonomi hutan, hasil kerjasama tersebut berbuah reward (penghargaan) berupa dana sharing yang diberikan oleh Perum Perhutani.
Setidaknya, kebanggaan anggota LMDH merekah ketika Bupati Jember dan ADM Perhutani memberikan penghargaan secara langsung pada 7 LMDH sebagai perwakilan dari 16 lembaga lainnya, yang berhasil mengawal penghijauan di sejumlah kawasan hutan Jember. Puluhan LMDH itu, mendapatkan 2 persen dana sharing dari hasil total penjualan kayu dan getah pohon pinus.
Dana sharing (bagi hasil) yang diberikan pada warga pinggiran hutan yang berpartisipasi aktif menjaga hijaunya hutan sekaligus mencegah penjarahan hutan itu berupa uang tunai. Dana bagi hasil yang diberikan pada masyarakat dari hasil penjualan kayu dan getah pinus oleh Perum Perhutani mencapai Rp 248.939.188. Dana tersebut diberikan secara berimbang pada 16 LMDH.
Ketujuh LMDH yang menerima dana sharing secara simbolis dari Bupati Jember dan ADM Perhutani itu, rincinya LMDH Warna Asri Desa Sumber Salak Kecamatan Ledokombo, Mitra Usaha Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan., Arta Wana Mulya Desa Sidomulyo Kecamatan Silo, Manggar Sejahtera Desa Karang Anyar Kecamatan Ambulu, Wana Asri Desa Gunung Malang, Lereng Raung Desa Rowosari, Wana Abadi Desa Jambe Arum Sumberjambe.
Sementara itu, desa-desa yang mendapat sharing getah pinus sejumlah 8 desa. Diantaranya, Desa Karang Bayat, Sidomulyo, Sumber Jati, Sumber Salak, Slateng, Gunung Malang, Rowosari dan Jambe Arum. Sedangkan bagi hasil penjualan kayu diberikan pada Desa Sabrang, Sidodadi, Sumber Rejo, Andongsari, Glundengan, Tanjung Rejo, Karang Anyar, dan Lojejer.
Menurut Bupati Jember, MZA Djalal, dana sharing yang diterima masayrakat merupakan hasil dari kerjasama yang baik masyarakat Jember guna menjaga kelestarian hutan dan mencegahnya dari pembalakan liar. ”ADM Perhutani sudah memberikan hasilnya, walaupun sedikit kita terima. Itu adalah hasil dari kerjasama bersama masyarakat selama ini,” ungkapnya.
Ia mengatakan, beberapa tahun terakhir hasil penghijauan yang dilakukan bersama masayrakat sudah mulai menampakkan hasil. Terlebih bagi menghijaunya kembali hutan-hutan Jember. ”Saya keliling ke beberapa gunung, alhamdulillah reboisasi yang dilaksanakan oleh masyarakat sudah mulai tumbuh. Ini adalah sebagai bukti bahwa masyarakat sudah mulai sadar tentang pentingnya hutan bagi kehidupan kita,” tuturnya.
Djalal mengatakan, jika penghijauan dan pelestarian hutan Jember yang memiliki luasan sebesar 76 ribu hektar dilakukan secara optimal, tentunya hasilnya bisa dinikmati oleh masayrakat itu sendiri. ”Bayangkan ketika kita memenej dengan baik semua hutan itu, tentunya hasilnya akan kembali pada masyarakat sendiri,” tandasnya.(mc-humas/jbr)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Nasional, Pembangunan Desa
Minggu, Maret 22, 2009
Humas Promosikan BBJ ke 50 Negara
Jemberpost.com
Gaung momen Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) telah terdengar di 50 negara melalui kedutaan besar (Kedubes) di Jakarta. Berbagai respon positif pun mulai mengalir dan memberikan respon via telepon serta melayangkan surat tanggapan .ke Humas Pemkab JemberSalah satu tanggapan berupa surat resmi berasal dari Kedubes Negara Suriname, tertanggal 5 Maret 2009. Surat tersebut berisi tentang respon balik Pemerintah Negara Suriname, yang mendukung pelaksanaan kegiatan BBJ di Jember. Bahkan, negara yang terletak di Amerika Latin itu berencana mengirimkan para turisnya pada tiap pelaksanaan BBJ.
Kepala Bagian Humas Pemkab Jember, Agoes Slameto, mengatakan, reward (penghargaan) atas informasi BBJ yang dikirim ke Kedubes 50 negara di dunia mulai mendapat tanggapan positif. “Kita mendapatkan penghargaan dari 50 negara atas informasi yang sudah kita layangkan. Salah satunya berasal dari Negara Suriname,” katanya.
Ia menyatakan, Kedubes Suriname berkomiten akan mengirimkan para turisnya ke Jember. “Turis-turis Suriname akan datang ke Jember pada BBJ mendatang. Mereka akan bernostalgia di tanah Jawa khususnya di Jember dan menikmati segala keindahan alam dan budaya Jember,” tuturnya.
Informasi yang diberikan Bagian Humas, katanya, melalui pengiriman tabloid Jember Terbina setiap bulan kepada para duta besar. Yang memuat edisi khusus berita berbahasa Inggris seputar Jember dan BBJ. “Terhitung mulai bulan Januari dan Februari lalu kita sudah mengirim 50 Kedubes tabloid Jember Terbina yang berisi informasi seputar Jember dan BBJ,” ujarnya.
“Kita sudah klik dengan negara-negara itu. Opini BBJ sudah sampai secara langsung ke negara-negara dunia, hal ini menandai sosialisasi tentang BBJ sudah berjalan melalui perwakilan-perwakilan 50 negara di Jakarta. Para duta besar itu menjadi mitra kita untuk menginformasikan BBJ dan Jember ke negaranya masing-masing,” tengaranya.
Agaknya, hal tersebut menjadi upaya guna meng-go internasional-kan BBJ sekaligus berbagai potensi Jember melalui media yang bisa dibaca secara langsung oleh para perwakilan negara dunia. Yang nantinya akan menjadi daya tarik investor berbagai Negara itu dalam menanamkan investasinya di Jember. “Upaya ini kita lakukan untuk menyosialisasikan BBJ ke negara-negara dunia,” tukasnya.
Untuk itu, lanjutnya, kemitraan yang baik itu akan ditindaklanjuti dengan hubungan yang baik pula, khususnya mengenai tukar-menukar informasi potensi Jember dan 50 Kedubes tersebut. Rencananya, setiap bulan Bagian Humas bakal mengirimkan tabloid Jember Terbina, informasi Jember dalam angka dan CD potensi Jember.
Dari even BBJ yang tahun ini berslogan ‘Ayo ke Jember’ para tamu yang datang dari manca Negara itu selain mendapatkan hiburan juga dapat memperoleh informasi potensi-potensi Jember. “Materi-materi itulah sebagai bahan yang diharapkan akan ditindaklanjuti dengan investasi sesuai dengan gambaran-gambaran yang sudah kita berikan,” tandasnya.
Lebih lanjut Agoes mengemukakan, harapannya dapat ditindaklanjuti dengan jalinan kemitraan yang dituangkan dalam bentuk MoU untuk menginvestasikan ke Jember. “Harapanya yang kita inginkan investasi dapat masuk ke Jember, sehingga BBJ tidak saja menjadi milik Jember akan tetapi nantinya menjadi milik dunia,” terangnya. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Nasional, Wisata
Minggu, Maret 01, 2009
Negara Arab Penanggung Jawab Krisis Palestina
Jemberpost.com
Isyu konflik Palestina dan Israel tetap menjadi hal menarik dalam berbagai kegiatan baik itu demonstrasi, seminar, dan sebagainya. Tadi pagi ratusan mahasiswa dan masyarakat menghadiri seminar solidaritas konflik Palestina Israel di Aula A.Zenuri Universitas Muhammadiyah Jember. Acara yang dibuka Rektor tersebut berlangsung gayeng. Diantara pembicaranya adalah Dr.Mukhsin Labib, Imam Munawir, dan Irman Abdurahman.
Menurut DR.Mukhsin Labib Sebagai bangsa yang besar dan berdaulat kita punya kewajiban terhadap Palestina yang nun jauh disana “Namun yang semestinya bertanggung jawab adalah Negara- Negara Arab. Palestina semestinya sudah tidak mempunyai persoalan lagi. Tapi karena konspirasi Negara Arab dengan Doktrin Amerika maka 60 tahun lalu sampai sekarang konflik tersebut tidak selesai”. Papar pemateri yang juga Caleg DPR RI dari PAN tersebut.
Labib menjelaskan bahwa Agresi terhadap Gaza adalah hasil konspirasi yang dirancang bukan di Tel afif tapi di Riyadh, Amman dan Cairo. Dari konspirasi tersebut juga membelah Palestina menjadi dua faksi yang bertikai antara penganut perundingan yaitu fatah dan anti perundingan karena seringkali ditipu yaitu Hamas.
Keberanian Hamas dalam menyuarakan dan memperjuangkan Palestina mendapat dukungan penuh masyarakat yang akhirnya memenangkan Pemilu tapi Hamas dengan kemenangannya karena tak sesuai dengan keinginan Amerika maka “Polisi Dunia” dengan segala cara berusaha untuk meruntuhkan Hamas.
“Salah satu Negara yang konsen membantu Palestina adalah Iran, Hal inilah yang menimbulkan harapan baru bagi rakyat palestina. Iran bahkan mengalokasikan APBN nya untuk Negara Palestina”.Ujar pemateri yang juga pakar filsafat ini.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Internasional, Nasional, Pendidikan
Jumat, Februari 27, 2009
PROYEK AIR BERSIH HIBAH DARI JEPANG DIRESMIKAN
Jember Derap,
Bantuan hibah dari pemerintah Jepang untuk proyek pembangunan pengadaan sarana prasarana air bersih, diresmikan oleh Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Kemuning Lor. Dalam peresmian proyek tersebut Konjen Jepang Mr. Yasuji Odoko didampingi Wakil Bupati Jember Kusen Andalas.
Proyek pembangunan pengadaan sarana air bersih di Desa Kemuning Lor dan Desa Suco Pangepok, masing-masing di Kecamatan Arjasa dan Jelbuk, pembangunannya dikerjakan dengan pola pembangunan pemberdayaan masyarakat yang diorganisir oleh Pusat Studi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PS-PSDM) dengan menggunakan Dana Bantuan Hibah dari Pemerintah Jepang untuk keamanan manusia di tingkat grassroots atau yang lebih dikenal dengan Grass-roots Grant Assistance Scheme.
Konjen Jepang Mr. Yasuji Odoko di Kemuning Lor menjelaskan terlaksananya pembanguan pengadaan air bersih tersebut atas adanya hubungan kerjasama yang baik antara perintah Jepang dan Indonesia serta terlaksananya koordinasi yang baik antara pengelola proyek PS-PSDM di Jember. “Kami mengharapkan adanya kerjasama antara masyarakat sekitar dan pemerintah daerah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah kita bangun ini agar dapat bermanfaat dengan baik, ”pesannya.
Lebih jauh dikatakan bahwa proyek ini memakan biaya sebesar US$ 84,039 dan telah diselesaikan dalam waktu satu tahun dari tanggal ditandatanganinya proyek bantuan hibah ini pada 27 Pebruari 2008. “Kerjasama antara Konsulat Jenderal Jepang dengan PS-PSDM telah terjalin dengan baik dan telah dilaksanakan dengan sukses sebanyak tujuh kali dari tahun 2000 sampai sekarang dan proyek ini difokuskan kepada pengadaan air bersih diberbagai wilayah di Indonesia, “ujarnya.
Sementara itu Ketua PS-PSDM, Nur Akhmad Yani juga berharap dengan telah dibangunnya sarana prasarana air bersih ini, masyarakat sekitar yang berjumlah 1500 orang bisa mendapatkan air bersih yang memadai, sehingga mengurangi beban ekonomi masyarakat. “Sehingga kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat Desa Kemuning Lor dan Desa Suco Pangepok dapat ditingkatkan, “harapnya.
Pembangunan proyek ini tidak langsung serta merta dibangun, melainkan terlebih dahulu masyarakat diajak untuk melakukan survey secara bersama-sama, sehingga nantinya masyarakat punya rasa memiliki dan tanggung jawab untuk mengelola proyek ini dengan baik. “Sebelum bangunan fisik dibangun, masyarakat diajak terlebih dahulu untuk berpola hidup yang sesuai dengan standart kesehatan, “jelasnya.
Dari data yang terhimpun, maka proyek pembangunan sarana prasarana air bersih ini sudah rampung seluruhnya yaitu di Desa Kemuning Lor meliputi pembuatan Bak Sumber (1 bh), Bak Saring (1 bh), Bak Tandon (10 bh), Kran Umum (43 bh) dan Kantor Hipam sebanyak 1 unit. Sementara di Desa Suco Pangepok Kecamatan Jelbuk meliputi pembuatan Bak Sumber (2 bh), Bak Saring (2 bh), Bak Tandon (8 bh), Kran Umum (54 bh) dan MCK sebanyak 2 unit.
Sedangkan sasaran pelayanan untuk Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa akan melayani jumlah penduduk sebanyak 1015 jiwa (276 KK) meliputi dusun Darungan, Kopang Kebun dan Dusun Krajan, sementara di Desa Suco Pangepok Kecamatan Jelbuk akan melayani penduduk sebanyak 600 jiwa (180 KK) dengan cakupan wilayah dusun Tenap.
Peresmian tersebut ditandai dengan pembukaan kran air oleh Konjen dan dilanjutkan dengan pemaparan oleh tim pendamping dan organisir dari PS-PSDM. Dan sebelum memasuki tempat berlangsungnya acara di Desa Kemuning Lor, rombongan Konjen Jepang dan Wakil Bupati Jember disambut dengan tarian tradisional oleh penari yang berasal dari Kecamatan Arjasa yang membuat suasana penyambutan tersebut lebih semarak. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Internasional, Nasional
Minggu, Februari 15, 2009
Diperiksa Kejagung 32 Pejabat di 6 SKPD
Jemberpost.com – Sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Jember yang enggan disebut identitasnya, menegaskan bahwa dalam minggu ini hingga minggu depan, ada 32 pejabat eselon II dan III dipanggil oleh Kejagung RI. "Sudah dicek saja ke Kabag Hukum, surat panggilannya ada disana, saya tahu sendiri kok, SKPD yang diperiksa diantaranya adalah Kabag Umum, Perlengkapan, Kesra, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup, Perhubungan, PU dan yang lainnya," ungkapnya, Sabtu (14/2/2009).
Total SKPD tersebut ada 6 SKPD (Satuan Kerja Pemerintahan Daerah). Sementara pejabat yang dipanggil jumlahnya mencapai 32 orang. Ketiga puluh dua tersebut tidak dipanggil di Jakarta, namun dipanggil di sebuah hotel di Jember yang sementara ini ditempati oleh tim dari Kejagung tersebut.
Kabar tidak mengenakkan ini ternyata cukup meresahkan semua pejabat dilingkungan Pemkab Jember. Pejabat rata-rata resah karena takut ikut terseret dalam kasus tersebut.
Tim kejagung kabarnya memfokuskan diri kepada SKPD yang dalam melaksanakan tugasnya menimbulkan kerugian Negara cukup besar. Seperti misalnya Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup yang melaksanakan proyek PJU Rp. 85 miliar, dan hasil pemeriksaan BPK RI terakhir, justru menimbulkan kerugian Negara yang nilainya tidak sedikit yakni Rp 18 miliar.
Belum lagi sejumlah dugaan korupsi di bagian Perlengkapan, Umum dan Kesra.
Sayangnya, Kabag Hukum Pemkab Jember, Mudjoko SH, tidak berhasil dikonfirmasi. [BJ]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Nasional
Jumat, Januari 30, 2009
Temu Wicara Interaktif Mensos RI Di Jember
Jemberpost.com.
Guna mempermudah akan penanganan darurat bencana, Pemerintah Pusat melalui Departemen Sosial (Depsos) RI membentuk jaringan Taruna Tanggap Bencana (Tagana). Jajaran ini dibentuk disetiap Kabupaten/Kota dalam skala nasional, dengan dilengkapi perlengkapan tanggap bencana. Dengan begitu, bila bencana terjadi sewaktu-waktu dampak bencana bisa diminimalisir sekecil mungkin.
Mensos RI, Bachtiar Chamzah, mengatakan Depsos telah menyiapkan sistem penanggulangan bencana di ibu kota Propinsi hingga Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Nusantara melalui jaringan tanggap darurat yang dilakukan oleh Tagana.
Pembentukan Tagana dilakukan setahap demi setahap guna menyiapkan tenaga yang terampil mampu secara praktis dan cepat menangani bencana, mulai dari penanganan korban hingga evakuasi. “Ada peralatan-peralatan yang setahap demi setahap kami bangun, sehingga bila bencana terjadi sewaktu-waktu kesiapan penanganan harus lebih baik, ”terangnya.
Tanggap darurat secara cepat, katanya, tidak mungkin dilakukan oleh birokrasi. “Untuk kesiapan itu semua tidak mungkin dilakukan oleh birokrasi, maka kita membentuk Tagana, ”ungkapnya.
Ia mengatakan, anggota Tagana di seluruh Indonesia saat ini mencapai hampir 35 ribu personil. “Saya bercita-cita Tagana di Indonesia bisa mencapai 40 ribu di seluruh tanah air, ”tandasnya.
Ketika bencana terjadi, katanya, walaupun pemerintah memiliki peralatan lengkap mulai dari mobil rescue sampai dengan alat komunikasi, tetapi segenap peralatan tidak mampu dioperasionalkan oleh birokrasi dalam waktu yang relatif cepat. Oleh karenanya, peran Tagana guna menggerakkan semua fungsi tanggap darurat bencana sangat vital dan dibutuhkan. “Birokrasi tidak akan mampu memasang tenda, menggerakkan mobil dan semua peralatan itu dengan cepat, kecuali dengan bantuan tenaga Tagana, ”imbuhnya.
Oleh karenanya, program selanjutnya berupa penanggulangan bencana adalah bisa menjangkau bukan saja di Propinsi peralatan yang lengkap, tetapi juga di Kabupaten-kabupaten. ”Sedangkan daerah-daerah yang mendapatkan prioritas utama bantuan penanggulangan bencana, diantaranya Kabupaten rawan bencana dan jauh dari ibu kota Propinsi, “tuturnya.
Pihaknya mengatakan, kedua kriteria Kabupaten itu bakal mendapatkan bantuan sarana prasarana tanggap bencana, sekaligus bantuan logistik. Dengan begitu, korban bencana bisa ditekan serta kebutuhan pangan bisa terpenuhi dan tidak terjadi kekurangan. Salah satu proyeksi program ini adalah didrop di Kabupaten Jember. “Jember akan mendapatkan fasilitas penanggulangan bencana yang sama dengan yang ada di Propinsi Jatim, ”katanya.
Sementara itu, Bupati Jember, MZA Djalal, menyatakan, frekuensi bencana alam di Jember kerap melanda tiap tahunnya. Sehingga Jember menjadi sentra rujukan di Tapal Kuda, yang meliputi Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi. “Indikatornya SAR ditaruh di Jember oleh Departemen Perhubungan RI dengan jangkauan wilayah Tapal Kuda, ”tandasnya.
Oleh karenanya, katanya, jika Kabupaten Jember diberi tugas yang sama oleh Depsos dalam ihwal penanggulangan bencana, pihaknya siap melaksanakan tugas tersebut. “Bila Departemen Sosial memiliki program-program berupa dapur umum, dapur bergerak dan lain-lainya, kami siap untuk melaksanakan tugas ini, ”tegasnya.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Nasional
Sabtu, Januari 03, 2009
BKSDA Antisipasi Kerusakan Hutan
Jemberpost.com,
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur di Jember saat ini terus memantau perkembangan cuaca sebagai upaya untuk mengantisipasi kerusakan hutan konservasi akibat banjir,tanah longsor dan angin puting beliung.
Kepala BKSDA Wilayah III Jawa Timur di Jember, Abdullah Efendi Abbas kepada jemberpost.com menyatakan , musim penghujan yang turun sejak pertengahan Oktober lalu di Jember belum berdampak pada kerusakan hutan konservasi.
Menurutnya, dikawasan hutan konservasi, bencana alam banjir, tanah longsor dan angin puting beliung belum terjadi. Bencana yang terjadi hanya kebakaran kecil, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang parah. “Kebanyakan bencana yang terjadi bukan pada wilayah kami, kalau terjadi biasanya pada wilayah Perkebunan dan Perhutani” katanya.
Abdullah Efendi Abbas menegaskan, untuk kawasan hutan konservasi yang rusak akibat kebakaran, BKSDA berupaya untuk memperbaiki dengan cara menanam kembali pohon yang sama. “Sebenarnya alam akan bekerja sendiri, kita cuma bisa menanam pohon, selanjutnya alamlah yang akan merehabilitasi dirinya sendiri, kecuali untuk tanaman berpagar”, ungkapnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, untuk mengantisipasi kerusakan hutan pihaknya secara rutin melakukan patroli untuk mempercepat penanganan bila nanti terjadi bencana alam, baik banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan kebakaran. (sal/dn)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Nasional
Rabu, Desember 24, 2008
Jelang Natal dan Tahun Baru 2009 Dandim Jember, Letkol Dedy Agus: Ciptakan Jember Yang Kondusif
.jpg)
Jemberpost.com,
Keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat, untuk itu agar Jember tetap kondusif, utamanya menjelang Perayaan Natal Tahun 2008 dan Tahun Baru 2009keterlibatan masyarakat sangat diperlukan agar terjaminnya rasa aman dimasyarakat. “Kegiatan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2009 jelas merupakan tanggung jawab bersama, masyarakat yang perlu kita ajak untuk sama-sama kita amankan, “pinta Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember, Letkol Inf. Dedy Agus Purwanto saat menyamakan persepsi dalam mengantisipasi kemungkinan ancaman dalam perayaan tersebut, di Aula R.M Palm Jember.
Lebih jauh Dandim menjelaskan bahwa negara ini terdiri dari beberapa agama, sehingga dalam proses menjaga keamanan Jember secara keseluruhan yang dipelopori oleh aparat kepolisian dan TNI sebagai pendukungnya mengajak secara bersama-sama untuk mengamankan Jember. “Kita jangan melihat ini natal dan tahun baru, tetapi bagaimana menjaga Jember ini tetap kondusif, “harap Dandim.
Apalagi besok (hari ini.red) akan ada gelar pasukan operasi lilin 2008 dan tahun baru 2009 untuk melihat kesiapan personil yang akan terlibat dalam pengamanan kedua hari besar tersebut. “Semua anggota TNI - Polri akan dikerahkan dalam acara tersebut utamanya anggota TNI dari jajaran Kodim 0824 Jember, “ujarnya.
Sementara itu Kabag. Ops Polres Jember AKP Wied Hartono ditempat terpisah mengatakan jajarannya akan menempatkan 4 pos induk dan 7 pos PAM yang tersebar didalam beberapa sub pos di seluruh Kabupaten Jember dengan kekuatan 2/3 anggota Polres Jember atau sekitar 1000 personil yang akan dibantu oleh TNI dan potensi masyarakat yang lainnya. “Seluruh personil akan ikut terlibat dalam pengamanan natal dan tahun baru tahun ini, “jelasnya.
“Untuk penempatan personil yang akan mengamankan umat nasrani merayakan natal disesuaikan dengan kebutuhan, masing-masing gereja akan ditempatkan paling sedikit 5 s/d 15 personil terdiri dari semua fungsi, “pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Bakesbang dan Linmas Jember, Drs Sudjak Hidayat bahwa dalam rangka kebersamaan dan menciptakan situasi aman dan kondusif di Kabupaten Jember, Kominda Jember mengadakan beberapa kegiatan diantaranya pemantauan dilapangan dalam mendeteksi dan mencegah dini agar setiap permasalahan bisa dieliminir sekecil mungkin. “Kegiatan Kominda merupakan antisipasi saja yang memang diperlukan, karena setiap permasalahan harus terdeksi sedini mungkin, “katanya.
Namun sebagai elemen bangsa kita harus selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam menciptakan kerukunan umat beragama. “Dan marilah kita hormati mereka yang sedang mengikuti kegiatan keagamaan sebagaimana yang dianut masing-masing, mari kita toleransi dan menghormati agama yang ada, “pinta Sudjak mengakhiri pembicaraannya. (sal/tot)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Layanan Publik, Nasional
Senin, Desember 22, 2008
Kutuk Amerika Dan Israel, Demo Kumail Lempari Wajah Bush
Jemberpost.com - Presiden Amerika Serikat George W. Bush memang pas jadi sasaran lempar. Laki-laki, perempuan dan anak-anak menjadikannya sasaran 'lempar jumroh' di depan gedung DPRD JemberTapi berbeda dengan di Irak, kali ini yang dilempari adalah foto George W. Bush. Sepatu dan sandal jepit melayang ke arah foto yang dipegangi seorang aktivis Komite Umat Islam Anti Amerika-Israel (Kumail).
Kumail menganggap Bush ikut bertanggungjawab atas kekejaman Israel yang memblokade jalur Gaza. "Kami mengutuk blokade rezim Zionis di jalur Gaza," teriak Sudarsono, koordinator aksi Kumail.
Kumail memandang blokade tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan. Akibat blokade ribuan anak-anak kelaparan. "Kami memperingatkan negara Arab dan kaum Muslimin untuk mengakhiri sikap bungkam selama ini," kata Sudarsono.
Kumail menyerukan kepada semua elemen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Tidak ada kata mundur.
Aksi unjuk rasa berakhir. Di bawah rintik hujan, para demonstran pulang, dan menyisakan dua pasang sandal dan sepatu. [wir/BJ]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Internasional, Nasional, Politik
Jumat, Desember 12, 2008
Selamat Jalan Ali Alatas….

Pimred Jemberpost.com Salim Umar,SE ketika bertemu dengan Ali Alatas Dalam sebuah Konferensi Internasional.
Jemberpost.com-Menteri Luar Negeri Ali Alatas yang juga ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) meninggal dunia di RS Mount Elizabeth, Singapura, Kamis (11/12/2008) pukul 07.30 waktu setempat. Diplomat senior ini meninggal karena sakit yang diidapnya. Hari ini Presiden Yudhoyono memimpin pemakaman Diplomat senior Indonesia
ALI Alatas merupakan salah satu diplomat andal yang dimiliki Indonesia. Kelahiran Jakarta, 4 November 1932 ini, telah menuaikan baktinya pada Negeri ini
Selama dua dasawarsa lebih, Alex memperlihatkan kelas tersendiri sebagai diplomat. Sebagai bukti keandalannya, Alex juga pernah dinominasikan menjadi Sekjen PBB oleh sejumlah negara Asia pada 1996. Selain itu, Alex juga diakui oleh dunia internasional, hal itu terbukti dengan diangkatnya Alex menjadi Utusan Khusus (Special Envoy) Sekjen PBB untuk Reformasi PBB pada 2005.
Menurut ensiklopedia tokoh Indonesia, kisah hidup Alatas adalah diplomasi. Padahal, pada masa kecil ia bercita-cita menjadi pengacara meski ia juga sempat mencicipi dunia jurnalistik sebagai korektor Harian Niewsgierf (1952-1953) dan redaktur kantor berita Aneta (1953-1954).
Ia mengawali tugas diplomatnya sesaat setelah ia menikah sebagai Sekretaris Kedua di Kedutaan Besar RI di Bangkok (1956-1960). Sebelumnya ia nyanggong di Direktorat Ekonomi Antarnegara, Departemen Luar Negeri RI (1954-1956).
Selepas bertugas di Kedubes RI Bangkok, ia kemudian menjabat Direktur Penerangan dan Hubungan Kebudayaan Departemen Luar Negeri (1965-1966). Lalu ditugaskan menjabat Konselor Kedutaan Besar RI di Washington (1966-1970). Kembali lagi ke Tanah Air, menjabat Direktur Penerangan Kebudayaan (1970-1972), Sekretaris Direktorat Jenderal Politik Departemen Luar Negeri (1972-1975), dan Staf Ali dan Kepala Sekretaris Pribadi Menteri Luar Negeri (1975-1976).
Ia dipercaya mejalankan misi diplomat sebagai Wakil Tetap RI di PBB, Jenewa (1976-1978). Kembali lagi ke Tanah Air, menjabat Sekretaris Wakil Presiden (1978-1982). Lalu, kemampuan diplomasinya diuji lagi dengan mengemban tugas sebagai Wakil Tetap Indonesia di PBB, New York (1983-1987). Selepas itu, ia pun dipercaya menjabat Menteri Luar Negeri (1987-1999) dalam empat kabinet masa pemeritahan Soeharto dan Habibie.
Saat menjabat Wakil Tetap Indonesia di PBB, ia harus menghadapi berbagai kritikan mengenai masalah Timor Timur. Ia dengan cekatan bisa melayaninya dengan diplomatis. Apalagi, saat pecah insiden Santa Cruz yang menewaskan puluhan orang pada 12 November 1991, ia cekatan untuk meredam kemarahan dunia. "Diplomasi itu seperti bermain kartu. Jangan tunjukkan semua kartu kepada orang lain. Dan jatuhkan kartu itu satu per satu," katanya.
Pada zaman Megawati Soerkarnoputri, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1956 ini ditunjuk menjadi penasihat untuk urusan luar negeri. Sebagai penasihat presiden, Alex, demikian ia akrab disapa, antara lain telah menjalankan misi diplomat ke berbagai negara, termasuk membicarakan perdamaian Aceh dengan Hasan Tiro di Swedia.
Pada 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkat Alex sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.
Dalam mengisi waktu senggan, Alex mewujudkan impiannya menjadi pengacara, sebagai salah satu penasihat hukum di Biro Pengacara Makarim & Taira’s. Ia menikmati hidup dengan keluarga di rumah kediamannya di Kemang Timur, Jakarta Selatan. Ali Alatas memperistri Junisa dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Soraya Alatas, Nadita Alatas, dan Fauzia Alatas.
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Internasional, Nasional
Jumat, Oktober 10, 2008
Khofifah Pastikan Dukungan Buruh Di Jember

Jemberpost.com – Jumat tadi siang Khofifah berkunjung ke Jember, Setelah Bersilaturahmi dan makan siang di rumah Habib Husein Syafii Al Muhdhar Khofifah langsung meluncur ke PTPN X Kebon Ajung Gayasan Jember untuk bertemu dengan para buruh Aroma tembakau menyengat kuat menemani Khofifah Indar Parawansa yang nekat maju terus menerabas aroma itu tanpa mengenakan penutup hidung.
Khofifah, calon gubernur Jawa Timur nomor urut satu, menemui ribuan buruh di gudang tembakau Ajong Gayasan milik PT Perkebunan Nusantara X, Ia menyapa dan menyalami buruh yang seluruhnya perempuan itu.
Khofifah didampingi Ketua Partai Patriot Jawa Timur La Nyalla Mataliti. Administratur Kebun Ajong Gayasan, Ahmad Fathoni, ikut menemani sembari memberi penjelasan soal pengolahan tembakau.
Diberitahu bahwa proses klasifikasi mutu daun tembakau dilakukan lembar per lembar, Khofifah terkejut. "Ini kayak QC (Quality Control) begitu? Tapi manual satu-satu. Masya Allah. Siji-siji? Luk luk... per lembar Rek," katanya, dengan logat Jawa Timuran yang kental.
Setiap kali menyapa buruh perempuan itu, Khofifah selalu menyebut namanya. La Nyalla langsung menimpali, "Jangan lupa nyoblos Bu Khofifah, nomor satu."
Beberapa buruh mencium tangan Khofifah, dan mengajak foto bersama. Di bawah sorotan kamera, mereka berfoto bareng sembari mengacungkan jari telunjuk, tanda nomor satu.
Keringat sudah membasahi tubuh anggota rombongan Khofifah. Berada dalam gudang pengolahan memang panasnya minta ampun: bak di dalam sauna. Beberapa wartawan saling bercanda, sebulan di dalam gudang itu bisa bikin kurus badan.
Namun, Khofifah seperti tak hirau dengan panas. Ia tak segera beranjak keluar gudang dan terus menyapa para buruh itu. [sal/BJ]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Nasional
Selasa, September 30, 2008
Bambang Hendarso Danuri Resmi Jadi Kapolri

Jemberpost.com, Jakarta - Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) akhirnya secara resmi dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).BHD menggantikan Jenderal Pol. Sutanto yang memasuki pensiun pada akhir September ini.
Pelantikan yang dilakukan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana
Negara pada pukul 11.00 WIB itu juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Tampak juga hadir para pejabat tinggi negara, seperti Ketua DPR Agung Laksono dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Tak ketinggalan pula Jenderal Pol Sutanto juga turut hadir pada pelantikan tersebut.
Usai pelantikan, seperti biasa para undangan yang hadir memberikan ucapan selamat kepada Kapolri baru. Wajah bahagia tampak menghiasi BHD yang saat itu didampingi istrinya, Nani Hartiningsih, saat menerima ucapan selamat dari para undangan.[L2)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Nasional
Idul Fitri Ditetapkan 1 Oktober

Jemberpost.com,
Jakarta - Pemerintah memutuskan 1 Syawal 1429 Hijriyah jatuh pada 1 Oktober 2008. "Kami tetapkan 1 Syawal jatuh pada Rabu, 1 Oktober 2008," kata Menteri Agama Maftuh Basyuni usai sidang Hisab dan Rukyat di Departemen Agama, Jakarta,hari iniSementara ijtima (pertemuan akhir bulan dan awal bulan baru) terjadi pada Senin (29/9) pukul 15:13 WIB, dan pada saat itu posisi hilal berada di bawah ufuk.
Sebelumnya, sejumlah tim rukyat yang di sebarkan di sejumlah titik pemantauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur gagal melihat hilal, sehingga kemudian diputuskan puasa digenapkan selama 30 hari.[sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Nasional