Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, Oktober 26, 2008

Serba 23 di Mobil Beckham


jemberpost.com, Los Angeles - Angka 23 begitu keramat bagi seorang legenda pebasket NBA Michael Jordan. Kini nomor tersebut tak hanya keramat bagi Jordan, tetapi juga bagi ikon sepakbola David Beckham. Sampai-sampai semua yang ada di dalam mobil Cadillac Escaladenya terpampang nomor 23 yang juga menjadi nomor punggungnya di klubnya Los Angeles Galaxy.

Baru-baru ini terlihat ketika Becks, panggilan David Beckham, bersama istrinya Victoria Beckham pulang ke rumah dari sebuah acara pesta di Los Angeles, Amerika Serikat.

SUV gahar produksi General Motors ini memang sudah menjadi ikon selebriti kulit hitam dan anak muda Amerika. SUV yang jadi favorit kendaraan orang Amerika ini, memang identik dengan kemewahan.

SUV ini menggendong mesin 6.2L Vortec V8 dan mampu menghasilkan tenaga 403 hp. Harganya dibanderol sekitar US$ 70.000 atau sekitar Rp 665 juta ini, nggak ada artinya dibanding dengan penghasilan mantan pemain Manchester United dan Real Madrid ini yang mencapai sebesar 25 juta Poundsterling per tahunnya atau sekitar Rp 450 milyar. 'Walaah mak'.

Mobil ini memang punya kenangan tersendiri bagi pemain yang juga memiliki satu unit Lamborghini Gallardo di garasinya ini.

Bulan April lalu, Beck sempat berurusan dengan polisi saat melintas di Sunset Boulevard, Hollywood. Beckham terpaksa berdamai dengan polisi tersebut dan membayar denda 80 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 juta.

“Saat itu ada sebuah kejadian kecil tetapi David Beckham sangat kooperatif dengan polisi,” ujar juru bicaranya. David Beckham pun akhirnya bisa pulang dengan tenang. [O1]

Selengkapnya..

Minggu, Juli 20, 2008

Ketika Truk Naik Daun


Jemberpost.com
Jakarta – Simbiosis mutualisme selalu terjadi di bidang ekonomi. Kali ini menyangkut sektor pertambangan dan agribisnis. Geliatnya terbukti memacu pertumbuhan pasar otomotif. Penjualan segmen produk jenis truk ikut naik.

Kegairahan sektor riil sungguh dinikmati pabrikan otomotif yang piawai memproduksi beragam kendaraan jenis alat angkut kategori berat seperti Isuzu. Buktinya, total penjualan kendaraan jenis itu pada 2007 mencapai enam ribu unit.
Pangsa pasarnya mayoritas di luar Pulau Jawa yang dipadati sektor usaha pertambangan dan agribisnis, yakni Sumatera dan Kalimantan.
"Total penjualan kami di paro pertama 2008 sudah mencapai 13 ribu unit. Lima ribu unit di antaranya jenis kendaraan truk. Target penjualan truk sepanjang 2008 diproyeksikan mencapai 10 ribu dari total 26 ribu unit produk Isuzu," kata Yohannes Nangoi, Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Minggu (13/7).
Target penjualan itu hendak diraih melalui pendekatan holistik, mulai dari segmen produksi hingga layanan purna jual.
"Kepercayaan terhadap potensi pasar kendaraan jenis truk juga dibangun melalui upaya pembenahan di lini produksi. Kami terus melakukan improvisasi produk truk yang coba disesuaikan untuk jenis medan jalan yang ada di Indonesia," tandas Yohannes.
Upaya lain untuk mendongkrak penjualan produk adalah melalui peningkatan pelayanan di segmen perbaikan kendaraan. Untuk itu, pihak Isuzu terus melakukan pembekalan kepada pihak pemilik dan karyawan dari bengkel resmi Isuzu.
Pertumbuhan di sektor usaha agribisnis sendiri diyakini terdorong oleh tingginya harga komoditas itu di pasar internasional. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) per April 2008 melonjak tajam 175% dibandingkan ekspor pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Total ekspor CPO Indonesia mencapai US$ 1,9 miliar, naik cukup tajam dibandingkan periode sebelumnya, yakni US$ 690,1 juta. Volume ekspor meningkat, dari 655 ribu ton jadi 1,8 juta ton atau melonjak 178,2% per Mei 2008.
Naiknya harga minyak sawit, dari US$ 1.174 per ton jadi US$ 1.208 per per ton, ikut memicu prospek pangsa ekspor CPO. Di samping itu, volume ekspor karet juga melonjak, dari dari US$ 657,9 juta jadi US$ 691,5 juta pada Mei 2008.
Situasi itu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku industri otomotif untuk menggenjot angka penjualan truk. Kendaraan itu dimanfaatkan sebagai kelengkapan kerja bagi sektor industri pertambangan dan perkebunan.
Di sisi lain, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengindikasikan adanya peningkatan realisasi investasi di kuartal I 2008 sebesar 86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka realisasi investasi meningkat 314% dibandingkan kuartal IV 2007, yakni dari US$ 2,01 miliar jadi US$ 8,33 miliar.
Investasi asing telah berkontribusi lebih dari 100% dalam peningkatan realisasi investasi tahun ini. Penyumbang terbanyak realisasi investasi adalah transportasi, manufaktur, telekomunikasi, logam, farmasi dan industri makanan.
Pasar ekspor barang tumbuh 7,6%. Angka itu bertumbuh sedikit lebih rendah dibandingkan tingkat pertumbuhan tahun lalu. Ekspor nonmigas dan pertanian menyumbang pertumbuhan terbesar. [inilah.com]


Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna