Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 31, 2009

Lebih Dekat Dengan Masyarakat Desa Melalui Olahraga


Jemberpost.com,
Untuk lebih membudayakan olahraga kepada seluruh masyarakat dan para pejabat yang ada, Bupati Jember melaksanakan kegiatan Olahraga Integritas yang di kemas melalui jalan sehat dengan mengelilingi perkebunan.Kegiatan ini bertempat dilakosi Padepokan H. Arum Sabil, yang juga sebagai ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), tepatnya di Ds. Tanggul Kulon, Kec. Tanggul, olahraga yang mengitari rumah beserta kebun tumpangsari dan tebu dengan luas hampir 10 Ha ini diikuti oleh seluruh pejabat Pemkab dan Camat Se Kab Jember. Acara jalan-jalan yang menempuh hampir 3 KM ini, juga ditandai oleh Bupati Jember, MZA Djalal dengan menanam pohon penghijauan bersama siswa-siswi Pramuka SMAN 1 Tanggul
Kabag. Humas, Drs Agoes Slameto, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak ada maksud apapun, melainkan hanya untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Agoes juga menegaskan bahwa setiap hari sabtu atau hari libur kerja, Bupati beserta para pejabat Pemkab Jember selalu meagendakan kegiatan olahraga bersama. “olahraga itu bisa jadi bersepeda, jalan sehat, atau out bond,”ungkap Agoes. Dirinya juga menyatakan bahwa kegiatan yang sempat tertunda hampir 5 bulan ini, memang sudah direncanakan dan ditempatkan di kediaman Arum Sabil, pungkasnya. (sal)

Selengkapnya..

Selasa, September 29, 2009

Terusir ke Lumajang Suporter Persid Kecewa

Jemberpost.com-Gara-gara digunakan Supercross pada BBJ Agustus lalu, kondisi rumput menjadi tak memenuhi standard untuk Sepakbola, akibatnya Stadion Notohadinegoro Jember dilarang digunakan dalam kompetisi sepakbola Liga Divisi I.

Kemungkinan besar terpaksa memindahkan ke kota terdekat yaitu Lumajang. Menurut Manajer Persid Sirajudin, Lumajang dipilih karena terdekat dengan Jember. “hanya sekitar 20 menit”Ujarnya.

Sirajudin menjelaskan konsekwensinya biaya menjadi bengkak 30 persen untuk transport dan hotel. Saat ini pihaknya akan segera menghadap Bupati Djalal membicarakan masalah tersebut.

Dipastikan Jember tak akan menjadi tuan rumah pada awal kompetisi karena saat ini stadion Notohadinegoro masih proses renovasi.

Persid Jember akan menjalani laga kandang pertama pada 7 Oktober melawan Persida Sidoarjo. Persid berada di Grup VI bersama Persida Sidoarjo, Persekam Metro Kabupaten Malang, Persikubar Kutai Barat, dan Persikoba Kota Batu.

Begitu mengetahui kemungkinan dipindah Suporter pecinta Persid pun berang. Sandi dari kreongan meminta Pemkab Jember bertanggung jawab atas masalah ini. Suwono dari Ajung berharap Pemkab segera membenahi stadion dalam waktu dekat, sehingga pertengahan kompetisi stadion dapat kembali digunakan.(sal)


Selengkapnya..

Rabu, Agustus 19, 2009

Persid Siap Berlaga di Liga Indonesia


Jemberpost.com-. Minimnya anggaran yang dimiliki oleh Persid Jember tidak menyurutkan nyali klub sepakbola kebanggaan masyarakat Jember ini untuk unjuk gigih di depan ribuan Persidmania.Bahkan dalam waktu dekat rencananya Persid akan menjadi tuan rumah liga Indonesia PSSI Oktober 2009 mendatang di Stadion Notohadinegoro.Meski sebelumnya stadion tersebut sempat digunakan sebagai sirkuit motor cross dalam rangka bulan berkunjung ke Jember (BBJ).

Pihak manajemen Persid optimis Liga Indonesia siap dilaksanakan di tempat tersebut Hal tersebut diungkapkan Sirajudin, SST Par selaku Manajer Persid, dengan digelarnya Liga Indonesia tersebut paling tidak mengobati kerinduan Persidmania terhadap tim kebanggaannya.

Pemantapan latihan menghadapi liga Indonesia PSSI terus digenjot. Bahkan dalam waktu dekat 15 September 2009 pihak PSSI akan datang ke Jember untuk mengecek langsung kelayakan Stadion Notohadinegoro, persiapan fisik stadion pun terus dilakukan diantaranya dengan menyiram lapangan agar kelihatan hijau mengingat saat ini hujan jarang turun di Jember.

“Pihak Manejemen Persid terus memantau kesiapan Stadion Hadinegoro yang akan dipakai ajang Liga Indonesia, Jember ingin menjadi tuan rumah yang baik dengan menyukseskan liga Indonesia,’’jelas Sirajudin.


Selain itu menurut Sirajudin saat ini klub sepakbola yang dipimpinnya itu kedepan masih membutuhkan kucuran dana, dirinya mencontohkan di tahun 2008 meski tidak ada dana namun kompetisi tetap dilaksanakan sampai akhir bahkan Persid tetap menjaga kekompakan baik pemain, suporter maupun pihak manajemen. Bahkan tahun lalu Persid mampu bertahan di divisi I PSSI bersama dengan klub sepakbola lainnya seperti Persela (Lamongan), Persewa (Wamena) dan Arema (Malang), bahkan kemanapun Persid bertanding selalu dipenuhi oleh suporter pendukungnya. “Luar biasa animo para Persid mania ini dalam memberi dukungan kepada kesebelasannya saat bertanding, sekitar 3000 ribu Persid mania ikut memberikan dukungan di gala desa,”ujar Sirajudin mantan Direktur Akademi Pariwisata Universitas Muhammadiyah Jember itu.

Anggaran Persid pada tahun 2009 ini hanya Rp.800 juta, padahal anggaran yang diserap oleh Persid mencapai Rp.5 miliar per tahunnya. Besarnya anggaran tersebut selain diperuntukan untuk biaya makan, juga untuk pemain dan pelatih yang mencapai 30 orang dengan alokasi anggaran Rp.30 juta dalam ditambah lagi untuk membeli kelengkapan pertandingan seperti bola dan sepatu bola. “ Untuk latihan selama 3 bulan dibutuhkan 20 buah bola dengan kisaran harga per bola Rp.350 ribu, belum sepatu bola buat pemain dan pelatih sebanyak 30 orang yang harganya sekitar Rp.l,3 juta per pasang. Belum lagi dibutuhkan 40 training atas bawah seharga Rp.150 ribu , 20 sepatu ket senilai Rp.200 ribu per pasang,”tandas Sirajudin.
Sirajudin juga menambahkan, selain itu dibutuhkan biaya yang sangat besar oleh Persid untuk mendatangkan tim kesebelasan dari luar saat melakukan pertandingan uji coba. Sirajudin mencontohkan Persid terpaksa mengeluarkan biaya sekitar Rp.25 juta untuk mengadakan laga uji coba dengan Persewa (Wamena), besarnya biaya tersebut sudah termasuk biaya wasit, hotel, komsumsi, pemain tamu dan bonus pemain uji coba sebesar Rp.100 ribu yang diperuntukan untuk 26 orang.” Belum lagi biaya pelatih antara Rp.150 ribu hingga Rp.200 ribu untuk 3 orang, belum lagi biaya pemeriksaan medis sebelum bertanding sebesar Rp.125 ribu sebanyak 40 orang. Untuk bertanding di pertandingan divisi harus memiliki smart card (semacam surat ijin bertanding), itupun harganya satu smard tidak murah sekitar Rp.l,5 juta dan butuh sebanyak 26 smart card,”imbuh Sirajudin. (win)



Selengkapnya..

Minggu, Juni 28, 2009

Balung dan Ambulu Juara Volly Ball Bupati Cup

Jemberpost.com,
Semangat masyarakat Jember dibidang olah raga, khususnya Volly Ball sangat tinggi, sehingga tidak heran jika Turnamen Volly Ball memperebutkan Piala Bergilir Bupati Cup 2009 yang diselenggarakan mulai tanggal 16 s/d 26 Juni 2009 seluruh atlit dari 31 Kecamatan turut berlaga piala bergengsi tersebut, demikian kata Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jember, Drs. Suparno pada acara pertandingan final Volly Ball Bupati Cup 2009, Jum’at (26/6) di GOR PKPSO Kaliwates Jember.
Drs. Suparno juga memberikan penghargaan dan terima kasih kepada panitia, pihak lain maupun pihak swasta yang telah berpartisipasi pada event bergengsi ini, sehingga terselenggaranya kegiatan tersebut lebih-lebih kepada seluruh lapisan masyarakat. “Kebersamaan dan kekompakan antara pemerintah dan masyarakat sangat perlu dibangun, sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama akan mudah dicapai, “jelasnya.
Lebih jauh dikatakan bahwa Turnamen Volley Ball ini merupakan daya ungkit dibidang olah raga, sekaligus sarana efektif dan refresing yang secara langsung akan melahirkan atlet-atlet berprestasi baik di Tingkat regional maupun nasional, lanjutnya.
Sementara itu pelaksana pertandingan, Bambang mengatakan turnamen memperebutkan piala bergilir Bupati Cup kali ini diikuti oleh sebanyak 31 klub terbaik tingkat kecamatan baik putra maupun putri. Tahun lalu, piala bergilir Bupati Cup 2008 untuk putra dipegang tim Volly Ball Kecamatan Balung dan untuk putri oleh tim dari Kecamatan Tempurejo. “Namun rupanya bergeser, untuk tahun ini piala bergengsi Bupati Cup 2009 untuk putra di direbut tim Volly Ball dari Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu dan putri tim dari Desa Tutul Kecamatan Balung sekaligus keduanya menjadi juara pertama, “ujarnya.
Sedangkan tim/club yang menjadi juara pada perebutan Bupati Cup 2009 adalah Juara I putra dimenangkan oleh tim dari Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu berhak mendapatkan piala bergilir, piala tetap dan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,-, Juara II dimenangkan tim dari Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji berhak mendapatkan piala tetap dan uang tunai sebesar Rp. 1.500.000,-, Juara III diperoleh oleh tim dari Desa Pondokrejo Kecamatan Tempurejo mendapatkan piala tetap dan uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,- dan Juara IV dari Desa Garahan Kecamatan Silo dengan piala tetap dan uang tunai sebesar Rp. 500.000,-.
Sementara itu untuk putri Juara I tim dari Desa Tutul Kecamatan Balung berhak mendapatkan piala bergilir, piala tetap dan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,-, Juara II tim dari Desa Sukorambi Kecamatan Sukorambi berhak mendapatkan piala tetap dan uang tunai sebesar Rp. 1.500.000,-, Juara III tim dari Desa Karanganyar KecamatanAmbulu mendapatkan piala tetap dan uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,-, dan Juara IV tim dari Desa Bangsalsari Kecamatan Bangsalsari dengan piala tetap dan uang tunai sebesar Rp. 500.000,-.
Selain itu juga dipilih pemain terbaik Piala Bupati Cup 2009 dan untuk putra diraih oleh Linda tim dari Desa Tegalsari Kemacatan Ambulu, sedangkan putri diraih oleh Reni tim dari Desa Tutul Kecamatan Balung dengan masing-masing memperoleh piala tetap.
Hadir pula pada pertandingan final Volly Ball Bupati Cup diantaranya Kapolres Jember yang diwakili Wakapolres, Asisten I, Hasi Madani, Asisten II, Drs. Edi B. Susilo, Kabag Humas Drs. Agoes Slameto, para Kepala SKPD Se Kabupaten Jember dan Camat Se Kabupaten Jember. (sal).

Selengkapnya..

Fun Bike BBJ Meriah


Jemberpost.com
Hari-hari di Kota Jember, sejak beberapa pekan belakangan, terasa berbeda dengan sebelumnya. Nyaris setiap hari, ada saja kegiatan yang digelar. Paling anyar, di alun-alun Kota Jember, digelar kegiatan fun bike. Olahraga bersepeda dalam rangka Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) ini, terlihat begitu meriah. Bahkan Bupati MZA Djalal, yang ketika itu melakukan pelepasan atas peserta fun bike, turut ambil bagian dengan ikut mengayuh sepeda bersama peserta lainnya.
Ada sekitar 3 ribu peserta yang mengikuti fun bike di Jember dengan route sejauh 15 km itu. Tidak hanya club sepeda dari daerah kota Jember saja, yang mengikuti kegiatan ini. Mereka yang menjadi peserta fun bike BBJ 2009 ini, juga ada yang datang dari, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, bahkan Gresik dan Surabaya.
Diakui oleh peserta dari kota pahlawan ini, bahwa informasi kegiatan funa bike ini didapatkan dari radio, media cetak dan salah satu toko sepeda di Surabaya. “Informasi ini kemudian saya sampai kepada club kami,”ungkap Samsul Huda ketua rombongan dari Romeo Cycle, Surabaya.
Mengenai route, Romeo mengaku, tidak terlalu masalah. Apalagi route yang ditempuh tidak terlalu jauh, sehingga tidak banyak menguras tenaga. Bahkan dia mengaku senang dan puas atas diselenggarakannya fun bike di Kota Jember, meski untuk mengikutinya harus menempuh perjalanan dari Surabaya ke Kota Tembakau, Jember.
Dianggapnya biasa perjalanan jauh yang ditempuhnya ini, karena menurutnya hal seperti itu sudah terbiasa dilakukan dalam rangka mengikuti berbagai event di lain daerah yang jaraknya cukup jauh dari kotanya. “Kami menyiasati berangkat dulu sehari sebelum pelaksanaan Fun Bike dan kami nginapnya di Tanggul,”paparnya.
Untuk kegiatan Fun Bike di Jember, menurut Romeo, sedikit ada perbedaan dengan yang pernah digelar di daerah lain. Itu utamanya terkait dengan cuaca dan hawanya. “Di Jember hawanya sejuk dan masih belum terkena polusi udara. Saya sangat senang di sini,”tambah rombongan club Cycle asal Rungkut Menanggal Surabaya itu.
Kendati begitu, dia juga sempat memberikan kritik atas penyelenggaraan fun bike di Kota Jember. Menurut Huda yang sering mengikuti event serupa di lain kota, penyelenggaraan fun bike di Jermber, dimana pihak paniti penyelenggara, dinilainya masih belum optimal menjamu para tamunya yang datang dari luar kota. “Seperti di Ponorogo, meski kami sudah standby sebelum hari H, tapi kami diberi penginapan meski harus tidur di tempat aula sekalipun. Tapi mudah-mudah ke depan menjadi perhatian juga dari panitia,”ujarnya.
Huda yang pada kegiatan fun bike di Jember ini, menginap di rumah salah satu keluarga peserta club, di Tanggul, cukup merasa senang dengan suasana kota Jember. “Kami bersama rombongan sebanyak 8 orang masih menyempatkan diri untuk melihat suasana di Jember. Ternyata di kota sejauh 30 kilometer m juga ada tempat wisata yang cukup potensi untuk dikembangkan, yaitu Pemandian Patemon,”cetusnya.
Kaitan dengan potensi ini, juga disampaikan Fery, areal representatif se Jatim, sebuah produk sepeda gunung yang cukup terkenal di Indonesia. Menurutnya, potensi Jember, yang wilayahnya terdiri atas daerah pegunungan, produknya cukup banyak diminati. “Di Jember sangat potensi dan cukup bagus perkembangannya sama dengan kota lain yang sudah maju,”jelas Fery sebagai Areal Representatif Se Jatim.
Mengenai fun bike di Jember yang diselenggarakan bersamaan dengan agenda tahunan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), Fery mengaku sangat mendukung. “Sebagai sporsor kami juga sangat mendukung pelaksanaan Fun Bike di Jember dan boleh dikata sukses,”akunya.
Sementara itu Bupati Djalal, sebelum melepas peserta fun bike untuk memulai olahraganya, menghimbau kepada masyarakar Jember, baik yang mengikuti maupun yang hanya jadi penonton, agar menjaga kesehatannya. “Masyarakat Jember harus sehat yang suka bersepeda berspedalah, dan yang suka jalan kaki untuk terus berolahraga agar dijaga kesehatan kita semua,”harapnya.
Disempatkan juga oleh Bupati Djalal untuk selalu mengingatkan kepada masrakat Jember lewat pepatahnya. “Kita selalu mengingat pepatah mensana in compore sano dimana dari raga yang sehat akan terdapat jiwa yang sehat pula,”jelas Djalal sembari mengangkat bendera, menandai dimulainya kegiatan fun bike. (sal)

Selengkapnya..

Kamis, Juni 18, 2009

Penyandang Cacat Kirab Keliling Kota


Jemberpost.com
Walau dengan kemampuan seadanya, puluhan penyandang tuna daksa (cacat tubuh) berpawai keliling kota. Kirab tersebut merupakan inisiatif para penyandang cacat (penca) guna menggelorakan moment Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), yang tak lama lagi digelar di Jember.
Berbekal semangat dan ingin dihargai sebagai manusia normal, 30 penca berkonvoi di jalanan kota sepanjang 20 kilometer. Start konvoi dimulai dari Alun-alun Kota melewati jalan A.Yani-Trunojoyo-KH Sidiq-Gajah Mada-Teratai-Manggar-Cendrawasih-dr Soebandi-PB Soedirman dan berakhir di Kantor Dinsos.
Dalam berkonvoi para penca mengendarai sepeda motor beroda 3. Tiap peserta menghiasi kendaraannya dengan kertas warna, dan memasang yel-yel BBJ di sepeda motornya. Tak heran rombongan tersebut sempat menarik perhatian masyarakat di sepanjang jalan. Lantaran, baru kali ini masyarakat disuguhi tontonan yang cukup unik itu.
Iring-iringan sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan rata-rata di jalanan yang cukup ramai. Guna menjaga keamanan selama pelaksanaan pawai, Dinsos mengawal pawai BBJ itu dengan mobil SAR bantuan dari Departemen Sosial Pusat.
Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember, Suhanan, konvoi ini digelar untuk menyemarakkan BBJ, selepas kegiatan peringatan Hari Lansia pada 12 Juni di Alun-alun Kota Jember. “Setelah kita melaksanakan acara bersama di Alun-alun Kota Jember, kirab BBJ kita gelar bersama para penca,” tuturnya.
Kendati memiliki keterbatasan dari segi fisik, kata dia, semangat para penca cukup luar biasa. Selain itu, pawai tersebut memberikan sentuhan semangat pada masyarakat, agar turut berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan BBJ yang bakal digelar tak dalam waktu dekat.
Setidaknya, hal tersebut merupakan wujud dari partisipasi penca dalam mendukung promosi BBJ yang kian menggelora akhir-akhir ini. “Ini merupakan bentuk dari partisipasi penca dalam menyemarakkan program BBJ yang digagas oleh Bupati Jember,” tuturnya.
Seolah-olah dalam konvoi tersebut terkandung suatu pesan yang cukup berarti pada masyarakat luas. Bahwa, walaupun penca memiliki keterbatasan dalam segi fisik. Namun, semangat untuk memperkenalkan dan mempromosikan Jember tak kalah dengan manusia normal pada umumnya.
Sementara itu, menurut Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Jember, Putut Siswo P, ide pawai keliling kota itu muncul dari kalangan Perpenca. Jika sebelumnya pemerintah beserta jajarannya telah melakukan launching dan kirab BBJ. Maka, kali ini penca melakukan pawai dan promosi BBJ dengan caranya sendiri.
“Ide kirab ini muncul dari inisiatif Perpenca, mereka ingin turut berpartisipasi dalam BBJ dengan cara mereka sendiri,” ujarnya. “Walaupun mereka memiliki serba keterbatasan tapi dari sisi semangat tidak ingin kalah dengan manusia normal,” ungkapnya.
Kirab tersebut, lanjutnya, dimulai pukul 7.30 WIB selepas acara penyerahan bantuan oleh Dinsos pada 2 kube Penca yang telah lulus mengikuti pelatihan dan pendidikan kewirausahaan penca yang digelar di Liposos mulai 13 Mei-4 Juni lalu.(sal)


Selengkapnya..

Minggu, Juni 14, 2009

Marak, Jalan Sehat Harlah Anshor


Jemberpost.com
Jalan sehat anshor pagi tadi diikuti oleh ribuan masyarakat, start pukul 06.00 dari alun alun lewat mangunsarkoro dan kembali ke alun-alun kota Jember. Wakil Gubernur Jawa Timur H.Saifullah Yusuf tau akrab dipanggil Gus Ipul yang juga sebagai Ketua GP Anshor didampingi sejumlah pejabat dan akademisi.Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Bupati Hasi Madani, Kadispendik Ahmad Sudiyono, dan Dirut Poltek Ir.Asmuji.
Usai kegiatan dilanjutkan dengan dialog bareng Ir Asmuji bersama masyarakat, Dalam dialog itu Gus Ipul juga merespon tentang pentingnya pelayanan kesehatan, “Jangan orang sakit ditanya suratnya dulu, tapi tanya apa sakitnya.”katanya disambut riuh tepuk tangan pengunjung. Dalam kegiatan tersebut Dispendik Jember juga menggelar lomba Menggambar dan Mewarnai untuk anak SD.(sal)

Selengkapnya..

Kamis, Mei 28, 2009

Nonton Bareng Dengan Contreng Pemilu Champion




Jemberpost.com
Gebyar final liga Champion juga digelar oleh masyarakat Sumbersari. Pelaksana Nonton bareng dan Contreng Champion adalah pemuda karang taruna RT 1 RW V tegalbotolor Sumbersari. Uniknya, setiap penonton yang masuk wajib melihat datanya apa sudah tercatat sebagai DPT atau belum, setelah itu penonton mendapat selembar kertas seperti Pemilu lalu berupa dua gambar bendera Finalis Campion Bacelona dan Machester United.
Acara tersebut juga diisi dengan Komentator kocak ala semanggi yang diisi oleh Jigong, Nono dan Agus setelah itu penonton membawa ke bilik suara untuk mencontreng calon pemenang liga champion.
Usai hal tersebut dilanjutkan dengan nonton bareng yang berlangsung meriah. Sekitar 250 orang memadati areal jl.berantas II tersebut. Ketika babak pertama selesai dilakukan pengundian Doorprice buat penonton diundi dari kertas suara yang dimasukkan tadi. Hal yang sama juga dilakukan ketika pertandingan usai pukul 04.00 dinihari tadi. (sal)


Selengkapnya..

Selasa, April 14, 2009

Persiapkan Diri Jelang Kejurda dan POR


Jemberpost.com
Sebelum melenggang pada kejuaraan daerah (Kejurda) dan Pekan Olah Raga (POR) Propinsi Jatim cabang olah raga catur. Persatuan Pecatur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember menggelarTournamen Terbuka Kalijaga, dengan mengundang para atlet catur lokal dan luar kota. Dengan begitu, kemampuan atlet Kota Tembakau lebih teruji menjelang kedua kejuaraan bergengsi mendatang.
Menurut Litbang Percasi Jember, Billah, tournamen tersebut sebagai ajang menguji kompetensi para atlet sebelum berlaga di tingkat daerah, khususnya bagi atlet catur asal Jember. “Kejuaraan Catur Kalijaga ini memiliki nilai sangat tinggi walaupun hanya diikuti oleh atlet kurang dari 100 orang untuk tiap kelasnya,” ujarnya.
Dalam kejuaraan itu, setidaknya para pecatur Jember bisa mengasah kemampuan secara optimal dalam pertandingan yang digelar di warung catur Kalijaga itu. Lantaran, atlet catur yang hadir dalam kesempatan tersebut bukan hanya berasal dari Jember saja, tapi juga dari luar kota. Seperti dari kota Surabaya, Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi. “Kebetulan mereka yang terbaik di kotanya juga hadir dalam pertandingan ini,” tukasnya.
Kejuaraan Kalijaga yang bertempat di jalan Basuki Rahmad 101b itu, berlangsung hari Sabtu-Minggu (11-12/4). Permainannya menggunakan sistem G-25. Maksudnya tiap atlet memiliki kesempatan untuk menaklukkan lawan selama durasi waktu 25 menit. “Pertandingan kali ini menggunakan sistem G-25,” katanya.
Dengan aturan main seperti itu, imbuhnya, para atlet dituntut mampu bermain cepat dan cerdas, sehingga menghemat waktu dan teknik bermain cantik menjadi pertimbangan utama para atlet untuk tampil menjadi juara. Bukan hanya berlaku bagi para pecatur kelas senior tapi juga junior.
“G-25 sekarang menjadi tren dalam even-even daerah maupun nasional. Makanya, Percasi Jember sedang mengujicobakan sistem ini dengan harapan para atlet lokal lebih siap menghadapi kejurda maupun POR Propinsi mendatang,” tandas pecatur yang bergelar Master Nasional ini.
Penghematan waktu selama 25 menit untuk satu babak itu, tentunya menjadi ajang latihan para atlet catur untuk bermain tangkas dan cerdas. Kendatipun, sistem itu baru diujicobakan di Jember, tapi para pecatur sudah bisa menyesuaikan diri memenej waktu seoptimal mungkin. “Atlet-atlet catur kita saat ini memang dituntut untuk bermain cepat dan cerdas, karena waktu yang disediakan tiap babaknya hanya 25 menit,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Tournament Terbuka Catur Kalijaga, Bambang Subrigo, kepada jemberpost.com mengatakan, pertandingan tersebut berlangsung dalam 7 babak untuk kelas senior dan 5 babak untuk kelas junior. “Tournamen ini berlangsung 7 babak untuk senior dan 5 babak untuk kelas junior,” ungkapnya.
Jumlah atlet senior yang berjibaku dalam kejuaraan lokal itu sebanyak 90 peserta sedangkan pecatur juniar sejumlah sekitar 60 peserta. “Pertandingan ini dimulai 4 babak pertama pada hari Sabtu malam kemudian 3 babak berikutnya untuk kelas senior dilanjutkan pada hari minggu. Sedangkan kelas junior 5 babak dilaksanakan sekaligus mulai hari minggu pagi,” terangnya.
Hasil dari tournament tersebut, Sugianto Tjin asal Surabaya, keluar sebagai juara 1 kelas senior. Sedangkan juara 2 dan 3 diraih oleh Gati Suwito asal Jember dan Zaenul Fuad dari Puger. Pada tingkat junior juara pertama digondol oleh Resti Aprilia asal Jember, lalu secara berturut-turut juara 2 dan 3 berhasil diraih oleh Danu Dwi Yanto asal Situbondo dan Hanan Nuryadin asal Jember.(sal)

Selengkapnya..

Jumat, Maret 06, 2009

Menang, Jember Pemkab Sikat Juara Bertahan

Jemberpost.com - Jember Pemkab Indomaret berhasil menggusur juara bertahan Jakarta Sananta P2B, dalam lanjutan kompetisi bola voli Proliga 2009, di GOR PKPSO Jember, Jumat (6/3/2009) malam. Melalui pertarungan yang ketat, Jember Pemkab unggul 3-2 (20-25, 25-19, 20-25, 25-21, 15-6). Ini berarti Jember Pemkab melakukan revans atas kekalahan yang dialami di Gresik. Saat itu Jakarta Sananta mempecundangi Jember Pemkab Indomaret 3 - 1 (25-18, 18-25, 25-22, 25-22).

Mulanya Jakarta Sananta bermain sangat luar biasa dan membuat Jember Pemkab di bawah tekanan. Permainan Nick James Scheftie dan Matt Cerpan yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata membuat para pemain Jember Pemkab kedodoran.

Namun, anak-anak Jember yang diasuh Zou Xiaodong bermain luar biasa. Semangat mereka mengatasi dominasi kemampuan teknis Jakarta Sananta. Beberapa kali smash terarah M. Khasoni Mufid membuat pertahanan Jakarta Sananta jebol.

Di set kelima, teriakan dan nyanyian suporter tuan rumah Jakarta Sananta semakin tertekan. Banyak kesalahan yang dilakukan sendiri oleh mereka. Luar biasa, set penentuan ditutup dengan skor 15-6 oleh anak-anak Jember Pemkab.

"Kami diuntungkan oleh dukungan penonton. Semoga anak-anak bisa mempertahankan permainan konstan," kata Manajer Jember Pemkab Widhi Prasetyo.

Sementara, Trainer Jakarta Sananta Leonard Samhard mengatakan, pemainnya sering melakukan kesalahan sendiri. "Kami juga tidak terbiasa main 3-2 (5 set). Jadi stamina habis," katanya.

Dengan kekalahan ini, maka Jakarta Sananta memperoleh poin 12 dari 4 kali menang dan 4 kali kalah. Sementara, Jember Pemkab mengoleksi poin 10 dari 3 kali menang 4 kali kalah. [BJ]

Selengkapnya..

Selasa, Februari 17, 2009

ATLIT BULUTANGKIS TERUS DIGEMBLENG

Jemberpost.com,
Bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga (Cabor) yang lumayan banyak peminatnya, kian hari kian perlu ditingkatkan kualitas atlitnya. Dan peningkatan kualitas atlit itu sendiri terkait erat dengan pendidikan dan latihan (Diklat) yang memadai untuk mengembangkan potensi atlit secara intensif.
Menurut Ketua Bulutangkis Putra Surya Naga Jember, Surya Budhivaya saat ditemui jemberpost.com pada Pembukaan Diklat Bulutangkis Putra Surya Naga Jember dan penandatanganan perpanjangan kontrak kerjasama dengan PB Surya Naga Surabaya, lalu di gedung Argopuro, dengan program latihan yang lebih intensif dan berkelanjutan, maka ke depan diharapkan anak didik Diklat dapat menjadi atlit andalan Kabupaten Jember dan Jawa Timur atau bahkan bisa menjadi atlit nasional.
Surya Budhivaya menegaskan, untuk mencari bibit atlit Bulutangkis yang berpotensi di Kabupaten Jember, diperlukan dukungan dan kerja keras semua pihak. “Pemberdayaan atlit ini juga memerlukan diklat yang memadai agar para atlit ini dapat berlatih secara intensif dan berkelanjutan”, imbuhnya.
Untuk mencetak atlit yang berkualitas, kata Surya Budhivaya, hal itu tidaklah mudah. Namun kenyataan tersebut tidak menyurutkan niat dirinya untuk melakukan pembinaan secara terus – menerus kepada atlit – atlitnya. Hal itu dibuktikannya melalui jalinan kerjasama antara Persatuan Bulutangkis Putra Jember dengan Persatuan Bulutangkis Surya Naga Gudang Garam Surabaya sejak setahun lalu, yaitu pada tanggal 23 Febuari 2008. Kerjasama itu dibuat dalam pertukaran informasi dan alih teknologi metode pelatihan Bulutangkis sesuai dengan tuntutan jaman yang lebih modern.
Surya Budhivaya menandaskan, saat ini bentuk perjanjian kerjasama itu akan di perpanjang. Keuntungan lain dari bentuk kerjasama itu adalah PB Putra Jember dijadikan Cabang dari PB Surya Naga Gudang Garam Surabaya. “Sehingga sekarang namanya berubah menjadi PB Putra Surya Naga Jember dan saat ini kami sedang membina sebanyak 10 orang atlit Bulutangkis secara intensif”, tukasnya. (sal)



Selengkapnya..

Kamis, Desember 11, 2008

IPSI Siapkan Atlit Terbaiknya…

Jemberpost.com,
Sejumlah prestasi yang ditorehkan oleh para atlit pencak silat rupanya makin mengharumkan nama Kabupaten Jember, tidak hanya di tingkat propinsi namun juga di tingkat nasional. Dengan segudang prestasi yang telah diraih, IPSI Kab.Jember makin mantap menelurkan atlit-atlit Pencak Silat yang handal.
Seperti prestasi yang baru saja diraih Andika dan Diah Permata yang sama-sama menjuarai Kelas C Putra dan C Putri dalam rangka mewakili Jawa Timur dalam even olah raga pelajar di Wilayah VII Sulawesi Tenggara. Mereka dipastikan lolos pada kejuaraan yang sama di tingkat nasional. Keberhasilan kedua atlit tersebut pada tingkat nasional karena keduanya berhasil menggondol medali perak.
Ketua IPSI 1 Kab. Jember, Sukarno mengatakan, sebenarnya Andika berpeluang meraih medali emas, tetapi karena menjelang partai final ia mengalami cedera pada tangan kirinya, akhirnya ia harus mengundurkan diri. “Sebab bila diteruskan, dikhawatirkan lukanya akan semakin parah”, katanya.
Untuk persiapan menjelang even POP Nas (Pekan Olah Raga Nasional) tahun 2009 mendatang, untuk sementara kedua atlit tersebut digembleng di puncak padepokan di Jember. “Dan dua minggu sebelum POP Nas keduanya akan menjalani pemusatan latihan bersama dengan atlit lain dari daerah lain”, ungkapnya.
Lebih lanjut Sukarno menuturkan, saat ini kedua atlit tersebut merupakan atlit terbaik di cabor Pencak Silat usia remaja. Namun demikian, sebenarnya beberapa atlit lain juga mempunyai kemampuan yang hamper merata.”Tapi karena kurangnya pengalaman bertanding, maka prestasi mereka belum bersinar”, pungkasnya. (sal/dn)


Selengkapnya..

Minggu, Oktober 26, 2008

Serba 23 di Mobil Beckham


jemberpost.com, Los Angeles - Angka 23 begitu keramat bagi seorang legenda pebasket NBA Michael Jordan. Kini nomor tersebut tak hanya keramat bagi Jordan, tetapi juga bagi ikon sepakbola David Beckham. Sampai-sampai semua yang ada di dalam mobil Cadillac Escaladenya terpampang nomor 23 yang juga menjadi nomor punggungnya di klubnya Los Angeles Galaxy.

Baru-baru ini terlihat ketika Becks, panggilan David Beckham, bersama istrinya Victoria Beckham pulang ke rumah dari sebuah acara pesta di Los Angeles, Amerika Serikat.

SUV gahar produksi General Motors ini memang sudah menjadi ikon selebriti kulit hitam dan anak muda Amerika. SUV yang jadi favorit kendaraan orang Amerika ini, memang identik dengan kemewahan.

SUV ini menggendong mesin 6.2L Vortec V8 dan mampu menghasilkan tenaga 403 hp. Harganya dibanderol sekitar US$ 70.000 atau sekitar Rp 665 juta ini, nggak ada artinya dibanding dengan penghasilan mantan pemain Manchester United dan Real Madrid ini yang mencapai sebesar 25 juta Poundsterling per tahunnya atau sekitar Rp 450 milyar. 'Walaah mak'.

Mobil ini memang punya kenangan tersendiri bagi pemain yang juga memiliki satu unit Lamborghini Gallardo di garasinya ini.

Bulan April lalu, Beck sempat berurusan dengan polisi saat melintas di Sunset Boulevard, Hollywood. Beckham terpaksa berdamai dengan polisi tersebut dan membayar denda 80 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 juta.

“Saat itu ada sebuah kejadian kecil tetapi David Beckham sangat kooperatif dengan polisi,” ujar juru bicaranya. David Beckham pun akhirnya bisa pulang dengan tenang. [O1]

Selengkapnya..

Senin, Juli 21, 2008

Tournament Billyard Hadirkan Atlet Luar Negeri


Jemberpost.com
Lagi, event tingkat internasional akan digelar pada Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2008 mendatang di Jember. Event itu tidak lain Nine Balls Open Tournament yang akan digelar mulai tanggal 18 – 25 Agustus 2008 bertempat di Gedung Putra Billyard Turnamen yang memperebutkan hadiah total 76 juta akan hadir peserta dari berbagai penjuru pelosok nusantara akan hadir ke Jember mengikuti lomba itu. “Selain kepastian sanggup datang peserta dari Negara Philipina, juga kita undang Negara lain seperti Malaysia, Taiwan dan Singapura direncanakan akan hadir juga ke Jember,”ungkap Arif Widodo, Ketua Panitia lomba itu.
Bahkan oleh pengurus Pengurus Besar POBSI pusat diminta agenda open turnamen di Jember seperti ini untuk dijadikan agenda tahunan. “Diminta untuk menjadi kalender PB kalau missalnya ada kepastian BBJ selalu dapat digelar setiap tahunnya dimasa mendatang,”tegasnya.
Menurut panitia, ditargetkan paserta yang hadir sama dengan tahun kemarin saat mengikuti lomba yang sama yakni 64 pol. “Sekitar 250 orang bisa mengikuti lomba itu namun tahun ini sangat berbeda dengan tahun yang lalu,”tandasnya.
Pada tahun ini peserta yang datang dari luar negeri diprediksikan 4 negara . “Tetapi hadiah total yang diberikan oleh panitia kepada para juara sangat besar, karena penyelenggara setingkat kabupaten hanya Jember dan Kabupaten Tenggarong saja yang berani memberikan hadiah besar seperti,”cetus Arif.
Tidak hanya hadiah besar yang diberikan kepada peserta, sebenarnya ada kelebihan lain yang diberikan oleh panitia Jember dalam menggelar turnamen itu. “Tempatnyapun oleh panitia akan disediakan sangat special selain luas dan besar juga berkapasitas banyak, sehingga kalau ada penonton yang ingin melihat dengan leluasa bisa melihatnya,”jelasnya
Dalam pertandingan menurut ketua panitia sama dengan turnamen lainnya yang digelar diberbagai daerah. “Hanya saja di Jember, karena jumlahnya peserta sangat banyak nantinya akan dipertandingkan siang dan malam. “Pagi jam 10 dan malam dimulai jam 7 malam sampai selesai dan prediksinya sampai jam 11 malam,”tandasnya.
Sistem pertandingan yang akan digelar menurut Arif merupakan kelas open dengan 3 babak yang harus bisa dilalui oleh seluruh peserta. “Ada babak penyisihan, ada babak 64 besar dengan menggunakan double eliminasi dan terakhir peserta masuk dibabak 32 besar,”terangnya.
Dari pertandingan BBJ tahun lalu pemain lokal maupun dari nasional akan bertanding dengan sistem yang diwajibkan oleh panitia. “Seperti tahun lalu saja pemain lokal Jember justru bisa masuk juara I atas nama Roy Apaco,”paparnya.
Digelarnya open turnamen 9 bola pada event BJ di Jember menurut Ketua POBSI (Persatuan Olah Raga Billyard Seluruh Indonesia) untuk mencari bibit pemain billyard lokal. “Sekaligus mencari pengalaman bertanding agar bisa berbicara baik tingkat nasional maupun internasional syukur-syukur bisa berbuat terbaik untuk Jember,”tandasnya lagi.
Diakui oleh panitia dengan digelarnya open tournament 9 bola di Jember tidak saja menggelar tingkat internasional dan banyak manfaatnya. “Namun atlet kita bisa belajar banyak terkait dengan tehnik pukulan yang baik dari peserta yang lebih berpengalaman,”harapnya.
Panitia open turnamen merasa bersyukur sekali ada pada digelarnya event BBJ kali ini. “Meski kali ini dirasakan minim anggaran tetapi karena ada bantuan dari KONI untuk penyelenggaraan ini maka akan terus jalan sebab saya sudah terlanjur saying,”tambahnya. (sal/jok)

Selengkapnya..

Minggu, Juli 13, 2008

Anak Jember Torehkan Emas Di Kejurda Catur

Jember Post
Kembali nama Jember di toreh oleh anak-anak Jember yang sedang saat berlaga di pertandingan catur antar Kabupaten/kota se Jawa Timur yang beberapa waktu lalu yang digelar selama 6 hari di Surabaya kemarin.
Tidak saja nama Jember telah diharumkan oleh kalangan pemuda dan orang tua namun oleh kalangan anak-anakpun dalam rangka kejuaraan catur antar pencab bisa menyabet 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu.
“Keberhasilan ini merupakan hadiah keberhsilan bersama yang diperoleh diperuntukkan kepada masyrakat Jember,”ungkap Ketua Percasi Pengcab Jember saat selesai mendampingi atlet Jember selesai bertanding.
Keberhasilan yang didapatkan yakni emas dari atlet Resti Aprilia Tri H dan Ranu Dirjo Dwiadi yang betanding oll out saat bertanding dengan melibas lawan-lawannya yang tidak kalah baiknya. “Itu ditunjukkan oleh anak-anak kita bertanding mengalahkan lawan-lawannya,”tuturya dia.
Lebih lanjut dituturkan Ketua Percasi Pencab Jember sebenarnya kedua atlet itu tidak saja membawa nama Jember saja tapi menjadi kebanggaan semua orang. “Termasuk orang tua, masing-masing sekolah seperti Resti Aprilia Tri H yang masih duduk di SDN Jember Kidul IV Jember dan Ranu Dirjo Dwiadi duduk di SDN Gebang V Jember,”tandasnya.
Begitu juga dengan atlet lain yang mendapatkan medali perak yang dipegang oleh Hanan dan Habibi berlaga di kelas yang telah diikuti di partai kelas A dan B. Meski difinal kita sempat terkalahkan. “Namun partai lain kita sempat menggugurkan beberapa atlet yang pernah berpengalaman,”jelas.
Sedangkan untuk perolehan perunggu yang didapat dari atlet Jember bernama Widya yang terkahir sempat menjadi atlet underdog yang disegani oleh lawan-lawan dari kota lain selain Jember. “Meski dapat perunggu kami bangga masih bisa bertarung maksimal dan bias mengukir prestasi sebagus mungkin demi nama dan masyarakatnya Jember,” papar Agus Slameto.
Menariknya dalam pertandingan kejurda yang digelar kemarin bahwa atlet Jember yang telah menunjukkan prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Jember. “Sehingga beberapa atlet Jember semakin dapat memperbaiki peringkatnya setelah ikut kejuaraan itu,”ujarnya.
Namun nama Jember oleh atlet cilik akan terus dibawa dan dipertaruhkan di kejuaraan tingkat nasional pada tanggal 9 – 10 Agustus 2008 medatang di Bandung dengan membawa nama Jember dan Jatim di tingkat nasional.
“Patut dibanggakan kiranya bagi putra putri kita yang memiliki prestasi baik di tingkat kabupaten, regional maupun nasional karena mereka akan diberangkatkan dalam kejurnas mendatang akan mewakili Jember dan Jatim,”terangnya
Banyak sederetan nama putra putri kita yang berhasil berlaga di Kejunas medatang di Bandung diantaranya Resti, Ranu, Hanan, Habibi dan Widya. “Nantinya berangkat kejurnas dengan biaya Pengda Percasi Jatim,”papar lagi.
Sedangkan untuk Metri dan Eko meski berangkat menyusul atlet lain ke kejurda nasional selama 2 hari. “Kami dari Pecasi Pengcab Jember tetap mengikut sertakan mereka agar bisa bertanding untuk menambah pengalaman bertanding,”tandasnya.
Melihat perkembangan dan prestasi yang cukup membanggakan tidak saja bagi Pemkab Jember tetapi juga bagi seluruh masyarakat Jember. “Diharapkan kejurda antar pengcab mendatang dapat diselenggarakan di Jember pada tahun 2009 mendatang bersamaan dengan event BBJ,”harapnya. (*/jok)


Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna