Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 15, 2009

Film karya Arek Jember Lolos Final

Jemberpost.com-. Prestasi gemilang, berhasil diraih putra Jember, Topan. Dia yang tamatan SMAN 1 Kalisat dan kini kuliah di Malang itu, berhasil meloloskan karya film dokumenternya dalam lomba Film Dokumenter yang digelar stasiun televisi swasta nasional, Metro TV. Meski belum sampai menyabet penghargaan Eagle Award, namun proposal film dokumenter yang diajukan Topan, berhasil masuk 50 besar dari ratusan peserta seluruh Indonesia yang mengikuti lomba.
Keikutsertaan Topan yang sebenarnya awam dengan dunia film dokumenter pada lomba ini, bermula dari keinginannya untuk mengangkat Jember Fashion Carnaval (JFC). Dari inisiatif itu, dia lalu membuat proposal lomba pada Metro TV yang ternyata mendapat tanggapan serius dari pihak panitia penyelenggara lomba bergengsi tersebut.
Hasilnya proposal film dokumenter berdurasi 20 menit dengan judul Menggapai Impian di Balik Catwalk Jalanan tersebut berhasil menjadi 5 nominator terbaik. Dengan keberhasilan ini, membuat pihak Metro harus turun ke Jember selama dua minggu untuk memproduksi film dokumenter tersebut
Proses pembuatannya pun diawali dari rangkaian kegiatan keseharian kru JFC. Mulai dari saat mengadakan latihan di depan kantor Dynan Fariz, kemudian ditindaklanjuti saat JFC mengadakan perhelatan akbar turun ke jalan di awal bulan Agustus lalu.
Suyanto wakil dari Dynan Fariz mengatakan, setelah tim teknisi Metro TV tersebut melalukan pengambilan gambar barulah dilakukan proses editing sebelum film tersebut ditayangkan untuk diikut sertakan dalam lomba. Bahkan bila film dokumenter JFC mampu mengalahkan finalis lainya, pintu semakin terbuka luas bagi JFC untuk melenggang ke lomba yang sama di tingkat dunia. Rencananya film bertema JFC tersebut akan ditayangkan oleh Metro TV berulang-ulang yakni tanggal 13, 14 dan 20 Oktober 2009.” Pemutaran film dokumenter JFC ini sudah dilakukan di Jakarta akhir September lalu, yang dihadiri juga oleh menteri pariwisata dan kebudayaan ”terang Suyanto.
Mengingat film dokumenter ini pengambilan gambarnya tidak bisa diulang berbeda dengan pembuatan film biasa, maka saat pelaksanaan JFC 8 lalu kru dari Metro TV harus bekerja ekstra hati-hati untuk mendapatkan gambar yang bagus. Diakui oleh Suyanto film tentang JFC tersebut boleh jadi termasuk kolosal, mulai dari jumlah pemain yang mencapai ratusan serta penonton yang mencapai ribuan. “Saya rasa tingkat kesulitannya cukup tinggi bagi kru Metro TV, nggak mungkinlah pelaksanaan JFC diulang tidak seperti pembuatan film biasa. Ini film kolosal yang pernah ada di Jember, mulai dari biaya penyelenggaran JFC, jumlah pemain dan jumlah penonton,”jelasnya.
Diakui oleh Suyanto, dirinya merasa bangga dengan adanya pembuatan film tersebut, paling tidak ini merupakan penghargaan luar biasa bagi JFC untuk mengikuti lomba film dokumenter. Untuk bisa menjadi juara tentu butuh dukungan dari masyarakat Jember pecinta JFC, karena itu Suyanto menghimbau agar masyarakat untuk mengirimkan SMS dukungannya.“Bupati Jember MZA Jalal bersama jajarannya rencananya juga akan memberi dukungan SMS untuk film dokumenter JFC ini, begitu juga dengan masyarakat Jember silahkan kirim SMS-nya dengan cara ketik EA spasi catwalk kirim ke 6876 paling lambat tanggal 20 Oktober ini, “pungkas Suyanto, menurutnya dalam waktu dekat seluruh finalis lomba film dokumenter ini bakal diundang Metro TV dalam acara Kick Andy. (sal)


Selengkapnya..

Rabu, September 02, 2009

Jember Memang Layak Jadi 9 Daerah Bintang


Jemberpost.com
Bagi daerah yang mampu melaksanakan nafas otonomi daerah secara sempurna berbagai inovasi memberikan semangat otonomi daerah seperti Kabupaten Jember yang didapuk menjadi salah satu 9 Daerah Bintang,ternyata menggugah para pengamat dari kalangan akademisi untuk memberikan komentar.
Didasari improvisasi dan sentuhan tangan dingin dari penguasa daerah yang sangat bersahaja memiliki komitmen kuat untuk memajukan pemerintahan otonomi daerah yang dapat memberikan solusi terbaik dan pelayanan dasar bagi peningkatan perekonomian dan pelayanan kemasyarakatan secara utuh yang didukung penuh oleh kinerja para birokrat yang cekatan, akuntabilitas dan memiliki visioner membangun Jember secara paripurna menuju kemakmuran.
Menurut Prof Dr HM Shaleh, MSc, Kabupaten Jember sebenarnya banyak lompatan yang telah diraih dalam dekade terakhir ini lewat kepemimpinan Bupati MZA Djalal. “Sebenarnya tidak hanya UMKM yang digawangi Dinas Koperasi dan Penanaman Modal saja, melainkan juga Penataan PKL kategori cukup berhasil bilamana dibandingkan kota lain,”cetusnya.
Oleh karenanya banyak hal yang telah dicapai dan telah dijalankan atas kebijakan seorang penguasa daerah atau seorang bupati yaitu MZA Djalal menghantarkan bumi kota daun tembakau ke puncak prestasi di pentas nasional. Sehingga tak heran gaung kabupaten Jember baik dari sisi UMMK, Koperasi, Pendidikan, Pembangunan infra struktur desa dan kota serta sumber daya insani sangat luar biasa sebagai suatu bentuk loncatan ke depan sehingga mampu melahirkan kreasia baru sekaligus karya besar yang disebut dengan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang akhirnya kabupaten Jember semakin di kenali oleh masyarakat dunia Internasional.
Lebih lanjut pengamat ekonomi dari Universitas Jember Prof. Dr HM Shaleh MSc mengatakan dengan ditetapkan kabupaten Jember menajdi 9 daerah bintang yang mampu melaksanakan otonomi daerah yang penuh dengan inovasi adalah suatu prestasi positif untuk masyarakat Jember khususnya.
Tentu saja keberhasilan itu tidak lepas adanya tekad dan kemauan keras seorang Bupati MZA Djalal untuk melaksanakan seluruh program pembangunan perekonomian, infra struktur dan SDM Jember dengan sepenuh hati. Oleh karenanya dengan mensejajarkan diri kabupaten Jember pada deretan 9 bintang otonomi daerah dari 491 kabupaten se-Indonesia tidak lepas dari beberapa indikator yang di nilai cukup berhasil dan ada beberapa segment yang dipandang sangat layak dapat bintang 9, tandasnya.
Dari kondisi ini mengindikaikan bahwa kepentingan seluruh lapisan masyarakat terlindungi yang tidak hanya ekonomi lemah atau PKL saja tetapi masyakat secara umum juga memperoleh komposisi yang sama. selain itu kondisi kota Jember dan kota pendukung lainnya (kecamatan satelit) sudah nampak rapi bahkan jalur-jalur di kota Jember sudah tidak semrawut lagi dan masyarakat semakin nyaman berjalan kaki.
Sementara itu untuk keberadaan UMKM khususnya Bank Gakin sangat baik sebagai solusi pemecahan perekonomian kerayakyatan yang perlu dipertahankan. Hanya saja baik dari pelaku-pelaku UMKM agar dibenahi yang lebih mengarah kepada kemajuan Jember ke depan. Dengan begitu masyarakat ekonomi lemah tidak lagi terjerat oleh rentenir dengan bunga tinggi yang dapat menyengsarakan rakyat, tuturnya.(sal)


Selengkapnya..

Minggu, Agustus 09, 2009

72 Pemuda Siap Jadi Paskibra HUT RI ke 64



Jemberpost.com.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI sebagai momentum yang sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, dalam rangka menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan anak bangsa.Karena itu, dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64 tahun ini, Kantor Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Jember, berusaha melakukan persiapan sejak dini. Diantara yang sudah dilakukan adalah, menyiapkan petugas yang akan mengibarkan bendera Merah Putih pada saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64 dilangsungkan.
Ada 72 orang yang akan diberi tugas untuk mengibarkan bendera kebangsaan itu. Mereka yang terdiri atas anak-anak muda itu,. diharapkan tidak hanya akan bertindak sebagai petugas pengibar bendera Merah Putih, namun juga diharapkan akan tumbuh semangat kebangsaan di dalam dada mereka.
“Ini untuk membangkitkan kembali semangat generasi muda, betapa besarnya peran generasi muda dalam pembangunan negara kita. Seperti lahirnya Boedi Oetomo yang memotori adalah generasi muda, termasuk Sumpah Pemuda yang memotori juga pemuda. Lahirnya orde baru juga yang memotori pemuda, baik itu mahasiswa, pelajar, maupun pemuda umum,” ujar Drs Suparno, MM, Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Jember.
Persiapan pasukan pengibar bendera Merah Putih yang ditugaskan pada pelaksanaan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64 di Jember ini, kata Suparno, dilakukannya melalui proses seleksi. Seleksi yang diikuti 361 siswa SLTA seluruh Kabupaten Jember, dilaksanakan lewat dua tahap untuk melihat posisi kaki, tinggi badan dan bentuk kaki.
Hasilnya, 72 orang siswa ditetapkan menjadi petugas pengibar bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 64, tanggal 17 Agustus 2009 mendatang. “Kami juga lakukan pendidikan dan pelatihan di gedung Pramuka dalam rangka untuk memberikan materi pembekalan mental, materi tentang kebangsaan, menggugah mereka tentang nasionalisme, menyiapkan tentang mental sebelum 72 orang ini melakukan persiapan latihan,”tandasnya.
Usai dilaksanakan seleksi, ke 72 siswa yang terpilih sebagai petugas pengibar bendera itu, dilatih oleh TNI bersama Pol PP. Latihan yang berlangsung di Secaba ini kata Suparno, sudah berjalan sejak tanggal 3 hingga 10 Agustus, kita tempatkan di Secaba. “Latihan berikutnya dilaksanakan tanggal 11 s/d 14 di alun alun, karena pelaksanaan Paskibra HUT RI yang ke 64 itu di alun-alun lebih banyak menggenal di sana. Kami sportif membantu dan mengawasi,”jelasnya.
Pemilihan petugas pengibar bendera lanjut Suparno, sengaja dipilih dari kalangan muda, karena aturannya memang begitu. Mereka yang bertugas sebagai pengibar bendera merah putih harus pemuda, yang diantaranya siswa sekolah.
“Kita tahu bahwa peran pemuda sangat besar, karena layak dan pantas kalau pelaku pelaksana pengibar adalah generasi muda untuk menanamkan rasa nasionalisme mereka. Apalagi rasa nasionalisme sudah mulai berkurang bahkan sudah luntur,”ungkapnya.(sal)

Selengkapnya..

Selasa, Juli 28, 2009

MTQ di Jember Termewah


Jemberpost.com,
Acara MTQ yang diawali pawai tadi siang berlangsung meriah, acara diawali dengan Pelantikan Dewan Hakim dan pawai Ta’aruf kafilah MTQ dari masing-masing daerah (Kabupaten/Kota).Gus Ipul (Saifullah Yusuf), selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Timur yang sekaligus juga Wakil Gubernur Jawa Timur, bahkan memberikan apresiasinya atas kinerja panitia, hingga gelar MTQ ke XXIII di Jember terkesan mewah. Menurut Gus Ipul (panggilan akrab Saifullah Yusuf), pelaksanaan MTQ di Jember ini merupakan yang termewah dibanding penyelenggaraan acara yang sama di lain daerah di Jawa Timur.
Hanya saja harapannya, kemewahan yang ada dalam penyelenggaraan MTQ di Jember ini tidak hanya pada sisi penyelenggaraannya saja. “Semoga kemewahan ini juga tercermin pada sisi kualitas maupun kuantitasnya, ”kata Wagub Saifullah Yusuf, dalam sambutannya pada acara pengambilan sumpah Dewan Hakim MTQ ke XXIII di Aula PB. Sudirman, Pemkab Jember, kemarin.
Kepada dewan hakim yang akan memimpin jalan lomba, Wagub meminta agar tugas dan amanah yang diemban bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Penilaian terhadap peserta MTQ kata wagub, haruslah jauh dari unsur subyektifitas tarik menarik kepentingan apapun, “lanjutnya.
Harapan ini disampaikannya karena menurut Wagub pada banyak event yang digelar di beberapa daerah, unsur kepentingan daerah selalu dimunculkan, bahkan mengemuka. “Sehingga tidak jarang, karena adanya kepentingan itu, daerah tertentu bisa keluar menjadi juara, meski peserta yang disertakan dalam MTQ kualitasnya di bawah peserta dari daerah lain, “pintanya.
“Sebagaimana sering kita dengar di beberapa daerah yang berusaha mengangkat nama daerahnya dengan meloloskan peserta yang dikirimnya menjadi juara, ”ungkap Gus Ipul.
Di sisi lain, Gus Ipul menambahkan bahwa momentum MTQ adalah saat yang paling tepat untuk menunjukkan kepada pihak lain bahwa bangsa Indonesia umumnya kaum Muslimin sangat cinta perdamaian. “Kita tunjukkan kepada dunia, bahwa kita cinta perdamaian, ”tandasnya.
Rasa cinta damai ini pun oleh Wagub Saifullah Yusuf kemarin ditunjukkan dengan memukul Gong Perdamaian Dunia (Gong Peace Word), yang diusung kafilah dari Kabupaten Blitar. Pemukulan Gong Perdamaian Dunia oleh Wagub Saifullah Yusuf yang diikuti Bupati Jember, MZA Djalal itu, mengisyaratkan bahwa kaum Muslim Indonesia, khususnya Jawa Timur, sangat cinta perdamaian. (sal)


Selengkapnya..

Jumat, Juni 26, 2009

NILAI UASBN JEMBER TEMBUS NILAI ABSOLUT

Jemberpost.com
Dalam upaya mendukung program pemkab. jember untuk memberikan pelayanan pendidikan, merupakan salah satu program prioritas. Keberhasilan sebuah ujian apapun bentuknya, tidak di tentukan oleh satu faktor sajanamun juga harus memenuhi factor-faktor lain, yang biasa dalam istilah dunai pendidikan ada factor tri sukses, yaitu sukses persiapan, sukses pelaksanaan, hal tersebut hendaknya perlu dukungan dari 3 element yang ada, yaitu guru, siswa, serta orang tua murid. Kalau ketiga ini bersama-sama memberikan kontribusinya untuk peningkatan mutu pelayanan pada anak anak, maka kemajuan yang kita harapkan kedepan akan terbukti dan bisa kita rasakan.
Demikian disampaikan oleh Kabid TK/SD Dispendik Jember, Drs.H Jumari Msi. Ketika di temui di ruang kerjanya, bahwa ujian adalah bukan satu satunya jawaban daris ebuah tingkat kualitas siswa, namun demikian kita terus berupaya bagaimana supaya peningkatan mutu pendidikan khususnya di kabupaten jember bisa berhasil adalah, yang salah satu indikatornya adalah ujian (UAS/UASBN) oleh karena itu, ketika tahun kemarin UASBN dilaksanakan nilai kurang memenuhi standart dan kurang tinggi, dalam setahun kedepan, pihak Dispendik melalui UPTD-UPTD Pendidikan berupaya terus memacu bagaimana tingkatan mutu guru, melalui pelatihan pemberdayaan gugus, yang pada akhirnya untuk UASBN tahun ini adalah peningkatan yang signifikan telah kita nampakan, kata Jumari
Meskipun bicara masalah UAS masih jauh yang kita harapkan, lanjut Jumari, tetapi menggingat jumlah peserta di kabupaten jember yang cukup besar lebih dari 38.921 sangat wajar kiranya kalau masih ada beberapa sekolah untuk beberapa siswa yang perlu kita pertajam lagi, dengan harapan hasil kedepan bisa digunakan sebagai pembanding. Tahun 2008 untuk nilai rata rata hanya 5,70, Tahun 2009 sudah mencapai nilai rata rata se kabupaten jember 6,15 yang artinya kalau di rujuk nilai jumlah itu adalah 19,03 dari jumlah 0,3. Jumlah tersebuta dibagi 3 mata pelajaran bisa mencapai nilai lebih dari 6, dan ini sudah cukup baik. Nilai 6 tersebut memang kecil, lanjut Jumari, akan tetapi, kita sebagai orang tua jangan melihat besar kecilnya nilai tersebut, melainkan keberhasilan anak kita dalam UAS.
Ada 222 anak yang nilai matematikanya sangat memuaskan artinya absolut atau mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran Matematika, begitu juga untuk mata pelajaran IPA .hanya kalau mata pelajaran Bahasa Indonesia memang masih belum ada yang bisa dapat nilai absolud, ungkap Jumari. Lebih lanjut juga dijelaskan oleh Jumari, bahwa beberapa lembaga sekolah di kabupaten jember yang tembus di tingkat propinsi dengan nilai rata rata lebih 26, sekarang ini ada yang mencapai ± 28,06, berarti rata rata 9,4, mislanya SDN Bangsalsari I. dan, ini sangat membanggakan, tandas Jumari.
Nilai tertinggi untuk perorangan ada 5 anak yaitu : Muhammad kholid Abdullah dari SD Alfurqan dengan nilai 29,20, Wulan Rahmadani SD Jember lor I dengan nilai 29,15,Nurfaijah Titisari suliha dari SD Alfurqan dengan nilai 29,10, Muhammad Miftahul Ulum dari SDN Ambulu 4 dengan nilai 29,00, Settiyani Deby Suharto dari SD Maria fatimah dengan nilai 29,00. Dengan nilai rata rata sebesar 28,00 ini menunjukan bahwa hampir sebagian besar siswa sekolah di Kab Jember dipastikan hamper mendapat nilai dengan rentang 27 sampai 29, pungkas Jumari. ( sal)

Selengkapnya..

Senin, Juni 22, 2009

Siswa SMPN 1 Raih Nilai Terbaik se-Jember

Jemberpost.com - Hasil nilai UNAS tahun ini naga-naganya mampu mengangkat citra SMPN 1 Jember. Pasalnya, sekolah yang tidak mempunyai predikat SSN atau SBI ini, justru mampu mengantarkan salah satu siswanya, Nahdatul Huda meraih nilai tertinggi.

Nahdatul mampu meraih rata-rata nilai 39,50 mengalahkan siswa-siswa di SMPN 2 yang berstandar Nasional (SSN) dan SMPN 3 yang berstandar Internasional (SBI). "Kami patut bangga dengan nilai siswa kami, meski kita tidak berpredikat standar nasional atau internasional, tetapi prestasi kami luar biasa," ujar Kepala sekolah SMPN 1 Jember, Sunaryono.

Pihaknya menegaskan dengan prestasi yang diraih siswanya maka pihak sekolah menyatakan mampu melanjutkan prestasi tersebut untuk mencapai sekolah rintisan internasional. "Kita mampu meraih itu, dan kalau itu tercapai maka kita siap menunjukkan prestasi yang luar biasa, apalagi dengan dana yang disuplai dari pusat," imbuhnya.

Sementara itu, SMPN 3 sebagai sekolah SBI masih mempunyai prestasi seperti tahun sebelumnya dan menduduki peringkat di nomor tiga sekabupaten Jember. Ketiga SMP negeri ini merupakan sekolah yang siswanya lulus seratsu persen. [bj]


Selengkapnya..

Rabu, Juni 17, 2009

JFC Pantik Perhatian Designer Dunia


Jemberpost.com
Gelar Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) yang pada tahun dibidik designer, mereka berminat untuk menyaksikan pagelaran BBJ, khususnya Jember Fashion Carnival (JFC). “JFC cukup mendapat respon dari designer. Mereka bahkan berniat akan datang ke sini (Jember), untuk menyaksikan pagelaran JFC,” terang Agus Sutrisno, Pejabat dari Bank Tabungan Negara (BTN), Jember.
Keinginan designer untuk menyaksikan pagelaran JFC pada BBJ tahun 2009 ini, sudah barang tentu cukup melegakan masyarakat Jember. Betapa tidak. Karena kehadiran mereka ke kota Jember dalam rangka menikmati BBJ ini, juga akan diikuti designer-designer lain dari beberapa negara.
“Kehadiran mereka ke Jember nantinya, mungkin masih sebagai penonton. Tapi untuk tahun depan, rencananya mereka akan ambil bagian dalam parade JFC di BBJ,” tandasnya.
Kepastian akan hadirnya designer dunia untuk hadir pada pagelaran BBJ itu, menurut Agus, setelah Maria Ima, pemilik Kapal Laut Galery, Sanur, Bali, membeberkan niatnya untuk datang ke Jember. Maria sendiri, kata Agus, adalah seorang designer, yang link nya cukup luas, meliputi Perancis, Singapura, Belanda dan beberapa negara lain.
“Rencananya, Maria akan menggkoordinir teman-temannya sesama designer untuk hadir ke Jember, dalam rangka menyaksikan JFC. Karena itu di sini perlu kesiapan tempat istirahatnya (hotel),”katanya.
Menurut Agus, ketertarikan Maria untuk mengajak teman-temannya sesama designer datang ke Jember, karena dari dua kali gebyar BBJ yang dilaksanakan, penampilan yang disajikan JFC cukup memukau. Informasi soal BBJ dan JFC ini, menurut Agus, kian menguatkan designer untuk datang ke Jember, setelah pada pagelaran ke tiga BBJ, pihak Humas semakin meningkatkan publikasinya hingga menyapu seluruh pelosok tanah air.
Informasi soal BBJ ini bahkan mencapai negara lain lewat pengiriman Tabloid Jember Terbina ke 50 kantor kedutaan dan perwakilan negara asing. Selain juga publikasi lewat majalah Garuda yang diterbitkan Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia Airways.
“Designer itu mendapatkan informasi dari publikasi yang dilakukan Humas. Baik internet, maupun lewat penayangan di layar televisi, media cetak dan penyebaran pamflet serta baliho di beberapa daerah, termasuk ibukota,” katanya
Dari niatan Mari ini, Agus mengaku, semakin antusias untuk turut mensosialisasikan BBJ ke seluruh teman-temannya, baik yang ada di dalam negeri, maupun mancanegara. “Teman-teman saya di luar negeri juga banyak yang saya baru tahu soal BBJ dan JFC yang menjadi mascotnya,”jelasnya.(sal)


Selengkapnya..

Senin, Juni 15, 2009

Website Polres Jember Dilaunching


Jemberpost.com
Satu lagi prestasi dan upaya memaksimalkan pelayanan masyarakat dilakukan Polres Jember, kali ini dalam bentuk website dan layanan SMS Pengaduan. Launching yang digelar di markas Polres Jember itu dihadiri oleh tokoh masyarakat, muspida serta kyai dan habaib.
Dijelaskan bahwa perubahan yang terjadi dan permasalahan yang muncul seiring dengan dinamika masyarakat yang semakin kritis dan keinginan kuat untuk hidup lebih aman dan nyaman. Kondisi diatas memberikan tantangan baru bagi Polri sebagai pengayom masyarakat untuk meningkatkan kinerja yang cepat dan profesional, terobosan tersebut adalah dengan inovasi menjalin komunikasi dengan masyarakat melalui website. Dan layanan sms pengaduan.
Bahkan Kapolwil Besuki Kombes Pol Imam Jauhari menggaransi akan menindak tegas polisi yang tak melayani masyarakat. “Jika bapak Ibu ke Polres atau ke polsek dan tidak dilayani hingga 25 menit maka segera adukan melalui website www.polresjember.info , kami akan tindak tegas” Ujarnya.
Sedangkan untuk layanan sms pengaduan kritik dan saran dapat dikirimkan ke 9937 untuk telkomsel dan 9168 untuk operator lain dengan registrasi terlebih dahulu.
Sementara itu Kapolres Jember AKBP Nasri pada jemberpost.com mengatakan bahwa launching ini adalah upaya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Menurut Kapolres, Polisi masa depan adalah polisi yang bisa memberikan kesejahteraan pada masyarakat. (sal)


Selengkapnya..

Selasa, Juni 09, 2009

Siap Harumkan Nama Jember Dalam MTQ

Jemberpost.com
Setelah berhasil memboyong juara cabang khottil Qur’an (seni kaligrafi) dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Jember tahun 2008 dan Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) tingkat Jawa Timur 2009 di Blitar. Kini kafilah kaligrafi asal Pondok Pesantren Darus Sholah giliran berlaga pada MTQ XXIX tingkat Propinsi Jawa Timur yang bakal digelar di Jember 21-28 Juli mendatang.
Sebelumnya, pada MTQ tingkat Kabupaten Jember pada tahun 2008, kafilah asal Ponpes Darus Sholah Jember meraih juara pertama khottil Qur’an cabang kaligrafi murni dan dekorasi putri. Sedangkan pada Pospeda tingkat Jatim berhasil memboyong juara pertama pada cabang kaligrafi kontemporer putri dan 3 juara umum seni kaligrafi mushaf putri.
Pada MTQ XXIX tingkat Propinsi Jatim yang dilaksanakan pada 21-28 Juli, kafilah asal MA Darus Sholah mewakili Jember untuk beradu ilmu dan kemampuan pada cabang kaligrafi murni dan dekorasi putri. Kesempatan itu diperoleh setelah didaulat sebagai juara pertama pada kedua cabang kaligrafi tersebut dalam MTQ tingkat Jember tahun lalu.
Dengan begitu, kafilah Jember untuk cabang kaligrafi telah memiliki bekal dan pengalaman cukup guna berlaga pada MTQ XXIX, yang dalam waktu dekat digelar di Kabupaten Jember. “Secara khusus kita telah memiliki agenda rutin untuk menghadapi MTQ baik di tingkat daerah, propinsi maupun nasional yang masing-masing digelar tiap 2 tahun sekali,” ungkap Sekretaris Kelompok Pencinta Kaligrafi (KPKa) Kabupaten Jember, Misbahuddin.
Pihaknya menengarai, setidaknya persiapan yang cukup matang dalam menghadapi MTQ tingkat Propinsi mendatang sudah digalang sejak dini. Mengingat, pada MTQ kali Jember menjadi tuan rumah. “Kita sudah mempersiapkan kafilah cabang kaligrafi untuk menghadapi MTQ tingkat propinsi pada bulan Juli nanti. Apalagi dalam kegiatan tersebut Jember menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Agar pembinaan terhadap para duta kaligrafi Jember nantinya mendapatkan hasil yang maksimal. Maka, persiapan dalam bentuk pelatihan-pelatihan dilakukan dengan sistem up grading (peningkatan kualitas) melalui pembinaan di tingkat sekolah, yakni di Madrasah Aliyah (MA) Darus Sholah Jember, dan juga di tingkat kabupaten. Yang diasuh oleh KPKa Jember.
“Pelatihan-pelatihan rutin sudah dilaksanakan pada tingkat kabupaten, yang diasuh oleh KPKa Jember. Guna lebih mengoptimalkan kualitas kafilah cabang kaligrafi, salah satu siasat kami adalah melaksanakan pelatihan-pelatihan intensif di sekolah, dengan cara memasukkan pengembangan seni kaligrafi ke dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) MA Darus Sholah,” ungkap Pembina ekstrakurikuler kaligrafi MA Darus Sholah Jember itu.
Soal konsep kaligrafi, Misbahuddin mengatakan, perluasan dan peningkatan kemampuan dalam penguasaan materi anggota kafilah cabang kaligrafi tetap mengacu pada hasil-hasil dan pengalaman yang sudah didapatkan serta dinilai memiliki keunggulan.
“Untuk konsep kita tetap mengacu pada hasil-hasil yang sudah ada baik dalam MTQ tingkat Jatim, Propinsi dan nasional yang selama ini sudah pernah diikuti. Di samping itu, kita tetap berusaha mengeksplorasi kreatifitas anggota kafilah,” tuturnya.
Ia menyatakan, kesiapan kafilah cabang kaligrafi MTQ XXIX asal MA Darus Sholah sudah cukup teruji. Hal itu dibuktikan dengan beberapa keberhasilan yang pernah diraih. Sebut saja, dalam Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) tahun 2008 yang diselenggarakan di Samarinda, kafilah asal MA Darus Sholah berhasil menggondol juara I putri.
Meski begitu, kata Misbah, dalam MTQ XXIX mendatang, kafilah cabang kaligrafi yang dinilainya cukup tangguh berasal dari Gresik dan Sidoarjo. “Pesaing kita yang cukup tangguh dalam MTQ XXIX untuk cabang kaligrafi berasal dari Gresik dan Sidoarjo. Karena selain Jember kafilah dari kedua daerah selama ini cukup disegani dalam sejumlah Pospeda yang pernah diadakan,” terangnya.(sal)


Selengkapnya..

Rabu, Juni 03, 2009

Sopir Damri Pengemudi Teladan Jember

Jemberpost.com
Setelah berkompetisi dengan 50 pengemudi perwakilan berbagai paguyuban dan perusahaan armada selama 3 hari. Akhirnya, gelar pengemudi teladan yang disaring melalui kegiatan Armada Angkutan Umum Teladan (AKUT) 2009 jatuh pada sopir bus Damri, Suparmin. Secara umum visi kegiatan itu berorientasi pembinaan guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan berlalu lintas. Sehingga angka keselamatan lalu lintas bias meningkat.
Menurut Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Jember, Edy Budi Susilo, faktor meningkatnya laka lantas lebih banyak disebabkan oleh human error, selain disebabkan terlalu saratnya jumlah armada yang beroperasi di Jember. Hal itu, tentu saja perlu menjadi perhatian utama Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai salah satu stake holder (pemangku kebijakan) dalam bidang transportasi darat.
Mengingat, saat ini angkutan umum dan lalu lintas jalan merupakan sesuatu yang sangat penting dan mendasar dibutuhkan oleh masyarakat luas. Bahkan, manusia tidak akan terlepas dari keberadaan kendaraan. Mulai dari kendaraan beroda 2 hingga roda 8.
“Angkutan umum dan lalu lintas jalan menjadi sesuatu yang sangat penting dan mendasar saat ini, karena berfungsi sebagai sarana mobilisasi manusia dan barang dari tempat satu ke tempat lainnya,” kata Wakil Ketua Badan Pembina Transportasi Daerah (BPTD) Kabupaten Jember ini, dalam acara pembukaan Pembinaan dan Pembekalan Pengemudi Angkutan Umum Teladan (AKUT) 2009 di Hotel Bandung Permai, Senin (25/5).
Sedangkan kunci dari keselamatan penumpang berbagai armada tersebut, katanya, adalah para pengemudi. Yang dipercaya untuk memobilisasi manusia dan barang mampu mengendarai kendaraannya dalam kondisi stabil. Maksudnya, sehat secara jasmani dan mental, serta memiliki pengetahuan yang cukup dalam berlalu lintas. “Kunci dari itu semua adalah kemampuan pengemudi mengendalikan kendaraannya secara stabil,” ungkapnya.
Karena itu, lanjutnya, para sopir atau pengemudi perlu mendapat pelatihan, pembekalan dan ilmu berkaitan dengan tata cara berlalu lintas yang benar dan baik. Dengan demikian resiko hilangnya nyawa di jalan serta pelanggaran-pelanggaran lalu lintas secara bertahap bisa terkurangi.
Lebih jauh, Edy menjelaskan, mulai memadatnya lalu lintas di Kota Tembakau karena bertambahnya jumlah armada dengan tidak diimbangi penambahan kapasitas jalan secara langsung berimbas pada kerawanan berlalu lintas. “Jika tidak dibekali pengetahuan, sikap manusia yang baik dan tertib berlalu lintas, maka para pengemudi akan semakin mengkacaukan sistem manajemen lalu lintas di Jember,” paparnya.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Jember, I Putu Budiada, peserta AKUT 2009 berasal dari utusan berbagai paguyuban armada Jember, yang terdiri atas 4 sopir armada taxi, 28 angkutan kota, 3 kendaraan barang dan 15 bus. “Metode yang digunakan memakai metode ceramah, Tanya jawab dan evaluasi,” kata Ketua Panitia AKUT 2009 Dishub Kabupaten Jember.
Dari hasil pembinaan tersebut, keluar sebagai nominasi pertama AKUT adalah Suparmin (38) yang berprofesi sebagai pengemudi bus Damri. Sedangkan juara kedua diraih oleh Suyitno Hermawan (31), sopir bus Jember Indah. “Keduanya mendapat urutan pertama dan kedua berdasarkan nilai yang dikumpulkan,” jelasnya.
Selanjutnya, juara pertama AKUT 2009 ini akan kita kirim ke Propinsi Jatim sebagai duta Kabupaten Jember untuk mengikuti AKUT tingkat Propinsi Jatim 2009 yang diselenggarakan oleh Dishub Propinsi Jatim. ”Untuk pengiriman ke tingkat Propinsi kita menunggu informasi dari Jawa Timur,” paparnya.(sal)


Selengkapnya..

Senin, Mei 25, 2009

Dishub Jaring Pengemudi Teladan

Jemberpost.com
Guna meningkatkan bobot pengetahuan dan kompetensi pengemudi kendaraan umum dalam berlalu lintas. Dinas Perhubungan bakal menjaring pengemudi teladan angkutan umum melalui kegiatanAngkutan Kendaraan Umum Teladan (AKUT). Hasilnya akan dikirim ke Propinsi Jawa Timur (Jatim) untuk mengikuti AKUT tingkat Propinsi mewakili Kabupaten Jember.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, I Putu Budiada, mengatakan, setiap tahun jumlah pengemudi kendaraan umum bertambah 10 persen. Namun, sejauh ini pertambahan itu tidak diikuti oleh peningkatan kompetensi pengemudi, ketika beroperasi di jalanan umum. “Dari tahun ke tahun jumlah pengemudi bertambah, karena jumlah kendaraan juga semakin banyak,” tuturnya pada jemberpost.com (derap group).
“Jumlah pengemudi angkutan umum di Jember mencapai 2 ribu orang lebih, tapi tidak semuanya mempunyai kompetensi yang memadai,” katanya. Imbasnya setiap tahun, sambungnya, kasus kecelakaan meningkat tajam. Salah satunya disebabkan oleh minimnya pengetahuan rambu-rambu lalu lintas dan sikap ugal-ugalan para pengemudi.
“Dari hasil laporan beberapa tahun terakhir, terjadinya kecelakaan lalu lintas angkutan umum mayoritas disebabkan oleh human error (kesalahan manusia). Ini menunjukkan para pengemudi itu kurang mempertimbangkan faktor keselamatan ketika berada di jalan raya,” terangnya.
Dengan melihat fakta tersebut, katanya, Dishub setiap tahunnya menggelar AKUT. Kegiatan tersebut selain bervisi meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kompetensi sopir angkutan umum. Juga, sebagai upaya mengurangi jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh keteledoran pengemudi, seiring meningkatnya kesadaran dan pengetahuan berlalu lintas.
Ia mengatakan, pelaksanaan AKUT dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut, mulai 25-27 Mei. “Kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan pembinaan dan pembekalan. Dalam kegiatan itu akan disaring pengemudi yang paling berbobot. Setelah dievaluasi, hasilnya akan kita kirim ke tingkat Propinsi sebagai wakil kabupaten untuk mengikuti pemilihan AKUT ke tingkat nasional,” ujarnya.
Kendatipun momentumnya di tingkat kabupaten, tapi pesertanya terbatas hanya untuk 50 orang. Ke-50 orang itu merupakan delegasi dari berbagai perusahaan armada yang beroperasi di Jember. Diantaranya, perusahaan armada bis, angkutan kota, angkutan pedesaan, truk, dan taxi.
“Para pengemudi dari berbagai perusahaan armada itu biasanya memiliki paguyuban. Berbagai perusahaan itu akan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti AKUT tingkat Kabupaten Jember,” tambahnya. Para pengemudi yang didelegasikan oleh tiap armada, katanya, akan mengikuti proses penyaringan.
Sistem penyaringannya, lanjutnya, meliputi pembinaan dan pembekalan. Materi-materi pembekalannya berisi seputar UU lalu lintas, keselamatan lalu lintas, tata cara berlalu lintas, kelaikan jalan dan psikotes. “Setelah semua materi disampaikan akan diadakan evaluasi dengan sistem tanya jawab, hasil akhirnya akan dihitung dengan sistem bobot seperti yang telah ditetapkan oleh Dirjen Perhubungan Darat,” urainya.
Putu mengharapkan, dengan diadakannya AKUT tentunya pemahaman pengemudi tentang UU lalu lintas, keselamatan dan tata cara berlalu lintas akan meningkat sehingga hal tersebut mampu menekan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas angkutan umum. “Dan diharapkan delegasi yang nantinya mewakili Jember ke tingkat propinsi dan nasional bisa membawa nama baik Jember,” tegasnya.(sal)


Selengkapnya..

Senin, Mei 18, 2009

Ahmad Sudiyono: Plesir ke Luar Negeri Reward Buat Siswa Prestasi

Jemberpost.com - Dinas Pendidikan Jember akan melanjutkan program studi banding ke luar negeri, yang ditujukan bagi para siswa yang berprestasi dalam ujian nasional sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas/kejuruan, serta meraih prestasi dalam olimpiade sains.

"Begitu diumumkan akan kita tindaklanjuti. Ini reward bagi mereka. Pilihannya ke Singapura, Malaysia, atau Filipina," kata Kepala Dispendik Jember Achmad Sudiyono,

Tahun lalu, siswa-siswa berprestasi itu selama lima hari melaksanakan studi banding ke Singapura dan Malaysia. Tahun ini rencananya untuk setiap tingkatan pendidikan, masing-masing akan dipilih 50 orang siswa berprestasi. Jadi total ada 150 orang siswa yang dikirim.

Nantinya, setiap siswa yang dikirim ke luar negeri harus bisa melakukan studi komparasi, dengan menuliskan pengalaman di sana. "Mereka diminta melaporkan bagaimana merasakan studi di sana," kata Sudiyono.

Selain diberikan penghargaan berupa jalan-jalan ke luar negeri, para siswa ini juga diberikan penghargaan berupa uang. "Murid berprestasi saya kasih uang pulsa. Kalau guru berprestasi saya beri kamera digital," kata Sudiyono.[bj]


Selengkapnya..

Jumat, Maret 06, 2009

Menang, Jember Pemkab Sikat Juara Bertahan

Jemberpost.com - Jember Pemkab Indomaret berhasil menggusur juara bertahan Jakarta Sananta P2B, dalam lanjutan kompetisi bola voli Proliga 2009, di GOR PKPSO Jember, Jumat (6/3/2009) malam. Melalui pertarungan yang ketat, Jember Pemkab unggul 3-2 (20-25, 25-19, 20-25, 25-21, 15-6). Ini berarti Jember Pemkab melakukan revans atas kekalahan yang dialami di Gresik. Saat itu Jakarta Sananta mempecundangi Jember Pemkab Indomaret 3 - 1 (25-18, 18-25, 25-22, 25-22).

Mulanya Jakarta Sananta bermain sangat luar biasa dan membuat Jember Pemkab di bawah tekanan. Permainan Nick James Scheftie dan Matt Cerpan yang memiliki tinggi badan di atas rata-rata membuat para pemain Jember Pemkab kedodoran.

Namun, anak-anak Jember yang diasuh Zou Xiaodong bermain luar biasa. Semangat mereka mengatasi dominasi kemampuan teknis Jakarta Sananta. Beberapa kali smash terarah M. Khasoni Mufid membuat pertahanan Jakarta Sananta jebol.

Di set kelima, teriakan dan nyanyian suporter tuan rumah Jakarta Sananta semakin tertekan. Banyak kesalahan yang dilakukan sendiri oleh mereka. Luar biasa, set penentuan ditutup dengan skor 15-6 oleh anak-anak Jember Pemkab.

"Kami diuntungkan oleh dukungan penonton. Semoga anak-anak bisa mempertahankan permainan konstan," kata Manajer Jember Pemkab Widhi Prasetyo.

Sementara, Trainer Jakarta Sananta Leonard Samhard mengatakan, pemainnya sering melakukan kesalahan sendiri. "Kami juga tidak terbiasa main 3-2 (5 set). Jadi stamina habis," katanya.

Dengan kekalahan ini, maka Jakarta Sananta memperoleh poin 12 dari 4 kali menang dan 4 kali kalah. Sementara, Jember Pemkab mengoleksi poin 10 dari 3 kali menang 4 kali kalah. [BJ]

Selengkapnya..

Rabu, Januari 28, 2009

Maksimal Layani Masyarakat, BPN Jember Dapat Mobil Larasita Dari Presiden

Jemberpost.com,
BPN Jember memang patut diacungi jempol, pelayanan pada masyarakat terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Selama kurun tahun 2008 Badan Pertanahan Nasional(BPN) Jembertelah berhasil merampungkan 17.600 sertifikat melalui proyek/rutin dan semua kegiatan berjalan lancar, meskipun masih terdapat kegiatan dibeberapa bidang.
Bahkan untuk tingkat Propinsi Jawa Timur, BPN Jember masuk dalam kategori 10 besar dan mendapatkan penghargaan dibidang Pelayanan Publik Tingkat Kabupaten di Jawa Timur, “demikian disampaikan Kepala BPN Jember, Siswo Prajitno, SH ketika di temui di ruang kerjanya.
Selain itu kata Siswo, bahwa BPN Jember dengan tanggapnya terhadap kepentingan kebutuhan masyarakat pedesaan akan pelayanan sertifikat tanah, maka Pemerintah Pusat memberikan penghargaan berupa Mobil Keliling yang lebih dikenal dengan Larasita (Layanan Rakyat Sertifikat Tanah ).
Adapun mobil keliling ini akan melayani masyarakat secara berkeliling ke desa-desa yang bisa ditempuh dengan mobil ini dan bila jangkauan desa yang satu dengan desa lainnya tidak terjangkau dengan layanan mobil ini, maka bisa ditempuh dengan roda dua. “Kalau di Puskesmas ada layanan jemput bola memakai mobil puskesmas keliling, maka di BPN akan menggunakan mobil keliling untuk melayani pengurusan serfikat, “tegasnya.
Ke depan BPN akan mentargetkan lebih dari 20 ribu sertifikat atas tanah masyarakat dan seluruh pendaftaran akan ditertibkan. “Kalau tahun lalu baru bisa menyelesaikan 17 ribu lebih sertifikat tanah, maka kami akan tingkatkan 20 ribu sertifikat tanah, “terangnya.
Untuk itu, pihaknya minta dukungam dan respon dari Kepala Desa, karena sistim hukum tanah ini masih hukum adat dan kata kuncinya ada di Kepala Desa. “Dan kami menginginkan ada pertemuan antara Kades dengan pihak BPN agar peningkatan target 20 ribu lebih sertifikat tanah masyarakat dapat diselesaikan, “pintanya.
Sebagai contoh BPN Jember telah menyelesaikan sertifikat tanah melalui Prona sebanyak 1.700 sertifikat, redis 900, obyek renderform sertifikat yang bentuknya redistribusi 900 jadi jumlah total keseluruhannya mencapai 17.600 sertifikat yang sudah di selesaikan semuanya. “Semoga tidak ada tunggakan yang harus diselesaikan, dan ini sudah kita kemas tinggal pelaksanaan pembagian sertifikat saja kepada masyarakat, “paparnya.
Untuk kelancaran pelaksanaan tugas dilapangan, BPN selalu bekerjasama dengan Pemkab Jember melalui Asisten Pemerintahan dan sangat bagus, hanya saja diakui dukungan anggaran APBD memang masih relatif sedikit. “Termasuk pengamanan semua aset negara dan data-data, pengamanan tanah tanah yang berbadan sosial keagamaan, “tuturnya.
Yang paling penting untuk mensukseskan program pensertifikatan tanah rakyat berupa dukungan Kades dan Pemerintah Kabupaten Jember, karena BPN tidak bisa berbuat banyak, kalau kades tidak merekomendasikan dan tidak mendatangani warganya yang akan mengurus sertifikat tanahnya. Masyarakat tidak perlu takut dan ragu, karena pendaftaran bisa langsung ke loket BPN, sehingga akan lebih trasparan dan tidak akan dipersulit, semuanya transparan melalui loket. “Karena BPN milik masyarakat Jember, kami akan menjaga dan melayani serta selalu menerima kritik agar kedepan pelayanan di BPN Jember lebih meningkat lagi, “pungkanya. (sal)


Selengkapnya..

Jumat, Januari 23, 2009

HIPPA Tirtoyoso Juara II Tingkat Propinsi


Jemberpost.com,
Kemandirian dan upaya keras Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Tirtoyoso untuk lebih maju ternyata tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang maksimal. Terbukti dalam perlombaan di tingkat Bakorwil III Malang, HIPPA TirtoyosoDesa Paseban Kecamatan Kencong Jember berhasil keluar menjadi nominasi pertama. Prestasi inipun akhirnya mengantarkan lembaga yang dikelola oleh petani Desa Paseban tersebut lolos sebagai juara II lomba HIPPA tingkat Propinsi Jatim.
Atas keberhasilannya, Pemerintah Propinsi Jatim memberikan penghargaan berupa hand tractor dan piagam penghargaan kepada HIPPA tersebut, yang diberikan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Jember di Pendopo Kantor Desa Paseban.
Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Wilayah Bappekab Jember, Suharto mengatakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Propinsi Jatim pada HIPPA Tirtoyoso merupakan keberhasilan yang besar manfaatnya. “Terutama menyuntik semangat lembaga HIPPA lainnya untuk lebih maju dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat petani dalam sistem irigasi desa secara swakelola, “jelasnya.
Ia mengatakan, sejauh ini pemerintah sebatas memfasilitasi dan mendorong berbagai kegiatan HIPPA supaya bergerak dengan segenap kemandiriannya. “Sudah saatnya HIPPA tidak hanya berkonsentrasi persoalan irigasi desa saja, tapi juga berkembang dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya yang mampu mendukung kesejahteraan desa, misalnya merintis pendirian koperasi desa, ”tengaranya.
Sementara itu, menurut Ketua HIPPA Tirtoyoso Desa Paseban Kecamatan Kencong, Sulthan Arifin, saat ini HIPPA yang berjalan mulai tahun 2003-2008 itu, secara kelembagaan telah berbadan hukum, sehingga diakui keberadaannya. Selain itu, katanya, penguatan kelembagaan itu didukung juga dengan penataan teknis kinerja di lapangan guna melayani 449 petani pengguna air di desa tersebut. “Dengan adanya badan hukum dan penataan kinerja HIPPA, pelayanan irigasi air di sektor pertanian untuk meningkatkan produksi tanaman pangan mulai dirasakan kualitasnya oleh masyarakat. Masyarakat Desa Paseban tidak merasa kesulitan air selama 5 tahun terakhir, ”katanya.
Wilayah kerja HIPPA Tirtoyoso berada pada wilayah daerah irigasi Badan Pengairan Daerah (BPD) 7, yang tepatnya berada pada posisi hilir dearah irigasi Pondok Waluh yang dibagi menjadi 4 wilayah kerja. “Asal aliran irigasi kami berasal dari 2 tempat yaitu blok I dan II,” tegasnya.
Sulthan mengungkapkan, blok I berasal dari BPD 7 yang mengairi sawah seluas 149 hektar. Sedangkan blok II berasal dari Aftur Bondoyudo lama, dibangun oleh pemerintah dalam bentuk dam untuk mengairi areal sawah seluas 131 hektar. “Dengan begitu, luas lahan yang diairi HIPPA itu seluas 280 hektar, “lanjutnya.
Guna operasional lembaga, anggota HIPPA secara sadar menyisihkan baun hasil panen sebesar 25 kg untuk lahan per seperempat hektar pada musim hujan 1 (MH-1), dan sebesar Rp 5 ribu pada panen musim kemarau. “Hasil dari pengumpulan baun itu kita gunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana yang saat ini sudah terkumpul Rp 14,7 juta, ”terangnya.
Ia mengatakan, setiap tri wulan anggota HIPPA melakukan pembersihan jaringan sekunder. “Sedangkan pembersihan jaringan tersier kita jadikan kegiatan rutinitas dengan melibatkan 17 juru turap,” tuturnya. (sal)


Selengkapnya..

Selasa, Januari 13, 2009

Jember Masih Jadi Pemasok Utama Kakao di Pasar Dunia


Jemberpost.com,
Selain terkenal akan tembakaunya, Kab. Jember juga diperhitungkan oleh kancah dunia akan produksi kakaonya. Betapa tidak, dengan ekspor kakao ke manca negara, Jember rupanya telah berhasil mendatangkan devisa bagiNegara dan peningkatan PAD.Seperti yang dituturkan oleh DR. Surip Mawardi dari Kantor Penelitian Kopi dan Kakao Kab. Jember, selama ini kebutuhan kakao Amerika di pasok oleh Indonesia, selain di ekspor juga ke Malaysia.
Ia mengatakan saingan utama produksi kakao Indonesia adalah negara Malaysia, Brazil dan Afrika Barat. Namun, saat ini produksi kakao Kab. Jember cenderung menurun. “Produksi kakao dari PTP saat ini tidak banyak, hanya sekitar 5.000 ton saja, sedang yang lainnya dari kakao perkebunan rakyat, sehingga total produksinya adalah sekitar 600 ribu ton”, cetusnya.
Karena produksi kakao dari negara asing menurun, kata DR. Surip Mawardi, hal ini merupakan angin segar bagi Indonesia untuk memasok kakao sebanyak mungkin ke pasar dunia. “Namun demikian, permintaan pasar dalam negeri semakin meningkat seiring dengan makin banyak pabrik kakao di Indonesia”, tegasnya. (sal/dn)


Selengkapnya..

Rabu, Januari 07, 2009

Turun Gelanggang, Langsung Sabet Juara

Jemberpost.com
Bila bakat yang kuat bagi seseorang dan diselingi dengan berlatih tentunya dapat mewujudkan prestasi yang membanggakan orang tua, keluarga dan bahkan masyarakat Jember seperti yang dirintis oleh Andry Tri Nugroho Wahana (15) di gelanggang motor cros dan road race regional.Betapa tidak, bisa diacungi jempol ketika saat itu pada tahun 2005 anak yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar Al Furqon sudah bisa menunjukkan prestasi membanggakan banyak orang dengan menyabet juara I pada lomba motor cros lokal di Kecamatan Kecong.
Pemikiran sederhana yang ada dibenak dirinya ikutan motor cros, karena diarena itulah dirinya bisa menyalurkan hobi sejak kecil yang ia idamkan. “Dari pada kebut-kebutan di jalanan lebih baik saya ikut di arena resmi, apalagi oleh Pemkab Jember direncanakan telah disediakan arenanya,”ungkap Andry.
Turun diklas cros mini trail di lomba beberapa waktu yang lalu, diakui oleh pihaknya dirinya tidak bisa begitu saja, namun berawal diajari oleh kedua kakaknya yang terlebih dahulu mengikuti lomba yang sama. “Kalau tidak ada dukungan dari orang tua dan kakak mungkin saya tidak bisa meraih prestasi sebaik ini,”ujarnya dengan nada merendah.
Berawal dari melihat kebiasaan yang dilakukan oleh kakaknya yang menyukai hobi motor cros dan ketika itu diberi kesempatan berlatih, Andry kecil mencoba dan berlatih sebanyak 3 kali. Selanjutnya putra Bapak Drs Agoes Slameto, MSi memberanikan diri mengikuti lomba pertama kalinya.
Lebih lanjut yang mengesankan menurut putra ketiga Kepala Infokom Jember ini, mesih hanya latihan 3 kali namun dirinya bisa menoreh namanya bagi kalangan motor cros pemula. “Biasanya bagi tuan rumah, apalagi pemula yang pertama kali ikut kejuaraan motor cros sangat sulit raih juara, allhamdulilah kami bisa menghapus mitos itu,”kenangnya.
Kesan lain dalam mengikuti 4 kali kejuaraan motor cros tidak saja meraih banyak piala yang bisa diboyong di rumah Jalan Semangka 1 Jember, namun ada kesan lebih dari itu. “Saya mengikuti motor cros meski patah tulang di pergelangan tangan namun saat itu masih bisa berhasil meraih juara IV,”akunya.
Sebagai croser muda menyadari posisi orang tua sebagai PNS di lingkungan Pemkab Jember sehingga dirinya harus bergabung dengan tim dari Mas Ary Bogasari. “Dari team itu yang melengkapi perlengkapan balap dan akomodasi baik di motor cros maupun road reace,”jelasnya.
Kepada jemberpost.com mengatakan bahwa Bergesernya hobi Andry dari motor cros ke road reace dipicu secara teknis biasanya ketahanan fisik pembalap croser banyak teruji sehingga kalau turun di arena road reace akan lebih tahan. “Saat sekarang saya masih turun kedua-duanya,”imbuhnya.
Menduanya hobi yang ditekuni pembalap muda Jember ini ternyata sangat kuat untuk menoreh prestasi bagi dirinnya, keluarga dan masyarakat Jember. Karena sejak dilatih road reace oleh kakaknya tahun 2008 berhasil naik dipodium juara. “Ikut pertama kalinya dibalapan road reace berhasilnya menjuarai III dan IV dengan menyisihkan pembalap lain dari Jember, Lumajang, Banyuwangi, Malang dan Madura,”paparnya.
Selama mengikuti road race sebanyak 7 kali di berbagai medan mulai di Jember, Lumajang, Banyuwangi sampai Malang diakui lawan yang turun digelanggang balapan diarena jalan datar semuanya berat. “Karena tidak saja secara teknik balap yang harus dipunyai oleh pembalap tapi strategi team sangat diperlukan,”pungkas Andry.
Croser dan pembalap muda Jember yang sekarang telah duduk di kelas III SMP 1 Jember meski memiliki hobi keberanian dan resiko tinggi namun dirinya masih mencita-citakan dokter sejak kecil. “Sambil belajar hobi balapan jalan terus agar cita-cita kami sebagai dokter bisa diraihnya, mudah-mudahan semua pihak termasuk lingkungan sekolah mendukungkungnya,”cetusnya sembari mohon do’anya.(sal)


Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna