Jemberpost.com- Sutarman Camat Kalisat yang satu ini punya kelebihan cepat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, banyak warga kalisat yang begitu sekali ngobrol dengannya langsung terpikat dengan penjelasan-penjeasan yang dengan bahasa sedehana namun mudah dimengerti. Tarman (panggilan akrabnya) sering sekali sejak habis isya jalan-jalan mendengarkan keluhan warganya dengan masuk warung satu ke warung lainnya sambil ngopi dan berbincang langsung dengan pengunjung warung tersebut. Seringkali warga tidak menyadari jika yang diajak ngobrol itu camatnya. “Kebahagiaan saya jika masyarakat saya sejahtera dan tidak ada keluhan, kalau mau tahu langsung ya mendengar langsung dari masyarakat”Ujarnya.
Jika keluhan menyangkut aparatnya di kecamatan baik itu masalah layanan publik atau adminstratif biasanya pagi itu juga camat yang humoris ini langsung rapat dengan staffnya menyelesaikan masalah tersebut. Sementara jika keluhan warga menyangkut aparat di desa maka Ia segera berkoordinasi dengan Kepala Desanya (kades) menyelesaikan keluhan tersebut.
“Kades-kades di Kalisat koordinatif dan responsif dengan warganya, sehingga ketika ada permasalahan yang muncul biasanya tidak berlangsung lama karena segera diselesaikan”katanya memuji Kades-kadesnya.
Selama menjabat Camat Kalisat dua kali wilayahnya dirundung musibah, Setelah tanah longsor, yang kedua Kebakaran menjelang Lebaran kemarin, ketujuh rumah yang terbakar habis tergolong warga miskin, Siang hari itu juga Ia bergerak mencarikan bantuan sementara untuk warganya. Malamnya Ia temani warga yang kesusahan itu dengan begadang sambil ngopi dan makan gorengan. Setiap hari ia begadang sambil memberikan dorongan kepada korban kebakaran.
Berbagai upaya pun dilakukan, para pengusaha yang dianggap layak pun dikumpulkan di kantor kecamatan untuk membantu saudaranya yang kebakaran di desa kebun jeruk itu. “Alhamdulillah seluruh pengusaha yang diundang memberikan bantuannya”. Katanya.
“24 jam saya siap dihubungi oleh masyarakat saya, jika ada keluhan laporkan langsung sebab kami ingin maksimal dalam pelayanan publik”Pungkasnya. (sal)
Kategori
Blog Archive
Kamis, Oktober 22, 2009
Begadang Temani Warga Yang Kesusahan
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Layanan Publik, Profil
Minggu, Oktober 04, 2009
Ribuan Orang Banjiri Khaul Habib Sholeh Tanggul
Jemberpost.com
Hari ini sejak sejak pagi hingga sore ribuan orang datang menghadiri khaul Alhabib Sholeh Alhamid di Tanggul Jember, Habib Sholeh Tanggul dikenal sebagai wali yang memiliki kemuliaan khusus.Beliau dilahirkan di Hadramaut dan berdakwah puluhan tahun di Tanggul Jember.
Dimasa hidupnya selain berdakwah Habib sholeh dikenal sebagai orang yang gemar meringankan kesulitan orang, menolong sesama dan tak jarang Gubernur dan pejabat pemerintah kala itu sowan kepadanya. Selain itu Habib Sholeh juga dikenal sebagai pendiri Masjid Jamik kota Jember, Habib Sholeh wafat pada tahun 1976. Bahkan ketika telah wafatpun Makam habib sholeh menjadi tujuan para peziarah.
Hari ini minggu kedua bulan syawal tepat 33 tahun wafatnya, ribuan orang membanjiri kawasan makamya di Tanggul kulon Jember, bertahlil dan mendengarkan petuah para dai dari dalam dan luar kota yang khusus datang ke Jember. Acara khaul dimulai pukul 08.00 wib dan berakhir pukul 13.00 WIB.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Manaqib Habib Sholeh Bin Muhsin Alhamid Tanggul

Beliau adalah Seorang wali qhutub yang lebih dikenal Dengan nama habib Sholeh Tanggul, Ulama Karismatik yang berasal dari Hadromaut pertama kali melakukan da’wahnya ke Indonesia sekitar tahun 1921 M dan menetap di daerah tanggul Jember Jawa timur. Habib Sholeh lahir tahun 1313 H dikota Korbah , ayahnya bernama Muhsin bin Ahmad juga seorang tokoh Ulama dan Wali yang sangat di cintai masyarakat , Ibunya bernama Aisyah ba umar.
Sejak Kecil Habib sholeh gemar sekali menuntut ilmu , beliau banyak belajar dari ayahandanya yang memang seorang Ahli ilmu dan Tashauf , berkat gembelengan dan didikan dari ayahnya Habib sholeh memilki kegelisahan Batiniyah yang rindu akan Alloh Swt dan Rindunya Kepada Rosululloh SAW, akhirnya beliau melakukan Uzlah ( Mengasingkan diri) selama hampir 7 tahun sepanjang waktu selama beruzlah Habib Sholeh memperbanyak Baca al quran , Dzikir dan membaca Sholawat . Hingga Akhirnya Habib Sholeh Di datangi Oleh tokoh Ulama yang juga wali Quthub Habib Abu bakar bin Muhammad assegaf dari Gresik, Habib Sholeh Diberi sorban hijau yang katanya Sorban tersebut dari Rosululloh SAW dan ini menurut Habib Abu bakar assegaf adalah suatu Isyarat bahwa Gelar wali Qhutub yang selama ini di sandang oleh habib Abubakar Assegaf akan diserahkan Kepada Habib Sholeh Bin Muhsin , Namun Habib sholeh Tanggul merasa bahwa dirinya merasa tidak pantas mendapat gelar Kehormatan tersebut. Sepanjang Hari habib Sholeh tanggul Menangis memohon kepada Alloh Swt agar mendapat Petunjuknya.
Dan suatu ketika habib Abyubakar Bin Muhammad assegaf gresik mengundang Habib sholeh tanggul untuk berkunjung kerumahnya , setelah tiba dirumah habib Abubakar Bin Muhammad assegaf menyuruh Habib Sholeh tanggul untuk melakukan Mandi disebuah kolam Milik Habib Abu bakar Assegaf , setelah mandi habib Sholeh tanggul di beri Ijazah dan dipakaikan Sorban kepadanya. Dan hal tersebut merupakan Isyarat Bahwa habib Abubakar Bin Muhammad Assegaf telah memberikan Amanat kepada Habib sholeh tanggul untuk melanjutkan Da’wak kepada masyrakat. Setiap saat Habib Sholeh juga berkunjung kepada ulama dan wali di Zamannya yang juga berasal dari Hadramaut dan tinggal di balung Jember yaitu Habib Abdullah bin Umar Bin Syaikh Abubakar di Balung Jember.
Habib Sholeh mulai melakukan berbagai aktifitas dakwahnya kepada Masyarakat, dengan menggelar berbagai Pengajian-pengajian . Kemahiran beliau dalam penyampaian dakwahnya kepada masyarakat membuat beliau sangat dicintai , dan Habib sholeh Mulai dikenal dikalangan Ulama dan habaib karena derajat keimuan serta kewaliaan yang beliau miliki. Habib sholeh tanggul sering mendapat Kunjungan dari berbagai tokoh ulama serta habaib baik sekedar untuk bersilahturahim ataupun untuk membahas berbagai masalah keaganmaan, bahkan para ulama serta habaib di tanah air selalu minta didoakan karena menurut mereka doa Habib sholeh tanggul selalu di kabulkan oleh alloh SWt, Pernah suatu ketika habib Sholeh tanggul berpergian dengan habib Ali Al habsy Kwitang dan Habib ali bungur dalam perjalanan Beliau melihat kerumunan Warga yang sedang melaksanakan sholat Istisqo’ ( Sholat minta hujan ) karena musim kemarau yang berkepanjangan , lalu Habib sholeh Memohon kepada alloh Untuk menurunkan Hujan maka seketika itupula hujan turun. Beliau berpesan kepada jama’ah Majlis ta’limnya apabila do’a-doa kita ingin dikabulkan oleh Alloh Swt jangan sekali-kali kita membuat alloh murka dengan melakukan Maksiyat, Muliakan orang tua mu dan beristiqomalah dalam melaksanakan sholat subuh berjama’ah.
Habib Sholeh berpulang kerahmatulloh pada tanggal 7 sawal 1396 h atau sekitar tahun 1976, hingga sekarang Karomah beliau yang tampak setelah beliau meninggal adalah bahwa maqom beliau tidak pernah sepi dari para jamaah yang datang dari berbagai daerah untuk berziarah apalagi waktu perayaan haul beliau yang diadakan setiap hari kesepuluh dibulan syawal ribuan orang akan tumpah ruah kejalan untuk memperingati Khaul beliau.
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Selasa, Mei 05, 2009
SERAH TERIMA KOMANDAN BRIGIF 9/2 KOSTRAD
Jemberpost.com,
Bertempat di Alun-alun Jember, Selasa berlangsung upacara serah terima jabatan Komandan Brigade Infanteri 9/2 Kostrad Dharaka Yudha dari Kolonel Inf. Sukoso Maksum kepada Letkol Inf. Restu Widiyantoro, MDA. Bertindak selaku inspektur upacara Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Zahari Siregar. Turut hadir Bupati Jember MZA Djalal, Wakil Bupati Kusen Andalas, Dandim 0824 Jember Totok S, Kapolres Jember, Kajari Jember serta para pejabat sipil dan militer lainnya. Kolonel Inf. Sukoso Maksum selanjutnya akan menempati posisi baru sebagai Asisten Operasi Kodam IV Diponegoro.
Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Zahari Siregar mengatakan serah terima jabatan ini merupakan tuntutan dalam dinamika organisasi, maka amanah penting ini agar dilaksanakan dengan sepenuh hati dan harus dipertanggung Jawabkan. “Sertijab ini merupakan upaya kaderisasi guna mendapatkan pembaruan semangat dan regenerasi serta memberikan kesempatan dan peluang bagi perwira pilihan untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuan konsepsional guna mewujudkan organisasi yang lebih mantap, efisien, efektif dan produktif, “tegas Panglima.
Lebih lanjut Panglima Mayjen, TNI Zahari Siregar mengatakan, pimpinan yang bijak akan dapat mentransformasikan kendala menjadi peluang, dan kelemahan menjadi kekuatan, kesemuanya ini akan tercapai apabila suatu kesatuan dipimpin oleh Komandan yang tangguh, mampu membawa kesatuannya melaksanakan berbagai tugas dengan profesional dan proporsional.
Dalam kesempatan yang sama Panglima menyampaikan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Inf. Sukoso Maksum dan istri dalam membina prajurit dan satuan Brigif 9/2 Kostrad selama ini. “Dengan pengalamannya selama ini akan mampu menjalankan tugas di tempat yang baru dengan baik sebagai Asisten ops. Kodam V Diponegoro, “katanya.
Dan selanjutnya kepada Letkol Inf. Restu Widiyantoro dan istri, Panglima juga mengucapkan selamat bertugas untuk memimpin Satuan Brigif 9/2 Kostrad untuk meningkatkan kemajuan dan prestasi yang pernah dicapai dan diraihnya selama ini. “Karena berbekal pengalaman selama bertugas di tempat yang lama, mampu ditularkan di satuan ini, “pintanya.
Karena jabatan ini ini merupakan amanah dari Alloh SWT, sudah seharusnya perwira ini mempunyai komitmen yang kuat dalam membangun satuan dengan menumbuhkan keberanian dan melakukan perubahan serta pembaharuan untuk menjadikan satuan Brigif 9/2 Kostrad lebih maju, baik dan berkualitas dalam setiap pelaksanaan tugas. “Untuk itu perlu disiplin satuan yang tinggi, profesionalisme yang handal dengan senantiasa terus belajar dan berlatih, “ujarnya.
Sebelum mengakhiri amanatnya Panglima memberikan penekanan-penekanan untuk dipedomani, yaitu landasi dan bentengi seluruh prajurit Brigif 9/2 Kostrad dengan keimanan, sehingga dapat melaksanakan tugas secara optimal, upayakan inovasi dan kreatifitas yang cerdas untuk menciptakan model latihan yang menantang, ciptakan suasana kerja yang kondusif, gali potensi yang ada untuk menciptakan improvisasi baru guna mengembangkan Brigif 9/2 Kostrad yang lebih baik. “Prajurit jajaran Brigif 9/2 Kostrad jangan pernah ragu untuk berbuat yang terbaik demi menjaga nama baik satuan, “katanya.
Dan dalam waktu dekat akan menghadapi Pemilu 2009, netralitas TNI sudah menjadi keputusan final, untuk itu wajib hukumnya bagi kita semua untuk mentaati dan melaksanakannya. “Seluruh prajurit jajaran Brigif 9/2 Kostrad untuk berkewajiban mensukseskan terselenggaranya kegiatan pesta pemilu Presiden dan Wakil Presiden mendatang, “pinta Panglima.
Bupati Jember MZA Djalal saat acara lepas sambut Dan Brigif 9/2 Kostrad menyatakan kebanggaannya terhadap eksistensi Brigif 9/2 Kostrad dalam berbagai tugas yang diembannya baik di tingkat kabupaten maupun misi-misi yang bersifat nasional.
Bupati berharap agar Brigif 9/2 Kostrad yang merupakan bagian dari TNI menampilkan sosoknya yang dekat dengan rakyat, sehingga akan menjadi suatu kebanggaan bagi satuannya dan lingkungan sekitarnya. Setia Sampai Mati, “imbuhnya, jangan hanya dijadikan slogan semata, namun mesti tetap diimplementasikan dalam mengemban tugas kenegaraan.
Dan diakhir acara selain ditampilkan tari-tarian juga dipersembahkan kepada para undangan berupa atraksi karate oleh prajurut Brigif 9/2 Kostrad Jember dan mendapatkan aplaus dari hadirin. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Minggu, Mei 03, 2009
Bupati Djalal Mantu
Jemberpost.com – Tepat pukul 10.00 pagi tadi Bupati Muhammad Zainal Abdin Djalal menikahkan putrinya Astiti Rahayu dengan Abdul Hamid Busthami Nur. Pendapa Wahyawibawagraha dipenuhi orang demi menunaikan hajat pengundang.Acara dimulai dengan tawassul yang dipimpin oleh KH.Drs.Ahmad Nasikhin dilanjutkan khutbah nikah dan setelah itu dengan prosesi pernikahan yang dilaksanakan sendiri oleh Djalal. jemberpost.com yang turut merekam prosesi tersebut melihat keharuan yang juga dirasakan sekitar seribuan undangan.
Akad nikah nampak sederhana dan meriah dengan diiringi gambus elmira. Para hadirin yang duduk lesehan, mendapat sajian nasi kuning, ayam goreng, dan lauk-pauk sederhana nan nyaman. Tidak ada hidangan mewah.
Para undangan pun tak hanya orang-orang yang dekat dengan Bupati Djalal. Wartawan dan beberapa orang yang selama ini dikenal sebagai oposisi pemerintahan Djalal pun hadir.
Dalam wasiat sebelum menikahkan putrinya Djalal berpesan kepada Busthami calon mantunya, agar "mampu membawa anaknya mengarungi hidup sesuai perintah agama."
"Lalu pada akhirnya, kenalkanlah anak saya dengan Rasulullah Muhammad SAW, dan menuju alam surgawi," kata Djalal. Diantara undangan juga tampak, para Birokrat, Ulama, Akademisi, Para Kyai, selain itu juga tampak Gusnul Arifin mantan Plt Sekdaprov dan Djunaedi Mahendra mantan Bupati Madiun.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Jumat, April 24, 2009
Pemkab Terus Berdayakan Kaum Wanita
Jemberpost.com,
Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kab. Jember, sebagai suatu instansi pemerintah yang baru eksis di Kota Tembakau ini terus berupaya untuk menggalakkan program – programnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan Keluarga Berencana. Terbatasnya SDM, sarana dan prasarana, dikarenakan sebagai Badan yang baru berdiri, hal itu tidaklah membuat SKPD ini untuk tidak menunjukkan kiprahnya dalam rangka mendukung program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan tupoksinya.
Seperti yang dituturkan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, Dra. Lilik Hartini, M.Si saat ditemui disela-sela kegiatan kedinasannya, Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB telah membuat kegiatan di 31 kecamatan se – Kab. Jember. “Kami telah membuat suatu kegiatan yang diselenggarakan di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kab. Jember”, cetusnya.
Kegiatan itu sendiri, lanjut Lilik, adalah suatu kegiatan untuk memilih kategori keluarga harmonis. Kegiatan ini dinilai oleh petugas tehnis yang ada dikecamatan untuk mengevaluasi tingkat keharmonisan keluarga.
Bagi yang terpilih sebagai keluarga harmonis di tingkat kecamatan, kata Lilik, nantinya akan diikutsertakan pada kegiatan penilaian keluarga harmonis di tingkat kabupaten. “Dan bagi keluarga harmonis terpilih di tingkat kabupaten, kami akan mengikutsertakan pada evaluasi keluarga harmonis di tingkat propinsi yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Propinsi”, terangnya lagi.
Disinggung mengenai peringatan Hari Kartini yang juga berkaitan dengan masalah emansipasi perempuan, Lilik menandaskan, hendaknya kaum perempuan di Jember pada khususnya, dan di seluruh Indonesia pada umumnya, hendaknya tidak berhenti untuk menuntut ilmu. “Bagi para kaum perempuan, janganlah berhenti untuk belajar dan jangan mudah menyerah dengan keadaan, teruslah mengejar ketertinggalan serta saling berpacu untuk meraih kemajuan dan prestasi”, tukasnya.
Terkait dengan kondisi perempuan di Jember, Lilik mengatakan bahwa para kaum perempuan di Jember dirasa cukup mampu untuk bersaing secara sehat dalam upaya mencapai kemajuan. “Apalagi saat ini perempuan yang telah lulus universitas jumlahnya juga tidak sedikit”, katanya.
Untuk lebih memberdayakan kemampuan perempuan, Lilik juga mengatakan, pihaknya tidak henti – hentinya memberikan pelatihan – pelatihan, semisal pelatihan ketrampilan menjahit, membordir, ketrampilan salon, manajemen usaha dan lain sebagainya guna meningkatkan taraf kehidupan ekonomi mereka. “Dengan adanya berbagai macam pelatihan ini, diharapkan kaum perempuan dapat mewarnai kehidupan keluarga mereka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan keluarga”, harapnya.
Namun demikian, imbuh Lilik, kiprah perempuan dalam keluarga dan masyarakat hendaknya tidak mengesampingkan kodrat dan tugas – tugas mereka dalam rumah tangga. “Memang saat ini kiprah kaum perempuan dalam berbagai bidang pembangunan sudah tidak diragukan lagi, namun hal tersebut hendaknya tidak dijadikan alasan untuk melupakan kodratnya dalam rumah tangga”, pesan Lilik kepada kaum perempuan. Ia kemudian mencontohkan tugas – tugas pokok seorang ibu rumah tangga, yaitu mendidik anak, melayani suami, menyusui dan lain sebagainya.
Lilik juga menegaskan, setinggi apapun jabatan atau kedudukan seorang perempuan di dalam lingkup kerja, hendaknya tidak meremehkan seorang suami yang notabene adalah kepala rumah tangga.
Kepada kaum perempuan, Lilik berpesan, hendaknya jangan berpangku tangan dalam menata kehidupan. “Kejarlah ketertinggalan yang ada, jangan mudah menyerah pada keadaan, karena kesempatan untuk maju di bidang pembangunan, kemasyarakatan dan pemerintahan bagi kaum perempuan sejajar dengan kesempatan kaum pria”, pungkasnya. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan, Profil
Kamis, April 23, 2009
Segudang Prestasi SMPN 2 Jember
Jemberpost.com,
Segudang prestasi banyak dicapai oleh SMP Negeri 2 Jember, mulai dari lomba Olimpiade Matematika tingkat Nasional maupun Internasional telah disabetnya. Bahkan, tak hanya lomba-lomba di bidang science (ilmu pengetahuan), tapi non science pun juga banyak di koleksi oleh SMP Negeri di pinggir jalan ini. Misalnya, lomba basket antar pelajar se Jawa Timur, Futsal pelajar nasional. Hal ini tak dipungkiri oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Jember, Drs. Hendro Poerwanto, SH. SPd. Msi, bahwa kita memang untuk saat ini memiliki banyak koleksi kejuaraan yang diraih anak didik SMPN 2. selain juga, kejurda pelajar di bidang olahraga. “Keberhasilan ini, lanjutnya, memang kita tekankan kepada para siswa agar mereka tidak hanya pandai atau mampu di bidang mata pelajaran, akan tetapi dibidang non akademik pun harus bisa berhasil, “tekadnya.
Memang, lanjut Hendro, untuk meningkatkan kualitas siswa, SMPN 2 mulai tahun ini, telah membuka 3 kelas khusus bagi siswa yang berprestasi, yaitu kelas akselerasi yang diperuntukkan bagi siswa berintelegensi sekitar 135. Pendaftaran kelas ini telah mendapat respon hampir 88 siswa, akan tetapi hanya 18 orang yang berhasil masuk. berikutnya untuk kelas Bilingual, yaitu klas MIPA dengan sistim 2 bahasa yang diasuh oleh Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, dan Fakultas Bahasa Uiversitas Jember. “Kelas ini bertujuan untuk mendalami MIPA sekaligus memperdalam kemampuan Bahasa Inggris siswa, “jelasnya.
Untuk kelas Regular, yaitu kelas yang diperuntukkan untuk siswa yang berhasil ditingkat akademik dalam tingkatan sedang. Dari ketiga kelas ini, memang semuanya untuk memacu siswa agar lebih mampu bersaing dengan siswa-siswa lain, meski SMPN 2 belum termasuk dalam SLBI (Sekolah Berstandart Internasional). Akan tetapi, ujar Hendro, hal ini telah disampaikan ke pihak Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Timur, dan SMPN 2 siap untuk bersaing dengan siswa lain, terutama dari sekolah-sekolah SLBI. “Sebenarnya SMPN 2 kalau dilihat dari kualitas pendidikannya bisa masuk taraf SLBI, namun karena lokasi sekolahnya yang dinilai relatif kecil yang menyebabkan masih menjadi pertimbangan tersendiri, “ujarnya.
Diakui juga, oleh Hendro saat ini pihak SMPN 2 dalam mengikuti setiap event kejuaraan, semua akomodasi ditanggung patungan secara gotong-royong oleh wali murid dan sekolahan. Dan inipun juga dilakukan lewat musyawarah bersama. Pada dasarnya, dikatakan oleh Hendro Poerwanto, bahwa semua pihak hendaknya menyadari pendidikan itu memang mahal, akan tetapi bukan kemahalannya yang kita lihat, tapi masalah kualitas siswalah yang mesti kita kejar, karena semua itu demi masa depan anak didik juga, “tegasnya. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pendidikan, Profil
Sabtu, April 18, 2009
Rumah Sakit Citra Husada Diresmikan
Jemberpost.com
Rumah Sakit (RS) Citra Husada sebagai rumah sakit baru di Jember diresmikan Bupati Jember, Bupati Djalal, mengatakan, dengan berdirinya Rumah Sakit (RS) Citra Husada sebagai rumah sakit baru bukan berarti bakal menyaingi RSUD dr Soebandi yang menjadi milik Pemkab Jember. Tapi keberadaan rumah sakit baru itu justru menjadi pendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Jember.
“Saya sebagai owner rumah sakit terbesar (RSUD dr Soebandi, red) di Jember tidak merasa tersaingi dengan berdirinya RS Citra Husada. Justru saya mendukung jika di Kabupaten Jember banyak berdiri RS swasta karena tanda-tanda kemakmuran suatu daerah salah satunya adalah banyak berdirinya rumah sakit,” ungkapnya dalam sambutan peresmian Grand Opening RS Citra Husada.
Djalal mengatakan, kesehatan masyarakat di negara yang makmur dan maju seperti Singapura salah satunya ditandai adanya rumah sakit yang berjumlah banyak. Kondisi tersebut, tentunya bisa mendukung terjaganya kesehatan masyarakat, yang kian hari menjadi kebutuhan yang vital masyarakat.
“Bila di suatu daerah banyak terdapat rumah sakit, maka umur masyarakatnya akan lebih panjang. Karena jika sakit masyarakat bisa langsung melakukan perawatan kesehatan ke rumah sakit. Sehingga penyakitnya bisa lekas sembuh,” tukasnya di hadapan ratusan hadirin.
Pihaknya mengijinkan para dokter yang berstatus PNS menyambi kerja di RS swasta yang ada di Kota Tembakau itu. “Saya tidak melarang dokter-dokter saya yang bekerja di RSUD dr Soebandi menyambi kerja di RS swasta,” katanya.
Bahkan, ia mengharapkan semua rumah sakit di Jember lebih berkembang lagi. Dengan berkembangnya kualitas pelayanan dan sarana prasarana rumah sakit, akan banyak membantu pengobatan penyakit yang menjangkiti masyarakat lewat pelayanan berkualitas dan profesional, dengan disertai tingkat teknologi kedokteran yang maju.
Ia mengharapkan, pelayanan rumah sakit negeri maupun swasta di Jember tidak hanya dikhususkan untuk masyarakat Jember saja. Namun, rumah sakit tersebut juga menjadi jujukan masyarakat luar Jember berobat. “Akan lebih baik jika rumah sakit di Jember juga melayani pengobatan masyarakat luar kabupaten,” tandasnya.
Gambaran tersebut, ujarnya, telah diterapkan oleh Singapura. Di negeri itu, imbuhnya, pasien yang berobat kebanyakan berasal dari luar negeri. “Contohnya di Singapura, RS di sana tidak hanya untuk masyarakat Singapura saja, tapi juga luar Singapura. Wacana seperti itu saya harapkan juga akan terjadi di Jember, ” jelasnya.
Sementara itu Pembina dan Ketua Yayasan Citra Husada, Albert Roberty, kepada jemberpost.com mengatakan rumah sakit yang dipimpinnya bakal memberikan pelayanan yang optimal bagi para pasien. “Saya berharap pada dokter, perawat dan para pekerja supaya bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan yang terbaik pada para pasien yang berobat ke rumah sakit ini,” tegasnya.
Oleh karenanya, lanjutnya, RS Citra Husada telah melengkapi tenaga medis dan sarana prasarana kesehatan yang cukup memadai. Rincinya, sebanyak 12 dokter spesialis, 8 dokter umum serta puluhan perawat telah siap melayani penyehatan para pasien yang berobat. “Kami sudah menyiapkan IGD yang buka 24 jam dan dijaga oleh 8 dokter umum,” imbuhnya.
Sedangkan kamar operasi yang disediakan terdiri atas kamar operasi bedah umum dan saraf serta kamar operasi mata. “Kita memiliki kamar operasi katarak tanpa jahitan. Teknologi operasi katarak ini sangat maju, di Jawa Timur baru dimiliki oleh RS di Surabaya, Malang, dan sekarang sudah ada di Jember,” paparnya.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 2 komentar
Label: Berita Umum, Kesehatan, Profil
Kamis, April 09, 2009
ONE STOP SERVICE DI JEMBER MEDICAL CENTER
Jemberpost.com,
Dalam rangka mewujudkan percepatan masyarakat Jember yang sejahtera dan terajad kesehatan yang optimal karena kesehatan merupakan kebutuhan setiap orang, maka dengan layanan kesehatan dan fasilitas yang tersedia, Jember Medical Center (JMC) siapmenerima kedatangan masyarakat di kota Jember dan sekitarnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya. “Kami siap menerima masyarakat dengan layanan yang “one stop service” yaitu memberikan layanan kesehatan yang bermutu, merata, terjangkau dan efisien, “jelas dr. Susilo Wardhani, S.MM saat dikonfirmasi jemberpost.com di kantornya, jalan Gajah Mada 206 Kaliwates Jember.
Jember Medical Center (JMC) mengembangkan layanan one stop services kepada para pasiennya. Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, mulai dari pelayanan medis spesialis, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan umum dan konsultasi gizi, pelayanan kedokteran komplementer dan masih banyak lagi pelayanan yang ada. "Gedung ini dilengkapi peralatan dan fasilitas modern terpadu untuk memenuhi kebutuhan banyak pasien, “ujarnya
Dalam kesempatan yang sama, dr. Dhani yang ditemui di kantornya ini juga menjelaskan bahwa seluruh fasilitas yang ada berbasis informasi teknologi (IT). Mulai dari laboratorium, farmasi, dan administrasi pasien semua online. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan pada para pasien, dimana seluruh pasien tidak perlu di transfer dari satu unit ke unit lain untuk mendapat pelayanan. “Kali ini JMC ingin memperbaiki sistem pelayanannya untuk mengembangkan one stop services bagi para pasien, jadi pasien bisa mendapatkan seluruh layanan yang dibutuhkan tanpa harus keluar dari gedung/kantor. Obat, laboratorium, rehabilitasi medik semua sudah tersedia disini, “tambah dokter Dhani
Lebih jauh dikemukakan dokter yang sudah banyak pengalaman ini, bahwa dalam mengakomodasi dan memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya sekmen masyarakat yang selama ini memanfaatkan fasilitas yang ada di luar Kabupaten Jember, Jember Medical Center (JMC) memberikan pelayanan medis modern yang dilengkapi dengan sarana penunjang medis, kebugaran dan kelengkapan pelayanan lain dalam satu lokasi. “Kemampuan peralatan yang modern akan mampu memberikan pelayanan yang maksimal dalam satu lokasi (tempat) di JMC, “tegasnya.
Yang lebih membanggakan lagi bahwa semua pelayanan pemeriksaan (general chek-up) kesehatan sudah tersedia disini, seperti pelayanan medis spesialis, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan umum dan konsultasi gizi, pelayanan kedokteran komplementer dan masih banyak lagi pelayanan yang ada, diharapkan akan mampu memberikan kepuasan pelanggan dalam memenuhi derajat kesehatannya. “Misalnya bila memerlukan pelayanan pemeriksaan laboratorium tidak perlu keluar gedung, bahkan bila perlu peningkatan kebugaran juga tidak perlu mencari pelayanan keluar gedung, “ujar dr. Dhani panggilan akrabnya sekaligus promosi.
Konsep One Stop Service (OSS) di JMC adalah salah satu solusi untuk mengurangi hilangnya kesempatan pelanggan (opprotunity loss) yang mungkin saja menyebabkan kerugian ekonomi (economic loss). “Dengan konsep ini pasien yang datang tidak perlu harus kemana-mana lagi, dan dapat dilayani di satu tempat atau area yang mudah dijangkau, “katanya.
Konsep OSS kemudian berkembang dengan berbagai pelayanan aksesori lainnya semisal, kantin/restaurant, disamping pelayanan utama/fungsional berupa poliklinik, laboratorium, apotik, dll, yang berada dalam satu area yang mudah dijangkau. “Dalam konsep OSS maka misalnya, ruang poliklinik harus berdekatan dengan laboratorium, fasilitas radiologi, serta instalasi farmasi, “pungkasnya.
Sementara itu drg. Rustin Savitri sangat menyayangkan apabila prasarana yang sangat memadai ini tidak dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat Jember, padahal semua sarana medis yang ada dapat menghasilkan data atau rekam medik yang sangat akurat.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Kesehatan, Profil
Rabu, April 01, 2009
Wartawan Kritis itu Tlah Pergi..
Oleh: Salim Umar BSA
Pimred Jemberpost.com
Semalam sekitar jam 19.30 nada dering sms hp saya berbunyi, teman saya Asmodiono wartawan Bidik memberi pesan singkat, “Cak, Pak Taufik kirman meninggal barusan”. Saya yang tengah bertugas diluar kota segera mengontak teman-teman lain untuk mengabarkan berita duka tersebut. Tak lama juga sms serupa masuk pada saya.
Saya bertemu beliau terakhir pada 9 Februari 2009 lalu bertepatan dengan Hari Pers Nasional ketika Rekan- Rekan Humas bersama Pak Agus Slameto Kabag Humas Pemkab Jember bersama teman-teman wartawan mengunjunginya yang tengah sakit dirumahnya.
Sakit Stroke telah dideritanya selama 3 tahun lebih. ketika kami datang saat itu, beliau tidak mau ditemui di Kamar, Pak Taufik minta dipapah ke ruang tengah tempat kami berkumpul. Pertemuan itu berlangsung gayeng, Saat itu dengan guyonan khasnya Pak Taufik “menyerang” satu-satu temannya yang hadir. Di akhir pertemuan Taufik Kirman berpesan agar kami tetap kritis dan professional dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
Sejak tahun 80 an Taufik Kirman menjadi wartawan yang cukup disegani karena tidak pernah mau berkompromi dalam setiap tulisannya. Tulisannya kerap membuat merah telinga Pejabat. Hingga akhir hayatnya namanya tercatat sebagai Kabiro Tabloid Optimis. Beliau Di makamkan hari ini jam 09.00 WIB di Taman Pemakaman Umum Sumbersari.
Selamat Jalan Kawan, Usai sudah tugasmu, Kini Engkau kembali ke Pangkuan Sang Khaliq.
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Selasa, Maret 24, 2009
AKLINDO Jember Diresmikan
Jemberpost.com,
AKLINDO (Asosiasi Konstruksi Listrik Indonesia) adalah sebuah wadah / kumpulan dari para kontraktor yang tergabung dibidang ketenagalistrikan. Aklindo dibentuk dengan sebuah harapan yang akan memberikan alternatif pada masyarakat terkait dengan pasang baru listrik dan jaringan. Oleh karena itu, untuk lebih mengoptimalkan bidang pembangkitan listrik khususnya di Kabupaten Jember, didirikanlah DPC Aklindo yang diresmikan oleh Asisten II Pemkab Jember, Drs. Edy B. Susilo, M.Si, di RM. Lestari.
Menurut Edy dalam sambutannya yang mewakili Bupati Jember, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai persoalan akibat dari krisis ekonomi global. “Krisis ekonomi tersebut semakin kompleks dengan adanya krisis energi, khususnya energi listrik”, cetusnya.
Masalah energi listrik itu timbul, imbuh Edy, karena adanya upaya bidang kelistrikan yang belum optimal. “Masalah energi listrik menjadi sangat mencemaskan, sebab pengupayaannya belum optimal “, tengaranya.
Lebih lanjut Edy menjelaskan, saat ini listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok disamping kebutuhan sandang, pangan dan papan. Ia mencontohkan, bagi masyarakat kota misalnya, pengurangan aliran listrik secara sepihak yang dilakukan oleh PLN untuk mengurangi beban listrik tentu akan sangat memberikan dampak yang luar biasa. “Hal ini mengingat hampir semua peralatan yang digunakan oleh masyarakat perkotaan menggunakan sumber energi listrik, sedangkan kapasitas daya listrik PLN yang tersedia masih terbatas”, ujarnya. Selain itu, katanya, naik tarif dasar listrik (TDL), dan banyaknya permintaan pasang baru listrik juga menjadi suatu permasalahan yang perlu dicari solusinya. “Permasalahan ini perlu ditangani oleh semua pihak”, tegasnya.
Edy berharap, masyarakat dapat memberikan kontribusi dan peran nyata dalam konsep strategis guna membantu mengurangi beban kelistrikan. Dan untuk mengurangi beban kelistrikan, Edy juga mengharapkan masyarakat selaku pengguna jasa layanan listrik dapat menciptakan energi listrik alternatif.
Oleh karena itu, tandas Edy, semua persoalan yang menyangkut bidang kelistrikan merupakan suatu tantangan bagi Aklindo. Untuk memecahkan masalah tersebut, terutama masalah pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat, Aklindo dapat menggandeng asosiasi lain, Pemkab, PLN dan juga masyarakat untuk ikut membantu mencari solusi terhadap permasalahan yang ada. “Aklindo hendaknya tidak dijadikan suatu pesaing bagi asosiasi lain untuk menyelesaikan persoalan kelitrikan yang ada, terutama di Kabupaten Jember”, kilah Edy.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia DPC Aklindo Jember, Marsudi, mengatakan bahwa memang betul assosiasi ini baru terbentuk, namun Aklindo akan berupaya untuk memaksimalkan kinerja. “Oleh karena itu, berikanlah kami kesempatan untuk berkarya dan bekerja secara professional dengan harapan dapat mengurangi permasalahan kelistrikan yang ada di masyarakat”, katanya menandaskan.
Sedang menurut salah seorang peserta AKLI, H Maryatmo, ST, dengan adanya peresmian DPC Aklindo ini diharapkan dapat menjaga kualitas pekerjaan sesuai dengan ketentuan PLN. “Misalnya menyangkut masalah keselamatan kerja, keselamatan pelanggan listrik dan juga mempermudah pemasangan baru listrik dengan harga sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh DPR”, katanya mencontohkan. Ia berharap, nantinya AKLINDO dapat menerjunkan dan mempersiapkan personel-nya dilapangan untuk bekerja secara professional dan berkualitas. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 1 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Minggu, Maret 22, 2009
Mantan Bupati Jember Soepono Wafat
Jemberpost.com - Mantan bupati dan ketua DPRD Jember, Supono, meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan di taman makam pahlawan. Supono meninggal Minggu dinihari pukul 2.30, dan meninggalkan seorang istri, enam putri, 19 cucu, dan 8 cicit. RR Sri Sulistija, istri Supono, mengatakan, suaminya sudah lama menderita osteoporosis, infeksi saluran kencing, dan lambung.
"Sebelum meninggal Pak Pono minta ditidurkan yang enak. Kata Pak Pono, 'saya ingin mengadakan salat akbar," jelas Sri.
Supono adalah pejuang sepajang hayat. Lahir di Rembang 19 Juli 1926, sejak muda ia sudah menjadi anggota laskar militer untuk mengusir penjajah. Setelah Indonesia merdeka, ia bergabung dengan tentara nasional.
Tahun 1974, Supono yang berpangkat letnan kolonel infantri ditunjuk sebagai komandan distrik militer 0824 Jember. Saat itu, kawannya satu batalyon, Abdul Hadi, menjabat bupati.
Tahun 1977 - 1979, Supono menjadi ketua DPRD Jember. Tahun 1979, ia menggantikan Abdul Hadi sebagai bupati hingga tahun 1984.
Sri Sulistija mengatakan, Supono adalah pria yang lembut. Usia tak menghalanginya untuk beraktivitas. Lengser dari kursi bupati, ia menjadi ketua Yayasan Mochammad Sroedji dan ketua DHD 45, yayasan para veteran. "Setiap pagi jalan kaki keliling kampus. Setelah kena osteoporosis, ia sudah tak bisa melakukannya, karena duduk di kursi roda," katanya.
Perhatian Supono kepada dunia politik dan kenegaraan begitu besar. Setiap hari ia tak absen membaca koran dan mendengarkan radio, maupun menonton televisi.
Supono dimakamkan dengan upacara kemiliteran. Pangkat terakhirnya sebelum meninggal adalah kolonel infantri.
Apa pesan terakhirnya? "Bapak mengingatkan agar putra-putri bisa menjaga nama baik keluarga. Semangat perjuangannya tinggi. Saat sakit pun, beliau masih sempat cerita tentang masa perjuangan," kata Hendroyono, menantu Supono yang juga menjabat kepala Badan Kependudukan dan Catatan Sipil. [sal]
Diposting oleh Team Redaksi 5 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Sabtu, Februari 28, 2009
DPU Cipta Karya Prioritaskan Peningkatan Kualitas Pembangunan Dan Sarana Kecipta Karyaan
•Ir. Merwin Lusiani: Perlu Kepekaan Dan Partisipasi Aktif Masyarakat.
Jemberpost.com-Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Jember baru pimpinan Ir Merwin Lusiani terus bergerak mensosialisasilkan programnya dan terus bekerja sesuai dengan tugas pokok dan Fungsinya. Di DPU Cipta Karya terbagi dalam 4 bidang yaitu, Tata bangunan dan Perijinan, Tata kota dan Pedesaan, Kebersihan dan PJU dan yang terakhir bidang Pemukiman dan Perumahan.
Untuk tata bangunan mulai dilaksanakan penertiban dan mempercepat proses perijinan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Menurut Merwin prosedur pengurusan IMB melalui tahapan dari Desa/kelurahan, kecamatan dan setelah dilengkapi persyaratannya akan segera di survey dan apabila tidak menemui kendala di lapangan maka IMB bisa segera diterbitkan, tentang biaya yang ditetapkan maka di bayar sesuai perda. “Kami akan segera mensosialisasikan cara memperoleh IMB dengan Mudah kepada masyarakat, terutama di tingkat Desa di seluruh Kecamatan” Ujar Merwin.
Dijelaskan juga perencanaan dengan titik berat penataan ruang melalui penertiban ijin-ijin bangunan dengan kesesuaian fungsi kawasan,wilayah maupun kegiatan-kegiatan bangunan dalam kawasan yang bermuara untuk keserasian dan keseimbangan terhadap lingkungan akibat pembangunan yang terkendali. Selain itu juga berupaya mendorong peran serta swasta dalam pemeliharaan dan pengelolaan taman dan keindahan kota.
Untuk peningkatan peran serta masyarakat dan pelayanan air bersih utamanya pedesaan yang masih mencapai 24 persen dengan proyeksi 5 tahun kedepan bisa mencapai 40 persen Dan untuk kota ketersediaan untuk 5 tahun kedepan diharapkan bisa mencapai 80 persen.
Untuk tahun 2009 yang paling menjadi perhatian Merwin adalah masalah persampahan (kebersihan) dan sebagai pilot project adalah 3 kecamatan kota yaitu pengelolaan sampah pada subernya dengan harapan Jember bersih dari Sampah.
Ir Merwin Lusiani,MM bukan orang baru di DPU dirinya bertugas di Dinas Pekerjaan Umum sejak tahun 1989 sampai 1994. Karir Ibu dua orang putera termasuk moncer, tahun 1994-1996 masuk di Bapedda kemudian menjadi Kasie Pengairan pada tahun 1996-2000, tahun 2000-2004 ditugaskan sebagai Kabid data dan pelaporan pada Bapedda dan berlanjut sebagai sekretaris Bapedda sampai tahun 2005. Setelah itu Merwin bertugas sebagai Kabid Lingkungan Hidup pada DKLH sampai dilantik menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya pada 6 Januari 2009 lalu.
Beberapa program yang sudah dilaksanakan antara lain
PROGRAM RUANG TERBUKA HIJAU
Sudah dilaksanakan penanaman pohon pelindung jalan dalam kota jenis glodokan, tanjung, dan angsana sebanyak 8.400 pohon.
Penghijauan pada sekolah-sekolah, sumber-sumber bair milik PDAM dan bantaran sungai.
Penghijauan di lapangan olahraga, taman kota baik kota kabupaten maupun kota kecamatan.
PROGRAM AIR BERSIH
Sampai dengan saat ini pelayanan air bersih di Kabupaten Jember untuk perkotaan sudah mencapai 63% dari target 80% dan untuk pedesaan baru mencapai 24,37% dari target 40%
PROGRAM PENYEHATAAN LINGKUNGAN PERMUKAAN
Optimalisasi drainase kota sebagai saluran pematusan dan penggelondoran sudah mencapai 70%.
Perbaikan dan peningkatan infrastruktur lingkungan / kampung baik perkotaan maupun pedesaan berupa MCK, jalan lingkungan, plengsengan dan persampahan yang bersumber dari dana APBD dan APBN
PELAYANAN PERIZINAN
Izin mendirikan bangunan (IMB) mengacu pada perda yang berlaku sesuai RTRK yang sudah ditetapkan
Memberikan pertimbangan teknis dalam rangka penerbitan izin lokasi untuk kegiatan tertentu
Sedangkan program yang akan datang dan mendapat prioritas adalah
PROGRAM RTH
Program penghijauan berupa pembuatan hutan kota
Penghijauan jalan baik di kota maupun di wilayah pedesaan
Peningkatan, pemeliharaan dan peremajaan taman kota baik kota kabupaten maupun kota kecamatan termasuk lapangan olahraga
PROGRAM AIR BERSIH
Pelayanan air bersih untuk wilayah perkotaan akan terus ditingkatkan dengan target 80% pada tahun 2012
Pelayanan air bersih untuk daerah pedesaan ditargetkan 40% pada tahun 2012
PROGRAM PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
Pembangunan dan pemeliharaan drainase kota akan terus ditingkatkan sesuai dengan kondisi yang ada
Pembangunan dan peningkatan trotoir / pedistrian di wilayah kota kabupaten dan kota kecamatan
Perbaikan lingkungan pemukiman / perbaikan infrakstruktur kawasan pesantren, kawasan kampung nelayan, kawasan kampung pengrajin dan kawasan pasar
PELAYANAN PERIZINAN
Penyederhanaan mekanisme proses penerbitan maupun pelayanan ijin mendirikan bangunan berdasarkan ketentuan yang berlaku
Merencanakan dan mengusulkan peraturan daerah tentang pengelolaan air limbah
DPU Cipta Karya saat ini berupaya penuh meningkatkan kualitas pembangunan, penataan ruang dan pengendalian standard bangunan yang berwawasan lingkungan. Selain itu Merwin berharap kepekaan dan kepedulian masyarakat untuk turut menjaga sarana dan prasarana kebersihan baik itu tempat sampah pohon peneduh dan sebagainya.
“Kami berharap peran serta dan partisipasi aktif masyarakat karena yang kita laksanakan juga untuk kesejahteraan masyarakat”.Pungkasnya.
Senada dengan itu Sekretaris DPU Cipta Karya Moh Hasyim menyatakan terkait sebagai lembaga baru pihaknya saat ini melaksanakan konsolidasi, menginventarisir SDM termasuk sarana dan prasarana. “Dalam konsolidasi itu kami memberikan pemahaman pada seluruh staff tentang lembaga yang baru, utamanya menyangkut Tupoksi” ujarnya (salim)
Diposting oleh Team Redaksi 1 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Selasa, Februari 24, 2009
AKBP Nasri Segera Jadi Kapolres Jember
Jemberpost.com – Mutasi di lingkungan Polri kembali bergulir, belum lama menempati pos barunya sebagai Kapolres Jember, Ibnu Isticha akan segera ditarik Ke Polda dan Kapolres Jember akan ditempati oleh AKBP Nasri. "Penggantinya dari Surabaya, yang saat ini sedang menjabat Kapolres Surabaya Utara AKBP Masri," ujar Wakapolres Jember, Kompol Rizal Irawan.
Sementara itu Ibnu bakal menempati pos barunya di Polda Metro Jaya. Serah terima jabatan yang bertepatan dengan dekatnya waktu pelaksanaan Pemilu 2009, menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat .
Apalagi menjelang Perhelatan pesta demokrasi pada tanggal 9 April mendatang Pasalnya, kondisi politik di daerah tapal kuda selama ini dikenal panas, demikian juga di Jember. Namun menurut Wakapolres Jember, Rizal, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir akan hal tersebut. Karena pihaknya bersama Kapolres lama maupun baru sudah berkoordinasi dengan sejumlah jajaran agar menjaga kondisi dan situasi di Jember tetap kondusif.
"Jajaran Polres Jember sudah siap menghadapi Pemilu 2009, semua jajaran sudah kita tugaskan untuk melakukan deteksi dini di lapangan, fungsi intelegen kita optimalkan, sehingga kita tahu gerakan massa," imbuhnya.
Namun demikian pihaknya juga menghimbau kepada peserta Pemilu dan tim kampanye untuk tidak memperkeruh suasana jika memang ada dugaan penyimpangan tahapan pemilu atau pelanggaran lain.
"Sebaiknya semua diserahkan ke Panwas atau aparat penegak hukum,"tuturnya. [sal/bj]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Selasa, Februari 03, 2009
Dilantik, Dandim 0824 Jember Letkol Arm. Totok Suhartono
Jemberpost.com.
Upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Kodim (Dandim) 0824 digelar di Alun-alun Jember. Acara tersebut disaksikan sekaligus dipimpin oleh Komandan Korem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Ferdinand SetiawanDi balik upacara pergantian kedua pejabat tinggi jajaran Kodim itu, ternyata kota Jember sempat memberikan kesan mendalam di hari-hari tugasnya.
Dengan dilaksanakan kegiatan tersebut, secara resmi Dandim 0824, Letkol Inf. Dedy Agus Purwanto SH digantikan oleh Letkol Arm. Totok Suhartono dengan jabatan terakhir sebagai staf Pabandia Kodam V Brawijawa. Sertijab tersebut dihadiri oleh jajaran Kodim 0824, Yon Armed 509, Polres Jember, Pramuka dan organisasi masyarakat.
Menurut Letkol Inf. Dedy Agus Purwanto, yang kini berdinas di Markas Besar TNI AD Staf Pengamanan TNI AD dengan Jabatan Pabandia VI Dokumen dan File Jajaran Spam, selama menjabat sebagai Dandim di Jember banyak kenangan yang berkesan, kendati jabatannya di Jember cukup singkat, yakni 9 bulan 10 hari.
“Waktu saya di Jember sangat singkat, kalau dihitung hanya 9 bulan kurang 10 hari. Tapi banyak hal yang berkesan bagi diri saya,” ujarnya. Salah satunya, ia terkesan dengan program Pemkab Jember yang mampu menciptakan suasana kondusif dengan kegiatan yang dikemas dalam Dialog Solutif Bedah Potensi Desa.
Pihaknya menilai, dalam acara tersebut komponen masyarakat desa dan pemerintah berkomunikasi dan bertatap muka dalam satu tempat untuk mendiskusikan persoalan hangat pembangunan. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena kita menjemput bola mengangkat kepentingan masyarakat. Hal tersebut sangat mendukung untuk mewujudkan ketahanan wilayah, karena tanpa adanya ketahanan wilayah semua tidak bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Dedy mendukung pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ), sebagai program unggulan tahunan Pemkab Jember. Lantaran, dengan kegiatan itu nuansa dan kekayaan Jember bisa terangkat ke masyarakat luas. “Kegiatan BBJ ini yang cukup positif. Segala nuansa yang dimiliki oleh Jember ditunjukkan pada seluruh kalangan tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia internasional. Tentu saja ke depan perlu ditindaklanjuti dengan kajian agar lebih baik lagi,” katanya.
Harapan dia bagi masyarakat adalah perlunya meningkatkan wawasan kebangsaan dan ketahanan wilayah Jember menjadi lebih tangguh. Karena penjagaan ketahanan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI ataupun Polri, tapi juga lapisan masyarakat secara umum. “Saya mengharap pada seluruh masyarakat Jember agar mewujudkan ketahanan wilayah dan meningkatkan wawasan kebangsaan yang tangguh,” tuturnya.
Kendati umur jabatannya ralatif singkat sebagai Dandim, ia ingin lebih banyak berbuat untuk Jember. “Belum banyak saya berbuat bagi masyarakat Jember,” tukasnya. Meski begitu, sejumlah kegiatan yang cukup bermakna telah dilaksanakan, seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Arjasa, Karya Bhakti pembenahan wilayah di beberapa kecamatan, dan TNI Manunggal KB dan Kesehatan (TMKK) di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan. “Saya mengucapkan pada masyarakat Jember, karena selama masa kepemimpinan saya, banyak bantuan yang diberikan oleh masyarakat, dan saya mohon doa restu,” kata pria asli Menado ini.
Sementara itu, Letkol Arm. Totok Suhartono, Dandim yang dilantik mengatakan, roda kepemimpinan di Kodim 0824 bakal dilanjutnya dengan meneruskan program-program yang telah dilaksanakan pendahulunya. Lebih-lebih yang berkaitan dengan pembinaan satuan dan teritorial. “Saya tetap akan melanjutkan program yang dirintis oleh Dandim lama,” katanya.
Untuk pembinaan teritorial, Totok akan berkerjasama dengan Pemerintah yang ada di jajaran Muspida serta mengharapkan dukungan dari masyarakat luas. Sedangkan pembinaan satuan akan diprioritaskan pada peningkatan disiplin dan ketertiban prajurit. “Pembinaan satuan akan saya prioritaskan pada peningkatan disiplin dan ketertiban prajurit yang berkaitan dengan etika prajurit,” kata mantan Komandan Batalyon (Dan Yon) Artileri Medan (Armed) 509 Jember itu. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Sabtu, Januari 31, 2009
Singgih Gantikan Charis Sebagai Ketua PN Jember
Jemberpost.com. Sidang Luar Biasa dengan agenda pokok Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ketua Pengadilan Negeri (PN) Jember digelar khidmat di Gedung Pengadilan Tinggi Surabaya. secara resmi Charis Murdianto, SH Ketua PN Jember digantikan oleh Singgih Budi Prakoso, SH MHyang sebelumnya menjabat hakim PN Jakarta Pusat.
Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Moh. Arif SH, mengatakan, ketua PN harus mengabdikan dirinya secara utuh untuk kepentingan keadilan dan harkat serta martabat kemanusiaan. Di samping menjaga dirinya dari segala sesuatu yang bisa melencengkan dirinya dari tugas yang diembannya, yakni sebagai penegak keadilan.
Karenanya, dalam menjalankan roda kepemimpinannya, ketua PN harus mampu memenuhi janjinya dan lurus dalam mengambil tindakan. Dengan demikian sumpah jabatan dan janji yang pernah diucapkannya tidak sekadar ucapan belaka, tapi merasuk dalam tindakan dan pikiran.
“Saya mengingatkan agar ketua PN jangan bermain-main dengan sumpah jabatan, karena sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Al Qur’an siapa yang melanggar sumpah dan janji, maka tidak akan mendapat tempat di surga, kelak di akhirat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan edaran Mahkamah Agung (MA) yang salah satunya menegaskan, bahwa ketua PN tidak boleh menerima apapun dari Bupati maupun Wali Kota kecuali bantuan hibah untuk keperluan kantor.
Dengan begitu, harapannya tugas yang diamanatkan pada ketua PN harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan tidak ternodai oleh segala hal yang bisa mengalihkan dan mengurangi amanat yang telah berada di pundak, sebagai penegak panji keadilan.
“Ketua PN tidak boleh menerima apapun dari kepala daerah kecuali bantuan hibah untuk keperluan kantor,” katanya, menyitir salah satu isi 9 point edaran MA, dalam acara yang dihadiri oleh oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Kepala Pengadilan Negeri Jember, jajaran PN Jember, ketua PN Jakarta Pusat, dan ketua PN se Eks Karesidenan Besuki itu.
Selain itu, Arif menegaskan, ketua PN Jember perlu menigkatkan kebersamaan dan kerjasama di tingkat jajarannya, mengembangkan transparansi informasi terlebih mengenai biaya perkara. Serta, perlu menjaga kebersihan lingkungan PN sehingga nampak asri dan serasi, termasuk kebersihan ruang penjara.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Rabu, Januari 07, 2009
Turun Gelanggang, Langsung Sabet Juara
Jemberpost.com
Bila bakat yang kuat bagi seseorang dan diselingi dengan berlatih tentunya dapat mewujudkan prestasi yang membanggakan orang tua, keluarga dan bahkan masyarakat Jember seperti yang dirintis oleh Andry Tri Nugroho Wahana (15) di gelanggang motor cros dan road race regional.Betapa tidak, bisa diacungi jempol ketika saat itu pada tahun 2005 anak yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar Al Furqon sudah bisa menunjukkan prestasi membanggakan banyak orang dengan menyabet juara I pada lomba motor cros lokal di Kecamatan Kecong.
Pemikiran sederhana yang ada dibenak dirinya ikutan motor cros, karena diarena itulah dirinya bisa menyalurkan hobi sejak kecil yang ia idamkan. “Dari pada kebut-kebutan di jalanan lebih baik saya ikut di arena resmi, apalagi oleh Pemkab Jember direncanakan telah disediakan arenanya,”ungkap Andry.
Turun diklas cros mini trail di lomba beberapa waktu yang lalu, diakui oleh pihaknya dirinya tidak bisa begitu saja, namun berawal diajari oleh kedua kakaknya yang terlebih dahulu mengikuti lomba yang sama. “Kalau tidak ada dukungan dari orang tua dan kakak mungkin saya tidak bisa meraih prestasi sebaik ini,”ujarnya dengan nada merendah.
Berawal dari melihat kebiasaan yang dilakukan oleh kakaknya yang menyukai hobi motor cros dan ketika itu diberi kesempatan berlatih, Andry kecil mencoba dan berlatih sebanyak 3 kali. Selanjutnya putra Bapak Drs Agoes Slameto, MSi memberanikan diri mengikuti lomba pertama kalinya.
Lebih lanjut yang mengesankan menurut putra ketiga Kepala Infokom Jember ini, mesih hanya latihan 3 kali namun dirinya bisa menoreh namanya bagi kalangan motor cros pemula. “Biasanya bagi tuan rumah, apalagi pemula yang pertama kali ikut kejuaraan motor cros sangat sulit raih juara, allhamdulilah kami bisa menghapus mitos itu,”kenangnya.
Kesan lain dalam mengikuti 4 kali kejuaraan motor cros tidak saja meraih banyak piala yang bisa diboyong di rumah Jalan Semangka 1 Jember, namun ada kesan lebih dari itu. “Saya mengikuti motor cros meski patah tulang di pergelangan tangan namun saat itu masih bisa berhasil meraih juara IV,”akunya.
Sebagai croser muda menyadari posisi orang tua sebagai PNS di lingkungan Pemkab Jember sehingga dirinya harus bergabung dengan tim dari Mas Ary Bogasari. “Dari team itu yang melengkapi perlengkapan balap dan akomodasi baik di motor cros maupun road reace,”jelasnya.
Kepada jemberpost.com mengatakan bahwa Bergesernya hobi Andry dari motor cros ke road reace dipicu secara teknis biasanya ketahanan fisik pembalap croser banyak teruji sehingga kalau turun di arena road reace akan lebih tahan. “Saat sekarang saya masih turun kedua-duanya,”imbuhnya.
Menduanya hobi yang ditekuni pembalap muda Jember ini ternyata sangat kuat untuk menoreh prestasi bagi dirinnya, keluarga dan masyarakat Jember. Karena sejak dilatih road reace oleh kakaknya tahun 2008 berhasil naik dipodium juara. “Ikut pertama kalinya dibalapan road reace berhasilnya menjuarai III dan IV dengan menyisihkan pembalap lain dari Jember, Lumajang, Banyuwangi, Malang dan Madura,”paparnya.
Selama mengikuti road race sebanyak 7 kali di berbagai medan mulai di Jember, Lumajang, Banyuwangi sampai Malang diakui lawan yang turun digelanggang balapan diarena jalan datar semuanya berat. “Karena tidak saja secara teknik balap yang harus dipunyai oleh pembalap tapi strategi team sangat diperlukan,”pungkas Andry.
Croser dan pembalap muda Jember yang sekarang telah duduk di kelas III SMP 1 Jember meski memiliki hobi keberanian dan resiko tinggi namun dirinya masih mencita-citakan dokter sejak kecil. “Sambil belajar hobi balapan jalan terus agar cita-cita kami sebagai dokter bisa diraihnya, mudah-mudahan semua pihak termasuk lingkungan sekolah mendukungkungnya,”cetusnya sembari mohon do’anya.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 1 komentar
Sabtu, Desember 27, 2008
Bapak Kopral, Cetak Dua Perwira

Jemberpost.com
Akademi militer yang mencetak pemimpin masa depan di kalangan TNI tidak saja menjadi milik bagi anak pejabat maupun anak jendral, namun ternyata anak kopral bisa masuk mengenyam pendidikan di Akmil.Seperti yang dialami oleh Keluarga dari M Elyadi yang keseharian bertugas di Staf Tamtama Urusan Dalam (Taud) Makodim 0824 Jember.
Betapa tidak, kedua anak yang dibimbing dan dibesarkan selama puluhan tahun, kini telah menjadi anak yang bisa membanggakan kedua orang tuanya dan keluarga Elyadi yang kini bertempat tinggal di Jalan Sriwijaya Gang V/F No 16 Jember.
Setelah lulus, kedua putranya Endri Yusuf Prihatin dan Dwi Putra Priyadi Arista dengan lika-liku berbagai tes yang harus dilalui baik administrasi, fisik dan psykologi masuk menjadi Taruna Akademi Militer Angkatan Darat Tahun 2005. “Pada Tahun 2007 menyusul adiknya mengikuti jejak kakaknya masuk ke Akmil,”ungkap Kopral Kepala M Elyadi.
Bagi bapak dua anak ini mengaku do’a dan jerih payahnya selama ini dilakukan oleh dirinya bersama istrianya, Yuliatin tidaklah sia-sia. “Kalau dilihat dari keberadaan saya seperti ini dengan pangkat kopral namun kami bisa mengantarkan sesuai dengan cita-citanya,”cetusnya.
Diakui oleh Elyadi pada saat pelantikan anak pertama dari Akmil pihaknya masih harus pinjam ke salah satu perbangkan di Jember. “Terus terang saat pelantikan kemarin pada tanggal 17 Desember mesti harus mencari biaya untuk tranportasi ke Magelang cukup besar tapi itu semua menjadikan kami puas dan bangga,”ujarnya.
Dalam mendidik anak bagi bapak yang berasal dari Cirebon ini menjadikan hal yang utama agar bisa lebih apa yang telah diraihnya sekarang. “Menjadi TNI akan tetapi lebih dari apa yang saya raih sekarang,”imbuhnya.
Bagi bapak yang sapaannya Yadi, diakui kedua anaknya ikut Akmil tidak memerlukan biaya. “Hanya mengeluarkan biaya transportasi saat test awal dan biaya untuk mengurus persyaratan yang dikenal cukup banyak dan ketat,”tandasnya.
Menanggapi keberhasilan anggotanya, Dandim 0824 Jember Letkol Inf Dedy Agus P dijelaskan bahwa masuk di Akmil tidak saja harus anak pejabat. “Banyak contoh sering kita ketahui banyak putra-putri Taruna Akmil berasal dari kalangan bawah yang telah berhasil masuk Akmil, termasuk anggota saya yang berpangkat Kopral Kepala,”tandasnya.
Namum tentunya keberhasilan yang paling utama adalah para orang tua yang bisa mengarahkan dan membina anak kita menjadi orang yang dibanggakan. “Jadi tidak saja kita bisa membesarkan saja tapi masih perlu dibimbing dan diarahkan,”terang Dady.
Pengarahan seperti itu sering ia dilakukan baik saat mengambil apel komandan didepan anggotanya maupun kepada Anggota Persit Kartika Candra Kirana Cabang 38. “Kami tidak bosan-bosannya untuk selalu mengingatkan anggota dan keluarganya keberhasilan dalam mengemban tugas agar selalu diiringi keberhasilan keluarga,”papar mantan Dandim Surabaya Utara.
Lebih lanjut menurut Dandim yang juga konon memiliki kisah yang sama bahwa dukungan keluarga sangatlah penting. “Anggota keluarga anak dan istri sangatlah penting jangan melupakan anggota keluarga yang ada dibelakang untuk dibimbing, dibina dididik dan diarahkan, ini yang selalu saya minta kepada anggota,”kilahnya. (*)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil
Minggu, Desember 21, 2008
Ingin Punya Studio Musik Sendiri
Jemberpost.com,
Mutu anak didik memang tidak terlepas dari kualitas pendidikan dasar yang diterimanya. Selain kemampuan akademis, pendidikan berbasis religius juga memegang peranan penting dalam mengembangkan pribadi anak. Nampaknya, hal itulah yang ingin terus dicapai oleh SMP 01 Islam Jember yang terletak dibilangan Jl. KH. Shiddiq, Jember.
Seperti yang dituturkan oleh Kepala SMP 01 Islam Jember, M. Syaiful Bahri, S. Sos, pada tahun pelajaran 2007 – 2008 semua siswa lulusan sekolah ini yang mampu membaca dan menulis Al Qur’an dengan baik dan benar (lulus tashih) mencapai 75 %. Sedang untuk rata-rata nilai Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang dicapai oleh siswanya adalah 5,81.
Oleh karena itu, tambahnya, selain untuk pemerataan kesempatan pendidikan dasar 9 tahun, SMP 01 Islam juga mempunyai visi untuk mencetak kader-kader yang handal, berkualitas serta berkemampuan dalam bidang IPTEK yang beriman, bertaqwa dan berakhlaqul karimah.
Dikatakan Syaiful, siswa SMP 01 Islam telah banyak menoreh prestasi tidak hanya di bidang akademis saja, lebih dari itu, siswanya juga beberapa kali telah mengukir prestasi di bidang seni, khususnya seni musik. Ia lalu menceritakan bahwa pada tahun 2007 lalu, salah satu siswanya yang bernama Tono Irawan ikut studi edukasi ke Singapura. “Sebab, saat itu Tono Irawan menduduki peringkat ke -3 se – Kab. Jember dalam kategori pelajar teladan, sehingga oleh Diknas layak diikutkan dalam studi edukasi tersebut”, jelasnya.
Ditanya mengenai sejumlah prestasi di bidang seni, yaitu seni musik, Syaiful mengatakan, bahwa pada tahun 2006 lalu anak didiknya berhasil meraih juara 1 musik islami se-eks Besuki, pada tahun 2006 - 2007 meraih piala bergilir Bupati Cup untuk musik drumband-nya dan tahun 2006 – 2007 sebagai juara umum Open Band Tournament pada BBJ lalu.
Terlepas dari berbagai prestasi yang diraih siswa SMP 01 Islam, sekolah yang bernaung dibawah Yayasan Al Ma’arif ini ternyata juga masih butuh sarana-prasarana penunjang pendidikan. Syaiful mengatakan, saat ini ruang belajar dan fasilitas sekolah masih belum memadai, misalnya kurangnya ruang kelas, peralatan komputer, tenaga edukatif yang saat ini hanya berjumlah 20 orang dan beberapa fasilitas lainnya.
Namun demikian, kurangnya fasilitas yang ada tidak menyurutkan pihak sekolah untuk menelurkan siswa-siswa berprestasi lulusannya. “Pada tahun 2011 – 2012 nanti, pihak sekolah menargetkan 100 % siswanya lulus, bisa meraih juara kaligrafi tingkat propinsi dan dapat memiliki group musik religius dan video studio sendiri untuk mencetak VCD secara mandiri”, paparnya. (sal/dn)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Pendidikan, Profil
Selasa, Agustus 26, 2008
Meski Cacat Tapi Berhasil Membuat Lampu Unik

Jemberpost.com.
Kegigihan sosok satu ini tidak kalah dengan orang yang normal pada umumnya, meski dengan tubuh cacat akan tetapi berjuang untuk bertahan hidup di era yang membutuhkan tantangan.Namun ketrampilan yang dimiliki dalam membuat kerajinan tangan berupa lampu unik dapat menyabung hidup bersama keluarganya.
Warga dari Kecamatan Balung keseharian membuat lampu unik diperoleh dari temannya ketika lampu unik tapi tidak berhasil. “Awal bersama temennya membuat lampu itu tidak berhasil karena sering nyeblos, sehingga lambat laun saya berhasil membuat sendiri dengan dilobangi atasnya,”ungkap Suparto.
Dengan keberhasilan itu, Suparto yang berdomisili di Jalan Menco No. 45 Balung sebelah timur Pondok Pesantren Al Multajam, akhirnya dapat membuat memproduksi sendiri. “Sehingga dengan membuat sendiri itulah maka saya bisa menyambung hidup saya ini,”pungkasnya.
Namun bagi Suparto, pemikiran kuatnya muncul dalam membuat lampu unik ini ternyata seringnya ada pemadaman diwilayahnya. “Sehingga dengan pemadaman ini apa yang saya buat ini menjadi salah satu jalan keluar ketika ada pemadaman listrik,”paparnya.
Menurut Parto sebenarnya tidak saja berguna untuk penerangan rumah atau di halaman, namun karena bentuknya sekilas menyerupai lampu strongking, itu yang membuat pembeli tertarik. “Banyak pembeli karena tertarik keunikkannya sehingga banyak digunakan untuk hiasan,”imbuhnya.
Selanjutnya diungkap oleh Parto dirinya dalam sehari dengan berbekal bahan baku yang tidak terpakai seperti kaleng susu, kaleng roti dan kaca bekas. “Merangkai bahan baku itu sehari bisa membuat sebanyak 20 buah dan selebihnya waktunya untuk digunakan berjualan sampai sekuatnya berspeda ontel,”jelasnya.
Puasnya lagi dalam membuat lampu unik itu dirinya bersama anak-anaknya dalam membuat lampu unik itu sebenarnya ada di bahan bakunya. “Dengan bahan baku bekas itulah membuat kami lebih puas, karena apa yang kami buat meski dari bahan yang tidak berguna kami buat menjadi yang lebih berguna,”tambahnya.
Karena yang membuat hanya dirinya bersama keluarganya, Parto menjamin apa yang dibuat tidak akan ada di etalase took di Jember. “Lampu ini langsung saya jajakan sendiri sehingga di took tidak akan ada,”paparnya.
Berbekal speda ontel buatan dalam negeri yang dulu menjadi milik anaknya, namun sekarang digunakan untuk berjualan keliling Jember. “Kalau seperti sekarang ini karena berangkatnya jam 1 siang maka nanti pulangnya malam hari sampai di Balung,”akunya.
Dituturkan oleh bapak 3 anak ini, terkait dengan nama lampu unik berawal dari seringnya pembeli menyebutnya unik. “Banyak pembeli yang saya tawarkan ini menyebutnya dengan sebutan lampu unik, sehingga saya beri merk lampu saya ini lampu unik bintang terang,”jelasnya.
Perjuangan hidup yang ia tekuni bersama anak-anaknya mengalami pasang surut.. “Karena sebagai pelukis kaligrafi lagi sepi maka saya berusaha untuk membuat lampu unik ini yang saya jual ke seluruh pelosok Jember sambil menunggu istrinya yang sekarang menjadi TKW Malaysia,”tandasnya.
Dirinya bersama keluarga dalam membuat lampu unik ini berharap banyak ketika pemerintah nantinya dengan mengetahui lampu unik hasil produksinya. “Mudah-mudahan dapat membantu pemasaran dan modal agar kami bisa membuat lebih banyak lagi,”harapnya. (sal/jok)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Profil