Rabu, Juli 16, 2008

Depag: Beda Partai, Angka Cerai Naik



jemberpost.com, Jakarta - Boleh percaya, boleh tidak. Perbedaan pilihan politik ternyata berdampak pada meningkatnya angka perceraian. Jumlah perceraian dikhawatirkan terus bertambah menjelang Pemilu 2009.Fakta ini diungkapkan Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Prof Nasaruddin Umar, di Jakarta, Selasa (15/7) . Menurutnya, perceraian yang disebabkan perbedaan partai ini meningkat dari tahun ke tahun sejak pemilihan kepala daerah langsung diterapkan di Indonesia.
"Ini harus diwaspadai, karena dapat mengganggu keutuhan dan kelanjutan masa depan bangsa," cetusnya.
Nasaruddin menegaskan cara terbaik mencegah hal ini dengan mengamankan jaring-jaring keluarga. Dia mengimbau kepada umat Muslim agar menghindari adanya perbedaan yang dapat menjurus kepada perceraian.
"Urusan politik adalah urusan sesaat, sementara urusan keluarga adalah urusan seumur hidup. Bahkan sampai akhirat," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut ia juga kembali mengungkap bahwa perceraian di Indonesia cenderung meningkat. Ketika tampil sebagai pembicara dalam Pemilihan Keluarga Sakinah dan Pemilihan Kepala KUA Teladan Tingkat Nasional Nasaruddin Umar juga menyebutkan bahwa gejolak yang mengancam kehidupan struktur keluarga ini semakin bertambah jumlahnya pada tiga tahun terakhir ini.
"Setiap tahun ada dua juta perkawinan, tetapi yang memilukan perceraian bertambah menjadi dua kali lipat, setiap 100 orang yang menikah, 10 pasangannya bercerai, dan umumnya mereka yang baru berumah tangga, " jelasnya.
Islam dengan tegas menyatakan dalam Al-Quran bahwa perceraian itu adalah suatu perbuatan yang halal, tetapi paling dibenci Allah, namun perceraian itu menjadi fenomena yang terjadi di masyarakat Indonesia.
"Dalam Al-Quran 80 persen ayat membicarakan tentang penguatan bangunan rumah tangga, hanya sebagian kecil yang membicarakan masalah penguatan negara, bangsa apalagi masyarakat, sebab keluarga adalah sendi dasar terciptanya masyarakat yang ideal, mana mungkin negara dibangun di atas bangunan keluarga yang berantakan, " paparnya.
Bila angka perceraian di masyarakat terus mengalami peningkatan, itu menjadi bukti kegagalan dari kerja Badan Penasehat Pembinaan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4).[sal/L6]


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna