Kamis, Juli 17, 2008

Pertanian Kuno Ditemukan di Yaman

Jemberpost.com,
Beijing - Ahli arkeologi yang bekerja di dataran tinggi di Yaman selatan telah menemukan bukti baru mengenai peralihan peternakan ke pertanian irigasi sekitar 5.200 tahun lalu.
Michael Harrower dari University of Toronto dan tim The Roots of Agriculture in Southern Arabia (RASA) melakukan eksplorasi di Wadi Sana.
Mereka mendokumentasikan 174 jaringan irigasi kuno, mengambil contoh topografi dan hidrologi, dan mewawancarai peternak kambing dan unta saat ini serta petani irigasi.
"Pertanian di Yaman tampaknya relatif terbelakang dibandingkan dengan daerah lain di Timur Tengah, tempat pertanian pertama kali berkembang mendekati akhir zaman es terakhir, sekitar 12.000 tahun lalu," kata penulis Michael Harrower dari Fakultas Antropologi di University of Toronto.
"Jelas bahwa petani terdahulu di Yaman menghadapi tantangan, kondisi sosial dan lingkungan hidup yang unik," katanya.
Temuan itu memperlihatkan pertanian di Yaman selatan memerlukan teknologi peralihan yang disesuaikan dengan musim beternak (musim panas) dari tanah lapang bergelombang bersama dengan pemahaman baru mengenai lahan sosial dan hak atas sumber air --yang langka.
Para peneliti itu menggunakan pemetaan Geographic Information Systems (GIS) komputer guna memastikan bahwa peternak kuno mengembangkan pengetahuan keahlian hidrologi dan menjadikan tempat penampungan air kecil serta lahan untuk irigasi.
Beberapa kajian mengenai hak atas air dan lahan kontemporer, termasuk prinsip yang termaktub di dalam hukum Islam menunjukkan asal mereka berada pada awal penanganan air sebagai prinsip hak kewajaran akan air suku yang diwarnai dengan perubahan ideologi dan budaya.
Temuan itu dan temuan lain di bagian selatan Jazirah Arab belum lama ini telah membantu pencatatan keragaman peralihan dari peternakan ke pertanian.[*/L2]



Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna