Kamis, Oktober 16, 2008

Pol PP Minta PKL Segera Pindah

Jemberpost.com
Penertiban pedagang kaki lima di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember diwarnai ketegangan. Seorang PKL dikabarkan kena pukul. Namun Satuan Polisi Pamong Praja membantah. Penertiban dilakukan sekitar pukul 19.30, Selasa malam. Saat itu, sekitar delapan petugas Satpol PP datang untuk menertibkan pedagang di alun-alun Selatan Jumlah petugas lantas bertambah menjadi 20 orang.

Saat petugas berupaya mengambil barang dagangan, PKL mempertahankan. Galih, salah satu pedagang, pun kena pukulan dan sempat dirawat ke rumah sakit umum dr. Subandi. Peristiwa itu dilaporkan ke polisi.

Namun, kepada wartawan, Kepala Seksi Penyidikan Satpol PP Andriyanto membantah adanya tindak kekerasan. "Tidak ada laporan yang cedera," katanya.

Pasca bentrok antara Sat Pol PP dengan PKL di seputaran alun-alun, tepatnya didepan Kantor Pemkab Jember tadi malam, membuat gusar pihak Sat Pol PP. Pasalnya, jajaran Pemkab yang sebagian besar tugasnya menertibkan PKL ini mengaku kesal dengan tingkah PKL.

Seperti dituturkan Kasie Penindakan dan Penyidikan Sat Pol PP, Drs. Andriyanto. Bahwa selama ini Pemkab Jember tidak kurang-kurang memperhatikan PKL yang tersebar di semua jalan protokol Jember.

Bahkan sebagian besar dari PKL sudah dimanjakan Pemkab Jember dengan pemberian santunan masing-masing Rp 1 juta. Selain itu juga ada bantuan pemberian gerobak dorong gratis. "Tidak hanya itu saja, Pemkab masih memberikan tempat dan lokasi strategis juga," ujarnya, Rabu (15/10/2008).

Tetapi, ironisnya PKL tersebut selalu bertambah bak jamur di musim hujan. "Jadi kami minta semua PKL yang ada untuk kembali ke asalnya, kalau dulu jualan di Gebang, di Patrang atau dimana saja ya kembali kesana, jangan semuanya jualan di kota," himbaunya.

Seperti contohnya yang ada di depan Pemkab Jember, semua PKL sudah dilokalisir dan ditempatkan di alun-alun utara dengan fasilitas tempat yang nyaman. Logikanya seputar alun-alun sudah bersih dari PKL.

Ternyata, muncul lagi PKL-PKL baru, yang kemudian mengaku sudah lama berjualan di seputar alun-alun. "Kalau memang sudah lama tentunya mereka sudah masuk ke alun-alun utara itu, kenapa mereka baru sekarang muncul," sesalnya.

Kalau begitu terus, Pemkab tidak akan mampu mencukupi kebutuhan PKL dan lahan untuk PKL. Demikian juga di seputaran jalan Samanhudi, Diponegoro, Dyah Pitaloka, Untung Suropati. "Sudah dapat bantuan uang 1 jutaan, dapat gerobak dorong, eh ternyata juga tidak mau ditertibkan, ini kan namanya menyusahkan saja, padahal pekerjaan Sat pol PP itu tidak hanya ini saja, banyak pekerjaan lain," imbuhnya.

Andriyanto juga menyesalkan PKL yang tidak mau mengindahkan peringatan dari Sat Pol PP. "Seharusnya kalau sudah diperingatkan satu, dua dan tiga kali untuk pindah ya segera pindah, jangan ngotot disitu terus, kalau ditertibkan dan barangnya diambil mereka tidak terima, ini kan melawan petugas," tuturnya. [sal/BJ]

Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna