Jemberpost.com,
Saat ini, terutama di kawasan Jember kota sudah jarang ditemukan pedagang petasan. Tapi, kadang masih terdengar walupun tidak sering, sepertinya mungkin masih ada saja pihak-pihak yang ‘ngotot’ menjualnya hanya karena ingin mengeruk keuntungan di bulan Ramadhan ini.Dan mungkin juga mereka tidak terpantau oleh petugas karena penjualannya secara diam-diam. Biasanya, hal ini bisa ditemukan di daerah-daerah yang jauh dari pantauan petugas Pol PP ataupun aparat Kepolisian. Untuk kota mungkin masih tak terdengar namun untuk wilayah Balung Ambulu, Puger, Jelbuk masih ada yang membakar petasan.
Untuk itu, demi keselamatan bersama, hendaknya unsur terkait, yaitu Pol PP, Polres dan TNI lebih waspada akan adanya penjual petasan yang dilakukan secara diam-diam. Sebab, bisa saja para penjual petasan itu dalam mendapatkan barang dagangannya bekerja sama dengan pemasok dari luar kota.
Menurut Yanto (40) seorang PKL yang biasa mangkal di depan pertokoan Matahari Dept. Store, dirinya tidak khawatir rejekinya akan berkurang karena adanya larangan pemerintah tentang jual-beli petasan.
“Dulu, sekitar tahun 90-an saya memang berjualan petasan di sekitar pasar Tanjung, tapi sejak beberapa tahun lalu ketika ada larangan dari pemerintah untuk berjualan petasan, saya beralih jualan pernak-pernik ramadhan saja, seperti kembang api, kurma, peci dan makanan kecil untuk berbuka puasa”, katanya dengan raut polos.
Senada dengan Yanto, bu Mina yang juga berjualan pernak-pernik ramadhan mengatakan bahwa dulu pernah juga ia menjual petasan. “Tapi sekarang tidak, karena saya takut kena operasi Pol PP atau polisi, selain itu saya juga sadar bahwa petasan bisa membawa bencana, terutama bila disulut oleh anak kecil yang belum paham bahaya petasan”, katanya berasalan. (sal/dn)
Kategori
Blog Archive
Senin, September 08, 2008
Waspadai Pemasok Petasan
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar