Rabu, Oktober 22, 2008

Warga Darsono bertekad Selamatkan Sumber Mata Air


Jemberpost.com,
Sejumlah warga berencana menggelar aksi Penyelamatan Sumber Mata Air yang luasnya + 5 ha yang terletak di dusun Teratai Desa Darsono Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember denganbibit sengon dan mahoni setelah datangnya musim hujan tahun ini. “Ini sebagai upaya agar keberadaan Sumber Mata Air di desa ini tetap terjaga, sehingga persediaan air untuk warga dapat terus terpenuhi, ”ujar Djakiyah seorang Penyuluh Kehutanan Penyelia dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jember beberapa hari lalu di Dusun Teratai saat memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan bertajuk “Upaya Mencegah Bencana Alam pada Lahan Kritis”.
Salah satu upaya mencegah terjadinya lahan kritis, menurut Djakiyah pertama berupa penanaman kembali pada tanah-tanah yang gundul, baik dalam kawasan hutan (reboisasi) maupun diluar kawasan hutan. Kedua, pembuatan teras pada lahan-lahan yang letaknya miring agar aliran permukaan diperlambat, disertai dengan saluran pembuangan air, sehingga erosi dapat terkendali. Ketiga, pembuatan gully plug/gully drop untuk menampung lumpur yang terkikis oleh percikan air dari aliran permukaan dan saluran pembuangan air. Keempat, pembuatan bendungan pengendali untuk menghimpun air dan kemudian menyalurkannya untuk berbagai keperluan dan kelima, pengorganisasian petani dalam sebuah kelompok.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan TMMD ke-81 tahun 2008 di Desa Kemuning Lor dan Desa Darsono Kecamatan Arjasa Jember dengan melibatkan TNI dan masyarakat sekitar. Tidak menutup kemungkinan warga masyarakat di Dusun Kopang yang selama ini juga memanfaatkan sumber mata air ini untuk memenuhi kebutuhan akan air diwilayahnya. “Dalam hal ini, TNI akan membantu secara fisik berupa pembuatan lubang dan pasang ajir untuk ditanami sengon dan mahoni, “jelasnya.
Dikatakan untuk menggelar aksi itu, sedikitnya dibutuhkan 25 ribu bibit, baik berupa bibit sengon maupun bibit mahoni, sebanyak 20 ribu diantaranya akan disediakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jember dan sisanya akan diusahakan oleh masyarakat sendiri. “Semua kegiatan ini atas inisiatif dan permintaan warga di desa ini, sehingga pengerjaannya juga akan banyak melibatkan warga di dua dusun tersebut, “katanya.
Selain itu Djakiyah juga mengajak warga masyarakat untuk melakukan penanaman pohon pelindung dilahan kritis sekitarnya. “Salah satu programnya berupa rehabilitasi lahan kritis diwilayah itu, ”tuturnya.
Sementara itu Suyitno, tokoh masyarakat setempat berharap sumber mata air di beberapa tempat akan menjadi lebih deras lagi. “Semoga saja, perubahan alam ini sebagai imbalan yang diterima masyarakat setelah menanam pohon, “harapnya.
Kegiatan semacam ini dirasa semakin meluas. Bahkan, lelaki ini juga berhasil mengajak warga di sekitarnya agar mencintai dan menyelamatkan lingkungan serta mampu hidup mandiri. Caranya, melalui komunitas pencinta penyelamatan lahan kritis. Sudah ratusan pohon keras menuju dusunnya ditanam pohon. "Menanam pohon ini kami lakukan sendiri bersama masyarakat dengan ikhlas, "tegasnya.
Ia pun berpendapat kemiskinan yang melanda bangsa ini salah satunya disebabkan oleh kerusakan lingkungan. “Untuk itu, bangsa ini banyak menderita akibat bencana banjir, tanah longsor, gagal panen, serangan hama penyakit, dan lainnya, “ungkapnya.
Hadir pada acara penyuluhan atau kegiatan non fisik dalam rangka TMMD ke-81 tahun 2008 di Desa Kemuning Lor dan Desa Darsono yang bertempat di Dusun Teratai Desa Darsono diantaranya dari Kantor Infokom Jember, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember serta Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jember. (sal/tot)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna