Rabu, Oktober 15, 2008

Kampus Rawan Demam Berdarah

Jemberpost.com - Perumahan elite dan rumah kos mahasiswa di area sekitar kampus rawan terjangkit demam berdarah dengue. Saat ini 8 dari 10 rumah di Jember masih belum bebas dari jentik nyamuk. Sebagai salah satu upaya meminimalisasi demam berdarah, Dinas Kesehatan Jember memiliki juru hitung jentik (jumantik)yang berasal dari kader posyandu. Mereka kadang kesulitan saat harus memantau jentik di rumah elite yang tertutup dan pemiliknya tidak berpartisipasi dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

Padahal, nyamuk Aides Aegepty menyukai tempat yang bersih sebagaimana rumah-rumah elite tersebut. "Yang potensial juga adalah daerah kos-kosan mahasiswa yang tak punya induk semang atau induk semangnya kurang intensif mengecek," kata Kepala Dinkes dr. Olong Fajri Maulana,

Olong mengakui, penghuni rumah wilayah kampus agak sulit digerakkan untuk melakukan PSN. "Mahasiswa kan nakal-nakalnya anak. Banyak kegiatan, hal seperti itu (pemberantasan sarang nyamuk) dianggap tak berpengaruh," katanya.

Padahal, saat ini Pemkab Jember tengah berupaya terus menekan angka kasus demam berdarah dengue. Selama dua tahun belakangan ini, Pemkab sudah berhasil menekan pertambahan penderita dan jumlah korban meninggal.

September 2005 - Agustus 2006, demam berdarah dengue di Jember mencapai 1.873 kasus dengan 29 orang meninggal. September 2006 - Agustus 2007, angka itu menurun menjadi 843 kasus dengan 9 orang meninggal.

September 2007 - Agustus 2008, jumlah kasus tinggal 821 kasus dengan 3 orang meninggal. Area penyebarannya pun tak lagi terkonsentrasi di kota.

Menurut Olong, angka kasus di kota menurun drastis karena PSN berhasil. Jika dulu lima daerah endemis adalah kecamatan Kaliwates, Sumbersari, Puger, Patrang, dan Balung, kini daerah endemis adalah Wuluhan, Kencong, Umbulsari, dan Jenggawah. Semuanya bukan wilayah kota.

Selain melalui PSN, Dinkes menyiapkan langkah pemberantasan melalui pengasapan. Kini 49 puskesmas sudah memiliki setidaknya masing-masing satu alat fogging. "Fogging untuk antisipasi rumah-rumah yang tak berpastisipasi dalam PSN," kata Oolong. [sal/BJ]

Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna