Kamis, September 11, 2008

Minim Modal, Bukan Masalah….

Jemberpost.com,
Disaat lapangan kerja semakin sulit dan harga kebutuhan pokok manusia kian melambung, berwirausaha merupakan solusi yang paling tepat sebagai salah satu mata pencaharian. Walaupun modal usaha adalah suatu hal paling awal yang harus dipenuhi, namun sekarang sudah bisa diatasiSebut saja Yoyon (31). Dirinya adalah seorang penjual asongan disekitar stasiun kereta api. Karena hanya tamatan SMP, dirinya merasa kesulitan mencari lapangan kerja yang saat ini perusahaan-perusahaan memang mematok minimal lulusan SMA.
“Karena saya dituntut untuk menghidupi anak-istri saya, maka ya …saya jualan snack dan minuman ringan aja….yang penting halal”, katanya polos.
Diakuinya, memang ia tidak mempunyai cukup jaminan untuk mengajukan kredit ke bank. Sebab, untuk hidup sehari-hari saja ia kesulitan untuk membeli beberapa kebutuhan pokok.
“Tapi setelah ada informasi dari teman saya yang pernah mengajukan Kredit Usaha Rakyat pada bank atas bimbingan Dinas Koperasi, maka akhirnya saya mengajukan kredit itu juga”, katanya menjelaskan.
Dengan kredit ini, lanjut Yoyon, dirinya tidak perlu menggunakan jaminan. “Dan alhamdulillah…saya sekarang sudah bisa meraih keuntungan dan bisa membayar uang angsuran ke bank…”, kata Yoyon dengan nada syukur.
Selain mangkal di sekitar stasiun, biasanya ia juga menjajakan dagangannya disekitar alun-alun kota. Apalagi setiap malam minggu dan bila ada even-even tertentu disana.
“Kalau yang paling banyak pembeli biasanya jika musim liburan mahasiswa tiba dan adanya arus balik, sebab saat itu banyak penumpang yang sedang nunggu kereta api”, jelas bapak satu anak itu.
Ia juga menambahkan, dengan digulirkannya kredit usaha tanpa jaminan sangat dirasakan manfaatnya, begitu juga dengan teman-temannya yang juga asongan.
Yoyon berharap, ke depan pemerintah akan lebih memperhatikan pedagang-pedagang kecil seperti dirinya. Misalnya, dengan menurunkan lagi jumlah bunga kredit. Dan yang paling penting lagi, memperpanjang waktu jatuh tempo pinjaman.
Ke depan, Yoyon juga ingin lebih mengembangkan usahanya. “Sekarang saya masih menabung sedikit-sedikit, suatu saat nanti saya ingin mengembangkan usaha ini menjadi sebuah toko, dan nanti saya pasti akan mengajukan kredit lagi ke bank yang telah ditunjuk pemerintah dengan pendampingan Diskop”, kata Yoyon sambil menyeka keringatnya.
Dengan adanya pendampingan atau pembinaan dari Dinas Koperasi, ia sangat terbantu menjalankan usaha itu. “Soalnya, saya ini kan sangat awam tentang bank… jadi adanya arahan dan petunjuk dari Diskop membuat usaha saya ini lebih lancar..”, tandasnya. (sal/dn)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna