Jemberpost.com
Jakarta, - Hari ini Bayer kembali mengumumkan penerima penghargaan duta muda pelestari lingkungan yang akan mewakili Indonesia dalam sebuah program edukasi bagi kaum muda, Bayer Young Environmental Envoy (BYEE) 2008 yang akan diselenggarakan selama satu minggu di Leverkusen, Jerman. Seorang putri daerah Jember, Jawa Timur,h Veni Sevia Febrianti yang merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember, Jawa Timur terpilih sebagai salah satu dari empat duta muda yang akan berangkat ke forum lingkungan hidup tingkat internasional ini. Veni memenangkan kompetisi BYEE 2008 di Indonesia setelah mengajukan proyek pelestarian lingkungan yang mengangkat tema ”Gerakan penghijauan sebagai penanggulangan lahan kritis di Bondowoso, Jawa Timur“.
Empat duta muda lingkungan pemenang BYEE 2008 adalah:
1. Fernando, Institut Teknologi Bandung, Bandung
2. Sri Rezeki, Universitas Tanjungpura, Pontianak
3. Doni Pabhassaro, Universitas Indonesia, Jakarta
4. Veni Sevia Febrianti, Universitas Jember, Jember
Ke-empat mahasiswa ini akan berangkat ke Jerman dan menjadi bagian dari 50 orang anggota delegasi dari 17 negara di empat benua, untuk berdiskusi dan bertukar pikiran, demi terwujudnya lingkungan hidup yang lebih hijau. Perjalanan ini merupakan kesempatan bagi para duta lingkungan dari seluruh dunia untuk mempelajari dan bahkan mempraktekkan secara langsung prinsip-prinsip pelestarian lingkungan secara modern di Jerman.
Bayer Young Environmental Envoy (BYEE) merupakan hasil kerjasama global antara Bayer dengan United Nations Environment Programme (UNEP). Memasuki tahun ke lima di Indonesia, program BYEE 2008 diselenggarakan oleh PT. Bayer Indonesia dan didukung oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta the Wildlife Conservation Society.
Para pemenang BYEE 2008 dipilih dari 14 kaum muda Indonesia pecinta lingkungan yang masuk ke tahap final. Para finalis tersebut telah mengikuti kegiatan Bayer Eco-Camp selama lima hari di Ciawi. Berbekal pengetahuan yang didapat dari Eco-Camp, para finalis kemudian mempresentasikan proyek mereka masing-masing dalam rangka pelestarian lingkungan di Indonesia di hadapan dewan juri.
“Tahun 2008 merupakan tahun ke lima penyelenggaraan program Bayer Young Environmental Envoy dan kami sangat gembira karena dari tahun ke tahun, program ini selalu mendapatkan respon yang baik dari kaum muda di Indonesia. Kepedulian kaum muda terhadap lingkungan terlihat jelas dari masuknya 155 formulir pendaftaran program BYEE tahun ini,” ujar Hans-Josef Schill, Presiden Direktur PT. Bayer Indonesia. “Kaum muda memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi besar bagi pelestarian lingkungan. Saya percaya, melalui program Bayer Young Environmental Envoy, para peserta dapat bekerjasama untuk menciptakan perbedaan.”
Program Bayer Young Environmental Envoy, yang dimulai pada tahun 1998, merupakan salah satu elemen penting dalam kemitraan antara Bayer dan the United Nations Environment Programme (UNEP) dalam program-program edukasi lingkungan bagi kaum muda. Berawal di Thailand, program yang berfokus pada kekuatan ekonomi baru dunia ini kemudian dikembangkan ke Filipina, Singapura, India, Cina, Korea, Indonesia, Venezuela, Ekuador, Brazilia, Polandia, Kenya, Malaysia, Vietnam, dan Turki.
Selama di Jerman, para duta muda lingkungan akan mengunjungi beberapa lokasi pabrik Bayer dan berdiskusi dengan pakar lingkungan. Selain itu, mereka juga memperoleh kesempatan untuk berkunjung ke North Rhine-Westphalia State Environmental Protection Agency, serta AVEA, sebuah fasilitas pembuangan dan daur ulang di Leverkusen. Dengan adanya program ini, para duta muda lingkungan dapat lebih memahami peran serta interaksi antara industri, pemerintah, serta rumah tangga dalam pelestarian lingkungan.
“Kami berharap, dengan diberikannya kesempatan pada ke empat duta muda Indonesia untuk mengunjungi kantor pusat kami di Jerman dan mengembangkan jejaring (network) dengan rekan-rekan dari berbagai negara, mereka dapat kembali ke Indonesia dengan wawasan dan perspektif yang lebih luas mengenai isu-isu tata kelola lingkungan yang berkesinambungan. “ tambah Schill.
Sejak lama, Bayer telah berkomitmen untuk berperan serta dalam menghadapi masalah perubahan iklim dan mengurangi dampak yang ditimbulkan. Sejak awal tahun 90’an, Bayer telah mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkannya di seluruh dunia hingga sekitar 70%, melampaui target yang ditentukan oleh Protokol Kyoto. Keberhasilan Bayer dalam menghemat energi dan mengurangi emisi karbon dioksida telah dibuktikan dengan dianugerahkannya “Low Carbon Leaders Awards” oleh The Climate Group, sebuah organisasi perlindungan iklim internasional. Institusi independen seperti Carbon Disclosure Project juga memberikan penghargaan kepada Bayer sebagai “Best in Class”. Tiga kali berturut-turut, Bayer dimasukkan dalam indeks Climate Disclosure Leadership – indeks perlindungan iklim yang pertama di dunia. Dengan demikian, Bayer merupakan satu-satunya perusahaan Eropa yang bergerak dalam industri kimia yang menerima penghargaan ini.
Proses seleksi BYEE di Indonesia
Ke empat orang pemenang dipilih melalui tiga tahap. Pada tahap pertama, mahasiswa diminta untuk mengirimkan formulir pendaftaran dilengkapi dengan proposal proyek yang menjelaskan ide-ide terkait dengan pelestarian lingkungan di Indonesia. Kandidat yang berhasil melalui tahap pertama kemudian akan dinilai oleh dewan juri, dan dari proses tersebut terpilihlah 14 mahasiswa yang berhak menyandang gelar Bayer Young Environmental Envoy. Para duta muda terpilih kemudian akan berpartisipasi dalam Eco-Camp, dimana mereka melakukan diskusi secara mendalam dengan para ahli mengenai berbagai permasalahan seputar pembangunan yang berkelanjutan. Di penghujung acara Eco-Camp, seluruh finalis diminta mempresentasikan keberhasilan proyek-proyek mereka dalam mendukung pelestarian lingkungan di Indonesia di hadapan dewan juri. Pada tahap akhir, empat duta muda pelestari lingkungan dipilih untuk mewakili Indonesia ke Jerman.
Tentang Bayer
Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi utama di bidang kesehatan, nutrisi, dan bahan-bahan berteknologi tinggi. Produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan ini dimaksudkan untuk memberi manfaat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pada saat yang sama, Bayer menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan, serta peningkatan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan. Bayer memiliki komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan serta menerima perannya sebagai ‘corporate citizen’. Tanggung jawab ekonomi, ekologi, dan sosial secara seimbang merupakan tujuan kebijakan Bayer. Pada tahun fiskal 2007, Bayer mempekerjakan 106,200 karyawan dan membukukan penjualan sebesar 32 milyar Euro. Pengeluaran modal hingga 1.9 milyar Euro, sementara anggaran Riset dan Pengembangan mencapai 2.6 milyar Euro. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs www.bayer.com.
Kategori
Blog Archive
Kamis, September 11, 2008
Mahasiswi Unej Raih Anugerah Duta Muda Lingkungan
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Nasional, Pendidikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar