Selasa, September 16, 2008

Gairahkan Potensi Perikanan dengan Rumpon


Jemberpost.com,
Potensi perikanan di Kabupaten Jember sangatlah prospektif, mengingat letak ‘kota pendalungan’ itu sebagian wilayahnya berbatasan dengan laut. Selain itu, pangsa pangsa yang strategis mendukung usaha perikanan secara komersial.Namun, yang paling penting untuk menggairahkan potensi perikanan tersebut adalah pengembangan produk dengan menggunakan teknologi yang tepat, yaitu dengan menggunakan rumpon.
Sebenarnya, rumpon merupakan salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yan dipasang dilaut dengan tujuan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul disekitar rumpon, sehingga ikan mudah ditangkap dengan alat penangkap ikan. Ikan-ikan kecil akan berkumpul disekitar rumpon karena terdapat lumut dan plankton yang menempel pada atraktor rumpon. Ikan-ikan kecil ini akan mengundang ikan-ikan yang lebih besar sebagai pemangsanya dan demikian seterusnya hingga ikan tuna juga berada disekitar rumpon laut dalam jarak tertentu.
“Dengan menggunakan rumpon, kegiatan penangkapan ikan akan menjadi lebih efektif dan efisien, karena tidak lagi berburu ikan”, kata Ir. Mahfud Afandi selaku Kabid Produksi Perikanan pada Dinas Peternakan dan Perikanan menjelaskan saat dikonfirmasi diruang kerjanya.
Terkait dengan penggunaan rumpon, menurut Mahfud, hal itu telah diatur dalam SK Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 30 tahun 2004 tentang pemasangan dan penempatan rumpon.
Di Jember sendiri, Pemkab telah merintis penggunaan rumpon di kalangan nelayan sejak tahun 2002 lalu sebagai percontohan, namun baru sekitar tahun 2005 nelayan di Jember berani menggunakan rumpon dengan dana swadaya dengan membentuk kelompok nelayan yang terdiri dari 10 orang per kelompok. “Sebab, satu rumpon saja bisa menghabiskan dana sebesar Rp 60 Juta”, cetus Mahfud.
Namun dengan dana sebesar itu, katanya, tentu nelayan akan dapat memperoleh beberapa keuntungan dengan menggunakan rumpon dalam menangkap ikan, yaitu dapat meningkatkan produksi perikanan dan produktivitas usaha, meningkatkan pendapatan nelayan, meningkatkan penyediaan pangan berupa protein hewani ikan yang lebih segar dan bermutu tinggi, meningkatkan pendapatan daerah dan yang paling penting adalah dapat menghemat BBM.
Pada di sisi lain, pemasangan rumpon ternyata juga mempunyai dampak negatif, yaitu bila pemasangan rumpon tidak teratur dan lokasinya berdekatan dapat merusak pola ruaya ikan yang bermigrasi jauh dan mengganggu keseimbangan. Selain itu, karena dengan menggunakan rumpon penangkapan ikan menjadi lebih mudah, maka bila tidak diikuti dengan penataan yang baik akan menimbulkan over fishing.
“Oleh karena itu, dalam memasang rumpon harus mengikuti penetapan pemasangan sesuai dengan ketentuan, yaitu harus terbebas dari alur pelayaran, bukan daerah konservasi, ada ijin dari pemerintah berwenang, merupakan areal penyebaran jenis-jenins ikan pelagis dan titik lokasi harus ada lintang dan bujur sesuai ijinnya”, tegas Mahfud.
Ia berharap, dengan penggunaan rumpon akan dapat mengatasi konflik atau ketegangan antar nelayan yang disebabkan rebutan lahan atau daerah penangkapan dan dapat memperluas lahan perkembangbiakan ikan sekaligus perlindungan dari konservasi bagi kelestarian sumber daya perikanan. (sal/dn)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna