
Jemberpost.com,
Jakarta - Sejak larangan merokok di tempat tertentu menjadi sangat populer, hookah menjadi pilihan alternatif. Bahkan di beberapa kafe atau restoran tersedia ruang Shisah atau Hoggah, yang rasanya tidak jauh seperti rokok namun diyakini lebih aman.
Namun hasil penelitian berkata lain. Hoogah yang dihisap melalui pipa, asapnya terlebih dahulu disaring oleh air. Karena itu sering pula dinamakan hisapan pipa air.
Masalahnya, orang yang menghisap hookah pada prinsipnya tidak jauh berbeda seperti hidung menyedot inhaler, dalam arti berpotensi besar menyedot nikotin lebih tinggi.
Demikian pula dengan karbonmonoksida dan kimia lainnya. Sebagian periset memperlihatkan pipa air kecil itu justru memproduksi karbon monoksida lebih tinggi karena diikuti asap rokok.
Salah satu laporan intensif mengenai hookah dipublikasikan pada 2005 oleh badan kesehatan dunia (WHO). Pada setiap satu sesi, perokok melakukan 8-12 kali hisapan. Atau mengakumulasi 0,5 - 0,6 liter asap dalam 5-7 menit.
Sementara penikmat hookah bisa menyedot 50-200 kali, yang berarti asap yang dihasilkan jauh lebih banyak.
Penelitian itu menyimpulkan, merokok melalui pipashisah sama atau bahkan lebih banyak menghasilkan asap yang mengisi paru-paru dibanding satu sesi merokok. Karena itu, dari segi kesehatan menghisap hookah sama bahayanya dengan rokok biasa. [L1]
Kategori
Blog Archive
Sabtu, Juli 19, 2008
Shisah Lebih Aman dari Rokok?
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Kesehatan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar