Minggu, Juli 13, 2008

Becak Kuasai Stasiun Jember

JemberPost,
Upaya Pemkab memberikan layanan transportasi yang nyaman sama sekali belum dirasakan para pengguna kereta api yang tiba di Jember. Para pengguna kereta api ketika tiba di Jember tidak akan mendapati sebuah kendaraan umum pun baik itu taksi,angkot maupun bus kota.Para penumpang kereta api hanya akan mendapati tukang becak yang memang telah menguasai stasiun sejak lama. Bahkan para tukang becak mengancam sopir transportasi lain jika mencari penumpang di seputaran stasiun.
Dalam pantauan Derap seringkali para tukang becak bersitegang masalah ongkos dengan para penumpangnya, pada umumnya mereka meminta tarif yang lebih mahal dari biasanya.
Dewi seorang mahasiswi Universitas Jember menyesalkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut, Dewi menceritakan bahwa dirinya sepulang dari Banyuwangi naik kereta dengan ongkos lima ribu rupiah bermaksud naik becak, namun untuk menuju ke kosnya di jalan Jawa tersebut oleh tukang becak Dewi dimintai ongkos 15 ribu rupiah. “Saya belain jalan kaki daripada bayar mahal, dan para pejabat itu punya mobil mas, jadi nggak pernah mikir kesini” Ujarnya jengkel.
Lain lagi dengan Andi yang bertempat tinggal di seputaran GOR dirinya sering menggunakan transportasi Kereta Api namun ketika balik kerumah Ia sangat kesulitan mendapati taksi untuk mengantarnya ke daerah GOR. “Masa saya harus cari taksi naik becak dulu, nggak lucu mas” katanya menyesalkan.
Sementara itu Joko (nama samaran) sopir taksi yang biasa mangkal di depan RS PTP membenarkan bahwa dirinya takut jika mencari penumpang di stasiun sebab ancaman para tukang becak tersebut.
Humas Kereta Api DAOPS IX Jember Harijanto membenarkan masalah tersebut, Dirinya menyebut bahwa ada aturan tidak tertulis antara para tukang becak dengan sopir transportasi lain. “Yang bisa mengatasi ini adalah dinas terkait seperti Dinas Perhubungan Jember dengan Kepolisian.” Tegasnya. Apalagi BBJ sudah dekat, dimana wisatawan pengguna kereta api sangat banyak dan mereka ingin nyaman dengan kendaran umumnya. Jelasnya. Harijanto bahkan akan senang jika ada taksi yang mau mangkal disini, dirinya menjanjikan akan menyiapkan lahan untuk parkir taksi yang mau mangkal di stasiun.(sal)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna