Jember Derap, Upaya Manajemen RSUD Soebandi memperbaiki layanan pada Maskin sepertinya masih ditanggapi setengah hati para dokter yang bertugas disana, hal tersebut sampai saat ini amat dirasakan oleh masyarakat miskin.. Para maskin tersebut bahkan merasa diperlakukan layaknya boneka yang siap diperlakukan seenaknya.
Pak Sholeh asal Jenggawah yang ditemui derap mengatakan bahwa dirinya sampai saat ini menghentikan pengobatan matanya karena dokter memeriksa mata sekenanya dan terburu-buru, ketika ditanyakan dirinya malah disemprot oleh perawat dan dokter yang lebih mengutamakan pasien umum.
Lain lagi dengan Bu Lilik pasien asal Balung, dirinya sampai ketakutan kembali ke RSUD karena telah Dimaki “Dr BS” seorang ahli bedah di rumkit Soebandi. Dr BS memaki bahwa Bu Lilik seorang Penipu dan perkataan lain yang tidak layak dikatakan seorang dokter.
Ketika Derap mencoba meyakinkan korban dengan membawanya kembali ke Rumkit untuk berobat. Dr BS malah mempertanyakan tanda tangan Damanhuri sebagai Wadir apakah punya kewenangan atau tidak, Setelah diyakinkan bahwa Damanhuri bisa tandatangan untuk surat keterangan miskin agar dibiayai gratis oleh Pemkab, Dr BS berkata sinis lagi kepada korban bawah yang gratis cuman nginapnya saja tapi obat dan alat kesehatan lainnya tetap bayar. Upaya pembohongan yang dilakukan Dr BS tersebut cukup menciutkan warga maskin tersebut. Namun setelah terjadi perdebatan tentang pembohongan yang dilakukannya dengan berlagak pilon mengatakan dirinya lupa dan ingat kalau biaya gratis keseluruhan itu setelah baca koran.
Berbagai kasus pelayanan maskin sampai saat ini belum mendapat tanggapan dari pihak rumkit. Damanhuri sendiri sebagai Wadir Rumkit Soebandi ketika dihubungi di kantornya sedang tidak berada di ruangannya. (mid)
Kategori
Blog Archive
Jumat, April 11, 2008
Dr. BS Arogan, Pasien Maskin Dimaki
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Kriminal
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar