Jemberpost.com,
Untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) diperlukan peran serta masyarakat yang melibatkan kader kesehatan / Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Hal ini guna membasmi memutus mata rantai penularan jentik nyamuk Aedes Aegypti sebagai pembawa virus DBD. Pelatihan Jumantik diharapkan dapat mensukseskan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau yang lebih dikenal dengan istilah PSN.
Dengan tibanya musim penghujan, secara otomatis akan muncul pula genangan-genangan air yang kemungkinan besar dapat menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti. Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Sumbersari, Dr. Edwina Purwastutik ketika membuka pelatihan Kader Jumantik dari Kelurahan Antirogo dan Tegal Gede, di pendopo Kelurahan Antirogo.
Sebenarnya, pelatihan Jumantik itu tidak hanya dilakukan di kedua kelurahan tersebut, namun nantinya juga akan diselenggarakan pada seluruh kelurahan/desa di Kab. Jember. “Saat ini, kecamatan Sumbersari mengawali pelatihan pada kedua kelurahan tersebut”, katanya.
Dalam pelatihan yang diikuti sekitar 30 orang itu, Dr. Edwina menjelaskan pada tahun 2008 ini telah ditemukan beberapa orang penderita DBD di Kel. Tegal Gede, sedang di Antirogo masih belum ada.
Menurutnya, hasil kerja Jumantik selama ini memang telah menunjukkan hasil, sebab jumlah penderita DBD dari tahun ke tahun telah mengalami penurunan. “Namun demikian, perlu kita tingkatkan terus kerja kita agar penderita DBD ini tidak ada lagi”, cetusnya di depan para peserta. Oleh karena itu, tujuan tersebutlah yang ingin dicapai dalam pelatihan Jumantik kali ini.
Pada dasarnya, pelatihan Kader Jumantik secara terus menerus, serentak dan berkelanjutan merupakan langkah awal untuk mencegah penyakit yang bisa menyerang semua lapisan masyarakat ini, baik orang dewasa maupun anak-anak, termasuk juga anak usia sekolah. Bila tidak ditangani dengan serius, maka penyakit ini dapat menyebabkan kematian dan seringkali menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kader Jumantik merupakan Kader Kesehatan yang berasal dari warga masyarakat setempat dan telah dilatih oleh Petugas Kesehatan mengenai cara pengendalian dan pencegahan penyakit DBD serta cara-cara pemeriksaan jentik di masyarakat.
Tugas pokok Jumantik adalah dengan mendatangi rumah penduduk, tempat-tempat umum dan tempat-tempat ibadah untuk melakukan pemeriksaan jentik secara berkala 1 minggu sekali. Selain itu, melaksanakan penyuluhan tentang 3 M (Menguras, Mengubur dan Menutup) kepada masyarakat, memasang dan mengisi Kartu Rumah Pemeriksaan Jentik, mencatat hasil pemeriksaan jentik ke buku register lalu melaporkan hasilnya ke koordinator / petugas kesehatan setempat.
Dengan adanya tugas yang disandang oleh Kader Jumantik itu, Dr. Edwina berharap agar tugas-tugas tersebut tidak menjadi beban. “Sebab, dalam tugas ini diperlukan kemauan yang tinggi dalam pemberantasan nyamuk”, sambungnya.
Ada hal yang berbeda dalam gerakan PSN saat ini dengan sebelumnya. Bila pada PSN tahun lalu masyarakat masih menunggu adanya instruksi dari pemerintah. Namun saat ini, masyarakat harus bisa memulai PSN sendiri di lingkungannya secara mandiri. “Sehingga, partisipasi dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk secara bersama-sama memberantas sarang nyamuk”, tegas Kepala Puskesmas Sumbersari itu.
Sementara itu, Suhartono, AMKL selaku Koordinator Jumantik dan sekaligus petugas penyuluh dari Dinas Kesehatan menerangkan, seorang Jumantik harus benar-benar teliti dalam memantau jentik, terutama di tempat-tempat yang sulit dijangkau dan yang kurang mendapat perhatian.
Oleh karena itu, untuk memudahkan tugas Jumantik, mereka akan dibekali peralatan kerja, yaitu lampu senter, buku catatan pemeriksaan jentik berkala dan PSN, dan juga Kartu Rumah Pemeriksaan Jentik.
Suhartono menegaskan, seorang Jumantik harus bisa memberikan pengarahan dan menggugah masyarakat atau warganya untuk melakukan PSN. “Melalui kegiatan 3 M diharapkan akan dapat meminimalisir jumlah penderita DBD”, tukasnya.
Dan yang terpenting lagi, nantinya akan ada bantuan ABATE dari pemerintah yang dapat digunakan untuk membunuh jentik. “Sedang untuk membunuh nyamuknya, petugas kesehatan juga akan melakukan fogging di rumah-rumah warga tanpa dipungut biaya”, katanya menandaskan. (sal/dn)
Kategori
Blog Archive
Senin, November 03, 2008
Perangi DBD, Kader Jumantik Dilatih
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Layanan Publik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar