Jemberpost.com,
Penekanan laju pertumbuhan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) berkorelasi langsung dengan upaya preventif (pencegahan) melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Terbukti, di Jember dari tahun ke tahun jumlah akumulasi penderita penyakit tersebut kian menurunMenurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, Dr Olong Fajri Maulana MARS, PSN dengan cara menguras, menutup dan mengubur (3M) yang dilakukan melalui gerakan secara serentak, teratur dan kontinyu akan berimbas pada berkurangnya jumlah penderita penyakit mematikan itu. Lantaran, jentik nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi vektor virus Dengue tidak berkesempatan tumbuh jadi nyamuk dewasa.
Sesuai hasil mengamatan Dinkes Kabupaten Jember mulai tahun 2005-2008, perkembangan kasus penderita DBD berturut-turut mengalami penurunan. Pada masa penularan endemik tahun 2005-2006 jumlah kasusnya meledak hingga mencapai angka 1873 kasus, dan 29 orang diantaranya meninggal dunia.
Pada tahun itu juga, jumlah kasus lebih banyak menyebar di kawasan kecamatan kota, yakni Kecamatan Patrang, Kaliwates dan Sumbersari. Ia mengatakan, masa paling gencar penyebaran penyakit DBD terjadi pada bulan Agustus-Sepetember. “Masa penularan penyakit ini antara bulan Agustus sampai dengan September,” katanya.
Setelah dievaluasi. Maka pada tahun berikutnya, gerakan PSN lebih digiatkan lagi melibatkan segenap elemen masyarakat. Elemen masyarakat itu dibagi menjadi 4 rumpun diantaranya, bidang rumpun TNI/Polri, masyarakat desa/kelurahan, masyarakat perkantoran, tempat ibadah dan tempat umum, serta rumpun masyarakat pendidikan.
Walhasil, pada tahun 2006-2007, akumulasi kasusnya turun menjadi 843 penderita dengan jumlah korban jiwa sebanyak 9 orang. “Terjadinya penurunan hampir separohnya dari akumulasi kasus sebelumnya itu lebih menguatkan bukti, bahwa ada korelasi antara distribusi penyakit dengan gerakan PSN,” tandasnya.
“Setelah PSN digencarkan secara kontinyu terjadi perubahan pola distribusi, yakni secara proposional kasus di kota mengalami penurunan sedangkan di desa mengalami peningkatan. Tapi secara nominal jumlah kasus mengalami penurunan,” terangnya.
Olong menjelaskan, pada waktu itu konsentrasi PSN difokuskan di kawasan perkotaan, Kecamatan Puger dan Balung. Sebab ketiga kawasan itu sempat menjadi endemik. Namun, setelah 3 kecamatan kota, Puger dan Balung berhasil dikendalikan, kasus DBD muncul pada daerah-daerah baru terutama di wilayah. “Kasus DBD tahun lalu muncul di Wuluhan, Kencong, Umbulsari dan Jenggawah,” ujarnya.
Sementara itu, lanjutnya, pada tahun 2007-2008 kasus DBD sejumlah 821 kasus sedangkan angka kematiannya sebanyak 3 orang. Lalu pada 2008-2009 pada bulan September-Oktober penderita penyakit ini sebanyak 11 kasus. “Diperkirakan pada bulan Oktober nanti jumlah kasus akan meningkat lagi,” tuturnya.
Oleh karenanya, strategi yang ditetapkan oleh Bupati Jember guna meminimalisir persebaran dan jumlah kasus DBD, baik di kawasan kotatif maupun di wilayah adalah penggalakan kembali PSN secara serentak di Kabupaten Jember.
“Rencananya Bupati akan kembali melakukan penggalakan PSN melalui camat, kepala Puskesmas dan lintas sektoral pada hari Kamis besok,” katanya. PSN, sambungnya, tidak harus dilaksanakan pada hari Jumat, tapi minimal dilakukan sekali dalam seminggu. (*)
Kategori
Blog Archive
Rabu, Oktober 15, 2008
PSN Langkah Efektif Berantas Jentik Nyamuk DBD
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Kesehatan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar