Selasa, Oktober 21, 2008

INDONESIA PRODUSEN NARKOBA


oleh: Muhammmad Nizar Kherid.
Mahasiswa fakultas hukum '07 UNEJ

Bukan sesuatu yang tabu jika seseorang tertangkap membawa narkoba di sebuah daerah pelosok. Hal ini disebabkan pola perkembangan kejahatan nakoba tidak hanya di tingkat internasional maupun regional melainkanjuga merambah di tingkat nasional. Letak geografis yang strategis membuat Indonesia mudah dilalui dalam praktek peredaran gelap narkoba. Akibatnya beberapa pelaku kejahatan ini mempunyai gap sebagai sarana infiltrasi bisnis gelapnya. Di kalangan Asean Indonesia, Philpina dan Malaysia merupakan daerah regional rawan penyimpangan prekusor.
Karateristik kejahatan narkoba bersifat terselubung, terorganisasi, memiliki jaringan tertutup, selalu memanfaatkan teknologi modern serta mobilitas tinggi. Kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang bersifat borderless (tidak mengenal batas). Contoh beberapa bulan terakhir ini warga negara Nigeria dieksekusi mati karena kasus ini. Selain memberi nilai bisnis yang tinggi juga menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kelangsungan bangsa dan negara. Menurut Kombes Agus direktur reserse narkoba polda NTT terdapat korelasi positif antara peningkatan perekonomian dan daya beli masyarakat dengan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba disuatu negara (Eropa barat, Australia, Korea selatan).
Alumnus fakultas hukum UNEJ ini yang pernah tugas di Perth, Canberra, Sydney, dan Darwin menegaskan adanya korelasi signifikan antara rendahnya perekonomian negara dan stabiltas politik serta lemahnya supremasi hukum dengan peningkatan produksi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di suatu negara (Kamboja, Laos, Myanmar, Afghanistan, dll). Saat ini bukan impossible para "aktor" narkoba beraksi memanfatkan situasi internasional akibat krisis finansial dunia. Untuk itu diharapkan aparat pemerintah untuk lebih kontemplan dan profesional menyusun strategi dengan formula anyar dalam menagkis semua probabilitas mengingat bahwa Indonesia bukan hanya sebagai tempat transit dan pemasaan narkoba tetapi menjadi tempat pembuatan/produksi narkoba.
Memerlukan intervensi dan inisiasi dari semua kalangan masyarakat untuk bertindak preventif, bukan hanya tugas substansi polri maupun pemerintah. Beberapa penaggulangan adalah pemberdayaan potensi yang ada diseluruh lapisan masyarakat agar melakukan gerakan menentang atau refusif penyalahgunaan dan prosedur gelap narkoba. Setidaknya pemerintah maupun instansi terkait memberikan suatu iluminasi kepada para pecandu maupun beberapa metode discouregement sehingga mengurangi efek ketergantungan, tindakan represif maupun depresi.


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna