Jemberpost.com,
Upaya pengembangan pasar nampaknya sudah menjadi masalah setiap Pemerintah Kabupaten. Sebab, hampir di semua Kabupaten masalah penataan dan pengembangan pasar tidak dapat begitu saja diterapkan. Rupanya, hal itulah yang mendorong Komisi III DPRD Kota Probolinggo untuk saling tukar informasi mengenai pengembangan pasar dengan pihak Pemkab Jember.
Menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Drs. Banadi Eko, M. Si, kunjungan kerja yang dilakukan tidak lain adalah sebagai ajang silaturrahim dan sekaligus saling tukar pikiran dan pengalaman, khususnya dalam rangka pengembangan pasar. “Sebab, kondisi pasar di kota Probolinggo hampir sama dengan pasar di Jember dan nanti kami akan bicarakan juga mengenai permasalahan pasar yang sedang kami hadapi”, katanya.
Kedatangan rombongan DPRD Komisi III Kota Probolinggo ke Pemkab Jember itu diterima langsung oleh Kabag Pemerintahan, Drs. Ec. Soediyanto di Aula PB. Sudirman, Pemkab Jember, Jum’at (24/10) tadi siang. Pada acara studi banding itu, hadir pula beberapa pejabat dari Bappekab, Dispenda dan Dishub.
Pada kesempatan itu, Soediyanto menyampaikan ucapan selamat datang kepada segenap rombongan dari Komisi III DPRD Kota Probolinggo. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan para wakil rakyat itu. “Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua daerah, khususnya yang menyangkut tentang keberhasilan pembangunan di wilayah kami”, tandasnya.
Agar lebih mengetahui kondisi pasar, Soediyanto kemudian mengajak seluruh rombongan dan undangan yang hadir untuk langsung mengunjungi Pasar Tanjung. “Nanti di Pasar Tanjung, bisa dilihat kondisi dan penataan PKL yang telah dilakukan Pemkab Jember, sehingga bisa diketahui sejauhmana upaya yang telah kami lakukan”, katanya.
Setelah tiba di lokasi, para anggota dewan itu diterima langsung oleh Kepala UPTD Pasar Tanjung dan juga Kepala Pasar. “Sekarang semua bisa menilai sendiri pengembangan Pasar Tanjung, semoga pengembangan yang kami lakukan disini, nanti dapat diterapkan di Probolinggo”, kata Kepala UPTD yang diamini Banadi.
Disela-sela peninjauan PKL di Pasar Tanjung, Banadi memperlihatkan apresiasinya terhadap perbaikan yang telah dilaksanakan di Pasar Tanjung. “Ternyata di Pasar Tanjung sudah dilakukan perbaikan yang signifikan, terbukti penatan PKL-nya sudah cukup baik dan ini perlu nanti kami terapkan di Pasar Probolinggo”, tukasnya.
Banadi kemudian menyampaikan, tugas pokok dan fungsi DPRD Komisi III sebenarnya menyangkut pembangunan pasar, perhubungan, perencanaan dan pembangunan daerah. Namun demikian, kata Banadi, setiap daerah pasti punya potensi yang dapat dikembangkan. Ia kemudian mencontohkan pengembangan pelabuhan di Probolinggo. “Kami memiliki pelabuhan tanjung tembaga yang bisa di pakai sebagai pelabuhan ekspor ke luar negeri, kami harapkan nanti produk-produk dari Jember bisa di ekspor melalui pelabuhan ini”, katanya menandaskan.
Saat ini, pelabuhan di Probolinggo masih dalam taraf pengembangan. “Kami akan kembangkan pelabuhan pendaratan ikan dan kami usahakan dapat dioperasionalkan tahun 2009 mendatang”, tegas Banadi. Ia berharap, potensi tersebut nantinya dapat digunakan sebagai media kerjasama antara kedua daerah, yaitu Jember dan Kota Probolinggo.
Sesuai dengan Undang-Undang antara pemerintah kabupaten dan kota Probolinggo, upaya kerjasama di berbagai sektor yang bisa di kembangkan dan dipotensikan dalam kunjungan DPRD. Selama ini, kata Banadi, DPRD Kota Probolinggo telah cukup banyak memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai perkembangan di Kabupaten Jember, utamanya di bidang pembangunan daerah dan pengembangan pasar. “Harapan saya, apa yang sudah dikembangkan di Jember, nanti bisa diterapkan di Kota Probolinggo sesuai dengan situasi dan kondisi di kota kami”, imbuhnya. (*sal)
Kategori
Blog Archive
Jumat, Oktober 24, 2008
DPRD Kabupaten Probolinggo Kunjungi Pasar Tanjung
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar