Jumat, Oktober 17, 2008

Deteksi Dini Untuk Antisipasi Bencana


Jemberpost.com,
Musim penghujan yang saat ini sudah mulai nampak, rupanya harus benar-benar dicermati dan diwaspadai oleh masyarakat. Sebab selain menguntungkan, namun tidak menutup kemungkinan derasnya curah hujan yang nanti bakal terjadi akan membawa bencana yang tidak diinginkan.Menurut Wakil Bupati Jember, Kusen Andalas, S.IP yang juga Ketua Satlak PBP Kab. Jember di sela-sela acara rapat koordinasi gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), di Aula Pemkab Jember menghimbau kepada seluruh Camat untuk mengaktifkan kembali posko-posko bencana alam di tiap-tiap kecamatan.
“Para Camat beserta jajaran terkait hendaknya segera melakukan langkah-langkah koordinasi guna mengantisipasi datangnya bencana alam di musim penghujan, seperti tanah longsor, banjir atau angin puting-beliung, terutama daerah-daerah rawan bencana”, cetus Kusen.
Untuk daerah rawan bencana, lanjutnya, harus dilakukan langkah antisipatif ekstra. “Sebab, kita tidak ingin peristiwa-peristiwa pada tahun-tahun sebelumnya akan terulang kembali, namun bila memang harus terjadi, setidaknya dapat diminimalisir jumlah korban dan kerugian”, paparnya dihadapan para Kepala SKPD yang hadir.
Seperti diketahui, terdapat daerah-daerah rawan bencana di Kab. Jember, misalnya Kec. Arjasa, Kalisat, Balung, Panti, Sukorambi, Silo, Tempurejo dan Mayang. Wilayah-wilayah tersebut beberapa tahun terakhir memang selalu terkena bencana alam yang mengakibatkan kerugian, baik moril maupun materiil yang tidak sedikit. Bahkan, seperti halnya bencana banjir bandang di Kec. Panti termasuk salah satu bencana nasional yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI.
Senada dengan Kusen, menurut Asisten II – Ekonomi Pembangunan Pemkab Jember, Drs. Edy Budi Susilo, M.Si mengungkapkan para camat hendaknya segera menyusun langkah-langkah antisipatisi bencana alam. “Langkah deteksi dini dan lapor cepat kepada Pemkab merupakan hal utama yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya korban”, tegasnya.
Namun yang tidak kalah pentingnya, ujar Edy adalah kesiapan personil Satlak kecamatan dan desa serta anggota Linmas untuk dikoordinasikan mengenai langkah-langkah apa yang perlu dilakukan, termasuk juga pengecekan peralatan dilapangan.
Menurut pantauan Edy, selama ini langkah deteksi dini dan lapor cepat yang dilakukan anggota Satlak masih belum optimal. “Sebab mereka terlalu focus pada penanganan korban, padahal pendeteksian dini dan lapor cepat sangat penting untuk mengantisipasi munculnya korban bencana alam”, katanya menandaskan.
Oleh karena itu, camat beserta anggota Satlak harus saling sigap dan tanggap untuk melaporkan setiap tanda-tanda bencana yang akan terjadi. “Misalnya terjadi bencana apa, bagaimana penanganannya, kerugian materiilnya berapa dan berapa banyak jumlah korban”, terang Edy.
Bila terjadi kondisi darurat, ia menyarankan kepada camat dan anggota Satlak untuk segera berkoordinasi dengan Danramil atau Polsek setempat. “Yang perlu diperhatikan adalah adanya kesinergisan data antara Satlak Kecamatan dengan data yang ada Koramil atau Polsek setempat”, pesan Edy.
Secara jelas, ia kemudian menjelaskan tata cara pelaporan cepat, yaitu bila di lokasi terjadi tanda-tanda bencana atau bencananya sudah terjadi, maka pihak Satlak atau camat setempat dihimbau segera melapor via sms atau langsung pada contact person yang telah ditunjuk pada instansi terkait, yaitu pada Dinas Sosial, Bakesbang Linmas atau PMI. “Atau bisa langsung melaporkan kepada saya selaku Asisten Ekonomi Pembangunan”, pungkas Edy. (sal/dn)

Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna