Jemberpost.com - Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur di Jember (Panwaskab) menghadapi ancaman pemogokan dari panitia pengawas tingkat kecamatan. Ini akibat dana pilgub putaran kedua tak juga cair.Anggota Panwaskab Jember Muhammad Muslim mengatakan, pihaknya membutuhkan kepastian. "Kami tidak bisa menjawab saat ditanya Panwascam. Barusan Panwascam Kaliwates ancam tidak bekerja kalau tak ada kepastian anggaran," katanya,
Menurut Muslim, selama ini Panwascam di wilayah perkotaan masih bekerja, kendati Pilgub putaran pertama usai. Panwascam menjadi rujukan partai-partai jika ada persoalan.
Panwascam Kaliwates dan Sumbersari, contohnya, melakukan pengawasan terhadap sejumlah calon dan tim sukses yang saat ini sibuk berkampanye menjelang putaran kedua. Hasilnya: dua Panwascam itu melaporkan ketidaknetralan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Rasiyo yang dianggap berpihak kepada salah satu kandidat.
Muslim mengatakan, Panwas berbeda dengan KPUD. "KPUD bisa mengajukan anggaran, tapi kami menunggu jatah anggaran. Putaran pertama lalu kami dapat Rp 2 miliar, 70-80 persennya untuk Panwascam," katanya.
Akibat ketiadaan anggaran, Panwaskab belum bisa bekerja sesuai jadwal. Seharusnya, saat ini, Panwaskab Jember sudah melakukan rapat koordinasi dengan 31 Panwascam. Namun Muslim dan kawan-kawan tidak percaya diri untuk mengumpulkan Panwascam. "Soalnya yang ditanya pertama kali pasti soal anggaran," katanya.
Mengenai pertanggungjawaban anggaran, Muslim menegaskan sudah kelar. "Lumayan bagus ketimbang KPUD yang masih molor-molor," katanya membandingkan. (wir/bj)
Kategori
Blog Archive
Jumat, Oktober 24, 2008
Dana Tak Juga Cair, Panwascam Ancam Mogok
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Politik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar