Senin, September 08, 2008

PPL Galakkan Sistem Pertanian Ramah Lingkungan


Jemberpost.com,
Semakin banyaknya bahan kimia yang digunakan oleh manusia, khususnya dibidang pertanian menjadikan produksi hasil pertanian menjadi semakin tidak sehat. Apalagi, masalah pertanian berkaitan dengan masalah pangan yang dikonsumsi manusia setiap hari. Sehingga, upaya-upaya minimalisasi produk kimia untuk tanaman tentu sangat diperlukan.
Seperti yang diketahui bersama, petani kita telah terbiasa dengan penggunaan pupuk kimia, karena dirasa lebih murah dan mudah didapat. Namun, sikap tersebut harus bisa dirubah meski secara perlahan.
Upaya perubahan sikap petani tersebut tidak terlepas dari tugas seorang penyuluh pertanian (PPL). Sebab, tugas utama PPL adalah melakukan perubahan terhadap pengetahuan, ketrampilan dan sikap petani yang dibinanya.
Seorang penyuluh pertanian dalam memberikan penyuluhan harus bisa menyampaikan materi dengan bahasa sesuai dengan tingkat pendidikan petani. Demikian disampaikan Ir. Wasi Ismoyo, Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengolahan Pasca Panen Hasil Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Lebih jauh ia mengatakan bahwa pertanian sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan Pemkab Jember dalam pembangunan merupakan suatu bidang yang berkaitan dengan kebutuhan primer manusia. Berhasil tidaknya bidang pertanian sangatlah ditentukan oleh subyek dan obyek yang diterapkan. Artinya, keberhasilan tersebut bergantung kepada sikap petani dan petugas penyuluh pertanian serta sistem yang diimplementasikan.
Menurut Wasi, terdapat 6 sub-sistem penyuluhan pertanian. Yaitu, yang pertama adalah segi pendidikan.
Yang kedua, segi kediklatan, berkaitan dengan kursus-kursus yang telah diikuti petani. Yang ketiga, segi penelitan yang menyangkut masalah materi-materi yang akan disampaikan seorang PPL, materi tersebut harus diuji dan diteliti terlebih dahulu.
Yang keempat tentang pemasaran agribisnis (hasil pertanian). Kelima, tentang kelompok penyuluh pertanian yang terbagi menjadi 3 klasifikasi, yaitu penyuluh PNS (saat ini ada sebanyak 102 orang), penyuluh swadaya (sebanyak 142 orang) dan penyuluh swasta (tidak dapat dihitung jumlahnya). Saat ini, 1 penyuluh pertanian membina 4-8 kelompok petani. 1 kelompok petani terdiri dari 35-50 orang.
Dan yang keenam berkatian dengan gabungan kelompok tani, mitra tani dan masyarakat tani.
Saat ini, lanjut Wasi, para PPL di Jember sedang melakukan kegiatan Lakususi (Latihan, Kunjungan, Supervisi dan Sikronisasi). ”Lakususi adalah kegiatan-kegiatan operasi dilapangan yang didukung oleh anggaran dan saat ini ada 10 UPTD di seluruh wilayah kabupaten Jember, masing-masing UPTD membina petani di 3-4 kecamatan”, katanya.
Manfaat yang bisa diambil dengan adanya Lakususi adalah dapat mengetahui permasalahan-permasalahan dilapangan untuk dievaluasi dan ditindaklanjuti untuk dicari solusinya.
Disisi lain, menurut Arifin, salah seorang PPL di Kec. Jenggawah, dengan adanya Lakususi ini petani semakin mengerti dan paham akan program maupun kebijakan-kebijakan yang sedang digalakkan pemerintah, khususnya dibidang pertanian.
”Misalnya saja tentang pengelolaan pertanian dengan sistem ramah lingkungan”, katanya. Pengelolaan pertanian ini menggunakan sistem tanaman terpadu, yaitu dengan menggunakan lebih banyak pupuk organik, namun bila petani ingin menggunakan pupuk an-organik diperbolehkan asal sesuai dengan standar yang telah ditentukan, yaitu dengan perbandingan 2,5 kuintal pupuk an-organik untuk 4 hektar sawah.
Kelebihan Sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu ini adalah menjadikan tanaman semakin sehat, hemat irigasi, dapat menekan timbulnya hama penyakit dan kualitas hasil panen semakin bagus.
Saat ini, program yang tengah digiatkan para PPL adalah meningkatkan produksi hasil pertanian, membuat pupuk organik di lokasi setempat dengan memanfaatkan limbah padat dan cair dari ternak sapi dan kambing. ”Hal ini bertujuan untuk mengendalikan penggunaan pupuk an-organik dikalangan petani yang selama ini telah terbiasa menggunakan pupuk kimia”, tandas PPL yang pernah studi banding di Taiwan itu. (sal/dn)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna