.jpg)
Jemberpost.com,
Disaat masyarakat kian terjepit oleh melambungnya harga BBM dan berbagai kebutuhan pokok, harga hemat alias murah-meriah merupakan sesuatu yang sangat dicari oleh masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawahUntuk memenuhi keinginan dan tuntutan masyarakat itu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal Kab. Jember kembali menggelar Pasar Murah.
Rencananya, pasar murah itu akan digelar terhitung sejak tadi siang, Selasa, 16 hingga 25 September di 10 titik kecamatan, terutama di desa-desa yang merupakan kantong-kantong kemiskinan. Yakni, tanggal 16-17 September (Kec. Rambipuji, Panti, Sukowono), tanggal 18-19 September (Kec. Arjasa, Jelbuk), tanggal 22-23 September (Kec. Silo, Mumbulsari, Mayang) dan tanggal 24-25 September (Kec. Tempurejo, Jenggawah).
”Pasar murah yang kami gelar ini merupakan kegiatan rutin Disperindag setiap bulan Ramadhan”, kata Dra. Ec. Mira Hartati selaku Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag saat dikonfirmasi diruang kerjanya.
Menurut Mira, tujuan digelarnya pasar murah ini adalah memberikan kesempatan khususnya masyarakat kurang mampu untuk dapat memenuhi kebutuhan barang-barang pokok dengan harga beli dibawah harga umum atau pasaran. Misalnya saja untuk kebutuhan gula, telur, kopi, beras, kue dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.
”Oleh karena itu, kami mengumpulkan para produsen kebutuhan pokok agar menjual produknya di bawah harga standar”, ungkapnya.
Ia menambahkan, sebenarnya ada 3 komponen pendukung pelaksana kegiatan ini, yaitu Disperindag sendiri, produsen sebagai distributor dan pihak kecamatan yang menyediakan tempat.
Kendala yang dihadapi dari pihak pengusaha adalah masalah jumlah barang yang dijual. ”Biasanya, untuk hari pertama kami tidak dapat memprediksi kebutuhan pembeli, namun setelah hari kedua kami baru dapat menentukan jumlah barang yang dibutuhkan”, kata Mira menjelaskan.
Sedang kendala dari pihak masyarakat sendiri adalah antusiasme masyarakat yang terkadang berlebihan. ”Biasanya, petugas penjualan sampai dibuat kewalahan karena pembeli sangat banyak dan ingin cepat dilayani”, cetusnya.
Ada yang berbeda pada pasar murah kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Kata Kabid yang murah senyum itu, pasar murah tahun ini pihaknya menyertakan juga para pedagang pakaian (PKL) dari Pasar Tanjung.
”Tujuan kami adalah agar masyarakat di daerah-daerah tersebut dapat memenuhi kebutuhan sandang, tanpa harus jauh-jauh pergi ke Pasar Tanjung”, katanya menegaskan.
Dan bagi ibu-ibu PKK setempat, Disperindag juga memberi peluang kepada mereka untuk menjual hasil kreasinya, sehingga apa yang mereka hasilkan dapat memberikan suatu manfaat baik untuk keluarga maupun masyarakat. (sal/dn)
Kategori
Blog Archive
Selasa, September 16, 2008
Pasar Murah, Solusi Tepat Harga Hemat
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Bisnis, Layanan Publik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar