Minggu, Agustus 10, 2008

Awal Apriori, Sekarang Sinergi Dengan Perhutani


Jemberpost.com
Bupati Jember MZA Djalal sebagai tuan rumah dan merangkap nara sumber, di depan pembicara lain seperti Deputi Meneg BUMN, pelaksana tugas Dirut Perhutani Dr Ir Upik Rosalina Wasirin, dan Direktur Tanaman Keras mengungkapkan uneg-unegnya, diakui awalnya apriori terhadap Perhutani saat dialog nasional dalam rangka BBJ 2008 di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Jember kemarin malam. “Namun selama satu setengah tahun saya amati ada perubahan pada menejemen SDM dalam perusahaan perusahaan itu, ditandainya Perhutani sekarang tidak sama dengan yang dulu,”ujarnya sembari meminta jangan memindah dulu ADM-nya.
Alasan itu diasampaikan kepada Dirut Perutani komitment yang kuat dalam membangun hutan di Jember sangat diperlukan bagi seorang pemimpin. “Karena di Jember sangat berbeda kultur masyarakatnya, tidak saja hutan dijarah ditebang namun tanahnya juga dikusai,”ungkap Djalal.
Dengan senyuman dan anggukan dari Dirut Perhutani, Bupati Jember lebih lanjut menceriterakan sinergisitas yang telah dilakukan pihaknya bersama Perhutani Jember. “Banyak hal yang telah dilakukan, mulai dengan meminta semua elemen masyarakat melakukan penyelamatan hutan di Jember sampai dengan mengajak jihad fisabilillah menghijaukan hutan kembali agar masyrakat Jember dijauhkan dari bencana dan ini perlu komitmen dari ADM,”tuturnya sembari mengkawatirkan pejabat yang baru nantinya.
Bahkan pihak Pemkab Jember merencanakan untuk mengucurkan puluhan milyar untuk kepentingan penghijauan. “Tahun 2009 ada diperkirakan 10-20 milyar untuk dilakukan penghjauan dengan menebarkan ribuan bibit sengon kepada rakyat,”paparnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas Dirut Perhutani pihaknya agar masing-masing KPH Perhutani di berbagai daerah agar bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat. “Justru dalam kontek itu kami mendorong kepada semua ADM agar bisa sinergi dengan pemerintah daerah dan itu sangat tergantung kepintaran ADM saya,”ujar Dr Ir Upik Rosalina Wasirin.
Di Jawa Timur ada beberapa daerah yang bisa besinergis dengan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan hutan diwilayahnya. “Seperti Jember, Jombang, Ngawi yang nilai bisa sinergi dengan pemerintah daerah,”pungkasnya.
Penghijauan dan penanganan hutan di seluruh Indonesia perlu ada kepedulian semua pihak termasuk Bupati dan masyarakatnya. “Melihat langkah yang dilakukan oleh Bupati di Jember saya sangat mendukung dan komit sekali, di Jember perlakukan sangat tergantung pada lokal spesialis,”tandasnya. (sal/jok)

Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna