Senin, Juli 21, 2008

Diabetes Menjalar Kian Liar


Jemberpost.com, Jakarta – Dua penyebab diabetes: faktor keturunan dan pola makan. Tapi, ada yang lebih merisaukan. Jumlah pengidap penyakit yang belum bisa dituntaskan ini menjalar kian liar. Di Indonesia mencapai 8,4 juta orang.
Diprediksi, angka itu bakal melonjak jadi 21,3 orang pada 2030.Pemerintah bersama masyarakat patut mewaspadai sambil tak henti berupaya mengatasi laju pertumbuhannya.
Khusus bagi warga DKI Jakarta, di mana godaan pola makan instan yang terbilang tinggi risikonya kian mengepung, juga wajib hati-hati. Sebab, 12,5% dari tota total penduduk Jakarta kini mengidap diabetes.
Bukan cuma Indonesia yang mencoba berperang melawan diabetes, tapi juga dunia. Sesuai data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), 2,5-15% anggaran kesehatan tahunan di dunia malah terkuras untuk penanganan penyakit terkait diabetes.
"Dampak penyakit ini bersifat jangka panjang, berkisar 5-10 tahun dengan manifestasi yang ditimbulkannya. Pengendalian sedini mungkin di tingkat primary care mampu menekan manifestasi penyakit ini sehingga implikasinya bisa diperlambat," kata dr Em Yunir SpPD, Sekjen Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), belum lama ini di Jakarta.
Gangguan yang diderita pengidap diabetes terjadi secara bertahap. Mulai dari gangguan toleransi asupan nutrisi berkadar gula tinggi (pre-diabetes) sampai ke fase diabetes dengan beragam komplikasinya.
Jika tak ditangani secara dini, gangguan pada organ mata, ginjal, dan bagian tubuh lainnya sudah tampak pada kurun 5-10 tahun. "Dengan penanganan sejak awal, komplikasi baru terjadi 15-20 tahun berikutnya," jelas Yunir.
Pencegahan sejak dini itu akan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Juga menjamin kebahagiaan anggota keluarganya. Sebab, dengan komplikasi yang timbul secara singkat, si pengidap tidak mampu berkarya dalam kehidupannya.
Diabetes Center Point di GSM bergulir berkat kerja sama anak usaha (strategic business unit) PT Garuda Indonesia dengan pabrikan farmasi PT Merck Tbk dan Persadia.
"Kami menyediakan fasilitas layanan terpadu bagi pengidap diabetes meliputi konsultasi dokter, klinik edukasi, klinik kaki yang dilengkapi teknologi informasi sehingga mempermudah pelayanan. Selain karyawan di lingkup perusahaan PT Garuda Indonesia, fasilitas ini juga terbuka untuk umum," tutur Vice President Garuda Sentra Medika Dr Ichwan Zulhidzaan MS, SpKP.
Diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi fatal jika tidak segera ditangani secara tepat. Angka kejadian penyakit ini terus meningkat seiring perubahan gaya hidup, terutama jenis makanan yang dikonsumsi dan berkurangnya kegiatan jasmani.
Risiko kematian penderita DM mencapai 4-5 kali lebih besar dibandingkan penderita non-diabetik. Penyebab terbesar dari kasus kematian penderita diabetes adalah jantung koroner 50% dan gagal ginjal 30%.
Selain kematian, diabetes juga berpotensi besar menimbulkan cacat. Tercatat 30% penderitanya dilanda kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki.
Direktur Pemasaran PT Merck Tbk Eko Subagio mengatakan, proses edukasi melalui pendistribusian informasi secara akurat kepada publik merupakan pintu gerbang tata laksana mengatasi diabetes. Sejak 2003, PT Merck Tbk melakukan kampanye penanggulangan diabetes melalui program 'Titik Oranye'. [I3]


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna