Jemberpost.com-Masih banyaknya pasar yang dinilai belum layak dikatakan pasar, terus menjadi perhatian Dinas Pasar Kabupaten Jember. Dinas Pasar, yang baru berdiri sejak tahun 2009 ini, melihat selama ini pasar di Kabupaten Jember belum efisien.Karena itu perlu ditata dan diberdayakan, agar efisien. Ini sejalan dengan program efisiensi pasar yang sebentar lagi akan segera direalisasikanya. Menurut Kepala Dinas Pasar, Drs Hasi Madani, selain perlu diefisiensikan, pedagang sebagai pelaku pasar, perlu diberdayakan lewat penguatan paguyuban asosiasi pedagang. Sehingga dengan ini akan ada peningkatan pendapatan dari tarif retribusi sesuai Perda 13/2006.
Selama ini, menuru Hasi, penerimaan retribusi pasar-pasar terbilang relatif kecil hanya berkisar Rp.30 ribu hingga Rp 75 ribu per hari. Sementara petugas pasarnya mencapai 5-6 orang, ditambah masing-masing pasar ada satu mantri pasar. “Ini sangat tidak efisien,”ujarnya.
Dicontohkan, tiga pasar kecil di dalam kota, seperti Pasar Kreongan, Bungur dan Patrang, selayaknya dimerger dengan satu mantri pasar saja. Masing-masing dari pasar itu harus ada 1 juru pungut dan 2 petugas kebersihan. Efiensi ini melihat kebutuhan tenaga kerja pasar disesuaikan dengan volume dan beban kerja yang ada, sehingga secara otomatis akan terjadi keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.
“Kajian langkah efisiensi ini telah dibahas bareng bersama mantri pasar di kabupaten Jember dan efisiensi ini akan diluncurkan setelah saya melaporkan dan dapat petunjuk dari bupati,” katanya.
Sementara terkait pemberdayaan pedagang, Hasi menjelaskan, bahwa penguatan kelembagaan yang eksis akan berfungsi untuk penguatan pedagang itu sendiri. Selama ini, kecenderungan yang terjadi, pedagang suka berjalan sendiri-sendiri, ketika negoisasi dengan supplier.
Munculnya kecenderungan seperti ini menunjukkan, pedagang masih belum mendapat harga sesuai dengan yang dikehendaki (murah). Namun jika pedagang bersatu dalam paguyuban, maka kebutuhan masing-masing pedagang bisa dibeli di paguyuban. Karena paguyuban ketika bernegoisasi dengan pengambilan jumlah besar maka akan mendapatkan harga yang pasti lebih murah.
“Itu kekuatan besar, apalagi jika paguyuban-paguyuban bersatu dalam asosiasi, maka negoisasi tak hanya dengan distributor lokal, namun bisa dengan distributor besar bahkan pabrik,”tuturnya.
Kegiatan efisiensi pasar, pemberdayan pedagang dengan penguatan kelembagaan ini pada saatnya nanti akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan hasil tarif retribusi sesuai perda. Selain itu juga akan memberikan kontribusi positif dalam penyelenggaraan pemerintah daerah dengan kemandirian ekonomi. “Saya telah mengundang beberapa paguyuban dan mereka merespon positif ide ini,”kata Hasi.
Diharapkan dengan cara seperti ini, ke depan pasar di Jember akan lebih bergairah dan pedagang akan lebih sejahtera. Demikian juga konsumen akan merasa senang berbelanja di pasar. (sal)
Kategori
Blog Archive
Kamis, Desember 31, 2009
Pasar Diefisienkan, Pedagang Diberdayakan
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Ekonomi, Layanan Publik, Pemberdayaan
Jumat, Desember 18, 2009
BI Jember Rehab Gedung SMP dan Buat MCK
Jemberpost.com
Keterlibatan peran sektor perbankan dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat telah ditunjukan oleh kantor Bank Indonesia (BI) Jember dalam rangka HUT Jember Ke-81, dengan melakukan rehab gedung SMP Kartika dan pembuatan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di Desa Karanganyar Kelurahan Tegalbesar Kecamatan Kaliwates. Dalam rehab gedung sekolah dan MCK tersebut BI sengaja menggandeng Kodim 0824 dan Yon Armed 8, kedua proyek tersebut pelaksanaannya dilapangan dikerjakan oleh personil Kodim 0824 dan Yon Armed 8 setelah disurvei terlebih dahulu, sedang biaya pengerjaan proyek tersebut semuanya ditanggung oleh BI.
Hal tersebut dikemukakan oleh Herry Kurniawan analis muda bagian moneter BI di ruang kerjanya, menurut pria kelahiran kota pahlawan Surabaya itu rehab gedung SMP Kartika tersebut saat ini telah memasuki tahap penyelesaian dengan menelan biaya sebesar Rp.22 Juta dan pembuatan MCK senilai Rp. 28 Juta. Khusus untuk pembuatan MCK di Karanganyar tersebut sudah dirampungkan pada Nopember 2009 lalu dan telah diresmikan langsung oleh pimpinan BI Jember A.Rasyid Madjid dan Komandan Yon Armed 8 Letkol Choirul Hadi, MCK itu sendiri terdiri dari 2 unit dan 1 unit tempat untuk mencuci dan oleh warga setempat difungsikan sebagai sarana fasilitas umum.
“Pembangunan MCK oleh BI Jember diperuntukan bagi 100 KK di lingkungan Desa Karanganyar KelurahanTegalbesar, sebelum adanya MCK ini warga cenderung memanfaatkan sungai sebagai kegiatan mandi, cuci dan kakus yang rentan menimbulkan penyakit. Renovasi gedung SMP Kartika dan pembuatan MCK ini bagian dari kegiatan Social Responbility (SR) yang ada di BI Jember, hal tersebut diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Bahkan untuk tahun depan 2010 nantinya BI juga akan mengembangkan bantuannya di luar Kabupaten Jember, mengingat BI Jember wilayah kerjanya mencakup empat kabupaten yakni Jember, Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo, “tandas Herry.
Menurut salah seorang warga Desa Karanganyar Kelurahan Tegalbesar yang namanya enggan dikorankan mengungkapkan, dirinya dan warga di desa di desa tersebut sangat senang dengan adanya keberadaan MCK dan tempat mencuci bantuan dari BI Jember tersebut. Dengan adanya fasilitas MCK dan tempat mencuci yang baru itu, kini dirinya dan warga yang lain tidak perlu dipusingkan lagi dengan urusan MCK. Hal ini paling tidak juga menyadarkan warga masyarakat untuk merubah kebiasaan buruknya utamanya yang tinggal di pedesaan dengan memanfaatkan sungai sebagai MCK, untuk beralih menuju pola hidup sehat sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah
Selain itu menurut Herry, BI Jember sangat peduli dengan dunia pendidikan, kepedulian tersebut ditunjukan oleh BI dengan membantu kebutuhan biaya pendidikan bagi anak pegawai cleaning servis dalam bentuk bea siswa. Bea siswa tersebut terkumpul lewat seksi kerohanian Islam yang ada di BI, dengan diambilkan dari gaji karyawan yang disisihkan dan dikumpulkan melalui pengelola zakat, infaq dan sodaqoh (Ziz) . Tidak itu saja selama ini BI juga aktif membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bentuk bantuan teknis pelatihan bukan uang tunai, dengan pelatihan tersebut para peserta bisa memperoleh akses pelayanan perbankan kerjasama dengan konsultan keuangan mitra bank (KKMB). (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan, Pendidikan
Senin, Desember 14, 2009
Segera Dikembangkan Desa Wisata
Jemberpost.com.
Perjalanan ke Eropa agaknya telah membuka cakrawala Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabupaten Jember, untuk lebih mengoptimalkan keberadaan usaha kerajinanyang banyak terdapat di Kabupaten Jember. Tingginya minat masyarakat Eropa terhadap hasil kerajinan Indonesia, khususnya Jember, mengundang minat Disperindag untuk mengembangkan desa penghasil kerajinan, menjadi daerah tujuan wisata.
Potensi kewisataan pada daerah penghasil kerajinan di Kabupaten Jember ini, sebenarnya sangatlah besar. Begitupun dengan multyplier efect yang akan ditimbulkan dengan dijadikannya daerah penghasil kerjainan menjadi daerah tujuan wisata, tidak hanya akan lebih memperkenalkan nama Jember sebagai penghasil kerajinan di dunia internasional, tapi perajin juga dipastikan akan ikut menikmati keuntungan.
Seperti dikatakan Kepala Disperindag, Kabupaten Jember, Ir Hariyanto, bahwa dengan berbagai potensinya, Jember sudah selayaknya menjadikan beberapa desanya sebagai Desa Wisata. Gagasan Desa Wisata sebagaimana pernah disampaikan Bupati Jember, MZA Djalal ini, menurut Hariyanto, karena ada beberapa desa yang mempunyai karakteristik dan ciri khas tersendiri, berbeda dengan desa lainnya.
Seperti Rembangan misalnya, dengan banyaknya dilakukan penanaman buah naga, baik oleh Pemkab Jember sendiri, maupun masyarakat sekitar, menjadi daerah itu sangat spesifik, berbeda dengan desa lainnya. Hampit di sepanjang jalan menuju ke kawasan wisata Rembangan, hampir bisa dipastikan akan ditemui tanaman buah naga di pekarangan-pekarangan penduduk. “Ini kan spesifik, di situ bisa dikatakan sebagai desa wisata, wisatawan bisa berwisata menikmati buah naga,” kata Hariyanto.
Desa lain yang menurut Hariyanto bisa dikembangkan menjadi Desa Wisata, adalah Desa Tutul, Kecamatan Balung. Kelebihan yang dimiliki desa ini, yakni hampir setiap rumah penduduknya, ada kegiatan kerajinan membuat manik-manik, serta tasbih dari kayu.
Hasil kerajinan manik-manik dan tasbih kayu dari Desa Tutul ini, tidak hanya dijual untuk pasar lokal saja, tapi juga diekspor ke negara-negara di Timur Tengah. Menariknya lagi, pengerjaan kerajinan di desa ini dilakukan di rumah masing-masing penduduk.
“Ini bisa kita angkat menjadi desa wisata, kita kembangkan, kita poles sedemikian rupa, sehingga fasiltas-fasilitas, seperti parkir dan fasilitas lain untuk tamu yang mau berwisata bisa enak menikmati dan tidak terlalu terburu-buru,” paparnya.
Bahkan bisa saja, untuk membuat senang pada wisatawan, mereka diberikan kesempatan mencoba membuat sendiri manik-manik atau kalung. “Ini merupakan salah satu obyek wisata seperti Yogya, ada asongan khusus untuk membuat garabah dan sebagainya ini kita bisa ciptakan,”tandasnya.
Gagasan menjadikan desa yang memiliki karakteristik tersendiri, untuk dijadikan sebagai Desa Wisata ini, lanjut dia, ke depan bisa dikembangkan. Yang terpenting dalam hal ini, yakni tersedia fasilitas yang memang dibutuhkan oleh pengunjung.
“Tinggal kita kembangkan, kita buat fasilitas yang memadai untuk tujuan wisata. Kita membuat desa wisata tidak hanya sekedar menciptakan, tetapi apa yang sudah ada di situ, yang dimiliki oleh masayarakat dan sudah dikerjakan oleh masyarakat,” tambahnya.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Ekonomi, Pemberdayaan, Wisata
Senin, Desember 07, 2009
Pendukung Tambang Demo
Jemberpost.com - Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Lintas Lembaga Swadaya Masyarakat melakukan aksi unjuk rasa, di depan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember, Senin (7/12/2009).Aksi itu untuk mendukung keberadaan eksploitasi tambang pasir besi oleh PT Agtika Dwi Sejahtera di Paseban Kecamatan Kencong.
Para demonstran datang dengan naik truk, dan diiringi seperangkat suara dengan volume keras. Kehadiran mereka membuat arus lalu lintas yang melalui depan kantor Disperindag di Jalan Kalimantan dialihkan sementara. Para demonstran tak sekadar berorasi, tapi juga mementaskan reog.
"Masyarakat sudah sering memimpikan realisasi tambang, tapi selalu kandas. Ini karena permainan oknum. Sebagian kecil kalangan intelektual tak setuju dengan alasan lingkungan. Padahal tambang ini membuka peluang kerja," kata Kustiyono Musri, salah satu pengunjukrasa.
Kustiyono menegaskan, warga mendukung tambang pasir besi di pantai Paseban asalkan mengikuti peraturan dan tetap berpijak pada asas kesejahteraan masyarakat. "Siapapun yang menolak tambang atas nama masyarakat Paseban, itu masyarakat yang mana," katanya.
Sebagai tanda keseriusan, sejumlah pengunjuk rasa lantas membubuhkan cap jempol darah di atas surat pernyataan sikap. Surat ini kemudian diberikan kepada perwakilan Disperindag Jember. Selain itu, pengunjuk rasa juga membacakan doa-doa dan menaburkan bunga yang disebut sebagai tanda ruwatan pasir tambang.
Kepada perwakilan pengunjuk rasa, Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Disperindag Jember, Widodo Julianto, mengatakan, akan menampung aspirasi para demonstran. "Kami akan laporkan (ke Kepala Disperindag) dan melakukan koordinasi," katanya.
Sebelumnya Widodo mengatakan, PT Agtika diberi izin untuk mengeksploitasi kawasan seluas 490 hektare di Paseban. Dengan nilai investasi Rp 3 miliar dan kapasitas produksi kurang lebih seribu ton per bulan, perusahaan ini belum bisa melaksanakan kegiatan. Pasalnya, perusahaan ini belum bisa memberikan solusi reklamasi sebagai bagian dari syarat penambangan. Sementara itu, Indo Modern diberikan izin eksplorasi sejak 1,5 tahun silam untuk kawasan pantai seluas 8 ribu hektare. [bj/wir]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Jumat, Desember 04, 2009
Tekan Pengangguran Dengan Diklat Otomotif dan Pertukangan
Jemberpost.com
Untuk menekan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Jember tengah dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemkab Jember, upaya tersebut diwujudkandalam bentuk pemberian pelatihan bantuan peralatan pada peserta diklat tenaga teknis otomotif dan pertukangan yang di adakan di SMKN 2 Jember bagi masyarakat pedesaan guna memberdayakan kemampuan (skill) sehingga diharapkan mampu membuka peluang kerja sendiri. Acara yang dibuka secara langsung oleh Kepala Bapemas Pemkab Jember Ir. Suhardiyanto,MM tersebut rencana akan diadakan selama dua hari yakni 2-3 Desember, para peserta tersebut mewakili dari berbagai kecamatan yang di Jember seperti Kecamatan Patrang, Sumbersari, Sukorambi, Rambipuji, Kaliwates, Jenggawah, Balung, Bangsalsari, Kencong, Sumberjambe, Sukowono, Silo, Gumukmas, Panti dan Jelbuk.
Diungkapkan oleh Suhardiyanto pihaknya sudah dua kali ini menggandeng SMKN 2 Jember dalam melakukan pelatihan ketrampilan bagi masyarakat, baik itu yang sudah terampil dan berpengalaman namun teori yang dimiliki masih kurang atau yang sama sekali belum punya keahlian dan ketrampilan dibidang otomotif dan pertukangan. Dipilihnya SMKN 2 Jember oleh Bapemas sebagai tempat diklat pelatihan ketrampilan tersesebut, mengingat sekolah yang terletak dikawasan Tegalgede tersebut dinilai layak dengan fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki baik di bidang pertukangan maupun pertukangan. Dengan mengikuti pelatihan seperti ini paling tidak ada korelasi dan interaksi yang dipunyai oleh para peserta baik pratek maupun teori, selain itu dengan pemberian peralatan bisa dikembang oleh peserta untuk meningkatkan tambahan penghasilan.
“Peserta diklat pertukangan dan otomotif yang dilakukan oleh Bapemas ini dibagi dalam tiap kelompok, untuk pertukangan sebanyak 20 kelompok dan otomototif 10 kelompok. Saya berharap dengsan diklat ketrampilan seperti ini paling tidak mampu menularkan pengalamannya kepada lingkungannya dimana mereka tinggal, dengan demikian apa yang mereka rintis dengan membuka wira usaha baik itu perbengkelan maupun pertukangan dapat berkembang secara meluas dalam ikut mengentas kemiskinan dan mimimalisir angka pengangguran. Saya sangat berterimakasih dengan SMKN 2 Jember yang telah memfasilitasi kegiatan yang dilakukan oleh Bapemas, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan dapat memberi manfaat kepada para peserta yang memang membutuhkan ketrampilan semacam ini untuk bisa diaplikasikan ,”jelas Suhardiyanto.
Dibagian lain Suhardiyanto juga menambahkan, dengan pelatihan seperti ini selain untuk menekan angka pengangguran juga tidak mentutup kemungkinan untuk mengurangi kenakalan remaja karena dari peserta yang ikut tersebut ada juga yang masih dikatagorikan usia remaja. Paling tidak dengan skill yang dimiliki khususnya mereka yang masih remaja bisa berbuat banyak untuk menolong dirinya sendiri dengan menciptakan lapangan kerja baru, ketimbang mereka nongkrong dipinggir jalan, kebut-kebutan maupun mabuk-mabukan. \Kegiatan ketrampilan dari Bapemas ini diambilkan dari anggaran ABPD yakni bidang Sumber Daya Manusia(SDM) dan Teknologi Tepat Guna (TTG), selain mengadakan pelatihan ketrampilan bidang SDM dan TTG Bapemas Pemkab Jember juga memberikan bantuan stimulan irigasi pedesaan dengan memberdayakan masyarakat desa.
Sementara itu Kepala SMKN 2 Jember Drs. Rinoto menyambut baik dengan diklat ketrampilan tersebut, bahkan pihaknya merasa bangga dengan ditunjuknya sekolah tersebut sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahkan dirinya selalu membuka pintu bagi Satuan Perangkat Daerah (SKPD lain, yang akan bekerjasama dengan SMKN 2 Jember untuk mengadakan pelatihan ketrampilan bagi masyarakat seperti apa yang sudah dilakukan oleh Bapemas ini. Bahkan di sekolahnya sudah tersedia tenaga dan instruktur yang mumpuni ditunjang dengan kelengkapan alat yang memadai, siap memberikan bimbingan dan pengarahan selama pelatihan diadakan dan apa yang dilakukan oleh Bapemas dengan menggandeng SMKN 2 Jember merupakan ketiga kalinya. (sal/hms)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan, Pendidikan
Kamis, November 26, 2009
Bapemas Bantu Petani Bangun Irigasi
Jemberpost.com,
Upaya Pemkab Jember melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) dengan mengadakan pembangunan irigasi persawahan di kawasan pedesaan sangat dirasakan manfaatnya oleh para petaniprogram stimulan irigasi desa yang sudah berlangsung sejak tahun 2006 tersebut sudah tersebar hampir merata di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Dalam tiap tahunnya Bapemas sendiri membangun 10 irigasi desa dengan dibantu dana partisipasi masyarakat, sementara dana yang dianggarkan oleh Bapemas untuk membangun satu irigasi sebesar Rp.30 juta dan sisanya berasal dari masyarakat. Untuk tahun 2009 ini irigasi yang dibangun sudah mencapai tahap penyelesaian, diantaranya terdapat di Desa Jambearum dan Cumedak (Sumberjambe), Paseban (Kencong), serta Sukorejo (Bangsalsari).
Hal tersebut dibenarkan oleh Tombak Pramudiarosa,SH.MSi Kabid SDM & TTG Bapemas Kabupaten Jember, bahwa Bapemas sendiri untuk membangun irigasi pedesaan terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap proposal pengajuan yang masuk. Mengingat pembangunan irigasi pedesaan ini sifatnya bukan bantuan murni pemkab, serta sesuai namamanya yakni pemberdayaan masyarakat maka diperlukan dana partisipasi masyarakat agar pembangunan irigasi tersebut bisa terlaksana. Adapun irigasi yang dibangun oleh Bapemas ini tidak berbenturan dengan program dari dinas pengairan, sebab pengerjaan irigasi dari Bapemas ini ini sifatnya bukan kontraktual tapi swakelola dengan dibantu oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan masyarakat sendiri.
“Sejak awal program ini dilaksanakan pada tahun 2006 hingga tahun 2010 nanti, sebanyak 40 saluran irigasi persawahan di 40 desa sudah dibangun oleh Bapemas dari 240 desa di Kabupaten Jember. Agar pembangunan irigasi ini bisa merata dan bisa maka untuk desa yang sudah pernah memasukan proposal ke Bapemas diharapkan untuk tidak mengusulkan lagi, mengingat keterbatasan anggaran yang ada sehingga program irigasi ini terpaksa dilakukan secara giliran untuk tiap desa. Sebelum irigasi tersebut dibangun maka terlebih dahulu Bapemas mengadakan survei kelayakan di lapangan terlebih dahulu, seperti melihat dari dekat lokasi persawahan yang akan dibangun irigasi,”jelas Tombak, dengan dibangunnya pembangunan irigasi persawahan ini paling tidak bisa meningkatkan hasil pertanian para petani.
Untuk tahun 2009 ini program irigasi sudah dilaksanakan di delapan kecamatan, khusus di Kecamatan Sumberjambe Bapemas telah merampungkan dua bangunan irigasi yakni di Desa Jambearum dan Desa Cumedak. Mengingat kedua desa tersebut letaknya sangat terpencil, sehingga dipandang perlu dan mendesak untuk dibuatkan sarana irigasi untuk mengairi persawahan di desa tersebut. Bapemas sendiri berharap pada tahun depan semakin banyak desa di wilayah Kabupaten Jember yang tersentuh dengan program ini, diakui selama ini masih banyak desa yang butuh irigasi persawahan. Sedang panjang, tinggi dan diameter irigasi tersebut bergantung dari kondisi persawahan yang ada, untuk penggarapan satu irigasi ini ditargetkan oleh Bapemas rampung dalam waktu dua bulan.
Tombak berharap dengan adanya irigasi baru yang dibangun oleh Bapemas dan dana partisipasi masyarakat di wilayah pedesaan, masyarakat hendaknya ikut merawat irigasi tersebut dan dipergunakan sebagaimana mestinya untuk kepentingan mengairi sawah. Meski pembuatan irigasi ini cukup singkat yakni dalam jangka waktu dua bulan, namun kekuatan irigasi tersebut tidak perlu diragukan dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Anwar salah seorang petani di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung merasa terbantu dengan adanya program Bapemas tersebut, hal itu juga dirasakan oleh ratusan petani lainnya di berbagai kecamatan di Kabupaten Jember yang saat ini desanya sudah dibangun irigasi persawahan dan mampu mengairi puluhan ribu hektar sawah.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan, Pertanian Peternakan
Rabu, November 25, 2009
ASPEK Apreasiasi Kunjungan Bupati ke Eropa
Jemberpost.com
Lawatan Bupati Jember H. Ir. MZA Djalal, beserta rombongan ke sejumlah negara di kawasan Eropa, seperti Jerman, Italia dan Belanda, dalam rangka menjalin kerjasama kemitraan serta menjual kekayaan alam yangdipunyai oleh Kabupaten Jember, mulai memunculkan tanggapan positif dari banyak kalangan, utamanya pelaku usaha. Ketua Asosiasi Pelaku Ekonomi Usaha Kecil Menengah (ASPEK) Kabupaten Jember H.M. Saifuddin, SE, menilai, terobosan Bupati Djalal yang demikian itu sebagai hal positif dan tepat sasaran dalam rangka mencari masukan untuk pembangunan Jember ke depan.
Langkah yang diambil oleh bupati dengan bertandang ke luar negeri, menurut Saifuddin, merupakan upaya mencari peluang pasar dalam memasarkan potensi daerah. Baik itu produk pertanian agrobis, pariwisata, perkebunan perikananan dan kelautan, industri pengolahan pangan, budaya dan potensi yang lain demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember, salah satu produk unggulan tersebut adalah tembakau yang sudah menembus ekspor di daratan Eropa.
Untuk memasarkan produk dinilai Saifudin tidak cukup dari internet saja meski bisa diakses oleh semua negara, tapi ada beberapa produk yang harus dipasarkan langsung seperti yang tengah dilakukan oleh bupati. Dirinya mencontohkan untuk memasarkan tembakau, apalagi hingga ke luar negeri, tidak gampang, karena untuk mengetahui mutu tembakau paling tidak perlu dipresentasikan dan diujicobakan di laboratorium, mengenai rasa, aroma, kandungan airnya, termasuk kadar residu pestidanya. Kepergian bupati ke Eropa tersebut sekaligus bertujuan untuk menyakinkan kepada para calon pembeli asing, bahwa kwalitas tembakau yang dihasilkan oleh Kabupaten Jember tidak perlu diragukan lagi termasuk kandungan residu pestisidanya.
“Apa yang diperbuat oleh bupati Jember dengan datang sendiri ke Eropa untuk memasarkan kekayaan alam Kabupaten Jember patut diacungi jempol. Menurut saya, bupati tak ubahnya seperti seorang menejer bagi sebuah daerah yang dipimpinnya, diharapkan dengan demikian segala potensi, termasuk kekayaan alam yang dipunyai bisa dikenalkan dan dijual ke negara lain,”ujarnya.
Dengan diyakinkannya oleh bupati kepada negara lain, lanjut Saifudin, akan membuka terjadinya peluang kemitraan usaha baru yang saling menguntungkan. Sehingga nantinya diharapkan para investor asing akan berminat datang di Jember untuk menanamkan modalnya.
Hal ini didukung oleh kondisi geografis Jember sendiri yang sangat subur dengan kandungan kekayaan alam yang sangat melimpah. “Itu termasuk kekayaan laut yang dipunyai, akan semakin menguatkan Jember sebagai salah satu daerah di Jawa Timur sebagai penghasil ikan laut segar terbesar,”ungkap Saifuddin.
Saifuddin yang juga pengusaha mini market di kawasan kampus itu, menambahkan, bahwa kunjungan bupati ke Eropa tersebut juga untuk melihat dari dekat sejauh mana potensi yang dipunyai oleh Jember diminati oleh negara lain.
Selain itu, dengan datang langsung ke negara tujuan ekspor, setidaknya akan diketahui kebutuhan apa saja yang bisa dipasok dari Jember bagi negara tersebut. Sehingga pada saatnya nanti, tidak hanya terbatas pada pemenuhan satu produk saja, yang bisa dipasok Jember ke daratan Eropa, tetapi berbagai komoditi eskpor yang ada bisa dijual ke berbagai negara di kawasan tersebut.
Di Kabupaten Jember sendiri saat ini memiliki banyak produk ungulan yang layak ekspor, termasuk diantaranya hasil usaha kerajinan kecil (home industri), salah satunya adalah manik-manik yang ada di Desa Tutul, Kecamatan Balung. Atau kerajinan sangkar burung dari Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono, serta kerajinan batik hasil produksi masyarakat di Kecamatan Sumberjambe. (sal).
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan
Kamis, Oktober 29, 2009
Sapi Hasil Kawin Suntik Lebih Diminati Peternak
Jemberpost.com- Puluhan ekor sapi dan kambing jenis etawa hasil kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) yang dipamerkan di lapangan Desa Karang Duren Kecamatan Balung saat pelaksanaan dialog solutif bedah potensi desa, banyak menarik perhatian mereka yang datang di acara tersebut, pasalnya sapi tersebut memilki bentuk fisik berbeda dengan sapi pada umumnya dan juga harga jualnya cukup tinggi. Sapi unggulan yang ada di Desa Karang Duren tersebut bobotnya bisa mencapai lebih dari 1 ton , perlakuan terhadap sapi yang besarnya mirip banteng itupun juga sedikit berbeda. Sapi IB tersebut oleh para pemiliknya juga kerapkali dikontrol kesehatannya, sebulan sekali sapi yang jenisnya mirip sapi brahmana itu diberi suntikan vitamin untuk menjaga stamina agar tetap prima dan tahan terhadap serangan penyakit.
Ramlan salah seorang peternak warga Dusun Krajan Desa Karang Duren Kecamatan Balung membenarkan hal tersebut, bahkan dirinya tidak pernah mengikutkan sapi yang dipunyai untuk kawin suntik. Sapi umur 25 bulan itu justu dari hasil dari kawin suntik dan dibelinya sejak baru dilahirkan dari induknya, mengingat jenisnya termasuk kwalitas unggul maka perkembangannya cukup pesat bila dibanding sapi biasa. Selain Desa Karang Duren masyarakatnya kebanyakan berprofesi sebagai petani juga banyak menjadi peternak sapi, jadi tidak heran bila di desa tersebut pemilik sapi hasil kawin suntik jumlahnya mencapai ratusan orang. Mengingat prospek sapi ini kedepan cukup bagus seiring dengan stabilnya harga dipasaran, bisa jadi kelak Desa Karang Duren menjadi sentra ternak sapi.
“Sapi hasil kawin suntik ini hanya diambil dagingnya bukan untuk kepentingan membajak sawah karena tidak tahan panas ketika sapi tersebut sudah mencapai ukuran maksimal terpaksa dijual oleh pemiliknya. Harga satu ekor sapi semacam ini bisa mencapai lebih dari puluhan juta, sapi saya ini sudah ada ada yang menawar Rp.25 juta tapi harga segitu masih belum sesuai. Biasanya para peternak sapi kawin suntik di Desa Karang Duren ini akan melepas sapinya ke tangan pembeli kalau sudah mencapai umur 4 tahun, mengingat pada usia tersebut harga sapi akan lebih mahal lagi dan ukuran badannya bisa semakin besar. Meski perawatan sapi kawin suntik ini tidak terlalu rumit, adakalanya sapi juga perlu diberi makanan tambahan seperti ampas tahu dan dedak,”tukas Rahman.
Sementara itu Ir. Dalhar Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkan) Kabupaten Jember mengatakan, sapi kawin suntik ini adalah program nasional dalam rangka swasembada daging pada tahun 2010. Di Kabupaten Jember sendiri program IB ini sudah dilaksanakan hampir merata di 31 kecamatan, dengan memiliki tukang suntik atau iseminator sebanyak 67 orang dengan asumsi satu kecamatan dilayani oleh 2 orang tukang suntik. Sejalan dengan program swasembada daging tersebut maka paling tidak pada tahun 2010 nanti terdapat 1 juta kelahiran anak sapi, di Jember sendiri saat ini hampir semua sapi yang ada sudah dilaksanakan kawin suntik. Jumlah sapi di Kabupaten Jember sekarang ini mencapai 200 ribu ekor,diharapkan pada tahun 2010 terdapat 80 ribu ekor anak sapi yang lahir.
“Sampai bulan Oktober ini sudah mencapai 6000 dosis IB disuntikan kepada induk sapi yang ada di Kabupaten Jember, sedang untuk mengetahui jumlah pencapain kelahiran anak sapi IB ini bisa diketahui pada akhir tahun. Dari segi rasa daging antara sapi IB dan sapi biasa mungkin tidak ada bedanya, namun hasil daging yang dihasilkan sapi IB ini bisa sampai 140 Kg hingga 160 Kg per ekor bila dibanding dengan sapi biasa yang hanya 100 Kg sampai maksimal 110 Kg per ekornya.Terhadap sapi yang sudah berusia enam tahun lebih disnakkan melakukan peremajaan, mengingat sapi seumuran tersebut sudah dianggap terlalu tua dan dagingnya kurang enak untuk dikomsumsi selain juga sudah tidak mampu bereproduksi.”jelas Dalhar.
Sapi IB di Kabupaten Jember banyak dijumpai di wilayah selatan mulai dari Kecamatan Ambulu hingga Kecamatan Gumukmas, selain itu di wilayah utara mulai Kecamatan Sumberjambe sampai Kecamatan Silo sudah dilaksanakan juga program IB namun tidak sebanyak di wilayah selatan. Adanya perbedaan jumlah IB sendiri dikarenakan di wilayah utara secara geografis merupakan daerah perkebunanan sehingga banyak dibudidayakan sapi kereman, sedang di wilayah selatan memang merupakan daerah pertanian dan sangat mendukung dilaksanakannya program IB. Khusus di Kecamatan Balung jumlah sapi yang sudah mengikuti IB sebanyak 7000 ekor, selain itu di kecamatan tersebut masyarakat banyak yang sudah menerapkan IB ini pada kambing jenis etawa.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan, Pertanian Peternakan
Rabu, Oktober 28, 2009
Kerajinan Manik-manik BalungTembus Timteng
Jemberpost.com.
Mungkin tidak banyak diketahui masyarakat, bahwa kerajinan manik-manik yang dihasilkan perajin Desa Tutul, ternyata tidak hanya sebatas dijual di pasaran lokal saja. Manik produksi tangan-tangan terampil masyarakat Desa Tutul ini, banyak juga yang dijual ke negara-negara di Timur Tengah.
Sebagaimana dikatakan Samidi, warga Desa Tutul, Kecamatan Balung. Bahwa hasil kerajinan manik-manik yang dibuat dalam bentuk tasbih, penjualannya sampai ke negara-negara penghasil minyak tanah di Timur Tengah. “ Sebenarnya yang dihasilkan masyarakat Tutul tidak hanya manik-manik dan tasbih saja, tapi juga supit,” kata Samidi, kepada Bupati Djalal, dalam acara Dialog Solutif Bedah Potensi Desa, di lapangan Desa Karang Duren, Kecamatan Balung.
Hanya saja yang menjadi persoalan dalam menjalankan usaha kerajinan manik-manik ini, perajin yang ada di desa tersebut, masih berjalan sendiri-sendiri (induvidual). Karena itu pihaknya berharap, pemerintah kabupaten dapat mengupayakan keberadaan perajin di Desa Tutul menjadi bersatu dalam sebuah organisasi.
Kelemahan dari berjalannya sendiri-sendiri diantara para perajin di Tutul, kata Samidi, tidak adanya nilai tawar yang bisa digunakan untuk menaikkan nilai produk yang dihasilkan perajin. Pedagang atau tengkulak yang memang menggeluti pejualan manik-manik akan dengan mudah mempermainkan harga dari produk yang dihasilkan perajin.
Karena itu kepada bupati, dia berharap, adanya hak patent atas produk kerajinan yang dihasilkan oleh perajin di Desa Tutul. “Meskipun barang kita cukup bagus kualitasnya, tapi karena masih berjalan sendiri, pedagang atau tengkulak dengan seenaknya mempermainkan harga,” ungkap Samidi.
Pembuatan hak paten atas produk kerajinan manik dari Desa Tutul ini, kata Samidi, bisa dilakukan seperti yang dilakukan terhadap produk tape Bondowoso. Dengan hak patent yang dimiliki, orang lain tidak akan dengan mudah mengklaim tape yang dihasilkan perajin Bondowoso.
“Kalau manik-manik Desa Tutul ini punya hak patent, maka orang lain juga tidak akan dengan mudah mengklaim bahwa itu hasil produksinya. Orang jelas akan mengenal bahwa kerajinan manik-manin merupakan produksi kerajinan desa Tutul,” tandasnya.
Mendapat pertanyaan ini, Bupati Jember, MZA Djalal menegaskan, bahwa pada intinya hak patent atau merk dalam dunia usaha, tidak terlalu dibutuhkan. Kalau boleh belajar dari cara berdagang orang-orang Tiongkok, kata bupati, mereka lebih mementingkan untung dari pada merk.
“Sampean bisa beli mesin dari China berapapu banyaknya. Mau diberi nama Jalal atau Samidi, itu terserah sampean. Mereka lebih berpikir bagaimana bisa mendapatkan untung, yang penting mereka bisa menjual mesinnya,” kata bupatil.
Namun begitu, untuk masalah hak paten yang diinginkan Samidi atas produk kerajinan manik yang dihasilkan warga Desa Tutul, Bupati Djalal masih memberikan sinyal, bahwa hal itu bisa saja dilakukan “Tapi bisa saja hak paten itu diminta, silahkan mumpung di sini ada ketua DPRD,”pungkasnya. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 1 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Ekonomi, Pemberdayaan, Tenaga Kerja Dan Lowongan
Jumat, Oktober 02, 2009
Jember Layak Jadi Ikon Program Keluarga Harapan

Jemberpost.com,
Untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia, Departemen Sosial (Depsos) telah mengadakan Program Keluarga harapan (PKH) yang telah berjalan hampir ± 2 tahun ini nampaknya banyak membawa hasilyang cukup signifikan dalam rangka peningkatan ekonomi sosial msyarakat secara umum. Jember sebagai salah satu Kabupaten yang masuk dalam PKH ini juga sangat mendapat penghargaan secara khusus, yaitu kabupaten Jember nampaknya akan di jadikan sebagai ikon pilot project PKH tahun 2009. sebagai Kabupaten yang telah berhasil melaksanakan program pemerintah pusat ini dengan baik.
Hal ini disampaikan oleh Ka.Bag. Kesra Propinsi Jatim, Drs. Ainal, yang juga menjadi Koordinator PKH Menkokesra, dalam Rapat Koordinasi PKH tingkat Kabupaten, di Hotel Panorama, Rakor tersebut juga dihadiri oleh Ka.Dinsos Kab. Jember, Drs. Suhanan, Ketua Bappekab Jember, Drs. Mudhar Syariffudin, Kabid pelayanan Dinkes Jember, Kabid TK-SD Dispendik Jember, Ka. Kantor Pos, Kabid Pengolahan data BPS, serta Camat-camat penerima PKH. Dalam Rakor tersebut, disampaikan oleh Ainal, Jember merupakan Kabupaten yang akan dijadikan ikon PKH untuk dijadikan ikon ndonesia dalam program penanggulangan kemiskinan uang ada. Ainal menyampaikan bahwa Indonesia talah mendapat pengakuan dari Unesco terhadap program Indonesia untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui langkah-langkah pemberdayaan masyarakat Indonesia secara umum. Dalam 3 hari kedepan Tim Koordinasi PKH Pusat yang akan didampingi Dinas Sosial kabupaten Jember dan Pendamping akan melakukan pemantauan langsung ke lokasi desa-desa yang mendapat PKH tersebut yang akan dijadikan ajuan laporan kepada Mekokesra dan Mensos.
Hal yang senada juga disampaikan oleh Perwakilan Departemen Sosial, Drs Rabidin, Untuk uji coba tahun 2007, Kabupaten Jember mendapatkan 11 kecamatan sebagai uji coba PKH pertama. Karena dinilai oleh Departemen Sosial cukup sukses, juga berdasarkan kinerja pendamping dan Dinsos cukup harmonis, maka untuk tahun 2009, Kabupaten Jember mendapatkan pengembangan 4 Kecamatan lagi, ungkapnya.
Dijelaskan oleh Kadinsos Kab Jember, Drs. Suhanan, bahwa 4 kecamatan tersebut adalah Wuluhan, Ambulu, Ajung dan Puger dengan total 17 ribu RTSM. Dalam monitoring ini, Tim Koordinasi pusat hanya melakukan pemantauan pelaksanaan PKH di Kab Jember. Sehingga jika terdapat pemasalahan yang muncul bisa langsung dingani bersama-sama. Melalui PKH ini, ungkap Hanan, Dinsos juga melakukan pelatihan pemberdayaan masyarakat lewat Usaha Bersama (UB) sebagai koperasi bentukan RTSM sendiri. Lewat UB ini, sangat diharapkan masyarakat tidak hanya bisa menerima bantuan, kan tetapi masyarakat mampu berbuat sesuatu untuk membenahi kehidupan ekonominya sendiri. Hanan juga mengungkapkan bahwa sebenarnya masih banyak kecamatan-kecamatan yang menjadi pusat kemiskinan di Kab. Jember, misalnya Kecamtan Ledokombo, Sumberjambe, Jelbuk, Tempurejo, Sumberbaru, Panti, Sukowono. Oleh karenanya, lanjut Suhanan, Bupati Jember sudah melakukan program-program pengentasan kemiskinan, baik melalui perbaikan rumah layak huni, layanan gratis kesehatan puskesmas dan pemberdayaan masyakarat melalui bank Gakin. Oleh karena itu, jika Jember akan dijadikan oleh Tim Koordinasi Menkokesra dan Mensos sebagai ikon PKH, memng sudah selayaknya dan semestinya Kabupaten Jember mendapatkannya atau bahkan sudah smestinya Jember mendapat PKH Award, ungkap Hanan. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan
Disnakertrans Dibanjiri Pencari Kartu AK-1
Jemberpost.com,
Dibukanya seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Lumajang berimbas pada meningkatkannya jumlah permintaan kartu AK-1 (Kartu Pencari Kerja) atau yang biasa disebut dengan istilah kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jember,peningkatan tersebut sudah terlihat sejak hari pertama para PNS masuk kerja. setelah menikmati cuti bersama saat lebaran idul fitri lalu. Kebanyakan dari mereka yang mengurus kartu kuning ini berlatar belakang D II dan S-l dari berbagai disiplin ilmu yang dimiliki, para pencari kartu kuning tersebut tidak hanya berasal dari kawasan kota, tetapi hampir menyeluruh datang dari berbagai kecamatan yang ada di Jember.
Membludaknya pencari kartu kuning tersebut menyebabkan terjadinya antrian panjang di Disnakertrans yang terletak di Jl. Kartini, bahkan mereka yang datang ke kantor tersebut sejak pagi terlihat antri hingga menjelang sore. Saking banyaknya pemohon kartu AK-1 tidak sedikit mereka yang harus kecewa pulang dengan tangan hampa. Pasalnya dari sumber di Disnakertrans diperoleh keterangan dikarenakan persediaan kartu kuning habis. Padahal sebelumnya Disnakertrans sudah mempunyai persediaan kartu kuning sebanyak 2000 lembar, rencananya untuk mengantisipasi kekurangan kartu kuning tersebut pihak Disnakertrans akan mencetak lagi.
Wiryo Agus Sanyoto, Kabid Latihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember mengatakan, pada hari biasa jumlah pemohon kartu kuning tidak sebanyak saat musim penerimaan CPNS. ”Pada hari biasa normalnya pemohon kartu kuning tersebut tidak lebih dari 100 orang, pada hari ini saja (Rabu 30/9) jumlah mereka yang datang ke kantor Disnakertrans mencapai 1000 orang. Rupanya masyarakat masih banyak yang berkeinginan untuk jadi PNS dengan berbagai pertimbangan dan alasan, makanya begitu mereka dengar ada penerimaan CPNS langsung berbondong-bondong mengurus kartu AK-1 ke Disnakertrans, ”ungkap Wiryo disela-sela kesibukannya melayani masyarakat yang membutuhkan kartu tersebut.
Menurut Wiryo masih banyak masyarakat yang belum memahami kartu AK-1 ini, kartu kuning ini hanya berlaku bagi mereka yang tinggal satu wilayah dengan tempat dimana Disnakertrans itu berada. Bahkan ada juga yang datang dari kabupaten lain ingin mendapatkan kartu kuning dari Disnakertrans Jember, terpaksa pihak Disnakertrans tidak bisa memenuhi keinginan mereka untuk mendapatkan kartu kuning tersebut. “Bukan berarti Disnakertrans mempersulit, tetapi aturannya yang dibuat memang seperti itu, Disnakertrans Jember hanya melayani para pemohon kartu kuning yang sudah menjadi warga Jember dan tertutup bagi pemohon dari luar kabupaten, ”jelas Wiryo.
Sementara itu salah seorang pemohon kartu kuning, Heni Widiastuti asal Kecamatan Puger mengatakan dirinya mengetahui Kabupaten Lumajang membuka seleksi CPNS dari salah satu temannya dengan menyodorkan selebaran resmi. Heni yang saat ini menjadi guru di SDN Mlokorejo IV Kecamatan Puger itu, ternyata punya keinginan yang sama dengan mereka yang datang ke Disnakertrans tersebut untuk mencoba peruntungan nasib mengikuti seleksi CPNS di Kabupaten Lumajang. “Waktunya udah mepet mas untuk mendaftar CPNS di Kabupaten Lumajang hingga 8 Oktober 2009, karena itu saya pagi-pagi datang ke Disnakertrans biar tidak terlalu lama ngantri untuk mendapatkan kartu kuning, ”terang Heni yang datang sendiri ke kantor tersebut dengan mengendarai sepeda motor. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 1 komentar
Jumat, September 18, 2009
300 Rollstaat Bakal Masuk CPNS
Jemberpost.com– Sekitar 300 lebih tenaga honorer atau rollstaat yang digaji APBN dan APBD tahun ini dipastikan bisa ikut CPNS. Hal ini disampaikan Kepala BKD Jember, Sugiarto usai menerima kabar dari Pemerintah Pusat, Kamis (17/9/2009) Menurut Sugiarto, pemerintah sudah memberi sinyal positif, bagi semua honorer yang sudah masuk di data base. "Bagi tenaga honorer yang sudah masuk ke database, maka dipastikan tahun ini selesai ikut CPNS, kira-kira jumlahnya lebih dari 300 orang," jelasnya.
Untuk itu, menurutnya para tenaga honorer yang masih belum ikut CPNS agar segera memastikan diri persyaratan yang dimilikinya sudah lengkap.
"Seperti halnya memastkan diri sudah asuk database, melengkapi persyaratan lain termasuk SK pengangkatan pertama dan ijasah yang digunakan masuk menjadi tenaga honorer dulu," imbuhnya.
Jika semua persyaratan yang ada sudah lengkap maka Sugiarto memastikan semua tenaga honorer yang masih tersisa lebih dari 300 tersebut bakal terserap habis direkruetmen CPNS tahun ini.
Terkait dengan masih adanya Sekdes yang juga belum masuk CPNS, Sugiarto belum berani memastikan apakah ikut pada rekruetmen baru ini atau menunggu periode berikutnya. Sekdes yang belum menjadi PNS di Jember ada sekitar 27 orang. [bj]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Kamis, September 10, 2009
Jamsostek Gelar Pertemuan Lindungi Pekerja Kontruksi
Jemberpost.com,
PT Jamsostek ( Persero ) Jember sebagai salah satu BUMN, terus melakukan terobosan baru bagi masyarakat pengguna perlindungan masa depan dan hari tua, salah satunya adalah PT Jamsostek jember menggelar pertemuan dengan tajuk “Forum Komunikasi Dengan Asosiasi Jasa Kontruksi” di Hotel Panorama, yang dihadiri oleh Asisten II Pemkab Jember, Drs. Edi B susilo, Msi, Kepala Dinas dan Asosiasi Jasa Kontruksi se-Kab Jember. .
Kepala PT Jamsostek ( Persero ) Jember, Drs. Salman Alfarisi, menuturkan saat ditemui di ruang kerjanya bahwa pertemuan forum komunikasi AsosiasiJasa Kontruksi ini merupakan salah wujud untuk memberikan suatu perlindungan kepada tenaga kerja bagi jasa kontruksi. Untuk itu, PT Jamsostek Jember perlu kerjasama dengan Pemkab Jember, sebagai bentuk payung hukumnya dalam memberikan jaminan sosial, sesuai dengan keputusan Gubenur Jawa Timur tentang program Jamsostek Jasa Kontruksi, serta Keputusan Gubenur Nomor 188 Tahun 2007 tentang Tim koordinasi nasional antara Jamsostek dan Pemerintah Daerah. Maka, ungkap Salman, dari dasar itulah PT Jamsostek Jember bersama dengan pemerintah Daerah jember menindaklanjuti dengan menggikutsertakan para organisasi dan Instansi pelaku Jasa Kontruksi sebagai Gapensi ,Gapensindo, Akindo, dsbnya untuk bersama sama kita memberikan perlindungan maksimal terhadap pekerja-pekerjanya.
Lebih lanjut Kata Salman, Walaupun penggunanya dasar sesuai dengan UU jaminan sosial tenaga kerja untuk melindungi buruh, PT. Jamsostek mengajak kepada pengusaha Kontraktordan para pekerjanya merasa aman dalam melaksanakan pekerjaannya, karena sudah diantisipasi sehingga jika terjadi suatu kecelakaan ataupun sampai meninggal dunia, maka hak hak pekerja/buruh akan diberikan sesuai dengan haknya.
Oleh karenanya, lanjutnya, sangat perlu diadakan MOU dengan SKPD-SKPD Pemkab Jember sebagai Instansi yang sering menggunakan jasa kontruksi tersebut. Diharapkan para pengusaha kontruksi di jember mengikutsertakan pekerjanya Jamsostek sebagai suatu kewajiban untuk memberikan jaminan rasa aman dalam melaksanakan pekerjaan, tegas Salman. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Rabu, September 09, 2009
Sukwan Demo Kejelasan Nasib
Jemberpost.com,
Puluhan tenaga sukwan dari berbagai instansi Pemkab Jember yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Indonesia (FKGI), Rabu (9/9) sore tadi diterima Asisten Pemerintahan, Hasi Madani yang didampingi oleh Kabag Humas, Agoes Slameto, Kabid ketengakerjaan dan formasi BKD Jember, Joko dan Kasat Pol PP, Soenyoto diruang Bagian Humas Pemkab Jember.
Melalui juru bicaranya Eko (tenaga sukwan di SD Jember Lor) dan Herma Safiatun (tenaga sukwan di SD Mangli) mengatakan kedatangannya di Pemkab Jember ini meminta kepada pejabat yang berwenang yaitu Bupati Jember untuk memberikan kejelasan mengenai status kepegawaiannya (SK). “Karena hingga saat ini, temen-temen hanya mempunyai SK dari instansi yang bersangkutan atau yang mengangkat mereka menjadi tenaga sukwan, “jelasnya.
Lebih jauh Eko menjelaskan bahwa selama ini hanya menerima insentif dari instansi mereka bekerja dan jumlahnya relatif kecil, padahal mereka kebanyakan sudah berkeluarga. “Untuk itu Eko dan rekan-rekannya meminta apabila Bupati tidak menyalahi aturan dan ada celah untuk mengangkat mereka menjadi tenaga honorer yang dibiayai APBN dan APBD, mereka minta Bupati menerbitkannya, “pintanya.
Dari audiensi yang berlangsung sekitar 30 menit diperoleh penjelasan, baik dari Asisten Pemerintahan maupun dari pejabat BKD Jember, bahwa Pemkab Jember tidak mempunyai kewenangan untuk mengangkatnya menjadi tenaga honorer yang dibiayai oleh APBN maupun APBD. “Kewenangannya ada di pemerintah pusat, sedangkan Pemerintah Kabupaten hanya mengimplementasikan kewenangan tersebut didaerah, “jelas Hasi Madani.
Lebih jauh Hasi minta kepada mereka untuk bersabar dan berdo’a, agar keinginan mereka dapat dikabulkan dan Pemkab Jember, selain akan melaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan apabila ada kebijakan dari pusat tentunya akan secepatnya dilaksanakan.
Sementara itu Kabag Humas Pemkab Jember, Agoes Slameto mengatakan karena ini merupakan aspirasi dari masyarakat, maka pihaknya akan melakukan konsultasi dan melaporkan kepada pejabat yang berwenang di daerah ini. “Dalam waktu secepatnya, aspirasi mereka akan diteruskan kepada para pejabat yang berwenang mas, “jelasnya.
Sebab untuk mengangkat tenaga honorer yang dibiayai baik oleh APBN dan APBD sudah ada ketentuannya, untuk itu Pemkab Jember harus melaksanakan berdasarkan peraturan yang berlaku. “Kalau tidak bertentangan dengan peraturan, maka Pemkab Jember pasti melaksanakan sesuai dengan keinginan mereka, “ujar Agoes Slameto usai menerima mereka diruang kerjanya.
Para tenaga sukwan tersebut diantaranya berasal dari Dinas Perhubungan Jember, Dinas Pasar Jember dan kebanyakan dari mereka berasal dari tenaga kependidikan (guru). (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Selasa, Agustus 18, 2009
Bursa Kerja FKKSW Bukan Pesaing JMF
Jemberpost.com-Langkah yang dilakukan oleh Forum Komunikasi dan Konsultasi Sadar Wisata (FKKSW) Akademi Pariwisata (Akpar) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember dengan menggelar bursa kerja 2009 Selasa (18/8) tadi siang
di Aula Ahmad Zaenuri patut ditiru oleh lembaga akademisi yang lain, kegiatan yang berlangsung satu hari penuh dan baru pertama diadakan oleh FKKSW Akpar Unmuh Jember itu diikuti oleh 17 perusahaan swasta terkemuka dengan menawarkan 200 lowongan kerja dan dibanjiri ratusan orang pencari kerja.Bursa lowongan kerja ini sedikit berbeda dengan Job Market Fair (JMF) yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Pemkab Jember, pasalnya dengan membayar Rp.3000 para pencari kerja mendapatkan salinan fotokopi daftar perusahaan peserta bursa kerja dan amplop untuk memasukan berkas lamaran kerja bagi pencari kerja.
Selain itu pihak panitia penyelenggara juga menyediakan jasa pengetikan surat lamaran kerja dengan memakai komputer yang hanya dikenai biaya Rp.500 per lembar. Para pencari kerja yang datang di bursa kerja tersebut ternyata tidak hanya dari dari Kabupaten Jember saja, tidak sedikit mereka yang datang dari Kabupaten lain seperti Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo dan Lumajang. Begitu mendengar FKKSW akan mengadakan bursa lowongan kerja para pencari kerja dari beragam latar pendidikan yang dimiliki mulai lulusan SMA, D-3, maupun S-l sengaja datang ke Unmuh Jember tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut, paling tidak para pencari kerja banyak yang menggantungkan nasibnya pada bursa lowongan kerja semacam ini dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan.
Menurut Arif Setyo Raharjo,SST.Par selaku ketua panitia penyelenggara bursa lowongan kerja sekaligus wakil direktur Akademi Pariwisata Unmuh Jember menjelaskan, permasalahan pengangguran ada di semua negara termasuk negara maju sekalipun. Mengatasi permasalahan pengangguran menurut Arif bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab siapa saja yang memilki kepedulian terhadap tingginya angka penganguran.
“Dengan diselenggarakannya bursa kerja yang diselenggarakan oleh FKKSW ini berarti ikut membantu pemerintah daerah dalam mengatasi pengangguran sebagai perwujudan dari Tri Dharma perguruan tinggi salah satunya adalah pengabdian masyarakat, selain itu dengan diselenggarakannya bursa kerja semacam ini mampu menampung para pencari kerja yang pada JMF kemarin belum mendapatkan pekerjaan dan bursa kerja ini bukan pesaing JMF,”ungkap Arif.
Meski bursa kerja tersebut diselenggarakan di Unmuh Jember, bukan berarti hanya diperuntukan bagi alumni perguruan tinggi swasta tersebut. Bahkan bursa kerja yang rencananya akan dijadikan kegiatan tahunan oleh pihak panitia penyelenggara, banyak juga diikuti oleh alumni berbagai perguruan tinggi negeri sekalipun. “Tidak benar jika mereka diterima kerja melalui bursa kerja FKKSW hanya alumni Unmuh Jember, siapapun boleh ikut di bursa kerja ini dan perekrutan tenaga kerja adalah hak dari masing-masing perusahaan.
FKKSW hanya sekedar memfasilitasi tempat bagaimana bursa kerja ini bisa berlangsung sesuai dengan yang direncanakan, tahun depan FKKSW akan menggelar bursa kerja dengan tampilan sedikit berbeda dibanding tahun ini agar lebih menarik dan diminati oleh penyedia lapangan kerja dan pencari kerja, “ujar Arif.(win)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Ekonomi, Pemberdayaan
Rabu, Agustus 05, 2009
JMF, Ajang Kompetensi Pencari Kerja

Jemberpost.com- Jember Job Marker Fair (JMF) sebagai ajang bertemunya pencari kerja dengan perusahaan akan segera digelar 12 Agustus mendatang. JMF merupakan kegiatan initi yang amat ditunggu-tunggu masyarakat kota Jember. Ribuan pengangguran akan bersaing ketat memperebutkan lebih dari 3000 (tiga ribu) job title (Pekerjaan-red).
“Jika tahun-tahun sebelumnya kami hanya mengkhususkan hanya masyarakat Jember, maka tahun ini para pencari kerja dari luar kota sudah tak terbendung dan masyarakat Jember harus siap berkompetisi dengan Pencari kerja kota lain” Ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember H.Thamrin.
Thamrin Menjelaskan bahwa JMF merupakan terobosan dan inovasi Pemkab Jember, JMF memberikan kemudahan dan ajang bertemunya para pencari kerja dan para pencari tenaga kerja. Event ini langka karena diadakan setahun sekali, perlu diketahui persiapannya memakan waktu enam bulan untuk hunting perusahaan peminat pencari tenaga kerja se Indonesia. Tercatat Freeport,Exxon dan Perusahaan besar serta menengah turut serta dalam event ini.
“Saat ini kesempatan kerja sangat besar, tinggal bagaimana masyarakat Jember memenuhi kebutuhan para pencari tenaga kerja tersebut, ini tantangan kompetensi masyarakat Jember saat mencari kerja.”Tegasnya.
Pemkab melalui JMF memanjakan para pencari kerja di Jember, ada banyak perusahaan, dan setiap pelamar boleh melamar 10 perusahaan sekaligus. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan pengangguran di Jember akan semakin kecil.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Nasional, Pemberdayaan
Disnaker Gelar Pelatihan Tekhnisi HP

Jemberpost.com- Pelatihan Tenaga kerja siap pakai kembali di gelar Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Setelah Outomotif kini pelatihan yang ditunggu-tunggu masyarakat pecinta handphone akhirnya digelar yaitu pelatihan Teknisi HP.Diikuti 15 peserta, Disnaker menggelar pelatihan di MAN 1 Jember selama 20 hari.
Dalam Penutupan pelatihandi aula Duisnaker, Kepala Dinas Tenaga Kerja HM Thamrin menjelaskan bahwa Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memberikan skill/ketrampilan pada masyarakat dan diharapkan dapat merubah pemikiran 15 peserta dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Setiap kegiatan akan berkesinambungan dari dasar menengah hingga terampil. Sementara itu para peserta menyambut gembira kegiatan tersebut dan berharap kegiatan pelatihan lanjutan dapat segera digelar. Selain itu Peserta juga berinisiatif menjalin komunikasi lebih erat dengan membentuk Komunitas Pecinta HP Jember.
Sementara itu Thamrin pada jemberpost.com menjelaskan bahwa focus kegiatan Disnaker selama ini adalah memberikan Pelatihan dan ketrampilan Teknis.
“Harapan saya, para peserta ini dapat menjadi embrio dan menularkan ilmunya pada masyarakat umum sehingga pemikiran masyarakat dengan mencari kerja dapat berubah menjadi pencipta lapangan kerja. Kedepan saya juga berharap ada sinergitas antara Dinas terkait seperti, Pendidikan, Perdagangan dan koperasi. Sehingga SDM di Jember begitu lulus sekolah akan siap pakai.(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 1 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan, Pendidikan
Sabtu, Agustus 01, 2009
Pemerintah Ajak Guru di Indonesia Tahun 2014 Harus S-l
Jemberpost.com-Kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat bahwa tahun 2014 mendatang tenaga pendidik di Indonesia harus sudah S-1, hal itu terungkap saat Dirjen Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik Kependidikan (PMTPK) Departemen Pendidikan Nasional menghadiri seminar internasional pendidikan dalam rangka bulan berkunjung ke Jember (BBJ). Bertempat di hall RM. Sari Utama Jl.Hayam Wuruk Jember. Seminar yang diprakasai oleh Dinas Pendidikan Pemkab Jember dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengangkat topik profesinalisme guru, ratusan peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah dan UPT dinas pendidikan yang tersebar di 31 kecamatan di Kabupaten Jember diundang dalam acara tersebut.
Menanggapi keinginan pemerintah terkait perningkatan sumber daya manusia (SDM) guru di Indonesia tahun 2014 sudah S-1, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Drs.H.Ahmad Sudiyono, SH.MSi.MPsi menyambut baik dan mendukung semua upaya yang diambil oleh pemerintah pusat demi peningkatan kwalitas pendidikan nasional. “Saya mendukung apa yang dikemukan oleh wakil dari pemerintah pusat yang datang dalam seminar pendidikan ini, sudah saatnya pendidikan di Indonesia mutunya lebih ditingkatkan untuk mengejar ketinggalan dengan negara lain salah satunya guru harus lebih profesional saat menjalankan fungsinya sebagai tenaga pendidik disaat jam belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung,”kata Ahmad .
Apabila dalam tahun tersebut masih ada guru yang belum melaksananakan anjuran pemerintah maka yang bersangkutan tidak berhak menerima tunjangan profesi, mengingat batasan waktu guru harus S-1 masih cukup lama oleh karenanya para guru yang belum melanjutkan ke bangku kuliah hendaknya segera menindak lanjuti himbauan pemerintah tersebut.Di Jember sendiri menurut Ahmad masih ada guru yang berlatar belakang pendidikan D-II, namun hal itu tiap tahunnya bisa diatasi oleh Pemkab Jember untuk mengkuliahkan guru tersebut lewat jalur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBD) .“Ada juga yang kuliah atas biaya sendiri mengingat keterbatasan anggaran APBD, dengan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi paling tidak guru di Jember telah memenuhi syarat dan layak untuk mengajar,” kata Ahmad.
Ahmad menambahkan, apa yang diinginkan oleh pemerintah agar semua guru nantinya S-1 sangat dilematis, mengingat banyak guru di Jember yang mendekati purna tugas masih belum S-1. ” Kebijakan pemerintah dengan memberikan tunjangan profesi ini kepada para guru untuk menaikan harkat dan martabat guru paling tidak harus diimbangi oleh kwalitas pribadi guru yang bersangkutan. Kepada guru yang masih muda dan tamatan D-II jangan takut dengan seruan itu, ini tantangan bagi para guru untuk memperbaiki diri. Kedepan pendidikan butuh guru yang profesional dan berwawasan luas, salah satunya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi. Saya senang apa yang jadi rencana pemerintah, dan saya berharap di Kabupaten Jember sendiri 2014 juga tidak dijumpai lagi guru yang hanya tamat D-II”tandasnya. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Pemberdayaan, Pendidikan
Rabu, Juli 22, 2009
Rest Area, Solusi Penataan PKL Jember
Jemberpost.com,
Terus merebaknya jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jember, membuat Pemerintah kembali akan melakukan penataan PKL yang ada. Sampai-sampai untuk menanganinyajajaran Satpol PP harus berkoodinasi dengan Dinas/instansi terkait diantaranya Dispenda, Dinas Pasar, Dishub, Polres dan Humas Pemkab Jember. Rabu (22/7) tadi siang bertempat di Kantor Satpol PP Jember diadakan rapat bersama dengan harapan ada rumusan yang pas untuk menangani persoalan PKL ini.
Seperti diketahui ratusan PKL terus mulai bermunculan, padahal mereka (PKL) yang membandel terus membuka dagangannya diluar waktu yang telah ditentukan dan disepakati bersama ditindak tegas. “Mereka kebanyakan menjual dagangannya dibahu jalan yang memang benar-benar harus bebas dari PKL, sehingga sangat mengganggu kelancaran pengendara yang melewati jalan tersebut, “tekad Nyoto panggilan akrabnya.
Selain akan melakukan penertiban di jam-jam yang memang kawasan itu harus bebas dari PKL, petugas juga diwajibkan untuk mensosialisasikan kepada para PKL, terutama mereka yang masih membandel. “Kalau terpaksa dan masih tetap berjualan diluar waktu yang telah disepakati, petugas kami akan melakukan tindakan tegas, “ujarnya.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Jember, Suprapto pihaknya tidak menampik, karena keberadaan PKL sangat kuat terhadap goncangan krisis ekonomi. Sehingga, keberadaan PKL tidak mungkin dihilangkan begitu saja, tanpa membuat sebuah solusi. Tetapi, jika tidak segera diatasi, maka jumlahnya bisa bertambah banyak. “Mungkin salah satu solusinya mereka (PKL) tetap boleh berjualan, namun ditentukan waktu untuk berjualan, “tegasnya.
Dan khususnya untuk dijalan Kartini, PKL diperbolehkan hanya pada hari Minggu mulai jam 05.00 s/d 09.00 WIB, ini bertujuan agar masyarakat setelah berolahraga pagi dan jalan-jalan di alun-alun dapat menikmati dagangan mereka sambil berekreasi. “Diluar hari itu (Minggu.red) kawasan jalan Kartini harus bebas dari Pedagang Kaki Lima (PKL), “lanjutnya.
Ditemui secara terpisah, Kabag. Humas Pemkab Jember Agoes Slameto mengatakan memang ada peraturan PKL tidak boleh berjualan di rood of way (daerah milik jalan). “Karena itu, pihaknya ingin agar antara Pedagang Kaki Lima (PKL) dan petugas dilapangan saling memahami, sehingga tercipta suasana yang tertib, bersih, indah dan aman (Terbina) diwilayah ini, “harapnya.
Dan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2008 untuk kawasan segitiga emas harus bebas dari keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL), namun untuk kawasan diluar itu PKL akan ditata kembali dengan memberlakukan waktu berjualan secara umum. “Jadi secara bertahap mereka (PKL.red) akan ditertibkan kembali, sehingga nuansa peringatan HUT RI ke-64 dan pelaksanaan BBJ akan nampak meriah di Kabupaten Jember ini, “pungkas Agoes. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Ekonomi, Layanan Publik, Pemberdayaan
Senin, Juni 29, 2009
Bank “Keluarga Miskin” Terguncang
Jemberpost.com – Pasca penetapan ditariknya dana pinjaman oleh Bank Jatim dari Bank Gakin atau Lembaga Keuangan Mikro Menengah (LKMM) Diskop Jember mengaku khawatir akan kondisi bank Gakin tersebut.Namun menurut Kepala Diskop Jember, Ir. Mirfano tidak semua Bank Gakin mengalami musibah tersebut. Hanya sekitar 22 Bank Gakin saja yang terancam kolaps. Pasalnya ke-22 bank Gakin tersebut sejak awal pendiriannya murni menggunakan pinjaman modal dari Bank Jatim.
Sementara lebih dari 17 bank Gakin masih bias bertahan karena mempunyai modal dua sumber. “Yang sebagian pinjaman dari Bank Jatim dan sebagian lagi dapat dana hibah dari Diskop,” ungkapnya.
Meski begitu Mirfano mengaku masih optimis akan keberlangsungan bank Gakin di Jember. Sejumlah terobosan sudah ditempuhnya, termasuk meloby BUMN atau pengusaha swasta untuk mau mengucurkan dananya kepada Bank Gakin.
Selain itu Mirfano juga masih melakukan koordinasi dengan Bank Jatim agar penarikan dana ditunda hingga bulan MAret 2010.
“Bank Gakin tidak akan kolaps meski sudah ditarik dananya, namun tidak bisa berkembang cepat karena modal yang dimilikinya hanya kecil,” ujarnya.[bj/sal]
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Ekonomi, Pemberdayaan