Jemberpost.com
Kepergian sejumlah pejabat teras dilingkup pemkab Jember bersama bupati ke sejumlah negara ke luar negeri khususnya ke negara- negara Eropa itu bukan berarti tanpa ada koordinasi, alasan dan persetujuan. Kepergian tersebut memiliki misi dan tanggung jawab besar yang diemban dipundak mereka guna memperkenalkan potensi serta kemajuan kabupaten Jember yang sesungguhnya diberbagai bidang baik perkebunan, pariwisata, pertanian agribis, perikanan kelautan, industri pengolahan pangan, budaya serta potensi-potensi lain yang diminati oleh masyarakat Eropa.
Gambarkan iklim investasi yang sebenarnya kepada pelaku ekonomi Eropa, diharapkan mereka melakukan kerja sama dan melakukan investasi di Jember yang akhirnya akan berpengaruh terhadap sektor perekonomian dan atmosfir penyerapan tenaga kerja lebih banyak lagi .
Barang kali yang patut menjadi catatan bahwa globalisasi yang melanda dunia berpengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi makro. Di lain pihak hanya negara- negara Eropa yang mampu survive dan terus tumbuh berkembang melaju cepat. Hal inilah yang perlu dibidik sekaligus sebagai langkah jemput bola agar mereka mendapatkan gambaran yang sesungguhnya tentang potensi Jember dan keberadaannya, yang memiliki peluang besar sebagai lahan investasi yang menguntungkan bagi masyarakat eropa.
Menyikapi bepergian bupati bersama sejumlah pejabat penting pemkab Jember, Anggota DPRD Jember dari Partai Gerindra Sumpono. S.sos mengatakan Pemerintah Kabupaten Jember ibarat sebuah perusahaan diperlukan marketing handal yang mampu menjual produknya.
Di akui maupun tidak bahwa tanpa marketing yanga handal perusahaan tidak akan berjalan guna menghidupi dan membiayai seluruh karyawan dan operasional yang dibutuhkan. “Walaupun saat ini ada internet yang bisa diakses namun tanpa adanya pendekatan langsung ke titik sasaran di rasa kurang bisa diterima,” tandasnya.
Mengingat potensi Jember yang melimpah itu ke depan segala hasil bumi Jember bisa di eksport langsung dari Jember itu sendiri.”Saya sangat mendukung atas bepergian Bupati guna menjual Jember ke luar negeri yang langsung melakukan pendekatan kepada investor dan masyarakat Eropa, hanya saja nanti outputnya harus jelas dan sebisa mungkin hasil kunjungan itu dilaporkan kepada dewan sehingga mampu menampik suara-suara yang kurang baik”, harap Sumpono.
Hal yang sama juga di kemukakan anggota DPRD Jember dari partai PAN Evi Lestari SE.MSi mengungkapkan bahwa untuk kemajuan dan kepentingan masyarakat Jember dan itu patut didukung. “Sikap positif masyarakat perlu dibangun seiring dengan keinginan bupati yang berusaha untuk memperkenalkan Jember, dengan begitu pihak luar akan lebih mengenal Jember”, jelasnya.
Kepergian bupati dan beberapa pejabat penting itu sudah sangat urgent untuk membawa amanat rakyat dari berbagai bidang yang perlu sentuhan dari investor termasuk BUMD–BUMD yang ada agar lebih mampu memacu perolehan PAD. “ Setibanya dari luar negeri Bupati diminta untuk melaporkan hasilnya agar bisa menggembirakan semua pihak” imbuh Evi Lestari.
Dilain pihak ketua Komisi A DPRD Jember M. Jufriadi mengatakan kepergian Bupati telah dilakukan koordinasi dan proses persetujuan dari pemerintah provinsi dan pusat. “ Pemerintah daerah sedang menjual seluruh potensi Jember yang memiliki nilai jual yang selama ini belum optimal”. Pungkasnya.
Kenyataan yang terjadi banyak investor ragu untuk datang ke Jember yang perlu diyakinkan keberadaannya agar melakukan investasi di bumi Jember yang damai ini. Kepergian Bupati dan pejabat penting ke luar negeri untuk melakukan pendekatan khusus ke negara-negara Eropa senyampang memenuhi undangan salah satu Negara di eropa. Oleh karenanya positif thinking perlu kedepankan demi kemakmuran dan kemajuan Kabupaten Jember (sal).
Kategori
Blog Archive
Minggu, November 22, 2009
Bupati Keluar Negeri Promosikan Jember
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Opini
Rabu, Oktober 07, 2009
Bencana Itu…
Oleh :Salim Umar,BSA,SE
Indonesia kembali ditimpa bencana, kini Pulau Sumatera dengan kota Padang sebagai daerah bencana terparah, Padang diguncang Gempa 7,6 SR, sebelumnya berturutan dari Aceh dengan tsunaminya, Gempa Jogja, Banjir yang tak terselesaikan dan berbagai bencana yang kini seolah memberikan hukuman buat Indonesia. Pemerintah dan rakyat Indonesia harusnya segera intropeksi diri.
Berita kebebasan dalam bermaksiat setiap hari kita baca di media, baik maksiat melalui diskotik,panti pijat, selingkuh, pembuatan video porno , ruwetnya mengesahkan UU anti pornografi dan pornoaksi serta berbagai acara vulgar di TV Selalu kita nikmati sebagai sajian setiap pagi.
Itu hanya segelintir yang kita dapat setiap hari, belum lagi kebebasan yang kebabasan dari sekelompok orang yang mengaku dari ajaran sekulerisme, pluralisme dan liberalisme yang terang-terangan menodai agama dari dalam. Ada juga Ahmad Musadeq yang mengaku Nabi dan memiliki pengikut yang sedemikian banyak untuk ukuran orang gila.
Bencana alam, yang tidak dapat dicegah menggunakan sarana teknologi atau tindakan penanggulangan dini, menunjukkan betapa tak berdaya manusia sesungguhnya.
Dari abad ke-20, yang ditengarai sebagai "abad bencana alam", hingga kini, telah terjadi sejumlah bencana alam besar seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, angin tornado, badai, angin topan, angin puyuh, dan banjir, disamping tsunami, dan semua ini telah menimpakan kerusakan parah dan merenggut nyawa jutaan manusia. Ketika seseorang memikirkan fenomena luar biasa ini, dapat dipahami bahwa hal ini memiliki kemiripan dengan fenomena alam yang dinyatakan sebagai pertanda masa awal dari Zaman Akhir.
Menurut apa yang dinyatakan dalam hadits, Zaman Akhir adalah suatu masa yang akan datang menjelang terjadinya hari kiamat, dan ketika nilai-nilai Al Qur'an tersebar luas ke masyarakat. Tahap pertama dari Zaman Akhir adalah di kala manusia menjauhkan diri dari nilai-nilai ajaran agama, ketika peperangan semakin meningkat, dan fenomena alam luar biasa terjadi.
Demikianlah, di dalam sejumlah hadits, kota-kota dan bangsa-bangsa yang dilenyapkan dari lembaran sejarah dikabarkan sebagai tanda-tanda Zaman Akhir. Dalam hadits-hadits yang mengupas masalah tersebut Nabi kita menyatakan:
"Saat (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga ... gempa bumi menjadi sering terjadi." (Bukhari)
"Peristiwa-peristiwa besar akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi'alamat al-Mahdi al-Muntazar, h. 27)
Ada dua peristiwa besar sebelum hari Kiamat ... dan kemudian tahun-tahun gempa bumi. (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah (r.a.))
"Banyak peristiwa yang begitu menyedihkan akan terjadi di masanya [Imam Mahdi]." (Imam Rabbani, Letters of Rabbani, 2/258)
Di tahap kedua Zaman Akhir, Allah akan membebaskan manusia dari kebobrokan akhlak dan peperangan melalui Imam Mahdi. Di masa ini, yang dikenal sebagai Zaman Keemasan, peperangan dan pertikaian akan berakhir, dunia akan dipenuhi oleh kemakmuran, keberlimpahan dan keadilan, dan nilai-nilai ajaran Islam akan melingkupi bumi dan diamalkan secara luas. Masa seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dengan izin Allah, tetapi akan berlangsung sebelum hari kiamat. Tahap ini sekarang tengah menunggu saatnya yang ditentukan oleh Allah.
Segala sesuatu di bawah kendali Allah. Orang-orang beriman yang memahami kebenaran ini dan yang memiliki keimanan tulus kepada Allah, berserah diri kepada Tuhan kita dengan pemahaman bahwa mereka tengah mengikuti takdir mereka. Allah telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna, hingga rinciannya yang terkecil, sejak penciptaan bumi hingga Hari Kiamat. Segala sesuatu dicatat dalam kitab "Lauh Mahfuz". Segala sesuatu telah terjadi dalam satu waktu dalam pandangan Allah, Yang tidak terikat oleh ruang ataupun waktu, dan ruang serta waktu dari setiap peristiwa telah ditetapkan. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah ayat: "Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui." (Al Qur'an, surat Al An'aam, 6:67)
Apalagi yang kita tunggu, kecuali bertobat dan memperbaiki diri dan system? Mudah-mudahan Allah mengampuni kita dan menghindarkan kita dari bencana.
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Senin, September 28, 2009
PAN Digerogoti Kader Aji Mumpung
Oleh: Hans Suta Widhya,
Direktur Eksekutif Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik
Semangat Reformasi 1998 yang melahirkan Partai Amanat Nasional (PAN) ternyata dipenuhi bahaya laten konflik internal. Meski sempat ditinggal oleh kader-kader terbaik seperti Faisal Basri, dan terbelah dengan lahirnya Partai Matahari Bangsa (PMB) namun PAN masih kokoh menjadi partai yang eksis di tanah air.
Keberadaan PAN tidak semata menggusung sosok Tokoh Reformasi Amien Rais , namun juga karena sejak awal platform partai mampu meyakinkan rakyat dengan mengemban amanah nasional. Sayangnya, saat ini keberadaan PAN sudah mulai melenceng dengan awal cita-cita Reformasi yang menginginkan adanya masyarakat madani yang kuat dan mandiri. Ia mulai terseret dalam perlombaan mencari kekuasaan dan menghalalkan segala cara demi mencapai cita-cita lewat prinsip aji mumpung. Salah satu bukti penyimpangan yang dilakukan kader PAN adalah tindakan yang dilakukan oleh elit kader PAN dalam memalsukan hasil keputusan Kongres II PAN di Semarang pada 2005 yang mengamanatkan perubahan AD/ART partai. Hingga hari ini kelengkapan persyaratan administrasi berupa lampiran AD/ART yang diajukan ke Departemen Hukum dan HAM pada saat menjelang menjadi partai politik calon peserta Pemilu 9 April 2009 ternyata telah dipalsukan oleh YM atas perintah elit pengurus ZH, PA dan lainnya. Isi AD/ART PAN yang di-akte-kan kehadapan Notaris Muhamad Hanafi, SH pada 1 Juni 2005 diketahui isinya tidak sesuai dengan AD/ART hasil Kongres II PAN 2005 di Semarang dan sejak diselenggarakannya Rakernas I PAN pada 2006 di Hotel Sahid Jakarta. Telah terjadi penambahan dan penghapusan beberapa pasal dalam AD/ART asli yang tidak sesuai amanat Kongres II di Semarang yang dilakukan oleh tangan-tangan jahil di tubuh partai berlambang matahari yang bersinar terang ini.
Sebenarnya, perubahan/penambahan AD/ART dimungkinkan asal dilakukan melalui Kongres. Namun pada kenyataannya amanat Kongres diselewengkan sesuai selera ambisi dan kekuatan kekuasaan pihak-pihak tertentu di dalam partai. Sehingga terjadilah keputusan yang disepakati dan disetujui di dalam kongres direkayasa dan melenceng dari amanat kongres itu sendiri yang kini menjadi pedoman kerja bagi DPP PAN dalam menjalankan roda kepengurusan periode 2005-2010.
Meski putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan No.1129/Pdt.G/2008/PN Jakarta Selatan tertanggal 20 Januari 2009 telah mempunyai kekuatan hukum dimana dalam amar putusan menyatakan bahwa AD/ART yang telah di-Akta Notaris-kan oleh elit pengurus PAN bertentangan dengan hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum karena terbukti adanya tindakan pemalsuan, namun hingga hari ini belum juga menyadarkan elit partai untuk membenahinya. Padahal, mereka tahu konsekuensi logis keputusan itu secara hukum menyebabkan PAN sebagai sebuah parpol sebenarnya tidak bisa dan tidak boleh melakukan perbuatan hukum apapun sebelum AD/ART yang palsu/dipalsukan tersebut diganti dengan AD/ART yang syah sesuai ketetapan Kongres II PAN pada 2005. Mereka bahkan mengabaikan isi surat Dirjen Administrasi Hukum Umum Direktur Tata Negara dari Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia tertanggal 1 Juni 2009 kepada DPP PAN yang meminta agar dikirimkan AD/ART hasil Kongres ke II di Semarang yang telah dituangkan dalam Akta Notaris belum juga dilaksanakan.
Setiap kegiatan yang dilakukan/dilaksanakan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, maka kegiatan tersebut dapat dikategorikan menyalahi aturan yang ada. Dengan kata lain kegiatan tersebut dapat dikatakan illegal. Karena keberadaan anggota DPR-RI yang berasal PAN tidak berdasarkan aturan yang ada, maka dapat kita pertanyakan apakah anggota yang lolos ke Senayan itu juga illegal? Sehubungan ketentuan UU No.2 Tahun 2008 pada pasal Pasal 5 (1) Perubahan AD dan ART harus didaftarkan ke Departemen paling lama 14 (empat belas)hari terhitung sejak terjadinya perubahan tersebut…Dimana pada ayat (2) Pendaftaran perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyertakan akta notaries mengenai perubahan AD dan ART, maka kedudukan anggota Dewan dari PAN yang lolos dalam Pemilu 9 April 2009 tentulah menjadi tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Karena tidak sesuai dengan “syariat”nya, otomatis kedudukan anggota Dewan dari PAN tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan mereka tidak pantas melenggang menjadi anggota DPR-RI,di Senayan, Jakarta.
Dengan ditetapkannya AD/ART PAN 2005 hasil Kongres di Semarang, maka otomatis AD/ART 2000 hasil Kongres di Yogyakarta tidak berlaku lagi.Namun pada kenyataannya sampai dengan hari ini dokumen yang dipalsukan itulah yang mengantarkan PAN ikut Pemilu 9 April 2009 dengan meraih 43 kursi legislative di DPR-RI.
Bagaimana konstituen PAN dapat berharap kepada para wakilnya yang masuk ke DPR namun diawali dengan sejumlah produk kebohongan dari sebuah partai yang mengklaim dirinya sebagai pembawa amanat nasional? Mengapa para elit pengurus tidak mau membenahi produk yang telah dinyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bertentangan hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum? Apakah masih layak PAN menyandang sebagai partai reformis sementara kini dipenuhi oleh orang-orang yang hanya mengikuti syahwat politik demi aji mumpung saja?
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Kamis, Agustus 13, 2009
Suparno: Pembinaan Pemuda Sesuai Kondisi Riil
Jemberpost.com,
Boedi Oetomo adalah gerakan pertama yang bersifat nasional didirikan oleh pemuda dan mahasiswa, disaat itu nasionalisme generasi muda mulai ada sejak jaman kolonial Belanda. Seiring dengan itu pada tahun 1928 pemuda bangkit kembali melihat ada gerakan ke daerah yang sangat luar biasa dan ini perlu untuk di himpun menjadi satu gerakan nasional muncul yang namanya Sumpah Pemuda, ditambah lagi pada tahun 1945 – 1947 tidak bisa lepas dari peran generasi muda juga dalam ikur berjuang melawan penjajah semuanya untuk mengangkat senjata
.Hal ini sampaikan oleh Kepala Kantor Pemuda dan Olah Raga, Drs. Suparno, MM. Ketika di temui di ruang kerjanya. Lebih lanjut kata Suparno, saat akan dilakukan pembacaan proklamasi generasi muda ngotot segera di bacakan, hal ini bertolak belakang dengan generasi tua pada waktu itu. Soekarno – Hatta menghendaki menunggu dulu untuk tidak membacakan teks tersebut, sehingga terjadi perdebatan antara generasi muda dan tua yqang dikenal dengan peristiwa Rengasdeklok
Perbedaan pendapat antara generasi muda dan generasi pendahulunya dalam rangka untuk segera memproklamirkan 17 Agustus 1945, nasionalisme itu bangkit kembali pada tahun 1965 dimana generasi muda termasuk mahasiswa, dan pelajar turun ke jalan bersama dengan TNI masyarakat semuanya dalam rangka ingin membubarkan PKI.
Seiring dengan itu munculah tritura atau tiga tuntutan rakyat, tuntutan waktu itu bubarkan PKI bubarkan kabinet dan dan turunkan harga.ini adalah semangat generasi muda patut kita contoh dan kita bangkitkan kembali.Hal ini bertolak belakang dengan kondisi sekarang, reformasi dan globalisasi berdampak pada generasi pemuda kita dengan mulai lunturnya rasa nasionalisme, hal ini tentu butuh penanganan secara serius. Selain itu sebagai orangtua perlu memberi bekal pada anak kita dalam menghadapi globalisasi paling tidak yang bersifat positif, sehingga orang tua punya andil untuk mensukseskan tujuan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk itu ke depan Kantor pemuda dan Olah raga akan mencoba metode pembinaan generasi muda sesuai kondisi riel sekarang, termasuk saat ini yang perlu ditangani adalah kepribadian anak, minimmya kesempatan kerja, serta memberikan ketrampilan pada generasi muda. Perlu diketahui banyaknya pengangguran utamanya dari para lulusan perguruan tinggi menjadi bahan pertimbangan tersendiri untuk memberi ketrampilan dalam rangka untuk menuntaskan para pengangguran.
Oleh karena itu Kata, Soeparno, kedepan pihaknya mengajak para orangtua, para pelaku pendidikan, dan mereka yang berkompeten ikut memikirkan nasib para pemuda dengan semakin majunya teknologi. Generasi muda perlu dibekali budi pekerti melalui bangku sekolah, dan pendidikan agama sebagai pelengkap, disamping mata pelajaran lainnya seperti PPKN ini perlu di masukan untuk menanamkan budi pekerti pada generasi muda saat ini.
Dengan demikian tertanam nasionalisme kepada generasi muda, Soeparno berharap generasi muda ikut merenungi arti kemerdekaan, dengan demikian di hati mereka terbangun semangat nasionalisme dan patriotisme bahwa kemerdekaaan adalah jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga .(sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Opini, Pendidikan
Senin, Juni 01, 2009
Suksesi Di NU, Jalan Panjang Menyatukan Umat
Oleh: Sayyid Ahmad Abdullah Bin Syaikh Abubakar*
Dalam banyak buku sejarah tentang NU, baik yang ditulis lembaga NU sendiri (Lajnah Ta’lif wan Nasyr,misalnya) maupun oleh pihak luar tidak bercerita sedikitpun mengenai peran almarhum KHR As’ad Syamsul Arifin dengan rencana berdirinya organisasi tersebut. Bisa dimaklumi, barangkali karena kiai As’ad memeang enggan menceritakan peran sejarah lantaran khawatir terbawa kedalam sifat riya’.
Namun, pelaku sejarah apapun dan dimanapun tetap akan bercerita perihal perannya manakala situasi mengizinkan. Dan inilah yang terjadi pada diri kiai As’ad meski pada mulanya beliau enggan bercerita mengenai peran penting dirinya sebagai mediator berdirinya NU, namaun ketika jam’iyah ini dilanda kemelut berkepanjangan diawal 1980-an akhirnya beliau bercerita juga.
Seperti diketahui pada tahun 1980-an tubuh NU tercabik-cabik oleh banyak kepentingan hingga tubuh organisasi para ulama ini terbelah menjadi dua kubu. Satu kubu menghendaki NU tetap berlaga dimedan politik praktis sedang kubu satunya lagi menginginkan NU secepatnya kembali ke khittah asalnya yakni khittah 1926. kubu politik dikomandani KH.Dr.Idham Chalid (kala itu ketua PBNU) dan kubu khittah terdiri dari ulama-ulama sepuh yang dipimpin KHR. As’ad Syamsul Arifin. Kedua kubu ini saling berhadapan secara diametral hingga koreksi total terhadap kepepimpinan KH.Dr.Idham Chalid oleh para ulama senior NU.
Kisah singkat ini merupakan cita-cita besar para ulama dan pendiri dalam mempertahankan NU sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang menetapkan pancasila sebagai satu-satunya asas dalam berpolitik,berbangsa dan bernegara di Indonesia .
Momentum konfercab NU Jember yang akan dilaksanakan mulai 7 Juni nanti merupakan bagian besar yang tidak bisa dipisahkan dari jalan panjang sejarah kembalinya NU ke khittah.
Melihat kondisi kekinian tentunya warga nahdliyin memiliki harapan besar kepada para kandidat yang akan berkompetisi nanti sudah teruji loyalitasnya, memiliki pengalaman organisasi yang matang, mempunyai wawasan politik yang luas dan siap mengabdi kepada bangsa dan umat
Kalau boleh saya ilustrasikan ibaratnya beras dalam karung, beras adalah warga nahdliyinnya dan karung adalah pemimpinnya. Tentu saja karung yang dibutuhkan saat ini adalah karung yang besar, kuat dan kokoh sehingga mampu menyatukan umat serta melanjutkan kembali gagasan tentang:
1. Pendidikan Islam
2 Dakwah lewat NU
3. Perekonomian Umat
PMII Netral
Sebagai organisasi kemahasiswaan yang dibentuk dalam kawah candra Ahlussunnah Wal Jamaah secara kelembagaan bersikap tegas untuk tidak dukung-mendukung kepada salah satu kandidat ini demi menjaga konsistensi lembaga.
Kepada para kandidat selamat berjuang
Untukmu satu tanah airku
*Penulis adalah: Sekretaris Umum PMII Komisariat STAIN Jember
Pengurus Harian Rabithah Alawiyah Jember
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Senin, Februari 23, 2009
Krisis Buka Peluang Investasi di Pasar Modal
Jemberpost.com,
Awal tahun 2010 mendatang sudah dapat dipastikan pasar modal akan semakin signifikan dalam berinvestasi. Karena disisi lain banyak keuntungan yang diperoleh apabila berkecimpung dalam dunia pasar modal, tetapi sebaliknya resiko yang didapatkan juga akan sangat besar dan tinggal bagaimana kita menangkap peluang dan tantangan di dunia pasar modal. Demikian disampaikan Agustina Dewi, Koordinator Devisi Sentra Informasi PT. BEI Surabaya di Hotel Bintang Mulia saat menjadi narasumber tunggal kegiatan Karya Latihan Wartawan yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Jember bekerjasama dengan PT. Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Jember.
Banyak pertanyaan muncul dari kalangan pemodal yang berkantong tebal, salah satunya kemanakah akan menginvestasikan dananya yang aman dan menguntungkan ? Pertanyaan semacam itu selalu menggelayuti benak banyak orang terutama para investor dan perusahaan yang sudah go publik.
Wajar sekali jika setiap orang menghendaki uangnya disimpan di tempat yang aman dan bisa tumbuh pesat. Kalau disimak ada dua kata kunci yang harus diperhatikan di sini, yakni aman dan tumbuh. “Aman berarti dana yang dimiliki tidak berkurang, apalagi hilang. Tumbuh berarti, dana yang dimiliki bisa berkembang nilainya. Kalau bisa jumlahnya berkembang menjadi berlipat-lipat, “katanya.
Namun menurut Agustina Dewi, sang wanita karier yang sudah belasan tahun menggeluti dunia pasar modal bahwa harus diingat tingkat keamanan dan besarnya pertumbuhan atau keuntungan yang diperoleh seringkali tampil dalam dua dimensi yang tarik-menarik, mana yang mendapat skala prioritas ? Tingkat keamanan atau tingkat pertumbuhan ? Jika tingkat keamanan yang Anda tekankan, jangan harap Anda bisa mendapatkan keuntungan besar. Umumnya, investasi yang menekankan faktor keamanan akan menghasilkan return yang setara dengan tingkat bunga deposito. “Sebaliknya, jika pertumbuhan yang dikejar, jangan berpikir bahwa dana bisa disimpan di tempat yang aman dan bebas risiko. High risk high return (hasil tinggi, risiko tinggi), begitulah persiapan bila ingin bergabung dalam dunia investasi dipasar modal, ”lanjutnya.
Pertanyaan lebih lanjut, mungkinkah investasi dengan faktor risiko diperkecil, tetapi tetap bisa menghasilkan return yang besar ? Jawabnya sangat mungkin. Dewasa ini, ilmu investasi dan keuangan telah mengajarkan banyak teori, banyak trik dan strategi mengelola risiko dengan baik, tetapi tetap menghasilkan keuntungan berlimpah. Semua itu bisa dilakukan melalui investasi di pasar modal dengan berbagai instrumen investasi yang ada, mulai dari ekuitas atau saham, waran, opsi hingga macam-macam surat utang. “Hanya melalui pasar modal, investasi Anda bisa tumbuh jauh di atas bunga deposito, “katanya optimis.
Banyaknya saham yang harganya turun sebagian besar sangat disebabkan oleh rentannya terhadap isu yang terjadi termasuk isu teror bom, isu politik dan semacamnya. Tetapi justru inilah peluang dan kesempatan emas untuk meraih untung besar. “Saat pasar dilanda krisis, sebaiknya investor tidak menjauh, justru ancang-ancang untuk memulai investasi yang sebenarnya di pasar modal, “terangnya.
Jika Anda masih ragu dan takut rugi investasi di pasar modal di saat krisis, luangkan waktu untuk datang ke PT. Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM). “Anda akan mendapat wawasan lengkap dan strategi investasi lebih pas, “ujar Agustina Dewi seraya berpromosi.
Sementara itu Ketua PWI Perwakilan Jember, Samsul Hadi Irsyad mengatakan kegiatan KLW ini sangat tepat dilaksanakan karena dinilai akan memberikan wawasan yang luas terhadap pemahaman para wartawan mengenai dunia pasar modal.. ”Apalagi PT. PIPM Jember baru setahun yang lalu di buka di Kabupaten ini, sehingga perlu pemahaman kepada masyarakat luas, khususnya para pemodal dan perusahaan besar yang sudah go publik, “ujarnya.
Dengan pemahaman dan edukasi mengenai pasar modal ini, Samsul berharap para kuli tinta akan belajar dan belajar lebih banyak memahami dan pentingnya mendalami dunia pasar modal terutama menghadapi persaingan bisnis global, sehingga kedepan akan lebih banyak pengusaha yang berkecimpung dan menaruh modalnya di pasar modal. “Acara ini dilaksanakan sekaligus bertepatan dengan Hari Pers Nasional dan HUT PWI ke-63 di Kabupaten Jember, “pungkasnya. (sal)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Berita Umum, Bisnis, Ekonomi, Opini
Selasa, Januari 13, 2009
Perpres Penunjukan Langsung Menyuburkan Korupsi Logistik Pemilu ”Tolak Perpres”
Oleh: Al Faqir Ilmi
Adanya rencana KPU untuk mengajukan Perpres Penunjukan Langsung Logistik Pemilu 2009 kepada Presiden menunjukkan tanda tanya besar bagi publik. Alasan-alasan yang dikemukakan oleh anggota KPU dinilai sangat tidak mendasar dan tidak memiliki cantolan hukum yang kuat berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Anggota KPU beralasan bahwa Perpres ini dibutuhkan karena mengantisipasi waktu yang mendesak, banyaknya hari libur, peserta tender akan mengundurkan diri dan kekhawatiran adanya bencana alam (force majeure). Alasan-alasan ini sebenarnya banyak disebabkan oleh buruknya perencanaan pengadaan logistik pemilu dan ketidakbecusan KPU dalam mengelola setiap tahapan pemilu yang dibuatnya sendiri. Alasan banyaknya hari libur sebenarnya tiap tahun selalu ada serta alasan force majeure merupakan hal yang mengada-ada.
KPU seharusnya melakukan pengadaan dan pendistribusian logistik pemilu sesuai dengan peraturan perundang-undangan (sesuai amanah pasal 39 ayat 2 dan pasal 67 ayat 2 UU 22/2007). Sedangkan dalam pasal 17 ayat 5 Keppres 80/2003 bahwa penunjukan langsung dapat dilakukan jika terjadi kondisi kedaruratan (bencana alam, kerusuhan sosial dan lain sebagainya).
Alasan-alasan yang dikemukakan KPU tersebut, sama sekali tidak menunjukkan kondisi kedaruratan sehingga sangat tidak mendasar KPU harus meminta Perpres.
Pengalaman pemilu tahun 2004, adanya keleluasan (diskretion) penunjukkan langsung pengadaan logistik pemilu telah menyebabkan suburnya korupsi ditubuh KPU dan mengakibatkan beberapa anggota KPU dan pejabat Setjen KPU menjadi terpidana Korupsi. Yang mana kasus korupsi KPU telah ikut mencederai kredibilitas dan delegitimasi pemilu 2004.
Jika terdesak oleh waktu, KPU seharusnya dapat menyederhanakan proses pengadaan tanpa menghilangkan tujuan dan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yang transparan, akuntabilitas, efisien, efektif, terbuka dan bersaing, adil dan tidak diskriminatif (amanah pasal 2 ayat 2 dan pasal 3 Keppres 80 tahun 2003 revisi IV ).
Dengan demikian, jika Perpres ini tetap dipaksakan diajukan dan mendapat pengesahan dari presiden maka dikhawatirkan akan kembali menyuburkan korupsi di KPU. Selain itu, Perpres ini bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi yang dicanangkan oleh SBY-Kalla. Disamping itu, Perpres ini akan berdampak pula pada tergerusnya citra pemerintahan saat ini.
Dampak lain yang tidak kalah pentingnya dari rencana Perpres ini adalah suburnya korupsi di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dengan adanya desentralisasi beberapa item pengadaan logistik ke daerah. Hal ini disebabkan masih rendahnya kapasitas KPUD dan ketertutupan dalam proses pengadaan logistik. Kondisi ini tergambar dalam hasil study Seknas FITRA di 5 (lima) daerah (Jawa Timur, Riau, SUMUT, DKI Jakarta, Maluku Utara) tentang Transparansi anggaran penyelenggaraan Pilkada.
Berdasarkan beberapa pertimbangan diatas, maka kami menyatakan MENOLAK Rencana Perpres Penunjukkan Langung Pengadaan Logistik Pemilu 2009. Terkait dengan rencana Perpres ini kami merekomendasikan :
1. Meminta kepada Presiden untuk tidak menyetujui rencana Perpres yang dimaksud.
2. Meminta KPU lebih transparan dan membuka alasan/motif mengajukan Perpres
3. KPU seharusnya dapat membagi kewenangan pengadaan kebutuhan logistik kedaerah.
4. KPU seharusnya dapat melakukan penyederhanaan beberapa jenis pengadaan tanpa menafikan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa dan keuangan negara
Koalisi Pemilu Bersih Dan Berkualitas
Jakarta, 9 Januari 2009
(Seknas FITRA, ICW, FITRA Sumut, FITRA Jatim, FITRA Sumsel, FITRA Riau, The Initiative Institute, Indonesian Parliamentary Center, KIPP Indonesia, Transparansi Internasional Indonesia, Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Perludem)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Rabu, Desember 17, 2008
BERAKHIRNYA EKONOMI (THE END OF ECONOMICS)
Oleh : Liem Siok Lan ( liemsioklan@yahoo.com)
Salah satu instrumen yang digunakan dalam sistem perdagangan internasional adalah menggunakan instrumen mata uang dollar AS. Setelah krisis ekonomi global terjadi setelah Perang Dunia II, melalui pertemuan Breton Woods dirancanglah sebuah sistem mata uang dollar sebagai mata uang utama dalam perdagangan dunia, sekaligus menjadikan World Bank, International Monetary Fund (IMF) sebagai pengendali sistem keuangan internasional.
Perjanjian Breton Woods pada tahun 1973 kemudian dihapuskan ketika Amerika Serikat secara unillateral memutuskan bahwa Dolar Amerika tidak perlu lagi didukung oleh emas. Sejak itulah Dolar Amerika tidak bedanya dengan lembaran kertas saja.
Dengan mata uang dollar AS, Amerika Serikat memegang kekuasaan luar biasa yang sangat tidak proporsional. Dengan kertas yang disebut Dolar AS, mereka bisa membeli berbagai komoditi seperti minyak, gas, aluminium, emas, dll dari negara-negara lain di dunia. Jika mereka perlu lebih banyak komoditi, mereka tinggal mencetak saja lagi. Jadi sistem semacam ini amatlah tidak adil dan tak bermoral.
Hal ini telah mengeksploitasi model perdagangan dengan sistem pembagian kerja internasional. Surplus ekonomi bagi sekutu-sekutu Amerika terus terjadi, yang berdampak pada ketidakseimbangan perdagangan global. Negara-negara miskin tidak mampu melakukan ekspor tanpa didukung impor sehingga negara-negara miskin mengalami ”a vicious circle of import”.
Akibatnya negara-negara miskin memiliki tingkat ketergantungan yang begitu kuat terhadap negara-negara maju. Sistem keuangan internasional yang dirancang pasca Perang Dunia II dalam Breton Woods, telah melahirkan ketidakadilan neraca keuangan global. Defisit terus menimpa negara-negara miskin dan surplus keuangan terus ditarik ke negara-negara maju.
Karena dunia kini dibanjiri terlalu banyak dolar. Dalam pasar-pasar uang saja, terdapat gelembung dolar AS yang berjumlah 80 triliun dolar AS pertahun. Jumlah ini 20 kali lipat melebihi nilai perdagangan dunia yang jumlahnya sekitar 4 triliun dolar AS pertahun. Artinya, gelembung itu bisa membeli segala yang diperdagangkan sebanyak 20 kali lipat dari dimensi yang biasa. Gelembung ini tentu akan terus membesar dan membesar. Anda tidak perlu terlalu bijak untuk memahami bahwa gelembung itu suatu saat akan meledak dan pecah, dan terjadilah keruntuhan ekonomi global yang niscaya lebih buruk daripada depresi ekonomi tahun 1929.
Sebagai perbandingan yang kontras, emas adalah logam yang berharga. Nilainya tidak bergantung pada negara mana pun, bahkan tidak bergantung pada sistem ekonomi mana pun. Nilainya adalah intrinsik dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, emas adalah mata uang yang dapat menjamin kestabilan ekonomi dunia.
Sistem keuangan global sudah berkembang melebihi batas. Dengan perdagangan ”kertas berharga yang turunan sekunder” (secondary derivatives papers), sistem keuangan dunia menjadi tidak ”favorable” kepada sektor riil karena ”money makes money” lebh tinggi hasilnya. Maka, kalau anda punya uang akan lebih tertarik untuk memainkannya di bisnis keuangan ketimbang membangun bisnis di riil sektor. Perdagangan kertas berharga tersebut adalah barang maya, hanya ilusi, tidak nyata, tidak terkait dengan bisnis riil. Ini yang menyebabkan terjadinya gelembung ekonomi dunia.
Apa akibatnya? Sektor riil lambat bergerak, kecuali di China yang menganut paham berbeda, tidak berdasar ”supply and demand”. China tetap memproduksi walau tidak ada permintaan.
Alasanya adalah stabilitas keamanan sehingga tidak ada penduduk China yang menganggur, semua bekerja, memproduksi apa saja, mulai dari peniti sampai komponen pesawat terbang. Manajemen 1 miliar penduduk yang ternyata membawa China kepada kekuatan ketiga di era kini.
Sejarahnya, emas dan perak adalah mata uang dunia paling stabil yang pernah dikenal. Sejak masa awal Islam hingga hari ini, nilai mata uang Islam dwilogam itu secara mengejutkan tetap stabil dalam hubungannya dengan barang-barang konsumtif. Seekor ayam pada zaman Nabi Muhammad saw. harganya satu dirham. Hari ini, 1400 tahun kemudian, harganya kurang lebih masih satu dirham. Dengan demikian, selama 1400 tahun, inflasi adalah nol. Dalam jangka panjang, mata uang dwilogam telah terbukti menjadi mata uang dunia paling stabil yang pernah dikenal. Mata uang tersebut telah dapat bertahan, meskipun terdapat berbagai upaya untuk mentransformasi dinar dan dirham menjadi mata uang simbolik dengan cara menetapkan suatu nilai nominal yang berbeda dengan beratnya.
Kita harus kembali kepada Sistem perekonomian berbasis komoditi riil, dimana dinar dirham hanyalah salah satu komponen penting. Ada “5 pilar sistem ekonomi berbasis emas” akan menjadi solusi masa depan dunia yang tidak terelakkan. Pertama, “Money (Freely Chosen)” yaitu Mata uang harusnya bebas ditentukan oleh masyarakt penggunanya. Kedua, “Open Markets Infrastructure” yaitu infrastuktur pasar terbuka dimana setiap orang mempunyai hak, seperti mesjid. Ketiga, “Caravans – Open Distribution and Logistic Infrastructure” yaitu jaringan logistik dan distribusi yang terbuka bagi siapa saja. Keempat adalah “guilds – open production infrastructure” yaitu sentra-sentra produksi kerakyatan harusnya mendapat perhatian dari pemerintah untuk menjadi tempat yang layak untuk berproduksi sebagaimana standard global yang berlaku. Kelima adalah “Just Contractual Legal Frameworks (Shirkat and Qirad). Kelima infrastruktur tersebut haruslah dimiliki oleh publik.
Teknologi informasi merupakan sarana yang dapat mengkudeta fungsi perbankan atau istilahnya ”coup de banque”. Anda bisa bayangkan, sebenarnya fungsi perbankan kan amat sederhana, hanya mengadministrasi pencatatan plus dan minus saja dengan sedikit variasi perhitungan, mengapa menjadi raja yang mengatur dan menentukan sektor-sektor lain. Pasti ada yang salah kan.
Jaman Nabi dulu, para pedagang lah yang berada di gedung mewah, semntara rentenir itu yang berada di jalanan. Sekarang yang kita lihat terbalik. Para bankir duduk-duduk di gedung mewah, sementara para pedagang kaki lima berceceran di sepanjang jalan, malah kena gusur tibum segala. Maka, jangan salahkan orang lain kalau Indonesia miskin, karena tidak mengikuti ajaranNya padahal Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim di dunia.
Prof. Umar Ibrahim Vadillo, Pemimpin Korporasi E-dinar Dotcom, suatu electronic payment system” berbasis emas, yang juga menjabat sebagai Ketua WITO (World Islamic Trade Organization). Penulis beberapa buah buku yang dianggap oleh masyarakat dunia sebagai MENGGEMPARKAN (ENLIGHTINING), membuka mata dan hati para pembacanya. Diantaranya yang terkenal berjudul “THE ESOTERIC DEVIATION IN ISLAM”, “THE END OF ECONOMICS”, “THE RETURN OF THE GOLD DINAR”, “THE RETURN OF THE GUILDS”, “THE FIVE PILLARS OF THE ISLAMIC ECONOMICS”, “COUP DE BANQUE”, etc
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Rabu, Oktober 29, 2008
Suatu Sore Di Kampung Wisata

Oleh: Mirfano
Catatan Harian Seorang Birokrat
Akhir Oktober 2008. Setelah menerima undangan dari Koperasi Serba Usaha (KSU) Kampung Wisata Ambulu yang diantarkan langsung oleh salah satu pengurusnya, saya putuskan untuk hadir secara pribadi karena ada sesuatu yang unik dengan KSU iniSabtu 25 Oktober 2008 yang cerah, kami berangkat berdua saja dengan isteri tercinta (tanpa supir) tepat pukul 13.00 menuju kawasan wisata pantai watu ulo di Kecamatan Ambulu 45 km dari pusat kota Jember. Inilah kali pertama saya mengunjungi koperasi yang dibentuk hampir 2 tahun yang lalu secara organisme. Ya secara organisme karena mereka tumbuh secara alamiah
Pada tahun 2006, ada sekelompok anak muda yang datang ke kantor saya bermaksud mendirikan koperasi. Mereka berasal dari Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu, sebuah desa yang paling dekat dengan kawasan wisata pantai Watu Ulo. Disebut watu ulo karena, di pantai tersebut terdapat batu karang yang memanjang menyerupai ular yang menjorok ke laut. Sebagai pantai selatan pulau jawa, pantai watu ulo ini berombak cukup besar. Mata pencaharian masyarakat di Desa Sumberejo ini adalah petani dan nelayan. Keinginan dan tekad yang kuat dari sekelompok anak muda ini tampak dari kehadiran mereka beberapa kali untuk belajar tentang koperasi. Saya kagum kepada mereka. Saya berpesan kepada bidang kelembagaan yang membina kelembagaan koperasi agar mereka diperlakukan secara khusus. Saya sangat bersyukur 3 orang personil Dinas Koperasi UMKM Jember Bpk Sudaljono (Kabid Kelembagaan), Ibu Sartini (Staf Bidang Kelembagaan) dan Bpk Bambang Kurnia yang secara khusus membina akuntansi ternyata secara sungguh-sungguh menjadi guru yang baik bagi mereka. Hasilnya, setelah 2 tahun KSU Kampung Wisata berdiri omsetnya sudah mencapai lebih dari Rp. 100 juta dan anggotanya lebih dari 100 orang. Dan yang lebih penting lagi, mereka tumbuh secara mandiri
Setelah bersusah payah mencari lokasi pertemuan halal-bihalal, sampailah juga saya di Kantor KSU Kampung Wisata tempat penyelenggaraan pertemuan. Tempat pertemuan sangat sederhana. Ada terop/tenda yang rangkanya dari kayu dan atapnya dari plastik berwarna biru. Terop seperti ini sudah cukup mewah untuk kawasan pedesaan. Tersedia sejumlah kursi plastik untuk 200 orang sedangkan di bagian depan ditempatkan sofa khusus untuk tamu VIP. Di bagian paling depan tempatkan sebuah mimbar berukuran tanggung untuk pidato yang dihadapannya diberi taman sederhana ada kolam buatan berukuran kecil dikelilingi pot bunga untuk memperindah dekorasi. Diujung terop terdapat tulisan “ BERSAMA KOPERASI KAMPUNG WISATA TINGKATKAN SADAR BERKOPERASI MENATA EKONOMI MASYARAKAT MENUJU KESEJAHTERAAN BERSAMA”. Terus terang saya terperanjat, kaget, getun , heran bagaimana institusi ekonomi ini dapat memilih kalimat itu sebagai tema acara. Saya tidak tahu dengan siapa mereka berkonsultasi memilih tema. Tetapi terlepas dari itu semua, hal yang sangat membanggakan adalah mereka memiliki inisiatif dan kemandirian sebagai dua hal penting yang harus tercipta untuk membangun masyarakat madani. Saat kami tiba di lokasi acara, kami disambut dengan senyum gembira oleh para pengurus. Ternyata Camat Ambulu Bpk Suryadi, Danramil Ambulu dan Kepala Desa Sumberejo telah datang terlebih dahulu, menyapa dan bersalaman. Kamipun terlibat dalam perbincangan kecil sambil menunggu acara dimulai. Satu pesan yang saya sampaikan kepada camat Suryadi yaitu para pengurus koperasi ini adalah orang-orang luar biasa dan mereka adalah pejuang ekonomi
Jarum jam di tangan kiri saya menunjukkan pukul 14.30, para peserta halal bihalal yang terdiri dari anggota KSU sudah memenuhi kursi-kursi dibelakang saya, acara belum juga dimulai padahal pada undangan tertulis acara pukul 13.30. Bapak camat disebelah saya beberapa kali melihat jam tangannya sambil berbisik mengeluhkan keterlambatan acara. Saya terdiam, sangat maklum kalau acara di desa sering molor. Jam karet begitu istilahnya. Sejenak kemudian datang serombongan tamu dan orang berteriak dibelakang saya berkata “Bapak-bapak caleg sudah datang”. Kamipun bersalaman dengan rombongan, beberapa orang bersalaman dan melewati tempat saya duduk belum ada yang saya kenal. Ketika saya bersalaman dengan seseorang berbaju lengan pendek cokelat bermotif hitam, secara spontan saya berkata “apa khabar mas?, kita pernah bertemu di hotel panorama beberapa waktu yang lalu”. Ya saya kenal beliau, dialah mas Taufik Hidayat anggota DPR-RI dari dapil Jember – Lumajang. Pria bertubuh subur dan berwajah sabar (itu komentar isteri saya tentang mas taufik) tersenyum dan menjawab sapaan saya sambil berjalan menuju kursi sofa yang telah disiapkan. Setelah rombongan menempati posisi tempat duduknya masing-masing di sofa depan, acarapun dimulai
Acara halal bihalal dilakukan mirip lomba pidato karena yang memberi sambutan cukup banyak. Mulai dari ketua penyelenggara, pengurus koperasi, kepala dinas koperasi UMKM, camat, mas yudi (caleg) dan terakhir mas Taufik. Pengurus koperasi bercerita tentang perjuangan mereka membangun koperasi sampai harus berurusan dengan polisi, saya memberi bekal tentang bagaimana membangun koperasi bernilai bisnis, mas yudi memperkenalkan diri sebagai caleg untuk dapil ambulu dan mas Taufik menyampaikan komitmennya sebagai penerus dan pejuang aspirasi masyarakat. Semuanya baik dan indah. Tidak ada nuansa politik dalam acara itu. Justru yang mengesankan adalah komitmen-komitmen kami semua. Saya juga tidak menyangka acara ini akan dihadiri oleh mas Taufik sehingga saya tetap berprasangka khusnuzon kepada semua
Ada yang menarik dari cerita mas Taufik dihadapan para anggota koperasi. Beliau sedikit bercerita tentang Bank Indover di Belanda dan sedikit membahas tentang perjuangan pengurus koperasi yang selama setahun tidak mendapat gaji dari jerih payahnya sebagai pengurus. Dua hal yang sangat kontradiktif. Institusi yang besar diselamatkan karena menyangkut kredibilitas bangsa sedangkan yang kecil dibiarkan berjuang sendiri untuk bisa survive. Itulah sebabnya saya dan seluruh staf Dinas Koperasi UMKM berupaya menemani pengusaha mikro dan institusinya agar mereka tidak sendirian menghadapi persoalan ekonomi yang semakin kompleks ibarat lingkaran setan tak berujung pangkal
Lomba pidato selesai, kamipun bersantap makan bersama. Para pengurus menyediakan kami menu special yaitu masakan ikan laut yang luar biasa enaknya. Layaknya orang desa yang kental dengan nilai-nilai penghormatan kepada tamu, kamipun pulang dengan membawa oleh-oleh terasi yang menjadi salah satu produk unggulan masyarakat nelayan. Saya pulang bersama isteri dengan perasaan bahagia. Tali silaturahmi kami dengan masyarakat nelayan akan kami rawat dengan baik…
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Minggu, Oktober 26, 2008
Mengambil Keputusan Yang Tepat

Oleh: Muhammad Nizar Kherid
Mahasiswa Fakultas Hukum ‘07 UNEJ
Kemampuan mengambil keputusan yang efektif merupakan persyaratan dasar, baik untuk keberhasilan yang profesional maupun kehidupan pribadi. Keputusan yang efektif ialah keputusan yang kurang lebih menghasilkan keadaan yang diharapkan. More than, keputusan yang efektif dapat menghasilkan perubahan yang signifikan.
Walaupun pengambilan keputusan yang efektif itu begitu penting bagi semua bidang kehidupan kita, dari pemilihan karier sampai pada perkawinan, dan pendidikan. Kita menghabiskan relatif sedikit waktu mempertimbangkan bagimana cara melakukannya, dan sebenarnya sering sedikit sekali waktu untuk bena-benar mengimplementasinya. Berikut adalah beberapa tips untuk memperbaiki keseimbangan itu:
1. Profesionalitas dalam kreatifitas
Personal yang unggul adalah modal untuk tampil ataupun berani mengambil keputusan. Suatu persepsi general terhadap keputusan sehingga terdapat korelasi positif dengan penentuan sikap anda terhadap segala keputusan tertentu. Seorang wanita misalnya dengan latar belakng pendidikan dan performance berkelas dia akan lebih fleksibel dalam dunia profesionalnya atau kehidupan pribadi yang merupakan aset pentingnya.
How to find self personality, mengatur pola pikir untuk berubah agar ada indikasi pentingnya pemikiran yang teratur dan komprehensif dalam membuat keputusan rasional.
2. Spekulasi antara pro dan kontra
Pro dan kontra adalah pengambilan keputusan dimana anda telah mengumpulkan fakta, pandangan, nasehat, dan gagasan. Semua relevan untuk keputusan yang harus diambil.
Apabila anda telah menjumlahkan pro dan kontra untuk tiap alternatif, kurangi kontra dengan pro yang relevan. Alternatif dengan nilai tertinggilah yang menang. Jika kontra mempunyai nilai lebih tinggi dari pada pro dalam semua alternatif, nampaknya anda tidak boleh menganbil tindakan manapun dari pilihan itu.
3. Lebih relevan kontemplatif.
Tanyakan pada diri anda apakah anda kelihatan sebagai seorang yang kehidupannay dapat berkembang dengan cara yang tidak disangka-sangka dan menarik atau sebaliknya sebagi seorang yang baik. Apakah orang-orang mengaggap anda sebagai orang yang terombang-ambing ataukah hanya just lake it flow? Mungkin anda tidak ingin menjadi yang manapun.
Artinya apaun pribadi anda, substansi anda, track record anda tentunya tidak mau menjadi seorang yang fluktuatif. Untuk itu perlu bersikap dewasa dan kontemplatif.
4. Konsultasi tanpa kehilangan kendali.
Keputusan adalah sesuatu yang urgen. Jika harus memilih menentukan sendiri, anda kehilangan sejumlah informasi dan pengalaman yang didapat orang-orang disekitar anda. Anda kehilangan salah satu sumber daya yang tersedia secara unik pengetahuan sesama sebagai insan sosial.
Namun jangan progresif terhadap orang lain. Tidak hanya keputusan orang lain akan mempengaruhi kehidupan anda secara merugikan. Karena keputusan itu berdasarkan perasaan dn prasangka yang sangat tidak sesuai untuk anda. Yang lebih gawat lagi nada tidak akan pernah mempunyai kesempatan untuk belajar dan lebih confident ataupun bernyali untuk mengarungi samudera tantangan hidup.
Jadi, kini bola ditangan anda. a member of jemberpost.com
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Kamis, Oktober 23, 2008
Mari Membuat Golput Mampu Merubah Indonesia Sesuai Cita-Cita Luhur Bangsa
Oleh al Faqir Ilmi
Kawan-kawan sekalian kita pahami selama ini bahwa Golput sekedar ditafsirkan sebagai sebuah sikap dan perilaku/tindak dalam bentuk "TIDAK MEMANFAATKAN HAK MENCOBLOS DALAM PEMILU!" Tidak ada yang salah dan syah syah saja! Bukankah ikut dalam pemilu adalah "HAK SETIAP WARGANEGARA RI!" bukan kewajiban , sekali lagi "BUKAN KEWAJIBAN!"
Beberapa saat yang lalu Gus Dur menengarai bahwa karena masyarakat benar-benar sangat kecewa dan tidak puas dengan sistem demokrasi dan penyelenggaraan Pemilu/Pilpres yang berlaku pada dewasa ini maka diperkirakan bahwa 70 % warganegara yang mempunyai hak nyoblos akan memilih menjadi GOLPUT. Dilain pihak dalam kesempatan menepis tuduhan miring kepada partai- partai politik yang menguasai negeri ini bahwa partai hanya menjadi sarang koruptor dan tidak mampu memberikan keadilan dan kesejahteraan kepada rakyat para Boss partai hampir semuanya bersuara sama: " Menjadi anggota partai dan menggunakan hak pilih masih jauh lebih baik ketimbang menjadi GOLPUT. Karena GOLPUT SEBERAPAPUN BESARNYA TIDAK AKAN MERUBAH APA-APA! Pernyataan para Boss partai ini tidak salah manakala kita tetap berpikir,bewrsikap dan bertindak dalam bingkai paradigma sistem demokrasi yang selama sepuluh tahun terakhir ini dikembangkan oleh
partai-partai politik yang menjadi "pemenang pemilu" atau paling tidak yang "menikmati hasil pemilu dan sistem demokrasi Indonesia yang ada sekarang!".Atas dasar pemikiran ini maka kekuatan Golongan Putih Indonesia harus dibangkitkan menjadi kekuatan yang konkret. Oleh sebab itu Golput yang selama ini Psip harus ditransformasikan menjadi GOLPUT AKTIP! Menjadi Golongan Putih tidak hanya sekedar tidak menggunakan Hak Pilih tetapi jauh lebih luhur, mulya dan komprehensip dalam makna kehidupan sebagai warganegara yang bertanggung jawab. Golongan Putih adalah Karakter yang mencerminkan Tinggi dan Utuhnya Integritas! Golongan Putih mencintai negeri ini dan berbuat apa saja untuk kemaslahatan Bangsa dan Negara Indonesia. Seperti yang diungkapakan oleh mendiang JF Kennedy: Not Ask What You Can Get From Your Country But Ask What You Can Give ( and You Can Do) To Your Country!. Memahami perlunya pengorganisasian proses tranformasi itu maka
Deklarator Golongan Putih Indonesia bersama para eksponen Golput Jawa Timur akan menyelenggrakan "KONGRES GOLONGAN PUTIH INDONESIA" di Surabaya pada hari Sabtu tanggal 8 Nopember 2008 bertempat di Gedung DHD 45 Jl Mayjen Sungkono ( jam 08.00-15.00) .
Melalui Kongres yang akan menggalakkan kebersamaan anak bangsa yang berjiwa dan bernurani putih tersebut maka GOLONGAN PUTIH AKAN MAMPU MERUBAH INDONESIA DAN MEWUJUD SEPERTI APA YANG DIIDAM-IDAMKAN OLEH PARA FOUNDING FATHERS ANDA FOUNDING MOTHERS REPUBLIK INDONESIA!
Alamat Panitia/Sekretariat Sekber Golput Jl Darmokali nr 16 i Surabaya 60265 , tlp 031 5689922 dan fax 031 5675484.
Atas nama para Deklarator Golongan Putih Indonesia,
Ki Utomo Dharmadi, Letjen Mar (Pur) Suharto, Tjuk Kasturi Sukiadi, Bambang Sulistomo,Nurman Diah, Zulkifli Ekomei,Wiek Herwiyatmo, Triyono Harjono, Soetanto Soephiady dan Wisjnubroto Heruputranto
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Selasa, Oktober 21, 2008
INDONESIA PRODUSEN NARKOBA

oleh: Muhammmad Nizar Kherid.
Mahasiswa fakultas hukum '07 UNEJ
Bukan sesuatu yang tabu jika seseorang tertangkap membawa narkoba di sebuah daerah pelosok. Hal ini disebabkan pola perkembangan kejahatan nakoba tidak hanya di tingkat internasional maupun regional melainkanjuga merambah di tingkat nasional. Letak geografis yang strategis membuat Indonesia mudah dilalui dalam praktek peredaran gelap narkoba. Akibatnya beberapa pelaku kejahatan ini mempunyai gap sebagai sarana infiltrasi bisnis gelapnya. Di kalangan Asean Indonesia, Philpina dan Malaysia merupakan daerah regional rawan penyimpangan prekusor.
Karateristik kejahatan narkoba bersifat terselubung, terorganisasi, memiliki jaringan tertutup, selalu memanfaatkan teknologi modern serta mobilitas tinggi. Kejahatan narkoba merupakan kejahatan yang bersifat borderless (tidak mengenal batas). Contoh beberapa bulan terakhir ini warga negara Nigeria dieksekusi mati karena kasus ini. Selain memberi nilai bisnis yang tinggi juga menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kelangsungan bangsa dan negara. Menurut Kombes Agus direktur reserse narkoba polda NTT terdapat korelasi positif antara peningkatan perekonomian dan daya beli masyarakat dengan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba disuatu negara (Eropa barat, Australia, Korea selatan).
Alumnus fakultas hukum UNEJ ini yang pernah tugas di Perth, Canberra, Sydney, dan Darwin menegaskan adanya korelasi signifikan antara rendahnya perekonomian negara dan stabiltas politik serta lemahnya supremasi hukum dengan peningkatan produksi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di suatu negara (Kamboja, Laos, Myanmar, Afghanistan, dll). Saat ini bukan impossible para "aktor" narkoba beraksi memanfatkan situasi internasional akibat krisis finansial dunia. Untuk itu diharapkan aparat pemerintah untuk lebih kontemplan dan profesional menyusun strategi dengan formula anyar dalam menagkis semua probabilitas mengingat bahwa Indonesia bukan hanya sebagai tempat transit dan pemasaan narkoba tetapi menjadi tempat pembuatan/produksi narkoba.
Memerlukan intervensi dan inisiasi dari semua kalangan masyarakat untuk bertindak preventif, bukan hanya tugas substansi polri maupun pemerintah. Beberapa penaggulangan adalah pemberdayaan potensi yang ada diseluruh lapisan masyarakat agar melakukan gerakan menentang atau refusif penyalahgunaan dan prosedur gelap narkoba. Setidaknya pemerintah maupun instansi terkait memberikan suatu iluminasi kepada para pecandu maupun beberapa metode discouregement sehingga mengurangi efek ketergantungan, tindakan represif maupun depresi.
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Kamis, Oktober 09, 2008
BERAKHIRNYA EKONOMI….
Oleh : Al Faqir Ilmi
Salah satu instrumen yang digunakan dalam sistem perdagangan
internasional adalah menggunakan instrumen mata uang dollar AS.
Krisis ekonomi global terjadi setelah Perang Dunia II,melalui pertemuan Breton Woods dirancanglah sebuah sistem mata uang
dollar sebagai mata uang utama dalam perdagangan dunia, sekaligus
menjadikan World Bank, International Monetary Fund (IMF) sebagai
pengendali sistem keuangan internasional. Perjanjian Breton Woods
pada tahun 1973 kemudian dihapuskan ketika Amerika Serikat secara
unillateral memutuskan bahwa Dolar Amerika tidak perlu lagi didukung
oleh emas. Sejak itulah Dolar Amerika tidak bedanya dengan lembaran
kertas saja.
Dengan mata uang dollar AS, Amerika Serikat memegang kekuasaan luar
biasa yang sangat tidak proporsional. Dengan kertas yang disebut
Dolar AS, mereka bisa membeli berbagai komoditi seperti minyak, gas,
aluminium, emas, dll dari negara-negara lain di dunia. Jika mereka
perlu lebih banyak komoditi, mereka tinggal mencetak saja lagi. Jadi
sistem semacam ini amatlah tidak adil dan tak bermoral.
Hal ini telah mengeksploitasi model perdagangan dengan sistem
pembagian kerja internasional. Surplus ekonomi bagi sekutu-sekutu
Amerika terus terjadi, yang berdampak pada ketidakseimbangan
perdagangan global. Negara-negara miskin tidak mampu melakukan ekspor
tanpa didukung impor sehingga negara-negara miskin mengalami "a
vicious circle of import".
Akibatnya negara-negara miskin memiliki tingkat ketergantungan yang
begitu kuat terhadap negara-negara maju. Sistem keuangan
internasional yang dirancang pasca Perang Dunia II dalam Breton
Woods, telah melahirkan ketidakadilan neraca keuangan global. Defisit
terus menimpa negara-negara miskin dan surplus keuangan terus ditarik
ke negara-negara maju.
Karena dunia kini dibanjiri terlalu banyak dolar. Dalam pasar-pasar
uang saja, terdapat gelembung dolar AS yang berjumlah 80 triliun
dolar AS pertahun. Jumlah ini 20 kali lipat melebihi nilai
perdagangan dunia yang jumlahnya sekitar 4 triliun dolar AS pertahun.
Artinya, gelembung itu bisa membeli segala yang diperdagangkan
sebanyak 20 kali lipat dari dimensi yang biasa. Gelembung ini tentu
akan terus membesar dan membesar. Anda tidak perlu terlalu bijak
untuk memahami bahwa gelembung itu suatu saat akan meledak dan pecah,
dan terjadilah keruntuhan ekonomi global yang niscaya lebih buruk
daripada depresi ekonomi tahun 1929.
Sebagai perbandingan yang kontras, emas adalah logam yang berharga.
Nilainya tidak bergantung pada negara mana pun, bahkan tidak
bergantung pada sistem ekonomi mana pun. Nilainya adalah intrinsik
dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, emas adalah mata uang yang
dapat menjamin kestabilan ekonomi dunia.
Sistem keuangan global sudah berkembang melebihi batas. Dengan
perdagangan "kertas berharga yang turunan sekunder" (secondary
derivatives papers), sistem keuangan dunia menjadi tidak "favorable"
kepada sektor riil karena "money makes money" lebh tinggi hasilnya.
Maka, kalau anda punya uang akan lebih tertarik untuk memainkannya di
bisnis keuangan ketimbang membangun bisnis di riil sektor.
Perdagangan kertas berharga tersebut adalah barang maya, hanya ilusi,
tidak nyata, tidak terkait dengan bisnis riil. Ini yang menyebabkan
terjadinya gelembung ekonomi dunia.
Apa akibatnya? Sektor riil lambat bergerak, kecuali di China yang
menganut paham berbeda, tidak berdasar "supply and demand". China
tetap memproduksi walau tidak ada permintaan. Alasanya adalah
stabilitas keamanan sehingga tidak ada penduduk China yang
menganggur, semua bekerja, memproduksi apa saja, mulai dari peniti
sampai komponen pesawat terbang. Manajemen 1 miliar penduduk yang
ternyata membawa China kepada kekuatan ketiga di era kini.
Sejarahnya, emas dan perak adalah mata uang dunia paling stabil yang
pernah dikenal. Sejak masa awal Islam hingga hari ini, nilai mata
uang Islam dwilogam itu secara mengejutkan tetap stabil dalam
hubungannya dengan barang-barang konsumtif. Seekor ayam pada zaman
Nabi Muhammad saw. harganya satu dirham. Hari ini, 1400 tahun
kemudian, harganya kurang lebih masih satu dirham. Dengan demikian,
selama 1400 tahun, inflasi adalah nol. Dalam jangka panjang, mata
uang dwilogam telah terbukti menjadi mata uang dunia paling stabil
yang pernah dikenal. Mata uang tersebut telah dapat bertahan,
meskipun terdapat berbagai upaya untuk mentransformasi dinar dan
dirham menjadi mata uang simbolik dengan cara menetapkan suatu nilai
nominal yang berbeda dengan beratnya.
Kita harus kembali kepada Sistem perekonomian berbasis komoditi riil,
dimana dinar dirham hanyalah salah satu komponen penting. Ada "5
pilar sistem ekonomi berbasis emas" akan menjadi solusi masa depan
dunia yang tidak terelakkan. Pertama, "Money (Freely Chosen)" yaitu
Mata uang harusnya bebas ditentukan oleh masyarakt penggunanya.
Kedua, "Open Markets Infrastructure" yaitu infrastuktur pasar terbuka
dimana setiap orang mempunyai hak, seperti mesjid. Ketiga, "Caravans –
Open Distribution and Logistic Infrastructure" yaitu jaringan
logistik dan distribusi yang terbuka bagi siapa saja. Keempat
adalah "guilds – open production infrastructure" yaitu sentra-sentra
produksi kerakyatan harusnya mendapat perhatian dari pemerintah untuk
menjadi tempat yang layak untuk berproduksi sebagaimana standard
global yang berlaku. Kelima adalah "Just Contractual Legal Frameworks
(Shirkat and Qirad). Kelima infrastruktur tersebut haruslah dimiliki
oleh publik.
Teknologi informasi merupakan sarana yang dapat mengkudeta fungsi
perbankan atau istilahnya "coup de banque". Anda bisa bayangkan,
sebenarnya fungsi perbankan kan amat sederhana, hanya
mengadministrasi pencatatan plus dan minus saja dengan sedikit
variasi perhitungan, mengapa menjadi raja yang mengatur dan
menentukan sektor-sektor lain. Pasti ada yang salah kan. Jaman Nabi
dulu, para pedagang lah yang berada di gedung mewah, semntara
rentenir itu yang berada di jalanan. Sekarang yang kita lihat
terbalik. Para bankir duduk-duduk di gedung mewah, sementara para
pedagang kaki lima berceceran di sepanjang jalan, malah kena gusur
tibum segala. Maka, jangan salahkan orang lain kalau Indonesia
miskin, karena tidak mengikuti ajaranNya padahal Indonesia adalah
negara dengan mayoritas muslim di dunia.
Prof. Umar Ibrahim Vadillo, Pemimpin Korporasi E-dinar Dotcom, suatu
electronic payment system" berbasis emas, yang juga menjabat sebagai
Ketua WITO (World Islamic Trade Organization). Penulis beberapa buah
buku yang dianggap oleh masyarakat dunia sebagai MENGGEMPARKAN
(ENLIGHTINING), membuka mata dan hati para pembacanya. Diantaranya
yang terkenal berjudul "THE ESOTERIC DEVIATION IN ISLAM", "THE END OF
ECONOMICS", "THE RETURN OF THE GOLD DINAR", "THE RETURN OF THE
GUILDS", "THE FIVE PILLARS OF THE ISLAMIC ECONOMICS", "COUP DE
BANQUE", etc
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Sabtu, September 06, 2008
Sejarah dan Tafsir Ayat-Ayat Puasa
Oleh: Ahmad Abdullah Bin Syech Abubakar
" Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqkwa.. Yaitu dalam beberapa hari tertentu. Maka barang siapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang laen. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fiyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin, maka itulah yang wajib baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui".
(Al-Baqarah 183-184)
Ayat puasa dimulai dengan ajakan kepada setiap orang yang memiliki walau seberat apapun. Ia dimulai dengan satu pengantar yang mengundang setiap setiap mukmin untuk sadar akan perlunya melaksanakan ajakan itu. Ia dimulai dengan panggilan mesra, Wahai orang-orang yang beriman bukan dengan panggilan
Yaa ayyuhannas untuk lebih menggugah bahwa hanya orang yang mempunyai sifat iman sajalah yang dapat menunaikan ibadah ini. Dengan demikian apa yang diwajibkan pada orang yang beriman bukanlah suatu beban, tetapi merupakan suatu tanggung jawab dari bentuk pengabdian dan pengakuan mereka dengan mengatakan beriman.
Kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan kewajiban puasa tanpa menunjuk siapa yang mewajibkannya, Diwajibkan atas kamu. Redaksi ini tidak menunjuk siapa pelaku pelaku yang mewajibkan. Agaknya untuk mengisyaratkan bahwa apa yang akan diwajibkan ini sedemikian penting dan bermanfaat bagi setiap orang bahkan kelompok, sehingga seandainya bukan Allah yang mewajibkannya, niscaya manusia sendiri yang akan mewajibkannya atas dirinya sendiri. Yang diwajibkan adalah ash-shiyam, yakni menahan diri.
Saumu (Puasa), menurut kamus bahasa Arab adalah "menahan dari segala sesuatu", seperti menahan makan, minum, nafsu dan menahan berbicara yang tidak bermanfaaat dan sebagainya.
Dalam istilah agama Islam yaitu : Menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya, satu hari lamanya mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa syarat. Sesuai Firman Allah SWT:
" Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.'' (Al-Baqarah:187)
Menahan diri dibutuhkan oleh setiap orang, kaya atau miskin, muda atau tua, leleaki atau perempuan, sehat atau sakit, perorangan atau kelompok, orang modern yang hidup masa kini maupun manusia primitif yang hidup masa lalu. Selanjutnya ayat ini menjelaskan bahwa kewajiban yang dibebankan itu adalah, sebagaimana telah diwajibkan pula atas umat-umat terdahulu sebelum kamu.
Ini berarti puasa bukan hanya khusus untuk generasi mereka yang diajak berdialog pada masa turunnya ayat ini tetapi juga terhadap umat-umat terdahulu walaupun rincian cara pelaksanaannya berbeda-beda. Sekali lagi dalam redaksi diatas tidak ditemukan siapa yang mewajibkannya. Ini karena sebagian umat terdahulu berpuasa berdasar kewajiban yang ditetapkan oleh tokoh-tokoh agama mereka bukan melalui wahyu Ilahi atau petunjuk nabi.
Pakar-pakar perbandingan agama menyebutkan bahwa orang-orang Mesir kuno pun (sebelum mereka mengenal agama samawi) telah mengenal puasa. Dari mereka praktek puasa beralih kepada orang-orang Yunani dan Romawi. Puasa juga dikenal dalam Agama Budha dan Kristen, demikian juga dalam agama-agama penyembah bintang. Ibn An-Nadim dalam bukunya Al-Fharasatnya menyebutkan bahwa agama para penyembah bintang berpuasa tiga puluh hari setahun, ada pula puasa sunnah sebanyak 16 hari dan juga ada yang 27 hari. Puasa bagi mereka adalah sebagai simbol penghormatan kepada matahari, bulan dan bintang Mars yang mereka percaya sebagai bintang nasib.
Dalam ajaran Budha pun juga dikenal puasa, sejak terbit sampai terbenamnya matahari. Mereka melakukan puasa empat hari dalam sebulan yaitu pada hari-hari pertama, kesembilan, kelima belas dan kedua puluh. mereka menamainya uposatha.. Orang Yahudi mengenal puasa selama empat puluh hari bahkan dikenal beberapa macam puasa yang dianjurkan bagi penganut-penganut agama ini khususnya untuk mengenang para nabi atau peristiwa penting dalam sejarah mereka.
Agama Kristen juga demikian walaupun dalam Perjanjian Baru tidak ada isyarat tentang kewajiban puasa. Dalam praktek keberagamaan mereka dikenal aneka ragam puasa yang ditetapkan oleh pemuka-pemuka agama.
Imam Ali Karramallahu Wajwah dalam kitab Nazahatul majaalis 152 menjelaskan bahwa puasa telah diwajibkan pada Adam dan generasi setelahnya kemudian datang umat Nasrani menambahnya, dan dikatakan juga bahwa mereka memindahkan puasa tadi dari musim panas kemusim dingin...
Kewajiban tersebut dimaksudkan agar kamu bertakwa yakni terhindar dari macam sanksi dan dampak buruk baik duniawi maupun ukhrawi. Jangan duga, kewajiban yang akan dibebankan kepada kamu ini sepanjang tahun. Tidak! Ia hanya beberapa hari tertentu itu pun masih harus melihat kondisi kesehatan dan keadaan kalian. Karena itu barang siapa diantara kamu sakit yang memberatkan baginya untuk melakukan ibadah puasa yang menyebabkan kesehatannya akan terlambat pulih bila berpuasa atau ia benar-benar dalam perjalanan (kata benar-benar dipahami dari kata 'ala dalam redaksi 'ala safarin, jadi bukan perjalanan biasa yang mudah. Dahulu perjalanan ini dinilai sejauh sekitar sembilan puluh kilometer), jika yang sakit dan yang dalam perjalanan itu berbuka maka wajiblah baginya berpuasa pada hari-hari lain baik secara berturut-turut maupun tidak sebanyak hari yang ditinggalkan itu.
Apabila kondisi badannya menyebabkan ia mengalami kesuliatan berat bila berpuasa, baik karena usia lanjut atau penyakit yang diduga tidak akan sembuh lagi ataupun pekerjaan berat yang harus dilakukannya yang apabila ia tinggalkan akan menyulitkan dirinya sendiri dan keluarga yang ditanggungnya maka wajib bagi orang-orang yang berat menjalankankannya itu (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah yaitu memberi makan seorang miskin. Setelah menjelaskan izin tersebut kemudian Allah mengingatkan bahwa Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui.
Penulis adalah: Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAIN Jember dan Direktur Kabinet Intelektual Muslim Muda (KIMM) Jember
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Kamis, September 04, 2008
Gus Afton : Jadikan Ramadhan Untuk Ciptakan Ukhuwah Wathoniyah
Jemberpost.com-Di bulan yang penuh rahmat dan berkah ini, Ramadhan juga bisa dijadikan sarana untuk menjaga dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama. Pada bulan ini bisa diketahui seberapa toleransi dan penghormatan warga masyarakat yang mempunyai perbedaan keyakinan.
Menurut Afton Ilman Huda yang merupakan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember, bahwa dalam bulan suci Ramadhan ini, FKUB beberapa waktu lalu telah mengadakan audiensi dengan tokoh-tokoh masyarakat dan rohaniwan agama lain untuk melakukan himbauan kepada masyarakat agar saling menjaga toleransi beragama.
“Artinya, agama lain juga hendaknya menghormati ritual peribadatan yang tengah ditunaikan oleh umat Islam”, katanya. Dalam hal ini, FKUB yang merupakan lembaga yang dibentuk oleh Bupati bersama tokoh-tokoh masyarakat, bertujuan untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama dengan suasana yang kondusif.
“Bagi umat Islam sendiri, bulan Ramadhan ini hendaknya dijadikan suatu momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan, sebab didalamnya terdapat anjuran untuk melakukan pengendalian diri, baik dhohir maupun batin”, imbuhnya.
Selain itu, katanya, hendaknya umat Islam sendiri lebih giat lagi mendekatkan diri (bertaqorrub) kepada Allah untuk meraih insan yang lebih baik lagi.
“Sedang untuk non-muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa, hendaknya mereka menghormati pihak-pihak yang berpuasa, sehingga nantinya akan tercipta suatu kerukunan umat sebangsa (ukhuwah wathoniyah)”, harapnya.
Ia berpesan, agar kerukunan yang diciptakan itu tidak dibuat-buat dan tidak hanya sekedar lip service saja. “Dalam arti terdapat keikhlasan dihati masing-masing pihak untuk saling bertoleransi menghormati keyakinan orang lain”, katanya. (sal/dian)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
BBJ BAWA JEMBER JADI MIMPI INDAH MASA DEPAN
Jemberpost.com,
Gaung Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ) 2008 telah usai. Seperti halnya setiap pertemuan, pasti yang tersisa hanyalah tinggal kenangan. Namun, kenangan yang tertoreh itu bukanlah hanya sekedar kenangan yang kemudian terlupakan. Kenangan yang terjadi selamaBulan Berkunjung ke Jember merupakan suatu kenangan yang membawa dampak bagi setiap kalangan. Mulai dari masyarakat kelas bawah sampai ke masyarakat kelas atas. Dengan demikian, adanya BBJ tentu sangatlah ditunggu kedatangannya. Banyak sudah yang terjadi selama Agustus 2008 yang oleh Pemkab Jember dicanangkan sebagai Bulan Berkunjung ke Jember. Mulai dari ajang adu prestasi, inovasi dan kreasi. Pelaku dan penikmatnya-pun tidak hanya berasal dari kawasan Jember saja, namun juga datang dari kota-kota lain di Indonesia bahkan mancanegara.
Tentu, mereka tidak hanya ingin menonton berbagai macam pagelaran yang dihelat selama sebulan penuh. Lebih dari itu, mereka ingin menjajal kemampuan, mengasah bakat dan bahkan meraih prestasi yang pada akhirnya akan berguna bagi mereka di masa mendatang. Dan ternyata, mereka berhasil mengaktualisasikan diri melalui BBJ. Misalnya saja dengan munculnya ‘bibit-bibit’ baru pada bidang olahraga yang bisa mencapai prestasi seperti yang diharapkan.
Berkaitan dengan hal itu, usainya BBJ 2008 hendaklah tidak dijadikan ‘stagnancy’ (kemacetan) maupun kemunduran kreasi, inovasi dan prestasi masyarakat. “Meski BBJ telah rampung digelar, namun masyarakat harus tetap berkreasi, berinovasi dan berprestasi, bahkan lebih bagus lagi bila ada peningkatan kualitas di masa depan, selain itu diharapkan, masyarakat luar Jember, datang kesini sepanjang tahun, bukan hanya satu bulan saja”, tegas Drs. Agoes Slameto, M.Si, Kepala Kantor Infokom Pemkab Jember yang juga selaku Sekretaris BBJ 2008.
Menurut Agoes, BBJ telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi perkembangan ekonomi kerakyatan dan iklim investasi di Jember. “BBJ telah membawa multiplayer effect terhadap masyarakat Jember pada khususnya”, ungkapnya.
Ia menjelaskan, dengan adanya BBJ peningkatan ekonomi kerakyatan dapat terangkat. Misalnya saja, banyak pelaku usaha yang semakin menggiatkan usahanya, seperti pengusaha bendera, umbul-umbul dan pernak-pernik BBJ, antara lain: pin, topi, kaos, sticker dan sebagainya.
“Menjelang dan selama bulan Agustus omset mereka meningkat, pun dengan para pedangang kecil yang biasa mangkal ketika suatu even di gelar”, katanya.
Sedang dari segi investasi, lanjut Agoes, saat ini telah banyak investor baik dari dalam maupun luar negeri yang tidak hanya sekedar ‘melirik’ potensi-potensi yang ada Jember. Lebih jauh lagi, mereka telah indent untuk menanamkan modalnya di kota tembakau ini. Hal ini karena para investor tersebut tertarik untuk mengembangkan usahanya di Jember, sebab mereka menilai bahwa kota Jember cukup kondusif untuk dijadikan kota berwirausaha.
Namun demikian, peranserta masyarakat untuk menciptakan suatu kota Jember yang aman, nyaman dan tentram sudah barang tentu sangatlah diperlukan. Sehingga, harus ada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat agar kota ini menjadi kota yang layak untuk berinvestasi.
Agoes juga menambahkan bahwa suksesnya BBJ 2008 dalam rangka HUT RI Ke-63 yang telah digelar tidak terlepas dari partisipasi seluruh elemen masyarakat. Ia menandaskan, tanpa bantuan dan dukungan masyarakat, maka tujuan BBJ tidak akan dapat diraih sesuai dengan yang diharapkan, yaitu meningkatkan dimensi histori, ekonomi kerakyatan dan prestasi.
“Oleh karena itu, Bupati MZA. Djalal mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Jember, juga kepada BUMN, BUMD, para wirausahawan dan media cetak maupun elektronik yang telah men-support kegiatan BBJ”, imbuhnya. Namun di sisi lain, BBJ kali kedua ini tidak terlepas dari kekurangan. “Bupati juga mohon maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan selama BBJ”, tambahnya.
Dan karena even ini telah usai, maka masyarakat yang masih memasang bendera merah-putih, umbul-umbul, baliho dan segala pernak-pernik BBJ untuk menurunkannya. Ia mengatakan, Kantor Infokom sendiri telah mensosialisasikan pesan ini melalui SMS Center, siaran keliling, Program Bedah Potensi Desa, siaran di RRI dan radiogram yang diteruskan ke seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Jember untuk kemudian disebarkan kepada masyarakat melalui jajaran terkait.
Akhirnya, kata Agoes, Selamat dan Sukses atas terselenggarannya BBJ 2008. Semoga apa yang telah digelar akan memotivasi Jember sebagai Kota yang memiliki Mimpi Indah di Masa Depan seperti yang diharapkan Bupati MZA. Djalal. “See You Hallo BBJ 2008...., Welcome BBJ Yes 2009....”, pungkas Agoes. (sal/dian)
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Rabu, Juli 23, 2008
Islam Tidak Butuh Ahmadiyah
Ratusan tahun lalu, Nabi Muhammad saw sudah mengingatkan: “Tidak akan terjadi Kiamat sehingga muncul tiga puluh dajjal (pendusta); semuanya mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allah; (dalam satu riwayat disebutkan Nabi SAW bersabda) Aku adalah penutup para Nabi dan tidak ada nabi lagi sesudahku.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
Seorang Penyair dan cendekiawan Muslim terkenal asal Pakistan, Dr. Muhammad Iqbal (1873-1938), pernah menulis sebuah buku berjudul ”Islam and Ahmadism” (Tahun 1991 di-Indonesiakan oleh Makhnun Husein dengan judul ”Islam dan Ahmadiyah”. Terhadap klaim Mirza Ghulam Ahmad bahwa dia adalah nabi dan penerima wahyu, Iqbal mencatat: ”Orang yang mengakui mendapatkan wahyu seperti itu adalah orang yang tidak patuh kepada Islam. Karena kelompok Qadiani mempercayai pendiri gerakan Ahmadiyah sebagai penerima wahyu semacam itu, berarti mereka menyatakan bahwa seluruh dunia Islam adalah kafir.”
Bahkan Seorang pengikut Ahmadiyah menulis: “Dimana posisi Abu Bakar dan Umar jika dibandingkan dengan Ghulam Ahmad? Keduanya tidak berhak untuk dibawakan kedua sandalnya.” Padahal, tentang Hasan dan Husain, Rasulullah saw bersabda: “Dua penghulu para pemuda ahli surga adalah Hasan dan Husain.” (HR Tirmidzi, Ibn Majah dan Ahmad). Banyak sekali hadits Rasulullah saw yang menyebutkan keutamaan Sayyidina Abu Bakar dan Umar bin Khathab r.a. Betapa pun hebatnya kedua sahabat Nabi tersebut, mereka tidak sampai mengaku sebagai nabi. Tetapi, Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai nabi, merasa lebih hebat dari keduanya.
Jadi, umat Islam yakin, siapa pun yang mengaku sebagai nabi dan mendapat wahyu setelah nabi Muhammad saw – apakah Musailamah al-Kazzab, Lia Eden, atau Mirza Ghulam Ahmad – pasti bohong. Itu pasti! Inilah keyakinan Islam. Karena itu, pada 7 September 1974, Majelis Nasional Pakistan tempat asal mirza gulam ahmad menetapkan dalam Konstitusi Pakistan, bahwa semua orang yang tidak percaya kepada Nabi Terakhir Muhammad secara mutlak dan tanpa syarat telah keluar dari kelompok umat Islam.
Mereka para tokoh Indonesia yang memback up Aliran ahmadiyah beralasan kebebasan beragama adalah hak setiap manusia dan Tentang kebebasan beragama yang selalu di lontarkan baik oleh Tokoh nasional maupun tokoh ahmadiyah , Kita sepakat bahwa Islam sangat menghargai kebebasan beragama tapi yang pasti Islam tidak bisa mentolerir pelecehan serta penodaan terhadap agama. Islam sangat menghargai Toleransi Agama , Kristen , budha ,Hindu selama mereka hidup berdampingan dan tidak menggangu Islam , mereka harus dilindungi sama seperti umat islam lainnya.
Mufti Kalimantan KH.Syarwani Zuhri secara jelas menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan. Senada dengan itu KH. Shafwan Samarinda pun demikian bahwa Ahmadiyah menyelewengkan kemurniaan ajaran Islam dan ini jelas ahmadiyah telah melakukan Penodaan agama.
Apa pun bukti-bukti kita sodorkan, faktanya pemerintahan Presiden SBY tetap enggan bersikap tegas terhadap Ahmadiyah. Dengan hanya mengeluarkan SKB tiga menteri yang isinya mengambang dan tidak jelas. Kita yakin, semua ini adalah ujian dari Allah SWT. Kita tidak perlu risau. Barangkali ini isyarat dari Allah agar kita lebih giat dan lebih profesional lagi dalam berdakwah. Kita yakin, banyak umat Islam sendiri – bahkan mungkin juga para pejabat -- yang masih belum paham apa itu Ahmadiyah dan siapa sebenarnya Mirza Ghulam Ahmad. Maka, ke depan, kita harus memberikan penjelasan secara maksimal tentang hal ini.
Yang jelas, kaum Muslim di mana pun, pasti tidak akan rela Nabi Muhammad saw dilecehkan; sahabat-sahabatnya direndahkan martabatnya; dan Al-Quran diacak-acak. Umat Islam tentu berhak membela aqidahnya dari serangan kaum Ahmadiyah dan para pendukungnya.
Mari Umat Islam rapatkan barisan , Satukan Suara bubarkan Ahmadiyah dan jika Mereka menantang kita Umat Islam Untuk melakukan Perlawanan dengan angkat Senjata,kita siap berkorban untuk membela Agama Alloh membela Jungjungan kita Nabi Muhammad SAW…..Allohu akbar…. Buat warga ahmadiyah Mari bertaubatlah sebelum terlambat…Kita kembalikan kemurnian ajaran agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini
Minggu, Juli 13, 2008
Menakar Dampak Kenaikan BBM
Pemerintah SBY-JK kembali menaikkan harga BBM kedua kalinya sejak Sabtu 24 Mei lalu. Kenaikan ini sudah pasti menimbulkan pro dan kontra yang luas di ranah nasional. Bagi yang pro dengan kebijakan itu tentunya mengharapkan kebijakan tersebut akan membawa perbaikan ekonomi makro di waktu-waktu mendatang. Sedangkan bagi yang kontra khawatir bahwa kebijakan tersebut akan memperburuk perekonomian rakyat banyak. Masyarakat yang kontra jauh lebih besar daripada yang pro dengan rencana kenaikan harga BBM karena masyarakat cenderung menilai setiap kebijakan ekonomi secara jangka pendek dan yang langsung menyentuh kehidupan mereka. Dalam kondisi perekonomian masyarakat yang sangat memprihatinkan saat ini, tidaklah salah apabila mereka mengabaikan kepentingan ekonomi makro, lebih-lebih yang berwawasan jangka panjang. Tenaga dan pikirannya hanya habis digunakan untuk berusaha mengambil kebutuhan ekonomi jangka pendek dan tidak sedikit yang hanya sekadar mempertahankan hidup. Maka setiap terjadi rencana kebijakan yang dapat mengganggu usaha tersebut, termasuk rencana kenaikan harga BBM kali ini, perlu untuk dicegah. Masyarakat akan membayangkan dampak buruk yang akan terjadi jika harga BBM betul-betul dinaikkan.Secara sosial-politik kebijakan menaikkan harga ketiga komponen tersebut juga akan menimbulkan kerawanan sosial di masyarakat. Di tengah kehidupan sosial-ekonomi yang semakin terhimpit krisis, kebutuhan hidup semakin melambung se-mentara, daya beli masyarakat semakin rendah, bukan tidak mungkin masyarakat akan menunjukkan penolakan secara lebih luas dan intensif. Unjuk rasa terus-menerus akan sangat potensial menimbulkan ketidakstabilan sosial-ekonomi dan keamanan.
Padahal persoalannya tak sesederhana bayangan orang awam, bahwa kebijakan kenaikan BBM bertujuan menyusahkan rakyat luas. Persoalannya sekarang, bagaimana pemerintah melakukan langkah-langkah untuk mengimbangi kenaikan harga BBM akibat pencabutan subsidi tersebut. Kita berpendapat, bila harga BBM naik, maka pelayanan kepada masyarakat harus ditingkatkan. Atau lebih dari itu, pemerintahan dituntut untuk menaikkan tingkat pendapatan masyarakat. Misalnya, dengan membuka lapangan kerja baru atau menaikkan upah atau gaji.
Dalam mengelola ekonomi, pemerintah terkesan tidak mempunyai management yang baik, dan lemah koordinasinya. Kenaikan harga-harga beruntun tersebut menyebabkan seluruh unit ekonomi harus merespons pukulan tersebut dan melakukan anggaran-anggaran pengeluarannya. Kebijakan pemerintah tersebut merupakan dilema dan keputusan yang berat dan berisiko bagi pemerintah. Di satu sisi, bahwa kebijakan menaikkan BBM atau pencabutan subsidi BBM harus dilakukan dan sulit dihindarkan dalam rangka penyesuaian atau revisi anggaran APBN 2008, tapi di sisi lain masyarakat saat ini masih ditimpa kesusahan hidup akibat krisis ekonomi yang belum juga membaik. Sehingga, masyarakat menilai momentum kenaikan harga BBM tersebut kurang tepat.
Dalam melakukan reorientasi kenaikan BBM itu pemerintah perlu mengambil teknik penentuan harga yang berlapis. Untuk mengurangi beban masyarakat lapisan bawah, pemerintah diharapkan konsekuen untuk hanya sedikit menaikkan harga jenis BBM yang banyak dikonsumsi masyarakat bawah.Untuk mengurangi beban golongan masyarakat kurang mampu akibat kenaikan BBM, pemerintah memberikan kompensasi yang diarahkan terutama pada program-program pertanian, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan operasi pasar khusus (OPK) beras untuk rakyat miskin. Besarnya kompensasi tersebut perlu dilakukan secara sistematis dengan anggaran memadai dan tepat sasaran. Selain itu penyaluran BLT dengan menggunakan sensus 2005 sangat perlu untuk di revisi mengingat sejak kenaikan BBM yang pertama maka jumlah gakin pun turut bertambah sehingga dikemudian hari penyaluran BLT dapat berjalan lancar.
Diposting oleh Team Redaksi 0 komentar
Label: Opini