Jemberpost.com
Sedikitnya, tujuh rumah warga di Desa Sumberjeruk Kecamatan Kalisat rata dengan tanah siang kemarin. Setelah si jago merah melalapnya tanpa kompromi sedikitpun. Akibat kebakaran tersebut, seisi rumah yang ada didalamnya tak tersisa semua menjadi arang kecuali baju yang melekat dibadan para korban.
Nyaris perisitiwa kebakaran tersebut membawa korban jiwa. Dua balita yang tengah tidur pulas didalam rumah itu untungnya berhasil diselamatkan. Karena, saat kebakaran terjadi dua balita itu berhasil diselamatkan oleh Bu Mat.”Saya lari sekuat tenaga ketika ingat didalam ada dua anak ini. Kalau tidak tertolong, bagaimana nasibnya,” ujar Bu Mat sambil meneteskan air mata.
Karena senangnya melihat balitanya masih hidup, Bu Mat kemarin, tak henti-hentinya menanggis.”Syukur anak ini selamat semua. Kok tadi saya jgua ingat kalau ini masih tidur,” ungkapnya.
Tujuh rumah itu masing-masing milik Bu Windi alias Pak Supardi (30), Bu Mat (36), Bu Tri (60), Bu Aldi (18), Bu Tilatif (65) dan Bu Iin (28) serta Bu Wanto (30). Mereka ini merupakan satu kerabat yang bertempat tinggal di satu lokasi yang sama.
Peristiwa kebakaran rumah itu terjadi sekitar pukul 12.30 siang kemarin. Diduga percikan api berasal dari rumah paling barang milik Bu Wanto. Sejumlah warga menyebutkan jika api terlihat mengepul dari belakang rumah sebelah utara.
Setelah itu, api merembet kerumah yang lain yang posisinya berjejer. Sehingga, api cepat merambat kesejumlah rumah hingga berjumlah tujuh rumah tak berhasil diselamatkan. Warga sempat memberikan pertolongan dengan memadamkan jilatan api tersebut. Hingga kini belum diketahui secara pasti dari mana sumber api tersebut.
Berhubung hembusan angin sangat kencang dan kondisinya siang hari, upaya yang dilakukan warga tak berhasil menyelamatkan rumah tersebut. Upaya pertolongan yang dilakukan warga dengan memanfaatkan peralatan seadanya berupa air dari sumur warga setempat. Saking besarnya api dan tiupan angin, dalam tempo waktu setengah jam, tujuh rumah sudah rata dengan tanah.
Apalagi, pemilik rumah yang kaum laki-lakinya rata-rata sedang tidak ada ditempat. Mereka bekerja ditempat orang lain sebagai tenaga tembakau dan sawah. Ketika peristiwa kebakaran terjadi tak satupun suami mereka berada dirumah.
Akibat kebakaran tersebut jika ditotal secara keseluruhan yang menimpa tujuh rumah itu mencapai sekitar puluhan juta. Karena terjadinya peristiwa kebakaran itu mengakibatkan berbagai jenis barang yang ada didalam rumah tersebut tidak terselamatkan.
Selain tujuh rumah ludes rata dengan tanah, barang-barang milik korban yang ada didalam rumah itu juga ikut terbakar. Barang itu berupa perabotan rumah tangga seperti meja kursi, lemari dan dua unit televisi telah menjadi arang. Bahkan, sepeda motor jenis yamaha tahun 1980 milik Supardi tak berhasil diselamatkan tinggal kerangkanya.
Berikut, pakaian yang ada didalam lemari dan yang berada diluar lemari juga tidak tersisa. Pakaian yang tersisa, hanyalah yang melekat ditubuh korban ketika dipakai kerja. Selain pakaian, persediaan beras dan gabah serta kue untuk lebaran juga ikut ludes terbakar.
Tak hanya itu, sejumlah uang tunai yang disimpan dilemari dan saku tak berhasil diselamatkan. Uang tunai milik Bu Wanto sekitar Rp 3,5 juta dari penjualan sapi juga tak berhasil diselamatkan.”Uang itu saya simpan dilemari. Lemarinya sudah jadi arang,” ujar Bu Wanto, lalu menjerit histeris.
Menurut Pak Gofur, peristiwa kebakaran itu diketahui warga ketika rumah terakhir hendak habis dilalap si jago merah. Sehingga, tak satupun rumah yang kondisinya satu lokasi yang berhasil diselamatkan.”Warga baru tahu kebakaran itu ketika kondisi rumah terakhir tinggal sedikit yang belum terbakar. Kalau rumah lainnya sudah tak tersisa,” katanya.
Ketika itu kata dia, kondisi lingkungan setempat sedang sepi warga. Dilingkungan setempat kaum laki-lakinya semua kerja diluar lingkungan setempat.”Nah ketika kebakaran terjadi, tak satupun warga yang tahu. Baru tahu ada kebakaran, ketika api terakhir meludeskan rumah milik Supardi,” ulasnya.
Karena itu dirinya dan keluarga korban yang lain berharap kepada pemkab untuk memberikan bantuan kebutuhan beberapa hari ini. Sebab, selain persedian beras dan uang ikut ludes, tentunya tidak ada yang dimakan.”Ya, kami mohon ada bantuan dari pemkab atau pihak lain yang peduli. Bantuan itu akan mengurangi beban kami sekarang,” imbuhnya. (sal)
Kategori
Blog Archive
Selasa, September 08, 2009
Tujuh Rumah Ludes Terbakar
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar