Senin, September 07, 2009

Guru Gantung Diri Pakai Selendang

Jemberpost.com
Entah karena apa, Samsul Arifin (25) warga Dusun Sumbertengah Desa / Kecamatan Mumbulsari ini nekat gantung diri dalam mengakhiri hidupnya. Padahal bapak yang dikarunia satu anak ini sehari-hari bekerja sebagai guru SDN Tamansari I Kecamatan Mumbulsari.
Tapi tragisnya sekitar pukul 09.00 siang kemarin, tubuh korban ditemukan Vita (19) istrinya dalam posisi telah mengantung diblandar kayu rumah belakang. Melihat suaminya dalam posisi tergantung, istrinya langsung berteriak histeris. Teriakan histeris itu ternyata mengundang warga datang kerumah korban.
Warga yang datang langsung memberikan pertolongan terhadap korban. Saat itu juga tubuh korban diturunkan dari gantungan yang terikat pada blandar kayu rumah belakang. Dan, sebagian warga memberitahukan kejadian tersebut ke polsek setempat.
Adanya kabar gantung diri tersebut petugas langsung datang di TKP. Petugas langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Korban gantung diri dengan memanfaatkan selendang kecil yang sehari-hari dipakai untuk anaknya yang masih berumur sekitar 10 bulan.
Namun ada keanehan yang terjadi pada perisitiwa gantung diri yang dilakukan oleh korban ini. Keanehan yang muncul bahwa meski melakukan gantung diri tapi tidak ditemukan tanda-tanda yang biasa terjadi pada orang gantung diri lainnya. Misalnya, korban tidak mengeluarkan kotoran atau sperma dan atau lidah menjulur.
“Yang kami amati tanda –tanda terhadap orang yang gantung diri yang biasanya memang tidak terjadi pada korban. Tanda-tanda orang meninggal dengan cara gantung diri, biasanya mengeluarkan kotoran dan sperma atau lidahnya menjulur,” kata Kapolsek Mumbulsari AKP Heri P melalui Kanitreskrim Aiptu Galuh Harja L.
Dikatakan Galuh, bahwa petugas tiba dilokasi tubuh korban telah diturunkan dari gantungan blandar bambu.”Kami tiba dilokasi, tubuh korban sudah berada dibawah. Maksud warga menurunkan tubuh korban berusaha menyelamatkan nyawanya karena saat itu masih didapati tanda-tanda kehidupan pada korban,” ujarnya.
Namun lanjut dia, semua itu sudah terlanjur tubuh korban berada dibawah. Sehingga, fakta yang aslinya tidak dapat didapatkan secara sepenuhnya.”Tubuh korban kami amati dan periksa ternyata tanda-tanda orang gantung diri yang biasanya terjadi tidak kami temukan pada tubuh korban. Apa yang kami dapatkan dilapangan sangat minim,” paparnya.
“Misalnya, korban dari dubur korban tidak kami temukan kotoran yang keluar. Dan, yang biasanya ada sperma yang keluar dari alat kelaminnya juga tidak kami dapatkan. Termasuk lidah menjulur juga tidak terlihat,” bebernya.
Terus apa motifnya nekat gantung diri?”Kami belum dapat memeriksa dengan meminta keterangan istrinya karena kondisinya masih shok. Kami maklumi karena telah kehilangan suaminya. Mungkin sehari dua hari ini kami lakukan,” ulasnya.
Informasi jemberpost.com menyebutkan, sebelum sang pahlawan tanpa tanda jasa ini ditemukan Vita (19) dalam posisi mengantung beraktifitas seperti hari biasanya. Pagi itu, korban sempat mengantarkan istrinya kerumah ibu kandung istrinya. Setelah mengantar kerumah ibu kandung istrinya, korban kembali pulang.
Entah karena apa, tak lama kemudian istrinya menyusul pulang kerumahnya. Ketika pintu dibuka dan menuju kebelakang, istrinya langsung menjerit. Saat itu, istrinya melihat suaminya dalam posisi mengantung.
Padahal pagi itu, korban mempunyai jadwal untuk mengajar di sekolahnya. Kabar meninggalnya Samsul Arifin yang sehari-hari sebagai guru sukwan ini membuat teman seprofesinya kehilangan. “Teman gurunya semua datang termasuk kepala sekolahnya. Mereka semua hanyut dalam duka dengan berlinang air mata,” ujar petugas.(sal)



Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna