
Jemberpost.com.
Keberadaan pos pelayanan terpadu (posyandu) di seluruh wiayah Indonesia kedepan tidak hanya dikelola oleh dinas kesehatan seperti selama ini, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapemas) ikut untukmemikirkan bagaimana kegiatan posyandu ini tetap bisa eksis dan berkembang ditengah masyarakat, bapemas yang ditunjuk sebagai sekretariat tetap (sektap) mempunyai kewenangan secara kelembagaaan membantu kelompok kerja operasional pembinaan pos pelayanan terpadu (pokjanal posyandu), hal tersebut sesuai instruksi menteri dalam negeri yang tertuang dalam Permendagri no.54 Tahun 2007.
Humas Dinas Kesehatan Pemkab Jember Yumarlis,SH mengatakan, secara organisasi kepengurusannya pokjanal posyandu berasal dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD), LSM, dan PKK. “Posyandu tetap diketuai oleh kepala dinas kesehatan (kadinkes), bapemas secara kelembaagaan hanya memikirkan bagaimana kedepan posyandu tersebut bisa maju dan berkembang dengan fasiitas sarana dan prasarana yang dipunyai oleh posyandu seperti gedung dan mebeler. Dinkes ikut menangani posyandu melalui penyediaan kebutuhan kesehatan, mulai dari penyuluhan, tenaga medis, maupun obat-obatan yang dibutuhkan oleh masyarakat,”terang Yumarlis.
Pokjanal posyandu ini mempunyai tugas untuk mengelola posyandu, mulai dari tingkat pusat hingga ditingkat kecamatan yang ada ditiap-tiap kabupaten dan kota di Indonesia. Menurut Yumarlis, salah satu tugas yang dipunyai oleh pokjanal ini antara lain menyiapkan data dan informasi dalam lingkup yang ada di kabupaten terkait dengan pengelolaan posyandu. Selain itu juga pokjanal ikut menyusun rencana kegiatan tahunan dan mengupayakan adanya sumber pendanaan dalam mendukung kegiatan pembinaan posyandu, serta melaporkan hasil pelaksanaan kegiatankepada bupati dan ketua pokjanal posyandu propinsi.
Sejak awal pendiriannya posyandu sebagai upaya kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat tersebut, berfungsi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan utamanya terhadap ibu hamil, bayi, dan balita. “Dinkes melalui posyandu terus melakukan sosialisasi terkait dengan pola hidup sehat kepada masyarakat, program ini terus dilakukan oleh dinkes utamanya bagi masyarakat pedesaan yang masih awam tentang pola hidup sehat. Termasuk memberikan pemahaman yang benar terhadap mandi,cuci dan kakus (MCK), selama ini masyarakat memanfaatkan sungai sebagai sarana MCK ,”tandas Yumarlis.
Yumarlis juga menambahkan, masyarakat banyak diuntungkan dengan adanya kegiatan posyandu. Dengan mendatangi posyandu warga masyarakat yang punya bayi dan balita bisa memeriksakan kesehatan bayi dan balitanya secara rutin tanpa dipungut biaya. “ Setiap kali posyandu digelar banyak didatangi oleh warga yang ingin menimbang dan memeriksakan bayinya, itu artinya kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin tinggi. Di posyandu sendiri selain ada penimbangan bayi dan balita juga ada program imunisasi dan pemberian vitamin juga ada pemberian makanan sehat seperti kacang hijau,”papar Yumarlis.(win)
Kategori
Blog Archive
Jumat, September 04, 2009
Mendagri Tunjuk Bapemas Ikut Tangani Posyandu
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Kesehatan, Layanan Publik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar