Minggu, Juli 26, 2009

Anis Merah Seharga Toyota Alphard Jadi Primadona Lomba

Jemberpost.com-Apa jadinya bila penghobi burung berkicau atau kicau mania ngumpul bareng mengikuti lomba dan pameran tingkat nasional, selain berharap menang dalam lomba, paling tidak obrolan mereka juga seputar burung berkelasBahkan ada burung milik peserta harganya bisa membuat orang awam yang mendengar sedikit kaget dan terheran-heran berdecak kagum, pasalnya harga burung tersebut ada yang mencapai Rp.800 Juta atau seharga mobil Toyota Alphard.

Suasana alun-alun Jember tempat berlangsungnya lomba dan pameran burung berkicau tingkat nasional Minggu tadi siang dalam rangka bupati cup III dan bulan berkunjung ke Jember (BBJ) benar-benar semarak dan dibanjiri penonton, 1500 orang peserta dan ribuan burung dengan sangkar yang ekslusif sengaja dibawa ke Jember oleh para pemiliknya untuk diadu suaranya di depan Juri dengan harapan pulang membawa hadiah uang tunai jutaan rupiah dan piagam serta door prize 1 unit sepeda motor yang telah disediakan oleh panitia lomba dan pameran burung berkicau. Lomba yang dibuka langsung oleh bupati Jember.Ir.H.MZA.Jalal itu diikuti oleh peserta dari Jawa, Madura, Bali, Sumatra, dan Kalimantan, bisa dibayangkan berapa ongkos pesawat yang harus mereka bayar untuk datang ke Jember, namun hal itu bukan salah satu hambatan untuk mengikuti lomba dan pameran burung berkicau itu saat dilangsungkannya BBJ kali ini.

Adalah BNR (Boy and Rusli) sebuah event organizer yang terletak di kota hujan Bogor dirangkul oleh pihak Pemkab Jember untuk menyelenggarakan lomba dan pameran burung berkicau bupati cup III, kerjasama tersebut dikemas dalam 1 paket mulai dari penyelenggaraannya hingga dewan juri.Menurut Kamiludin ketua panitia lomba meski juri ditunjuk oleh BnR namun tetap profesional dalam menjalankan tugasnya selama lomba digelar. Bahkan para juri ini diambil sumpahnya di depan jajaran muspida Pemkab Jember layaknya pengangkatan seorang pejabat sebelum acara dimulai, paling tidak para juri ini bisa bersikap adil dalam menentukan pemenang.”Juri yang ditunjuk oleh BNR bisa bertindak fair play, tidak melihat burung tersebut miliknya siapa,”ujar Kamiludin.

Titik tekan penilaian lomba burung berkicau itu sendiri menurut Kamiludin diantaranya adalah dari segi kwalitas suara, gerakan, dan kecepatan kicau burung yang dilombakan, jadi tidak gampang bagi juri untuk memilih sang juara karena itu dibutuhkan ketelitian, dan kecermatan dalam penilaian. Adapun kelas yang dilombakan antara lain bupati class tiket peserta Rp.200 ribu punglor merah A-B-C hadiah juara I Rp.l5 Juta, VIP class tiket peserta Rp.150 ribu punglor merah, cucak hijau, kacer, dan murai batu hadiah juara I Rp.4 Juta, executive class tiket peserta l30 ribu tledekan, cendet, kenari juara 1 Rp.3 Juta, sejati class tiket peserta Rp.100 ribu punglor merah A-B, cucak hijau A-B, kacer, tledekan, cendet, murai, kenari, P. Kembang juara 1 Rp.2 Juta, favorit class tiket peserta Rp.60 ribu punglor merah, cucak hijau A-B, cendet, kacer, tledekan, murai batu, kenari, love bird, camp lokal juara I Rp.800 ribu, dan master BnR tiket peserta Rp.50 ribu cucak jenggot, colibri, jalak suren,rio-rio, ciblek juara I Rp.2 Juta.


Masing-masing kelas tersebut akan ditentukan juara I hingga juara X sehingga kemungkinan menang bagi peserta cukup terbuka lebar, tak ayal jauh-jauh hari sebelum datang ke Jember para peserta telah menyiapkan lomba mulai dari perawatan burung dan pakan yang diberikan sehingga burung tersebut siap dilombakan.Bahkan salah seorang peserta yakni Herli dari Banjarmasin Kalimantan Selatan yang datang bersama dua orang temannya ke Jember harus sedikit kecewa karena tersandung ketatnya aturan tidak boleh membawa burung dari luar pulau oleh pihak karantina dan bandara Juanda Surabaya, terpaksa Herli harus mencari burung berkicau yang layak lomba di Jember.”jelasnya. Aturan yang ada tidak diperbolehkan membawa burung dari luar pulau, padahal di Banjarmasin saya sudah punya burung andalan yang siap lomba. Jadi selama di Jember muter-muter cari burung, tapi bukan sembarang burung paling tidak yang sudah menang ditingkat lokal dan itu harganya cukup mahal sekitar Rp.10 Juta, “tukas Hirli yang tahun lalu juga ikut kejuaraan yang sama di Jember.
Sementara itu klub burung berkicau “Jalak Bali” yang datang di arena lomba dengan 16 personil tidak pernah absen ikut berpartisipasi dimana ada lomba burung berkicau digelar. Menurut Gunadi Santosa dari “Jalak Bali” mengatakan untuk lomba burung berkicau di Jember hampir seluruh kelas diikuti. “Dari Bali klub ini berangkat hari Jum’at, “Jalak Bali”memang sengaja berangkat 2 hari sebelum pelaksanaan lomba biar burung tidak kecapekan dan stres mengingat jarak tempuh Denpasar cukup lama yakni sekitar 8 jam. “Jalak Bali “ sendiri berharap bisa menang di kelas punglor merah, cucak hijau, dan rio-rio, karena burung yang dibawa oleh “Jalak Bali” adalah burung pilihan,”ungkap Gunadi yang merasa bangga dengan pelaksanaan lomba kali ini ketimbang tahun sebelumnya dan dirinya merasa salut dengan adanya BBJ di Jember.


Dengan diadakannya lomba dan pameran burung berkicau paling tidak bisa menaikan tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya penjual burung dan kicau mania seperti apa yang di sampaikan oleh bupati Jember Ir.H.MZA. Jalal dalam sambutan pembukaan kegiatan tersebut, boleh jadi harga burung berkicau di pasaran seiring dengan maraknya lomba semacam ini akan terus melejit. Boleh jadi apa yang di sampaikan oleh bupati Jember memang ada benarnya dan tidaklah berlebihan, tengok saja Anis merah sejenis punglor merah milik salah seorang peserta dari luar Jember ini harganya mencapai Rp.800 Juta atau seharga mobil mewah Toyota Alphart. “ Saking tingginya harga Anis merah tersebut lantas masuk dalam catatan Musium Rekor Indonesia (MURI), dan ini tentu suatu prestasi luar biasa bagi kalangan kicau mania serta kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya,”imbuh Kamiludin yang juga ketua yayasan BnR.(sal)


Poskan Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna