Rabu, Juni 10, 2009

Alun-alun Tanggul dan Rambipuji Ditata

Jemberpost.com
Usulan perbaikan dan penataan Alun-alun kota Kecamatan Tanggul mendapat respon positif dari Bupati Jember. Penataan itu, dimaksudkan selain mengurangi tingkat kemaksiatan di kawasan tersebut.Juga untuk menggebyarkan Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ). Pasalnya, Tanggul merupakan pintu gerbang masuk ke kota Jember. Demikian pula kota Kecamatan Rambipuji.
Warga Dusun Rowo Tapen Desa Tanggul Wetan mengusulkan soal renovasi dan penataan Alun-alun kota Kecamatan Tanggul. Lantaran, di kawasan tersebut kerapa digunakan oleh muda-mudi untuk berbuat maksiat. Kondisi alun-alun itu mulai kurang representatif, karena di malam hari banyak lampu yang padam.
Kendati di sebagian kawasan alun-alun telah dipasang lampu halogen. Namun, belum juga merubah perwajahan kota kecamatan itu. Apalagi, lapangan yang terletak di jantung kota Kecamatan Tanggul saat ini terlihat semrawut dan kurang tertata.
Tak pelak hal itu mengundang kegelisahan warga Dusun Rowo Tapen. Mereka pun menyampaikan persoalan tersebut pada Bupati Jember, dalam Dialog Solutif Bupati Jember Bedah Potensi Desa yang digelar di Desa Klatakan, Tanggul beberapa waktu lalu.
Menanggapi ihwal itu, Bupati Jember, MZA Djalal, menanggapi positif usulan masyarakat Desa Tanggul Wetan tersebut. Ia menilai, sudah sepatutnya wajah jantung Kecamatan Tanggul dibenahi.
Sebab, Tanggul merupakan pintu gerbang kota Jember. Semua mobilitas masyarakat dari arah barat ketika masuk ke Jember akan melewati kawasan tersebut. “Semua pengunjung dan wisatawan yang datang ke Jember akan melewati Tanggul, makanya Tanggul perlu segera dibenahi,” ujarnya.
Lebih jauh, pihaknya menengarai, Kecamatan Tanggul dan Rambipuji merupakan performen awal kota Jember. Oleh karenanya, jantung kota kedua wilayah itu perlu mendapatkan perhatian sebelum pelaksanaan BBJ 2009 mendatang.
“Sebelum pelaksanaan BBJ, Alun-alun di kota Kecamatan Tanggul dan Rambipuji harus ditata lebih baik lagi. Sehingga pengunjung yang dating ke Jember akan menilai bahwa Jember itu baik terutama pada saat memasuki kedua wilayah ini,” terangnya.
Supaya keindahan nampak, lanjutnya, lampu-lampu harus dipasang. Dengan demikian pada malam hari kesan gebyar sudah tergambar. Segenap tatanan lampu dan pernak-pernik di sepanjang kota kecamatan itu menghiasi sepanjang gerbang masuk ke Kota Jember.
“Lampu-lampu harus dipasang. Kalau perlu sebisa mungkin gebyarnya sama dengan Alun-alun Kota Jember. Jangan sampai dalam pelaksanaan BBJ nanti Alun-alun Kecamatan Tanggul dan Rambipuji belum diberi lampu,” tuturnya.
Untuk itu, Djalal memerintahkan kepada Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya supaya secepat mungkin bertindak guna membenahi wajah Alun-alun kedua kecamatan itu, sebelum digelarnya even akbar tahunan Kabupaten Jember.
Bukan hanya itu, agenda yang perlu segera direalisasikan adalah perbaikan jalan rusak menuju ke tempat-tempat wisata di Kota Tanggul. Dikarenakan, pada saat para wisatawan berkunjung ke Jember selain menikmati keindahan dan gebyarnya kegiatan di jantung kota. Umumnya, wisatawan itu juga acapkali mengunjungi tempat-tempat pariwisata yang tersebar di berbagai wilayah Jember.
“Jalan-jalan yang menuju ke tempat pariwisata semuanya dibangun dengan baik. Sebelum pelaksanaan BBJ jangan ada jalan rusak. Minimal semua jalan itu tidak ada yang berlobang. Dengan demikian, isatawan tidak terganggu atau merasa kurang nyaman,” tandasnya.(sal)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna