Minggu, Maret 15, 2009

Dinsos Garap Eks Narapidana


Jemberpost.com
Setelah pemberdayaan gelandangan dan pengemis (gepeng) dan wanita tuna susila (WTS) dinyatakan rampung oleh Dinas Sosial Kabupaten Jember. Tahun ini, pembinaan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) difokuskan pada eks narapidana. Pembinaan itu dimaksudkan untuk memberikan ketrampilan wirausaha sehingga para mantan napi itu bisa hidup mandiri dan tidak lagi terjerumus pada tidakan kriminalitas.
”Tahun ini rehabilitasi sosial tidak lagi difokuskan pada gepeng dan WTS karena program pembinaan dan pemberdayaan pada 2 kelompok PMKS itu dinyatakan sudah selesai. Ke depan pembinaan gepang dan WTS lebih bersifat monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan kedua golongan itu,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember, Putut Siswo P.
Oleh karena pembinaan pada 2 PMKS itu selesai, katanya, fokus tahun ini diarahkan pada pembinaan dan pemberdayaan mantan narapidana. Ia mengatakan, eks napi itu termasuk dalam 28 PMKS yang selama tahun 2006-2008 belum tersentuh pembinaan.
”Kita akan memfokuskan membina eks napi untuk tahun 2009, selain juga membina Perpenca (Persatuan Penyandang Cacat) Jember,” katanya. Untuk pembinaan terhadap Perpenca, ujarnya, sudah dimulai pada tahun lalu melalui pelatihan-pelatihan berbasis pengembangan bakat secara intensif. Tujuannya selepas pelatihan, para penyandang cacat itu mampu berdikari mengembangkan usahanya.
Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Jember itu, mengatakan, usulan pembinaan dan pemberdayaan eks napi sudah dilayangkan ke Dinas Sosial Propinsi Jatim. Setelah usulan itu disetujui, rencananya tahapan pemberdayaan segera dilakukan.
”Usulan sharing program sudah kita kirim ke Dinsos Propinsi Jatim beberapa waktu lalu, sekarang tinggal menunggu jawaban. Inti usulan itu, kita mencoba membina para eks napi khususnya bagi mereka yang asli Jember. Karena selama 2 tahun terakhir, PMKS ini belum disentuh program apapun,” paparnya.
Guna menjaring para mantan napi untuk dilatih dan diberdayakan itu, lanjutnya, Dinsos melakukan kerjasama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember. Lembaga tersebut merupakan instansi pemerintah yang menaungi para eks narapidana yang ada di Jember. ”Kita akan mengerjasamakan pembinaan eks napi ini dengan Bapas,” tukasnya.
Pihaknya menyatakan, Bapas Jember menanggapi positif sistem pemberdayaan dan pembinaan yang bakal digelar oleh Dinsos Kabupaten Jember tersebut. Lantaran, dengan menggelindingnya program itu berarti para mantan narapidana itu bisa memiliki ketrampilan untuk melakukan usaha yang baik dan tidak kembali ke dunia hitam.
Untuk pembinaan mantan napi yang pertama ini, Dinsos menarget 40 orang yang bakal mengikuti tahapan program rehabilitasi sosial instansi itu. ”Kalau disetujui Propinsi kita akan membina 40 orang eks napi dengan dana dekonsentrasi,” utaranya.
Sistem pembinaan itu, sambungnya, dilakukan sesuai dengan mekanisme yang dilaksanakan pada pembinaan gepeng maupun WTS. Yakni, nantinya akan dibina melalui sistem kelompok usaha bersama (Kube). Tiap kube terdiri atas 5-10 orang. Sehingga kalau terdapat 40 orang mitra binaan, maka akan didapati antara 5-8 Kube. ”Sistem pembinaan yang kita lakukan nantinya dengan membentuk Kube di kalangan mereka, sehingga ke depan para eks napi itu bisa belajar dan berusaha dengan kelompoknya itu,” tengaranya.
Pembinaan, kata Putut, akan ditempatkan di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) sebagai UPT Dinsos guna melakukan pembinaan-pembinaan terhadap para PMKS. ”Pembinaan akan kita lakukan di Liposos dengan bantuan tentor dari Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Propinsi Jatim. Materi pelatihan wirausaha kita sesuaikan dengan bakat dan minat para eks napi itu,” tuturnya.(sal)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna