Jemberpost.com
Guna meringankan beban derita para korban bencana alam, Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Kabupaten Jember memberikan bantuan peralatan dapur. Setidaknya, bantuan tersebut menjadi sarana guna menormalisasi kehidupan masyarakat miskin setelah dilanda bencana alam banjir beberapa waktu lalu.
Kabid Sumber Daya Alam (SDA) dan Teknologi Tepat Guna Bappemas Kabupaten Jember, Tombak Pramudya Rosa, mengatakan, bantuan teknologi tepat guna (TTG) yang diberikan pada para korban bencana alam kali ini berupa seperangkat alat dapur. Lantaran, peralatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, setelah sebelumnya rumah mereka direndam banjir.
Bantuan tersebut, katanya, dikonsentrasikan di beberapa desa yang terletak di Jember Selatan, yakni Desa Paseban, Kraton dan Kepanjen. Sedangkan Desa Panti merupakan satu-satunya desa di Jember Utara yang mendapatkan bantuan alat serupa. “Bantuan alat dapur ini dikonsentrasikan di daerah-daerah yang terkena bencana banjir beberapa waktu lalu,” tengaranya.
Ia mengatakan, TTG berupa alat dapur di desa-desa itu merupakan kebutuhan mendesak yang perlu dimiliki masyarakat. Karena, untuk bisa bertahan hidup paska banjir setidaknya peralatan itu menjadi kebutuhan yang cukup vital. Dengan begitu, kehidupannya bisa kembali normal seperti sedia kala.
“Alasan kami memberikan alat dapur, karena beberapa waktu lalu banyak dari kalangan masyarakat di desa-desa itu yang membutuhkan alat dapur. Sehingga kami melihat bantuan alat dapur itu merupakan kebutuhan mendesak mereka saat ini,” terangnya.
Bantuan tersebut, ungkapnya, berupa kompor minyak tanah, elpiji dan peralatan dapur mulai dari panci sampai dengan wajan. “Memang, kali ini bantuan kita konsentrasikan di Desa Paseban, Kraton, Kepanjen dan Panti. Sedangkan korban banjir di Desa Silo dan sekitarnya tidak kita prioritaskan karena sudah mendapatkan bantuan dari SKPD lainnya,” jelasnya.
Pihaknya mengatakan, sebelum menggelontorkan bantuannya. Bappemas melakukan koordinasi dan meminta rekomendasi dari kepala desa dan camat setempat. “Mengenai kepada siapa saja yang akan kita bantu, kita minta rekomendasi pada kepala desa dan camat setempat terlebih dahulu,” tuturnya.
Tombak menyatakan, bantuan yang diberikan bukan atas nama perorangan, tapi bantuan diberikan pada kelompok masyarakat (pokmas). Tiap kelompok, ujarnya, terdiri atas 5 orang. “Bantuan ini kita berikan pada kelompok-kelompok masyarakat, bukan pada perseorangan,” imbunya.
“Bantuan ini harus digunakan dan tidak boleh dijual. Kalau ketahuan masyarakat menjualnya, ke depannya tidak akan kita beri lagi sebagai bentuk sanksi. Karena tujuan kita memberi TTG semata-mata merupakan hibah yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” paparnya.
Soal kepastian jumlah peralatan dapur, katanya, disesuaikan dengan kelompok yang bakal dibantu. “Mengenai jumlah kelompoknya, kurang lebih antara 15-20 kelompok. Itupun masih akan kita inventarisir lagi kelompok mana saja yang dapat, karena prioritas bantuan ini untuk masyarakat miskin,” tegasnya.(sal)
Kategori
Blog Archive
Sabtu, Maret 14, 2009
Bappemas Gelontor Bantuan Peralatan Dapur
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Layanan Publik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar