Jemberpost.com,
Kendatipun pada Januari 2009 permintaan pupuk petani Jember dipenuhi dengan pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), namun realisasi pupuk bersubsidi belum bisasepenuhnya memenuhi jumlah kebutuhan para petani. Oleh karena itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan (Disperta) Jember menekankan petani agar menggunakan pupuk pendamping berupa pupuk organik guna melengkapi kekurangan tersebut.
Menurut Kepala Disperta Kabupaten Jember, Ir Hari Widjajadi MM kepada jemberpost.com mengatakan, akumulasi RDKK petani Jember selama setahun yang tersebar di 31 kecamatan untuk jenis pupuk urea sebesar 121.383 ton. Jumlah tersebut khusus sub sektor tanaman pangan dan hortikultura. “Jumlah RDKK inilah yang diajukan oleh para petani beberapa waktu lalu, ”katanya.
Setelah diajukan pada pihak distributor hingga ke tingkat produsen, ternyata alokasi pupuk tahun ini tak berbeda jauh dengan angka tahun lalu. SK Gubernur Jatim, menyatakan alokasi pupuk bersubsidi Jember tahun 2009 sebesar 85.472 ton untuk sub sektor tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan dan peternakan.
Sementara tahun lalu alokasi pupuk bersubsidi sebesar 84.782, selanjutnya mendapat tambahan alokasi di akhir tahun sebesar 5.750 ton. Itu berarti, selisih alokasi pupuk bersubsidi tahun ini hanya sebesar 0,8 persen atau 690 ton dibanding tahun lalu. “Memang alokasi pupuk bersubsidi tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tapi kita perlu berupaya untuk mencari jalan keluarnya, sehingga produktivitas pertanian Jember tetap stabil dan ada hasil yang cukup signifikan, ”ungkapnya.
Dengan melihat pengalokasian pupuk bersubsidi yang cukup terbatas itu, pihaknya, mengharapkan petani perlu memahami bahwa sebesar itulah kemampuan optimal pemerintah untuk mensuplai pupuk bersubsidi ke kabupaten Jember. “Petani harus tahu, pupuk bersubsidi yang bisa dialokasikan ya baru sebatas itu, ”katanya.
Apalagi bila diurai lagi, ternyata alokasi utuh untuk sub sektor tanaman pangan dan hortikultura untuk tahun ini saja hanya sebesar 77.912 ton dalam setahun. “Padahal jumlah kebutuhan pupuk yang setidaknya sejumlah lebih dari 121 ribu ton, “ujarnya.
Sementara itu belum sesuainya antara tuntutan RDKK dan alokasi pupuk bersubsidi bukan berarti menjadi penghalang bagi realisasi target hasil pertanian Jember, khususnya untuk tanaman pangan. Pasalnya, petani masih bisa memanfaatkan pupuk organik sebagai pendamping pupuk an organik. “Kalau memang pupuk bersubsidinya dinilai kurang, petani bisa menggunakan pupuk an organik, selama proses tanam dan perkembangan tanaman, ”terangnya.
Lebih-lebih, selain di Jember telah tersedia pabrik pupuk organik yang siap distribusi, sebagian besar kelompok tani pun sudah memiliki kemampuan untuk membuat pupuk alami itu. “Saya kira kedepan tidak terlalu banyak persoalan, karena para petani kita sudah banyak yang membuat pupuk organik padat dan cair. Dan soal bahan bakunya, mereka mudah sekali mendapatkannya dan itu banyak tersebar di lingkungannya, ”tandasnya.
Hari dan jajarannya akan melakukan pembinaan dan pelatihan secara lebih intensif kepada para petani melalui Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) yang tersebar di seluruh desa mengenai pentingnya pupuk organik, serta cara pembuatannya.
Hari mengatakan, langkah tersebut merupakan langkah yang penting guna mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi, sekaligus upaya guna membangun kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan pupuknya.(sal)
Kategori
Blog Archive
Rabu, Januari 14, 2009
Alokasi Pupuk Bersubsidi 2009 Tak Banyak Berubah
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Ekonomi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar