Jemberpost.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember Mochammad Thamrin siap diberhentikan, sebagaimana tuntutan Serikat Buruh Migran Indonesia.
"Jangankan dipecat, kalau salah, saya dibunuh tidak apa-apa. Tapi apa saya tidak berhak meminta agar SBMI dibubarkan, kalau dia tidak benar bekerja? Kalau dia menuntut saya dipecat, apa SBMI malaikat yang benar," kata Thamrin.
Thamrin menghormati siapapun yang menuntut dirinya untuk mundur atau dicopot dari jabatan kepala dinas. Ia sendiri merasa sudah bekerja dengan baik.
"Semua laporan tanpa satu pun terlewatkan sudah ditangani. Buktinya ada di kantor. Tapi saya tidak punya hak lapor ke SBMI. SBMI itu apa? Laporan tentu saya berikan kepada atasan saya," kata Thamrin.
Thamrin meminta agar SBMI melakukan introspeksi. Selama ini, SBMI acap kali prematur dalam mempublikasikan kasus. "Semua pihak ditembusi. Hanya Tuhan Yang Maha Esa saja yang tidak ditembusi," sindirnya.
Repotnya, saat perkara sudah tertangani atau ada kesalahan yang dilakukan SBMI sendiri, tidak ada surat klarifikasi. Tanpa da klarifikasi, publik tidak tahu kelanjutan kasus yang sudah terlanjur dipublikasikan SBMI.
Mengenai tuduhan sulitnya SBMI menemui dirinya sebagai Kepala Disnakertrans Jember, Thamrin mengatakan, dirinya punya kaki. "Apa setiap permasalahan harus langsung menemui presiden?" katanya. [bj]
Kategori
Blog Archive
Senin, Mei 04, 2009
Kadisnakertrans Jember: Bubarkan SBMI….
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Selidik Kasus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar