Senin, Maret 30, 2009

Perhutani Berikan Dana Sharing 7 LMDH

Jemberpost.com
Bagi hasil hutan diberikan kepada masyarakat yang berdomisili di pinggiran hutan, karena partisipasinya dalam merawat sekaligus menjaga hutan dari pembalakan liar. Hasil pemberdayaan itu berupa dana sharing dari penjualan hasil hutan oleh Perum Perhutani JemberDengan begitu, diharapkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan mampu meningkat melalui program Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang terus digulirkan itu.
Konsep pemberdayaan yang dikembangkan pada masyarakat yang desa hutan itu berkembang relatif maju, dan membuahkan hasil yang cukup signifikan bagi reboisasi hutan-hutan gundul. Pasalnya, penduduk sekitar hutan turut menjaga keberhasilan proses reboisasi yang dilakukan oleh Perum Perhutani, Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Jember.
Salah satu yang dikembangkan pemerintah guna mengoptimalkan masayrakat dalam kelestarian hutan adalah melalui LMDH. Sampai dengan saat ini di Jember jumlah lembaga tersebut sebanyak 49 lembaga dengan anggota aktif sejumlah 16.145 orang. Itu berarti partisipasi masyarakat Jember cukup besar dalam menjaga keseimbangan populasi hutan Jember.
Setelah beberapa tahun berjalan, kerjasama antara masyarakat desa hutan dan Perum Perhutani pun membuahkan hasil yang bisa dinikmati bersama oleh ribuan orang tersebut. Selain masyarakat desa hutan bisa menikmati nilai ekonomi hutan, hasil kerjasama tersebut berbuah reward (penghargaan) berupa dana sharing yang diberikan oleh Perum Perhutani.
Setidaknya, kebanggaan anggota LMDH merekah ketika Bupati Jember dan ADM Perhutani memberikan penghargaan secara langsung pada 7 LMDH sebagai perwakilan dari 16 lembaga lainnya, yang berhasil mengawal penghijauan di sejumlah kawasan hutan Jember. Puluhan LMDH itu, mendapatkan 2 persen dana sharing dari hasil total penjualan kayu dan getah pohon pinus.
Dana sharing (bagi hasil) yang diberikan pada warga pinggiran hutan yang berpartisipasi aktif menjaga hijaunya hutan sekaligus mencegah penjarahan hutan itu berupa uang tunai. Dana bagi hasil yang diberikan pada masyarakat dari hasil penjualan kayu dan getah pinus oleh Perum Perhutani mencapai Rp 248.939.188. Dana tersebut diberikan secara berimbang pada 16 LMDH.
Ketujuh LMDH yang menerima dana sharing secara simbolis dari Bupati Jember dan ADM Perhutani itu, rincinya LMDH Warna Asri Desa Sumber Salak Kecamatan Ledokombo, Mitra Usaha Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan., Arta Wana Mulya Desa Sidomulyo Kecamatan Silo, Manggar Sejahtera Desa Karang Anyar Kecamatan Ambulu, Wana Asri Desa Gunung Malang, Lereng Raung Desa Rowosari, Wana Abadi Desa Jambe Arum Sumberjambe.
Sementara itu, desa-desa yang mendapat sharing getah pinus sejumlah 8 desa. Diantaranya, Desa Karang Bayat, Sidomulyo, Sumber Jati, Sumber Salak, Slateng, Gunung Malang, Rowosari dan Jambe Arum. Sedangkan bagi hasil penjualan kayu diberikan pada Desa Sabrang, Sidodadi, Sumber Rejo, Andongsari, Glundengan, Tanjung Rejo, Karang Anyar, dan Lojejer.
Menurut Bupati Jember, MZA Djalal, dana sharing yang diterima masayrakat merupakan hasil dari kerjasama yang baik masyarakat Jember guna menjaga kelestarian hutan dan mencegahnya dari pembalakan liar. ”ADM Perhutani sudah memberikan hasilnya, walaupun sedikit kita terima. Itu adalah hasil dari kerjasama bersama masyarakat selama ini,” ungkapnya.
Ia mengatakan, beberapa tahun terakhir hasil penghijauan yang dilakukan bersama masayrakat sudah mulai menampakkan hasil. Terlebih bagi menghijaunya kembali hutan-hutan Jember. ”Saya keliling ke beberapa gunung, alhamdulillah reboisasi yang dilaksanakan oleh masyarakat sudah mulai tumbuh. Ini adalah sebagai bukti bahwa masyarakat sudah mulai sadar tentang pentingnya hutan bagi kehidupan kita,” tuturnya.
Djalal mengatakan, jika penghijauan dan pelestarian hutan Jember yang memiliki luasan sebesar 76 ribu hektar dilakukan secara optimal, tentunya hasilnya bisa dinikmati oleh masayrakat itu sendiri. ”Bayangkan ketika kita memenej dengan baik semua hutan itu, tentunya hasilnya akan kembali pada masyarakat sendiri,” tandasnya.(mc-humas/jbr)


Poskan Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna