Selasa, Maret 17, 2009

Musrenbang 2010 Optimalkan Pembangunan

Jemberpost.com,
Sektor pembangunan pada beberapa bidang kehidupan memang perlu ditingkatkan lebih optimal, terutama oleh jajaran Pemerintahan yang ada dibawahSehingga, perlu adanya kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Bupati Jember, MZA Djalal, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) Tahun 2010, di Aula PB. Sudirman. Acara Musrenbang itu dihadiri oleh Muspida, Camat Se-Kab. Jember, dan juga para Kepala SKPD di lingkup Pemkab Jember. Tak ketingglan juga, Perwakilan dari Kepala Bappekab Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut, Perwakilan Kepala Bappekab Jatim menyatakan, Musrenbang merupakan perumusan dan pengembangan pembangunan di daerah dan hendaknya dapat menjadi perwujudan dari visi dan misi Gubernur Jawa Timur terpilih.
Ia menegaskan, Jember merupakan wilayah kabupaten yang mempunyai potensi besar di bidang petanian. Ini terlihat dari data bahwa tahun 2006-2007 hampir ± 41,6 %. “Ini merupakan sektor yang bisa diandalkan oleh Kabupaten Jember untuk mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Propinsi”, katanya.
Di tempat yang sama, saat memberi sambutan, Bupati Djalal mengharapkan dengan diadakannya musyawarah ini, dapat menjadi tempat pemecahan dari masalah-masalah pembangunan yang belum terlaksana atau mungkin yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu, Djalal menginginkan jajarannya di wilayah, baik kecamatan maupun di kelurahan/desa agar lebih maksimal dalam menyerap segala aspirasi masyarakat, sehingga segala kebutuhan dari masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah bisa dipenuhi dengan baik.
Bupati menyampaikan, agar Murenbang tahun 2010 nanti juga difokuskan pada pembangunan SDM. “Jangan hanya terfokuskan pada pembangunan proyek-proyek yang berbentuk fisik saja, tapi juga perlu peningkatan kualitas SDM sebagai subyek pembangunan”, tegasnya.
Peningkatan SDM itu, kata Djalal, misalnya dengan melakukan pembinaan pada para petani perkebunan. Hal ini karena Jember merupakan sebuah kabupaten yang terkenal akan perkebunannya terutama kopi dan kakao. Namun demikian, sector perkebunan masih tertinggal jauh dari sector-sektor lainnya, khususnya sektor petanian.
Menurut Djalal, pada akhir tahun 2005 produksi pertanian Kabupaten Jember hanya 700.000 ton, akan tetapi pada awal tahun 2007 produksi pertanian meningkat hampir 5 % , yaitu 800.000 ton. “Ini menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan di bidang pertanian”, tandasnya. Di Jember juga masih terdapat sekitar ± 400.000 Ha areal pertanian. “Oleh karena itu, Kabupaten Jember merupakan wilayah yang paling luas areal persawahannya diantara kabupaten lain di Jawa Timur”, tegas Djalal.
Selain sektor pertanian dan perkebunan, pembangunan sektor sarana dan prasarana pedesaan juga menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Dalam jangka waktu 3 tahun, seluruh jalan-jalan desa sudah hampir 80 % teraspal, disamping sudah terpasang PJU-PJU di tiap-tiap sudut desa. Untuk Invenstasi (penanaman modal) di Kabupaten Jember meningkat 20 % pada tahun 2007 lalu.
Melihat kenyataan ini, Djalal berpesan bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama, yaitu antara masyarakat dan pemerintah. “Diharapkan melalui Musrenbang ini, ada masukan-masukan dari bawah (masyarakat) untuk dijadikan bahan sebagai pertimbangan-pertimbangan pengembangan wilayah”, tukas Bupati. Selain itu, imbuhnya, dengan digelarnya Musrenbang ini, pembangunan di segala sektor bisa diwujudkan dalam rangka menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri. (sal)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna