.jpg)
Jemberpost.com,
Ikut aktif dalam perbaikan kualitas kesehatan masyarakat memang tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun juga merupakan tanggung jawab setiap anggota masyarakat. Sebab, selain bidang kesehatan merupakansalah satu prioritas pembangunan Pemkab Jember, dengan terpenuhinya aspek kesehatan berarti telah memperkuat kualitas SDM pelaku pembangunan itu sendiri.
Berawal dari hal tersebut, rupanya ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, red) Wilayah IV Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Jember ingin mewujudkan partisipasinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Jember.
Menurut Ketua ISMKI Universitas Jember, Arindi Siti Choiryah, kegiatan yang akan dilakukan bersama anggota ISMKI yang lain berupa bakti sosial. Kegiatan bakti sosial itu meliputi, pengobatan gratis, khitanan missal dan penyuluhan kesehatan. Kegiatan yang bakti sosial itu dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 Maret lalu yang diselenggarakan di Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo.
Lebih lanjut mahasiswi Fakultas Kedokteran Unej semester 6 itu menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peranan penting kesehatan dalam pembangunan dan juga untuk membina kesadaran dan kepedulian Indonesia Sehat 2010. “Selain itu, bakti sosial ini juga sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat”, cetusnya ketika bertandang di Kantor Bagian Humas Pemkab Jember Selasa (10/03).
Arindi yang pada kesempatan itu ditemani oleh ketiga anggotanya mengungkapkan, dipilihnya Dusun Bandealit sebagai daerah sasaran bakti sosial karena menurut data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, wilayah ini merupakan salah satu dari 3 desa yang belum sepenuhnya tersentuh oleh bidang kesehatan.
Kegiatan bakti sosial yang diikuti oleh 76 mahasiswa Unej dan juga mahasiswa dari 14 Universitas lain di wilayah Indonesia bagian timur itu juga turut didukung oleh pihak Puskesmas setempat, yaitu di Puskesmas Curah Nongko dan dari RSUD Dr. Soebandi. “14 Universitas itu masing – masing mengirimkan delegasi sebanyak 2 orang untuk ikut membantu kegiatan bakti sosial ini”, tegas gadis asli Surabaya ini.
Mengenai jumlah peserta bakti sosial, Arindi mengatakan, pengobatan gratis ini akan diikuti oleh sekitar 200 orang dari masyarakat desa setempat dan untuk peserta khitanan massalnya kemarin dibatasi sebanyak 50 orang.
Dengan diselenggarakannya kegiatan bakti sosial ini, Arindi dan juga teman - temannya berharap dapat memberikan arti pentingnya kesehatan dalam kehidupan sehari – hari. “Kami berharap, meski dengan segala keterbatasan yang ada, namun aspek kesehatan merupakan kebutuhan utama yang juga harus dipenuhi selain kebutuhan primer lainnya seperti ungkapan yang mengatakan health is not everything, but without health everything is nothing (kesehatan bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya bukan apa – apa, red)”, pungkasnya.
Sementara itu menurut Kabag Humas Pemkab Jember, Agoes Slameto melihat upaya dari kalangan mashasiswa kedokteran Unej merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kuat untuk membantu masyarakat Jember. “Itu wujud dari kaula muda dari mahasiswa kedokteran Unej untuk peduli membantu saudara kita yang jauh dari kota,”tandasnya.
Meski harus jauh dari pusat kota sekitar puluhan kilometer, para mahasiswa masih mau melakukan praktek secara khusus kepada masyarakat miskin, perkebunan dan nelayan. “itu patut diajungi jempol, para mahasiswa yang masih mau jauh-jauh melakukan kepedulian pelayanan kesehatan di daerah terpencil,”pungkasnya.
Berharap dengan adanya baksos dari mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Jember. “Ada pioner-pioner lainnya seperti yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran dari Unej ini,”ujarnya. (sal)
Kategori
Blog Archive
Selasa, Maret 17, 2009
Mahasiswa Baksos Sunatan Massal
Diposting oleh Team Redaksi
Label: Berita Umum, Kesehatan, Layanan Publik, Pendidikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posting Komentar