Rabu, Februari 11, 2009

Ditampar Guru,Lapor Polisi

Jemberpost.com
Begitu mendapat laporan dari anak angkatnya Zul(15 th), Indah segera menyusul ke sekolahnya di SMKN 4 Jember Kedatangan Indah, disekolah yang berada persis berhimpitan dengan kantor Pemkab Jember itu, pengajar setempat kagetBegitu sampai ditempat belajarnya Zul, tak banyak ngomong lalu sisiwi kelas I AP 2 ini langsung dimintakan ijin dibawa pulang.
Begitu meninggalkan sekolah, ditengah perjalanan Zul mengeluhkan atas perlakuan kasar gurunya. Zul mengaku telah ditampar pipinya hingga merah oleh gurunya. Dari keluhan Zul tersebut Indah langsung mendatangi Polsek Patrang.
Di Polsek Patrang, Zul membeberkan tindakan perlakuan kasar gurunya. ”Pipi kiri saya ditampar oleh Pak HR. Bukan sekali saja pipi ini ditampar, tapi lebih dari satu kali. Seiring itu, Pak guru bilang ‘gara gara kamu ini jadi begini’( kesurupan), ”ujar Zul menirukan ucapan gurunya tersebut.
Memang, dalam pernyataan gurunya itu terkesan bahwa sumber kesurupan dari Zul. Karena itu, Zul menjadi pelampiasan emosional guru tersebut. ”Saya ini tidak tahu apa apa. Adanya anak yang kesurupan, masak saya yang dituding sebagai biang keladinya, ”paparnya.
“Sebelah sini yang ditampar. Ya, sakit kalau diperlakukan seperti itu. Saya sendiri tidak ada persiapan apa apa langsung plas, ”ujarnya.
Atas perlakuan kasar gurunya itu, Indah ibu angkat Zul tidak menerimakan perbuatan gurunya tersebut. Orangtuanya Zul memilih menyelesaikan permasalahan itu dengan melapor ke polisi. ”Awalnya saya melapor ke Polsek Kaliwates. Tapi di Polsek Kaliwates di sarankan lapor ke Patrang, ”tandas Indah.
Bahkan, setelah mengadu ke Polsek Patrang, Zul disarankan untuk divisum. Didampingi anggota Polsek Patrang, Zul dan ibunya meluncur ke Puskesmas Patrang. Satu jam kemudian, Zul dan ibunya tiba di Polsek Patrang. ”Ya, seperti sampean lihat sendiri bagaimana kondisi fisik korban, ”kata AKP Mustamo, SH Kapolsek Patrang.
Ditegaskan Kapolsek bahwa pihaknya tengah mempelajari laporan tersebut. ”Kita lakukan pemeriksaan dulu saksi saksi dan keteragan lainnya. Yang penting saksi saksi sudah lengkap, baru mengarah ke yang lain, ”paparnya.
“Sekarang belum bisa dong menyimpulkan siapa tersangkanya. Karena, laporan tengah ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi saksi. Kita lihat saja nanti bagaimana hasil pemeriksaannya, ”imbuhnya.
Informasi menyebutkan, bukan sekali saja, siswa SMKN 4 Jember mengalami kesurupan. Namun, sejauh ini tak sampai mencuat diluar. Kadang, waktu belajar tengah berlangsung, mendadak ada siswa yang menjerit jerit. Sehingga, kondisi itu membuat kepanikan ruang kelas tersebut. (sal)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna