Selasa, Februari 03, 2009

Bupati Djalal Tinjau Banjir Di Kencong


Jemberpost.com,
Pemerintah Kabupaten Jember merasa sangat prihatin atas musibah banjir yang dialami warga masyarakat di desa Kraton dan Desa Paseban Kecamatan Kencong akibat jebolnya tangkis sungai di Desa Kraton tersebut.Keprihatinan tersebut mendorong Bupati Jember MZA Djalal, terjun langsung menyaksikan kondisi masyarakat di 2 desa itu. Dan setelah seharian berkeliling bersama para SKPD langsung memerintahkan kepada Satlak Kabupaten Jember yang dipimpin oleh Wakil Bupati Kusen Andalas untuk mendirikan posko-posko yang dekat dengan lokasi terjadinya banjir. Lokasi tersebut diantaranya di Balai Desa Kraton dan Balai Desa Paseban yang memang terjadi banjir cukup parah.
Seperti di desa Kraton posko tersebut dilengkapi dengan dapur umum untuk membantu agar masyarakat yang sementara mengungsi di Balai Desa Kraton tidak sampai kelaparan dan kekurangan pangan, selain itu juga dilengkapi dengan posko kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember yang ditambah dengan mobil pelayanan kesehatan keliling. “Pokoknya masyarakat jangan ada yang kelaparan akibat rumah mereka tidak bisa digunakan untuk memasak, maka dapur umum ini nantinya yang akan mensuplai kebutuhan makan tersebut, “jelas Djalal di Desa Kraton .
Tidak itu saja, Bupati Jember MZA Djalal juga berharap Satlak Kabupaten Jember untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selain makan, tempat tidur, mandi dan tempat ibadah juga harus disediakan. “Masayrakat korban banjir ini jangan sampai terlantar dan ini untuk sementara menjadi tanggung jawab Satlak Kabupaten Jember yang bekerjasama dengan instansi terkait, “pintanya.
Untuk itu agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan baik, Djalal juga minta Satlak Kabupaten Jember sementara tetap berada di lokasi terjadinya banjir tersebut. “Hal itu untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat warga pengungsi, “harapnya.
Namun yang terpenting, masih menurut Djalal bagaimana agar kondisi masyarakat tetap kondusif dan memahami benar, bahwa bencana ini adalah musibah yang harus diterima dengan ikhlas dan menjadikan pelajaran yang bermanfaat bagi kita semua. “Pemkab akan tetap berusaha dengan melibatkan unsur TNI-Polri, pamong praja, karang taruna, PMI, Tagana dan tenaga medis membantu semaksimal mungkin kepada para korban banjir tersebut, “ujarnya.
Dan kepada para SKPD Se-Kabupaten Jember Bupati Djalal minta harus terjun langsung ke lokasi bencana banjir, tentunya sesuai dengan tugasnya masing-masing. “Seperti mendirikan posko-posko untuk mendorong jiwa dan semangat masyarakat yang terkenan bencana terutama mereka yang berada dilokasi pengungsian, “katanya.
Selain bencana banjir menyulitkan masyarakat untuk keluar rumah akibat air yang hingga dada orang dewasa, juga menyebabkan anak sekolah tidak bisa mengikuti pelajaran seperti biasa, untuk itu minta kepada jajaran dinas pendidikan untuk mengaktifkan kembali proses belajar mengajar, meski dilakukan dirumah-eumah penduduk atau tempat-tempat lapang yang tidak terkena banjir. “Agar anak-anak tidak sampai tertinggal jauh pelajarannya, segera para guru dengan melakukan berbagai upaya melaksanakan proses belajar mengajar, “terangnya.
Perlu juga disadari bahwa jebolnya tangkis sungai di Desa Kraton di wilayah Kecamatan Kencong sebagai salah satu penyebab utama terjadinya banjir akibat luapan sungai tersebut. Pernyataan tersebut diungkapkan Bupati Jember MZA Djalal saat mengunjungi kawasan banjir di Desa Kraton dan Desa Paseban, kemarin. “Karena tangkis tersebut tidak kuat menahan debet air, sehingga memicu terjadi banjir saat ini, ”terangnya kepada para wartawan kemarin.
Berdasarkan hasil peninjauan langsung bersama jajaran Dinas terkait dan analisis dilapangan tersebut, ujar Djalal, pembangunan kembali tangkis yang jebol tersebut tidak bisa ditunda lagi dan harus segera dibangun tanpa harus menunggu air tersebut surut. “Untuk mengatasi masalah itu rencananya tangkis yang jebol akan ditutup dengan menggunakan bronjong dan secepatnya dikerjakan paling lama satu minggu sudah harus kelar, “ujarnya dengan menggambar rencana penutupan tangkis tersebut.
Menurut Imam, salah satu warga Kraton mengatakan jebolnya tangkis tersebut karena selain airnya juga besar salah satunya disebabkan kurang lebarnya tanggul sungai tersebut.”untuk itu pemerintah harus memperbesar tangkis, agar bila hujan besar utamanya dari atas tangkis tersebut dapat menahan besarnya debet airnya, “pintanya. (sal)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna