Rabu, Januari 07, 2009

Turun Gelanggang, Langsung Sabet Juara

Jemberpost.com
Bila bakat yang kuat bagi seseorang dan diselingi dengan berlatih tentunya dapat mewujudkan prestasi yang membanggakan orang tua, keluarga dan bahkan masyarakat Jember seperti yang dirintis oleh Andry Tri Nugroho Wahana (15) di gelanggang motor cros dan road race regional.Betapa tidak, bisa diacungi jempol ketika saat itu pada tahun 2005 anak yang masih duduk di kelas 6 sekolah dasar Al Furqon sudah bisa menunjukkan prestasi membanggakan banyak orang dengan menyabet juara I pada lomba motor cros lokal di Kecamatan Kecong.
Pemikiran sederhana yang ada dibenak dirinya ikutan motor cros, karena diarena itulah dirinya bisa menyalurkan hobi sejak kecil yang ia idamkan. “Dari pada kebut-kebutan di jalanan lebih baik saya ikut di arena resmi, apalagi oleh Pemkab Jember direncanakan telah disediakan arenanya,”ungkap Andry.
Turun diklas cros mini trail di lomba beberapa waktu yang lalu, diakui oleh pihaknya dirinya tidak bisa begitu saja, namun berawal diajari oleh kedua kakaknya yang terlebih dahulu mengikuti lomba yang sama. “Kalau tidak ada dukungan dari orang tua dan kakak mungkin saya tidak bisa meraih prestasi sebaik ini,”ujarnya dengan nada merendah.
Berawal dari melihat kebiasaan yang dilakukan oleh kakaknya yang menyukai hobi motor cros dan ketika itu diberi kesempatan berlatih, Andry kecil mencoba dan berlatih sebanyak 3 kali. Selanjutnya putra Bapak Drs Agoes Slameto, MSi memberanikan diri mengikuti lomba pertama kalinya.
Lebih lanjut yang mengesankan menurut putra ketiga Kepala Infokom Jember ini, mesih hanya latihan 3 kali namun dirinya bisa menoreh namanya bagi kalangan motor cros pemula. “Biasanya bagi tuan rumah, apalagi pemula yang pertama kali ikut kejuaraan motor cros sangat sulit raih juara, allhamdulilah kami bisa menghapus mitos itu,”kenangnya.
Kesan lain dalam mengikuti 4 kali kejuaraan motor cros tidak saja meraih banyak piala yang bisa diboyong di rumah Jalan Semangka 1 Jember, namun ada kesan lebih dari itu. “Saya mengikuti motor cros meski patah tulang di pergelangan tangan namun saat itu masih bisa berhasil meraih juara IV,”akunya.
Sebagai croser muda menyadari posisi orang tua sebagai PNS di lingkungan Pemkab Jember sehingga dirinya harus bergabung dengan tim dari Mas Ary Bogasari. “Dari team itu yang melengkapi perlengkapan balap dan akomodasi baik di motor cros maupun road reace,”jelasnya.
Kepada jemberpost.com mengatakan bahwa Bergesernya hobi Andry dari motor cros ke road reace dipicu secara teknis biasanya ketahanan fisik pembalap croser banyak teruji sehingga kalau turun di arena road reace akan lebih tahan. “Saat sekarang saya masih turun kedua-duanya,”imbuhnya.
Menduanya hobi yang ditekuni pembalap muda Jember ini ternyata sangat kuat untuk menoreh prestasi bagi dirinnya, keluarga dan masyarakat Jember. Karena sejak dilatih road reace oleh kakaknya tahun 2008 berhasil naik dipodium juara. “Ikut pertama kalinya dibalapan road reace berhasilnya menjuarai III dan IV dengan menyisihkan pembalap lain dari Jember, Lumajang, Banyuwangi, Malang dan Madura,”paparnya.
Selama mengikuti road race sebanyak 7 kali di berbagai medan mulai di Jember, Lumajang, Banyuwangi sampai Malang diakui lawan yang turun digelanggang balapan diarena jalan datar semuanya berat. “Karena tidak saja secara teknik balap yang harus dipunyai oleh pembalap tapi strategi team sangat diperlukan,”pungkas Andry.
Croser dan pembalap muda Jember yang sekarang telah duduk di kelas III SMP 1 Jember meski memiliki hobi keberanian dan resiko tinggi namun dirinya masih mencita-citakan dokter sejak kecil. “Sambil belajar hobi balapan jalan terus agar cita-cita kami sebagai dokter bisa diraihnya, mudah-mudahan semua pihak termasuk lingkungan sekolah mendukungkungnya,”cetusnya sembari mohon do’anya.(sal)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna