Kamis, Januari 15, 2009

Bappemas Tingkatkan Bantuan Stimulan Pasar Desa 2009

Jemberpost.com,
Peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat desa bakal digenjot lagi tahun ini. Salah satunya lewat bantuan stimulan pasar desa, guna merehabilitasi los-los pasar tempat para penjual menggelar dagangannya. Stimulasi tersebut bertujuan supaya perputaran modal di kawasan pedesaan kian membesar, seiring terjadinya penambahan jumlah pedagang dan pembeli.
Kabid Pengembangan Perekonomian Masyarakat Bappemas Kabupaten Jember, Mukhair Djauhari, mengatakan, jumlah dana stimulan pasar desa tahun 2009 akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Dana stimulan pasar desa tahun ini ditambah, karena program ini dinilai berhasil membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Terutama sebagai tempat penjualan hasil bumi warga sekitar dengan para pedagang, sekaligus menjadi media perputaran modal bagi desa yang berjauhan dengan pasar kecamatan dan kota,” ujarnya.
Bila tahun sebelumnya, 20 pasar desa masing-masing mendapat dana stimulan untuk rehabilitasi los pedagang sebesar Rp 27,5 juta. Tahun ini, bantuan itu ditingkatkan lagi menjadi Rp 30 juta per pasarnya. “Setiap tahun dana bantuan selalu meningkat,” katanya.
Pada tahun 2006, 12 pasar desa tradisional dijatah masing-masing Rp 21 juta, lalu tahun 2007 nilainya ditambah menjadi Rp 25 juta untuk 6 pasar. “Dana-dana itu murni dikelola oleh masyarakat sebagai dana pembangunan pasar desa. Pasar-pasar yang menjadi sasaran selalu berbeda tiap tahunnya,” jelasnya.
Lebih jauh, pihaknya mengatakan, syarat pasar yang mendapatkan bantuan tersebut diantaranya sudah ada embrionya, yakni sebagai tempat masyarakat menjual hasil bumi serta mencari berbagai kebutuhan pokok sehari-hari. “Pasar tipe pasar ini biasa disebut masyarakat setempat sebagai pasar krempyeng, umumnya menjual berbagai macam komoditas pertanian dan bahan makanan pokok yang diperlukan masyarakat desa,” tuturnya.
Guna menentukan lokasi pasar yang layak menerima bantuan, katanya, Bappemas melakukan survei di lapangan terlebih dahulu. Kemudian memastikan bahwa pasar tersebut berada di atas tanah kas desa. “Pasar yang menjadi sasaran adalah pasar yang memang sebelumnya sudah cukup ramai, dan menjadi jujukan masyarakat mencari barang,” terangnya.
Meski begitu, dana stimulan itu hanya berfungsi sebagai perangsang. Untuk berikutnya, masyarakat diharapkan bisa mengembangkannya dengan dana swadaya. “Kita tidak membantu dalam bentuk modal, tapi dalam bentuk fisik karena selama ini pasar desa umumnya tidak terurus dan kurang standar kelayakan pasar,” tengaranya.
Setelah program tersebut berjalan beberapa tahun, kata Mukhair, kini mulai nampak hasilnya. Setidaknya ada 2 pasar yang meningkat asetnya melebihi nilai bangunannya. Yakni, pasar desa di Desa Karang Semanding Kecamatan Balung dengan aset Rp 60 juta dan pasar desa yang bertempat di Desa Sumber Salak Kecamatan Ledokombo. “Yang jelas kalau program ini hasilnya representatif, maka jumlah pedagang dan pembeli akan menjadi lebih banyak lagi. Dan, dengan sendirinya perekonomian masyarakat sekitar akan terangkat karena mereka tidak kesulitan menyalurkan barang dan jasa walaupun berada di pelosok desa,” tandasnya.(sal)


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna