Sabtu, November 15, 2008

18 Ribu Liter Susu Sapi Tak Masuk Kas Daerah

Jemberpost.com - Sekitar 18 ribu liter susu sapi hasil badan usaha milik daerah (BUMD) ternak sapi perah Rembangan tidak dilaporkan sebagai pemasukan asli daerah. Alhasil pemasukan daerah dari BUMD ini jauh dari yang diharapkanDari hasil dengar pendapat antara Komisi C Bidang Keuangan DPRD Jember dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kelautan, dilaporkan bahwa BUMD ternak sapi perah Rembangan hanya menargetkan pemasukan Rp 30 juta untuk pendapatan asli daerah (PAD).

Target ini dirasa janggal. Anggota Komisi C Achmad Dimyati menjelaskan, di Rembangan ada 24 ekor sapi perah. "Dari keterangan yang diberikan kepada kami, per hari rata-rata sapi-sapi itu menghasilkan 70 liter susu. Kalau dihitung kan dalam setahun produksi susu perah kan bisa mencapai 25.550 liter," katanya,

Susu sapi tersebut dijual dengan harga Rp 4 ribu per liter. Berarti, menurut Dimyati, seharusnya BUMD peternakan sapi perah memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp 102 juta per tahun. "Tapi ini yang dilaporkan hanya Rp 30 juta. Ke mana yang Rp 70 juta sekian," katanya.

Komisi C sempat mendapat jawaban, hasil dari penjualan susu sapi itu tidak dimasukkan PAD keseluruhan, karena sebagian digunakan untuk biaya operasional.

Anggota Komisi B Bidang Perekonomian Jufriyadi menganggap alasan tersebut tidak masuk akal. "Tidak boleh itu digunakan dana operasional. Pendapatan dari penjualan susu sapi ahrus masuk ke kas daerah utuh," katanya.

Jufriyadi mengatakan, Badan Pemeriksa Keuangan sudah memperingatkan tentang hal ini pada anggaran tahun sebelumnya. Dinas Peternakan juga sudah tahu. Ia heran, mengapa hal serupa masih terjadi.

Padahal, untuk APBD 2009, biaya operasional peternakan sapi perah sudah dianggarkan Rp 73,2 juta. Dana operasional ini untuk membiayai 10 pegawai dan perawatan ternak.

Dimyati mengingatkan agar Dinas Peternakan berhati-hati, agar tak kembali diperingatkan BPK. "Kan sayang, kalau gara-gara satu dinas, berimbas opini BPK tak pernah baik terhadap keuangan Pemkab Jember," katanya.

Sekretaris Komisi C Saptono Yusuf menambahkan, pihaknya meminta agar target pendapatan tak lagi 7.500 liter per hari, namun 8.000 liter per hari. Komisi C berharap sektor peternakan bisa memberikan sumbangan yang cukup, mengingat Bupati MZA Djalal memperkirakan PAD Jember tahun depan bakal turun jika dibandingkan tahun 2008. [BJ]


Posting Komentar

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template custom by Adiguna